ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Wednesday, November 2, 2016

OBAT PERANGSANG DAN PENENANG

26

OBAT PERANGSANG DAN PENENANG

Di bawah judul Obat Perangsang dan Penenang ini tergolong sejumlah besar bahan yang kalau digunakan sebagai makanan dan minuman, akan merusak lambung, meracuni darah dan merangsang saraf. Pemakaiannya betul-betul jahat. Orang-orang mencari kesenangan dalam obat perangsang karena untuk sementara hasilnya baik. Tetapi selalu ada reaksi. Pemakaian bahan perangsang yang tidak alami selalu cenderung menimbulkan ekses, dan itu merupakan suatu bahan aktif dalam mendorong kerusakan dan kehancuran tubuh. 



Bumbu Masak

Di zaman yang serba cepat ini, makanan yang kurang merangsang adalah lebih baik. Bumbu-bumbu masak bersifat membahayakan. Mostar, merica, rempah-rempah, acar, dan lain-lain sejenisnya, semuanya mengganggu lambung dan membuat darah jadi panas dan tidak bersih. Kondisi lambung pemabuk yang meradang sering dijadikan gambaran dari efek minuman beralkohol. Kondisi meradang yang sama disebabkan oleh pemakaian bumbu yang merusak. Tidak lama kemudian makanan yang biasa tidak lagi memuaskan selera. Tubuh merasakan kekurangan, suatu kerinduan akan sesuatu yang lebih merangsang.


Teh dan Kopi

Teh bertindak sebagai perangsang, dan sampai batas tertentu menimbulkan keracunan. Akibat dari kopi dan banyak lagi minuman populer lainnya sama saja. Efeknya yang pertama ialah memberi perasaan segar. Saraf-saraf lambung terrangsang; ini menyebabkan iritasi pada otak, dan pada gilirannya otak terangsang untuk memberi kegiatan yang meningkat pada jantung dan tenaga cadangan seketika pada seluruh tubuh. Rasa letih terlupakan; kekuatan tampaknya bertambah. Kecerdasan digerakkan, imajinasi menjadi lebih terang.

Karena pengaruh-pengaruh ini, banyak orang mengira bahwa teh dan kopi itulah yang menghasilkan kebaikan yang besar bagi mereka. Tapi ini suatu kesalahan. Teh dan kopi tidak memberi zat makanan pada tubuh. Pengaruhnya sudah ada sebelum sempat terjadi pencernaan dan penyerapan, dan apa yang nampaknya seperti kekuatan sebenarnya hanyalah rangsangan saraf. Setelah hilang pengaruh rangsangan itu, tenaga yang tidak alami itu hilang, dan akibatnya ialah kelesuan dan kelemahan sampai tingkat tertentu.

Penggunaan terus-menerus dari bahan-bahan perangsang saraf ini diikuti dengan sakit kepala, tidak bisa tidur, jantung berdebar, gangguan pencernaan, gemetar, dan banyak kesulitan lainnya; karena bahan itu menghabiskan daya hidup. Saraf yang letih memerlukan istirahat dan ketenangan gantinya rangsangan dan kerja lembur. Alam memerlukan waktu untuk memulihkan tenaganya yang trkuras. Bila tenaganya itu dipaksa dengan menggunakan bahan-bahan perangsang, untuk sementara kelebihan tenaga itu didapatkan; tetapi karena tubuh sudah lemah akibat terus dipakai maka lambat laun semakin sulit untuk membangkitkan tenaga pada batas yang diperlukan. Tuntutan akan bahan perangsang jadi semakin sulit dikendalikan, sampai kemauan dilemahkan dan tidak mampu lagi menolak keinginan yang tidak wajar itu. Semakin kuat bahan-bahan perangsang itu dituntut, sampai tubuh yang sudah letih tidak dapat lagi bereaksi.


Kebiasaan Menggunakan Tembakau

Tembakau adalah racun yang lambat dan tidak kelihatan cara kerjanya, tetapi paling berbahaya. Dalam bentuk apapun benda itu digunakan, tetapi ada pengaruhnya pada tubuh; paling berbahaya karena akibatnya lambat dan pada mulanya sukar diketahui. Tembakau merangsang dan kemudian melumpuhkan saraf. Melemahkan dan mengganggu otak. Tembakau sering mempengaruhi saraf dengan cara yang lebih dahsyat dibanding minuman yang memabukkan. Lebih tidak kentara dan akibat-akibatnya sulit dibasmi dari tubuh. Penggunaannya merangsang rasa haus akan minuman keras, dan dalam banyak kasus itu meletakkan dasar bagi kebiasaan minuman keras.

Penggunaan tembakau menyusahkan, mahal, tidak bersih, mencemari si pemakai, dan mengganggu orang lain. Para pecandunya terdapat di mana-mana. Engkau jarang menyelinap di antara keramaian orang, tanpa ada si perokok menghembuskan napas beracun ke wajahmu. Rasanya tidak nyaman dan tidak menyehatkan kalau berada di dalam gerbong kereta api atau dalam suatu ruangan yang udaranya penuh dengan bau arak dan asap rokok. Sekalipun orang-orang bersikeras menggunakan racun ini untuk diri mereka sendiri, apa hak mereka untuk mencemari udara yang harus dihirup oleh orang lain?

Bagi kalangan anak-anak dan orang muda, penggunaan tembakau mengakibatkan bahaya yang tak terkira. Praktik-praktik yang tidak menyehatkan dari generasi yang lalu mempengaruhi anak-anak dan orang muda sekarang ini. Ketidakmampuan otak, kelemahan fisik, saraf yang terganggu, dan keinginan-keinginan yang tidak wajar ditularkan sebagai warisan dari orangtua kepada anak-anak. Dan praktik-praktik serupa yang diteruskan oleh anak-anak meningkatkan dan memperpanjang akibat yang buruk. Akibatnya, bukan kecil kemerosotan fisik, mental dan moral sehingga menjadi suatu tanda bahaya.

Anak-anak lelaki mulai menggunakan tembakau dalam usia yang sangat muda. Kebiasaan itu terbentuk ketika tubuh dan pikiran sangat mudah terbawa kepada pengaruhnya, merongrong kekuatan tubuh, membuat tubuh jadi kerdil, membius pikiran, dan merusak moral.

Tetapi, apa yang dapat dilakukan untuk mengajar anak-anak dan orang muda tentang buruknya suatu praktik yang dicontohkan oleh orangtua, guru dan pendeta? Anak-anak lelaki yang masih kecil, yang baru saja melewati masa kanak-kanak, mungkin saja terlihat sedang mengisap rokok. Kalau ada orang menegur, mereka akan menjawab, "Ayah saya juga merokok." Mereka menunjuk kepada pendeta atau guru Sekolah Minggu dan berkata, "Orang itu merokok, apa bahayanya kalau saya juga merokok seperti dia?" Banyak pekerja dalam bidang pertarakan tapi kecanduan menggunakan tembakau. Apa kuasa orang seperti itu untuk dapat menahan kemajuan ketidakbertarakan? 

=================================================================
"Karena si peminum dan si pelahap menjadi miskin, dan kantuk membuat orang berpakaian compang-camping."1
=================================================================

Saya bertanya kepada mereka yang mengaku percaya dan menuruti firman Allah: Dapatkah kamu sebagai orang Kristen memanjakan kebiasaan yang melumpuhkan kecerdasanmu dan merampas kuasamu yang benar untuk menilai kenyataan-kenyataan yang kekal? Dapatkah kamu merampok Allah setiap hari akan pelayanan yang seharusnya milik-Nya, dan merampasi sesama manusia, baik pelayanan yang harus kamu berikan dan kemampuan untuk menjadi teladan?

Pernahkah kamu mempertimbangkan tanggungjawabmu sebagai penatalayan-penatalayan Allah untuk harta yang ada di tanganmu? Berapa banyakkah uang Tuhan yang kamu belanjakan untuk membeli tembakau? Hitunglah berapa jumlahnya selama hidupmu. Bandingkanlah jumlah yang dihabiskan oleh nafsu yang merusak ini dengan apa yang kamu telah berikan untuk menolong orang miskin dan menyebarkan injil?

Tidak ada makhluk manusia yang memerlukan tembakau, tetapi banyak orang binasa karena kekurangan uang akibat penggunaannya lebih buruk lagi daripada dibuang. Bukankah engkau telah menyalahgunakan milik Tuhan? Tidakkah engkau bersalah telah merampok Allah dan sesamamu manusia? "Tidak tahukah kamu bahwa . . . kamu bukan milik kamu sendiri? Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu."2


Minuman yang Memabukkan

"Anggur adalah pencemooh 
Minuman keras adalah peribut; 
Tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya." 
"Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? 
Siapa yang berkeluh kesah? 
Siapa mendapat cedera tanpa sabar? 
Siapa merah matanya? 
Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam. 
Mereka yang datang mengecap anggur campuran. 
Jangan melihat kepada anggur kalau merah menarik warnanya 
   dan mengilau dalam cawan, 
   yang mengalir masuk dengan nikmat 
Tetapi kemudian memagut seperti ular, 
Dan menyemburkan bisa seperti beludak."3

Tidak pernah digambarkan oleh tangan manusia suatu gambaran yang lebih jelas tentang kemerosotan martabat dan perhambaan dari korban minuman yang memabukkan. Terjamah, direndahkan, sekalipun ketika disadarkan tentang rasa kesedihannya, dia tidak mampu untuk keluar dari jerat itu; dia "akan mencari anggur lagi."4 

Tidak perlu diperdebatkan untuk menunjukkan akibat buruk dari bahan yang memabukkan bagi pecandunya. Manusia yang hancur dan bermuram durja -- yakni jiwa-jiwa yang telah ditebus Kristus dengan Nyawa-Nya, yang ditangisi oleh para malaikat -- berserakan di mana-mana. Mereka adalah noda dari peradaban yang kita banggakan ini. Mereka merupakan corengan di wajah, kutukan, dan kebinasaan bagi setiap negeri.

Siapakah yang dapat menggambarkan kesusahan, penderitaan dan keputusasaan yang tersembunyi di rumah si pemabuk? Pikirankanlah tentang istrinya, yang sering dibesarkan dengan tata krama yang halus, peka, berbudaya dan suci, sekarang berhubungan dengan seorang pemabuk yang akibat minuman keras telah berubah menjadi setan. Pikirkanlah tentang anak-anaknya yang kesenangannya, pendidikannya dan pengajarannya dirampas; mereka hidup ketakutan terhadap dia yang seharusnya menjadi kebanggaan dan perlindungannya, telah terperosok kepada dunia ini, memikul rasa malu, sering bahkan mewarisi kutukan keturunan untuk cenderung menjadi pemabuk. 

Pikirkanlah akan kecelakaan-kecelakaan mengerikan yang setiap hari terjadi karena pengaruh minuman keras. Petugas kereta api mengabaikan sinyal atau salah menerima perintah. Karena kereta melaju terus maka terjadilah tabrakan dan banyak nyawa yang hilang. Ata sebuah kapal menabrak batu karang, dan para penumpang serta awak kapal terkubur dalam air. Ketika kejadian itu diselidiki, didapati bahwa ada seseorang yang sedang bertugas penting berada dalam pengaruh minuman keras. Sampai sejauh manakah seseorang yang memanjakan diri dengan kebiasaan minum minuman keras dapat dipercayakan dengan nyawa manusia? Dia boleh dipercaya hanya kalau sudah menghentikannya secara total.


Perangsang Yang Lebih Lunak

Orang-orang mewarisi selera akan bahan-bahan perangsang yang abnormal seharusnya jangan melihat anggur, bir, atau sari buah apel. Benda-benda ini seharusnya dijauhkan dari jangkauan mereka, karena ini akan senantiasa menggoda mereka. Tentang sari buah apel manis, banyak orang yang tidak merasa merasa apa-apa untuk membelinya dengan bebas. Tetapi minuman itu terasa manis hanya untuk waktu yang singkat, kemudian mulailah terjadi fermentasi. Citarasanya yang baru itu membuatnya lebih enak bagi mulut pecandu, dan peminumnya tidak suka mengakui bahwa minuman itu sudah menjadi keras atau beragi.


Ada bahayanya penggunaan sari buah apel manis bagi kesehatan walau pun bahan ini dianggap sebagai produksi biasa. Kalau orang dapat melihat di bawah mikroskop bagaimana sari buah apel yang mereka beli itu, hanya sedikit orang yang mau meminumnya. Seringkali orang yang memproduksi sari buah apel untuk dijual di pasar tidak memperhatikan kondisi buah yang digunakan, yaitu menggunakan buah yang berulat dan busuk. Mereka yang tidak peduli akan penggunaan apel busuk dan beracun, akan meminum sari buah yang terbuat dari padanya dan menyebutnya enak. Tetapi mikroskop menunjukkan sekalipun baru diperas, minuman enak ini seluruhnya tidak cocok untuk digunakan.[5]

Kemabukan oleh minuman anggur, bir dan sari buah apel sama saja dengan yang disebabkan oleh minuman lebih keras lainnya. Penggunaan minuman ini membangkitkan selera yang lebih kuat, dengan demikian kebiasaan akan minuman keras terbentuk. Minum dalam jumlah sedang-sedang saja sebenarnya adalah sekolah yang mendidik pemabuk. Namun begitu jahatnya cara bekerja dari minuman perangsang yang lebih lunak ini sehingga orang sudah memasuki jalan raja menuju kemabukan barulah korban itu menyadari akan bahaya yang mengancam.

Sebagian orang yang tidak pernah benar-benar dianggap mabuk tetap berada di bawah pengaruh kemabukan ringan. Mereka merasa bersemangat, pikiran tidak stabil dan tidak seimbang. Membayangkan dirinya aman, mereka pun minum dan minum lagi, sampai melampaui batas dan semua prinsip dikorbankan. Keputusan yang paling kuatpun sudah dirongrong, perhatian yang paling serius pun tidak cukup untuk menjaga agar selera rendah itu berada di bawah kendali akal sehat.

Bagian manapun di dalam Alkitab tidak pernah menyetujui penggunaan anggur yang memabukkan. Anggur yang diciptakan Kristus dari air pada pesta nikah di Kana adalah sari buah anggur murni. Inilah "tanda buah anggur yang masih terdapat airnya," yang Kitab Suci katakan, "Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat."6

Kristuslah yang dalam Perjanjian Lama memberi amaran kepada bangsa Israel, "Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang-orang yang terhuyung-huyung karenanya."7 Ia sendiri tidak menyediakan minuman seperti itu. Setan menggoda manusia dengan satu kegemaran yang merusak pertimbangan dan melumpuhkan persepsi rohani, tetapi Kristus mengajarkan kita untuk menguasai sifat alamiah yang rendah. Ia tidak pernah menaruh di hadapan manusia sesuatu yang akan menjadi pencobaan. Seluruh hidup-Nya menjadi satu teladan penyangkalan diri. Adalah untuk mematahkan kuasa selera, demi kepentingan manusia, maka selama empat puluh hari berpuasa di padang belantara itu Ia menderita ujian yang paling tajam yang manusia dapat tahankan. Adalah Kristus yang menuntun Yohanes Pembaptis supaya tidak minum anggur atau minuman keras lainnya. Ialah yang menganjurkan pertarakan kepada istri Manoah. Kristus tidak melanggar ajarannya sendiri. Anggur tak beragi yang disediakan-Nya bagi tamu-tamu pesta nikah adalah minuman segar yang menyehatkan. Inilah jenis anggur yang digunakan Juruselamat kita bersama murid-muridnya pada Perjamuan Kudus yang pertama. Anggur seperti itulah yang senantiasa digunakan di meja Perjamuan Kudus sebagai lambang darah Juruselamat. Upacara kudus itu diciptakan untuk menyegarkan dan menghidupkan jiwa. Janganlah menghubungkan upacara itu dengan sesuatu yang melayani si jahat.

Di dalam terang ajaran Kitab Suci, alam dan akal sehat ajarkan tentang penggunaan minuman yang memabukkan, bagaimana mungkin orang-orang Kristen berusaha membuat bir, atau mendirikan pabrik anggur atau sari buah apel untuk dipasarkan? Jika mereka mengasihi sesamanya seperti diri mereka sendiri, bagaimana mereka bisa menaruh sesuatu di jalannya yang akan menjadi jerat baginya?

Seringkali sikap tidak bertarak dimulai di rumahtangga. Dengan menyuguhkan makanan mewah yang tidak menyehatkan alat pencernaan dilemahkan, dan timbullah keinginan untuk mencari makanan yang lebih merangsang. Dengan demikian selera itu dididik untuk senantiasa merindukan sesuatu yang lebih keras. Keinginan untuk makanan yang merangsang makin lama makin sering muncul dan sukar untuk ditolak. Tubuh sedikit-banyak jadi dipenuhi dengan racun, dan makin lemah tubuh itu, semakin besar kerinduannya akan bahan-bahan seperti ini. Satu langkah ke jurusan yang salah akan menyediakan jalan untuk langkah lain. Banyak orang yang tidak mau bersalah dengan menyediakan anggur dan jenis minuman keras apapun di atas meja makan mereka, menjejali meja itu dengan makanan yang menimbulkan rasa haus akan minuman keras sehingga hampir tidak mungkin lagi menolak godaan itu. Kebiasaan-kebiasaan makan dan minum yang salah merusak kesehatan dan memberi jalan kepada kemabukan. 

Segera akan hanya sedikit gerakan pertarakan yang diperlukan kalau dalam diri orang muda yang membentuk dan menjadikan pola masyarakat dapat ditanamkan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan pertarakan. Hendaklah para orangtua memulai gerakan anti ketidakbertarakan di ruang keluarga mereka sendiri, dalam prinsip-prinsip yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka untuk mengikutinya sejak bayi, maka mereka dapat mengharapkan keberhasilan.

Ada tugas bagi para ibu dalam menolong anak-anaknya membentuk kebiasaan yang benar dan selera yang murni. Didiklah selera; ajarlah anak-anak untuk menghindari bahan perangsang. Tuntunlah anak-anak supaya mereka mempunyai kekuatan moral untuk menolak kejahatan yang mengelilingi mereka. Ajarlah mereka supaya tidak digoyahkan orang lain, agar mereka tidak menyerah kepada pengaruh-pengaruh yang kuat sekalipun, tetapi agar mempengaruhi orang lain demi kebaikan.

Upaya yang besar dibuat untuk menekan ketidakbertarakan; tetapi banyak usaha yang tidak diarahkan kepada sasaran yang benar. Pembelaan terhadap reformasi pertarakan harus disadarkan terhadap kejahatan yang diakibatkan oleh penggunaan makanan yang tidak menyehatkan, bumbu-bumbu masak, teh dan kopi. Kita mengharap agar semua pekerja di bidang pertarakan berhasil; tetapi kami mengundang mereka untuk melihat lebih dalam kepada penyebab kejahatan yang mereka perangi itu dan memastikan bahwa mereka sendiri tetap setia dalam reformasi itu.

Haruslah dipaparkan di hadapan orang banyak bahwa keseimbangan antara kemampuan mental dan moral tergantung pada kondisi yang baik dari tubuh itu seluruhnya. Semua bahan penenang dan bahan perangsang tidak alami yang melemahkan dan merendahkan keadaan tubuh cenderung menurunkan kesehatan intelek dan moral. Ketidakbertarakan terletak pada dasar kemerosotan moral dunia ini. Dengan pemanjaan selera yang menyimpang, manusia kehilangan kuasa untuk menolak godaan.

Para pembaru pertarakan mempunyai satu tugas untuk dilakukan dalam mendidik orang banyak di bidang ini. Ajarkanlah kepada mereka bahwa kesehatan, tabiat, bahkan kehidupan terancam bahaya karena penggunaan bahan perangsang yang merangsang tenaga untuk tindakan yang abnormal.

Sehubungan dengan teh, kopi, tembakau dan minuman keras, cara paling aman ialah jangan menjamahnya, jangan mencicipi dan jangan mengerjakannya. Kecenderungan dari teh, kopi dan minuman sejenis sama tujuannya dengan minuman beralkohol dan tembakau, dan dalam beberapa kasus kebiasaan itu sulit dipatahkan seperti halnya seorang pemabuk meninggalkan minuman keras. Mereka yang berusaha meninggalkan semua bahan perangsang ini untuk sementara akan merasa kehilangan, dan akan menderita tanpa bahan-bahan itu. Tetapi dengan ketekunan mereka akan mengalahkan keinginan itu dan berhenti merasakan kekurangan tersebut. Alam mungkin memerlukan sedikit waktu untuk pulih dari penyalahgunaan yang dideritanya; tapi berilah kesempatan baginya maka alam itu akan bangkit lagi untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan agung.

PERBEDAAN-PERBEDAAN BESAR DALAM HAL MAKANAN

25

PERBEDAAN-PERBEDAAN BESAR DALAM HAL MAKANAN


Tidak semua orang yang mengaku percaya akan pembaruan kesehatan benar-benar adalah pembaharu. Bagi banyak orang, pembaruan ini hanya sekadar mengeluarkan jenis-jenis makanan tertentu yang tidak menyehatkan. Mereka tidak mengetahui dengan jelas prinsip-prinsip kesehatan, dan sementara di meja makan mereka masih dipenuhi dengan makanan-makanan lezat yang berbahaya, mereka jauh dari contoh pertarakan dan kesederhanaan Kristen.

Satu golongan lagi, dalam keinginan untuk memberi teladan yang benar, mereka melakukan hal yang berlawanan. Sebagian orang tidak sanggup memperoleh makanan yang paling disukai, dan gantinya menggunakan bahan-bahan yang terbaik untuk melengkapi kekurangan itu, mereka memakan jenis makanan yang rendah. Makanan mereka tidak memberikan unsur-unsur yang diperlakukan untuk membuat darah yang baik. Kesehatan mereka merosot, kegunaan mereka lumpuh, dan keteladanan mereka bukannya mendukung tetapi melawan pembaruan dalam hal makan.

Orang-orang lain berpikir bahwa karena kesehatan memerlukan makanan sederhana, maka tidak perlu terlalu memperhatikan pemilihan dan penghidangan makanan. Sebagian orang membatasi diri dengan makanan yang sangat kurang, tidak memiliki variasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan mereka menderita akibatnya.

Mereka yang hanya memahami sebagian dari prinsip-prinsip pembaruan (reformasi) ini sering adalah orang-orang yang paling bersikap kaku, tidak saja dalam mengutarakan pandangan mereka sendiri, tetapi juga dalam mendesak anggota-anggota keluarga lainnya dan para tetangga. Pengaruh dari reformasi mereka yang salah, sebagaimana terlihat dari kesehatan mereka sendiri yang terganggu, dan dalam usaha untuk memaksakan pandangan mereka kepada orang lain, memberikan banyak pandangan palsu tentang reformasi dalam hal makanan, dan membawa mereka untuk menolaknya sama sekali.

Mereka yang memahami hukum-hukum kesehatan dan yang diatur oleh prinsip, akan menghindari kedua perbedaan yang berlebihan itu, baik yang bersifat pemanjaan maupun pengetatan. Makanan mereka dipilih bukan sekadar memuaskan selera, tetapi untuk membangun tubuh. Mereka berusaha memelihara setiap kemampuan tetap dalam kondisi puncak untuk pelayanan terbaik bagi Allah dan manusia. Selera dikendalikan oleh akal sehat serta hati nurani, dan mereka dianugerahi kesehatan tubuh dan pikiran. Walaupun mereka tidak memaksakan pandangan mereka kepada orang lain, keteladanan mereka menjadi suatu kesaksian yang mendukung prinsip-prinsip yang benar. Orang-orang ini mempunyai pengaruh yang luas untuk kebaikan. 

Ada sesuatu yang benar-benar masuk akal mengenai reformasi dalam hal makanan. Masalah ini harus dipelajari secara mendalam dan luas, dan janganlah seseorang mengecam orang lain karena praktik mereka dalam segala hal tidak sesuai dengan praktiknya sendiri. Tidak mungkin menciptakan aturan yang mutlak untuk mengatur kebiasaan setiap orang, dan jangan ada yang berpendapat bahwa dirinyalah menjadi ukuran bagi semua orang. Tidak semua orang dapat memakan makanan yang sama. Makanan yang terasa lezat dan menyehatkan bagi seseorang mungkin tidak enak, bahkan berbahaya, bagi orang lain. Ada sebagian orang yang tidak bisa minum susu, sedangkan yang lain sangat menyukainya. Sebagian orang tidak dapat mencerna polongan dan kacang-kacangan; sedang yang lain merupakan makanan yang menyehatkan. Bagi sebagian orang hidangan biji-bijian yang keras merupakan makanan yang baik, sementara yang lain tidak dapat memakannya. 

Mereka yang hidup di kawasan-kawasan baru atau di wilayah-wilayah miskin, di mana buah-buahan dan kacang-kacangan jarang didapat, jangan dipaksa menyingkirkan susu dan telur dari menu mereka. Memang benar bahwa orang-orang yang berotot dan yang memiliki nafsu hewani yang tinggi perlu menghindarkan makanan-makanan yang merangsang. Teristimewa dalam keluarga-keluarga yang anak-anak mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan hawa nafsu, telur tidak boleh digunakan. Tetapi dalam kasus dari orang-orang yang organ-organ pembuat darahnya lemah, -- terutama kalau makanan-makanan lain untuk memenuhi unsur-unsur yang diperlukan itu tidak bisa diperoleh, -- maka susu dan telur jangan disingkirkan sama sekali. Namun perlu sangat berhati-hati agar mendapatkan susu dari sapi yang sehat, dan telur dari unggas yang sehat, yang dipelihara dengan baik dan diberi makanan yang baik; dan telur-telur itu harus dimasak begitu rupa agar sangat mudah dicerna. 


=================================================================
 "Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah."1
=================================================================

Pembaruan dalam hal makanan harus berlangsung secara bertahap. Karena penyakit dalam tubuh hewan meningkat maka penggunaan susu dan telur semakin tidak aman. Suatu usaha harus dilakukan untuk menggantikannya dengan bahan lain yang tidak mahal tapi menyehatkan. Masyarakat di mana-mana harus diajar bagaimana sedapat mungkin memasak tanpa memakai susu dan telur, namun makanan mereka tetap menyehatkan dan enak.

Praktik makan dua kali sehari umumnya berguna bagi kesehatan; namun pada keadaan-keadaan tertentu ada orang-orang yang memerlukan tiga kali makan sehari. Namun, kalaupun perlu, makanan ketiga harus sangat ringan, terdiri dari makanan yang paling mudah dicerna. Biskuit crakers, buah-buahan dan kopi kedelai atau jagung adalah makanan paling cocok sebagai makan malam.


Sebagian orang terus cemas jangan-jangan makanan mereka itu, walaupun sederhana dan menyehatkan, bisa menyakiti mereka. Kepada mereka ini saya katakan, Janganlah berpikir bahwa makananmu itu akan menyakiti engkau; jangan hiraukan itu sama sekali. Makanlah sesuai dengan pertimbanganmu yang terbaik; dan setelah engkau meminta berkat dari Tuhan atas makanan itu agar menguatkan tubuhmu, percayalah bahwa Ia mendengar doamu, dan bersikaplah tenang.

Karena prinsip menuntut kita untuk mengeluarkan semua bahan-bahan yang menyakiti lambung dan merusak kesehatan, kita harus ingat bahwa makanan yang rendah mengakibatkan kekurangan darah. Karena banyak kasus penyakit akibat keadaan ini yang sangat sulit diobati. Tubuh tidak cukup mendapat gizi, dan gangguan pencernaan serta kelemahan seluruh tubuh adalah akibatnya. Mereka yang mengikuti pola makanan yang demikian tidak selamanya karena dipaksa oleh kemiskinan, tetapi mereka memilihnya karena kurang pengetahuan atau sikap kurang peduli, atau karena menjalankan pendapat mereka yang salah mengenai pembaruan ini. 


=================================================================
"Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang tidak berasal dari kaum pemuka, dan pemimpin-pemimpinmu makan pada waktunya dalam keperkasaan, bukan dalam kemabukan!"2
=================================================================

Allah tidak dihormati apabila tubuh diabaikan atau disalahgunakan dan dengan demikian tidak layak bagi pelayanan-Nya. Untuk memelihara tubuh dengan menyediakan makanan yang disukai dan menguatkan itulah salah satu tugas utama dari ibu rumahtangga. Jauh lebih bagus kalau memiliki pakaian dan perabot yang kurang mahal daripada menghemat persediaan makanan.

Sebagian ibu rumahtangga menghemat makanan untuk keluarga supaya dapat menjamu tamu dengan kesenangan yang mewah. Ini tidak bijaksana. Dalam menjamu tamu haruslah lebih sederhana. Biarlah kebutuhan keluarga mendapat perhatian yang utama.

Penghematan yang tidak bijaksana dan kebiasaan munafik sering menghalangi keramah-tamahan di mana diperlukan untuk mendatangkan berkat. Persediaan makanan seperti biasanya di meja makan harus  diatur begitu rupa sehingga tamu-tamu yang tidak diharapkan dapat disambut tanpa membebani nyonya rumah untuk membuat makanan ekstra.

Semua harus belajar apa yang akan dimakan dan bagaimana cara menghidangkannya. Kaum pria, seperti juga kaum wanita, perlu mengetahui cara menghidangkan makanan yang sederhana tapi menyehatkan. Karena urusan bisnis mereka sering berada di tempat di mana mereka tidak dapat memperoleh makanan sehat; maka, kalau mereka mempunyai pengetahuan masak-memasak, mereka dapat memanfaatkannya.


Pertimbangkanlah dengan seksama menu makananmu. Pelajarilah faktor sebab dan akibatnya. Tumbuhkanlah pengendalian diri. Jagalah agar selera tetap berada di bawah pengendalian akal sehat. Jangan pernah menyalahgunakan perut dengan makan terlalu banyak, tetapi jangan pula merampok diri sendiri dengan makanan menyehatkan dan lezat yang dituntut oleh kesehatan.

Pemikiran-pemikiran yang sempit dari sebagian orang yang ingin menjadi pembaharu kesehatan telah sangat merusak kepada usaha kesehatan. Para penganut kesehatan harus mengingat bahwa reformasi makanan akan dinilai secara luas dengan hidangan yang mereka siapkan di meja makan; dan gantinya menggunakan pola yang akan menodainya, mereka harus memberi contoh pelaksanaan prinsip-prinsipnya supaya menganjurkannya kepada orang-orang yang berpandangan tulus. Ada segolongan besar yang akan menentang sesuatu gerakan pembaruan, betapapun itu masuk akal, kalau hal itu membatasi selera. Mereka mendewakan selera gantinya penalaran atau aturan-aturan kesehatan. Oleh kelompok ini, semua yang meninggalkan jalan kebiasaan lama dan membela reformasi akan dianggap radikal, betapapun konsistennya usaha mereka itu. Agar orang-orang ini tidak mempunyai alasan untuk mengeritik, para penganut kesehatan tidak boleh mencoba melihat betapa berbedanya mereka dari orang lain, tetapi sedapat mungkin harus mendekati mereka tanpa mengorbankan prinsip.


=================================================================
"Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi."3
=================================================================

Bilamana mereka yang membela reformasi kesehatan terlalu berlebihan, jangan heran kalau banyak orang yang menganggap mereka ini sebagai para penganjur prinsip kesehatan menolak reformasi itu sama sekali. Sikap berlebihan seperti ini sering mendatangkan lebih banyak bahaya dalam waktu yang singkat dibanding yang dapat diperbaiki oleh kehidupan yang konsisten selama hidup.

Reformasi kesehatan didasarkan atas prinsip-prinsip yang luas dan berjangkauan jauh, dan kita tidak boleh meremehkannya dengan pandangan-pandangan dan tindakan-tindakan yang sempit. Tetapi tak seorang pun boleh mengizinkan perlawanan atau cemoohan, atau pun keinginan untuk menyenangkan maupun mempengaruhi orang lain, supaya mengalihkan dia dari prinsip-prinsip yang benar, atau membuat dia meremehkan prinsip-prinsip itu. Mereka yang dikuasai oleh prinsip akan teguh dan mantap membela yang benar; namun dalam segala pergaulan mereka, mereka akan menunjukkan roh Kristus yang pemurah dan kesederhanaan yang sejati.

DAGING SEBAGAI MAKANAN

24

DAGING SEBAGAI MAKANAN

Makanan yang ditentukan bagi manusia pada mulanya tidak mencakup makanan hewani. Sesudah Air Bah, ketika semua tanaman hijau di dunia musnah, barulah manusia mendapat izin untuk memakan daging.

Dalam memilih makanan untuk manusia di Taman Firdaus, Tuhan menunjukkan makanan apa yang terbaik; dalam pilihan makanan bagi bangsa Israel Ia mengajarkan pelajaran yang sama. Ia membawa keluar bangsa Israel dari Mesir dan melakukan latihan agar mereka menjadi umat kepunyaan-Nya sendiri. Melalui mereka itu Ia ingin memberkati dan mengajar penduduk dunia ini. Ia menyediakan makanan terbaik bagi mereka untuk maksud ini, bukan makanan daging, tetapi manna, yaitu "roti dari surga." Hanya karena ketidakpuasan dan persungutan mereka untuk kuali berisi daging di Mesir itu maka makanan daging diberikan kepada mereka, itupun cuma untuk jangka waktu yang singkat. Penggunaannya mengakibatkan penyakit dan kematian kepada ribuan orang. Namun ketentuan terhadap makanan tanpa daging itu tidak pernah diterima dengan sungguh-sungguh. Hal itu terus menjadi penyebab rasa tidak puas dan persungutan, secara terbuka atau pun diam-diam, dan itu tidak dijadikan permanen.

Setelah menetap di Kanaan, bangsa Israel diizinkan menggunakan makanan hewani, tetapi di bawah peraturan ketat yang dimaksudkan untuk mengurangi akibatnya yang buruk. Penggunaan daging babi dilarang, seperti juga binatang lainnya, burung maupun ikan, yang dagingnya dinyatakan haram. Tentang makanan daging yang diizinkan, memakan lemak dan darahnya sangatlah dilarang. 

Hanya hewan yang dalam keadaan baik saja boleh digunakan sebagai makanan. Tidak ada binatang yang sudah dicabik-cabik, yang mati sendiri, atau yang darahnya tidak seluruhnya mengalir keluar, boleh digunakan sebagai makanan.

Karena menyimpang dari rencana ilahi tentang makanan yang ditentukan bagi mereka, bangsa Israel sangat menderita. Mereka menginginkan makanan daging, dan mereka menuai akibatnya. Mereka tidak mencapai standar tabiat Allah atau memenuhi maksud-Nya. "Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya wabah penyakit di antara mereka."1 Mereka menilai hal duniawi di atas perkara rohani, dan mereka tidak memperoleh sifat unggul yang kudus yang direncanakan-Nya bagi mereka.


Alasan Menyisihkan Makanan Daging

Mereka yang makan daging sebenarnya hanya memakan biji-bijian dan sayuran bekas; karena hewan itulah yang memperoleh zat gizi yang memberi pertumbuhan dari bahan makanan tersebut. Unsur kehidupan yang ada di dalam biji-bijian dan sayuran itu masuk ke dalam tubuh yang memakannya. Kita menerimanya dengan memakan daging hewan itu. Betapa jauh lebih baik kalau kita memperolehnya secara langsung, dengan memakan makanan yang Allah sudah sediakan bagi kita itu!

Makanan daging tidak pernah menjadi makanan yang terbaik; dan penggunaannya sekarang ini semakin ditolak, karena adanya penyakit di dalam tubuh hewan-hewan itu yang kian meningkat. Mereka yang makan daging hanya sedikit mengetahui apa sebenarnya yang mereka makan. Sering jika mereka melihat binatang itu semasih hidup dan mengetahui kualitas daging yang mereka makan, pasti mereka akan meninggalkannya karena muak. Manusia terus-menerus memakan daging yang ditulari kuman TBC dan virus kanker. Dengan cara demikian penyakit TBC (tuberculosis), kanker dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya ditularkan. 

Jaringan tubuh babi penuh dengan parasit. Mengenai babi, Allah berfirman, "Haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya."2 Perintah ini diberikan karena daging babi memang tidak cocok jadi makanan. Babi adalah pemakan bangkai, dan inilah satu-satunya tugas yang dimaksudkan untuk babi. Dalam keadaan bagaimanapun, daging babi tidak boleh dimakan oleh manusia. Tidak mungkin daging makhluk hidup itu menyehatkan apabila unsur makanannya yang utama itu najis apalagi memakan barang yang menjijikkan.

Seringkali hewan dibawa ke pasar untuk dijual sebagai makanan padahal hewan-hewan itu berpenyakit sehingga pemiliknya takut memeliharanya lebih lama. Dan sebagian dari proses penggemukannya untuk dipasarkan itu mengakibatkan penyakit. Terkurung dari sinar matahari dan udara bersih, menghirup udara di kandang yang kotor, barangkali juga dibuat gemuk dengan makanan yang sudah membusuk, maka seluruh tubuhnya jadi tercemar oleh bahan-bahan yang najis.

Hewan-hewan itu sering diangkut dalam perjalanan jarak jauh dan sangat menderita untuk sampai ke pasar. Diambil dari padang rumput hijau, mengadakan perjalanan berkilo-kilo meter yang melelahkan di jalanan yang panas dan berdebu, berdesakan dalam truk yang kotor, panas dan kelelahan, sering sampai berjam-jam lamanya tidak diberi makan atau minum, binatang yang malang itu akhirnya dijagal agar manusia boleh berpesta dengan mayatnya.

Di banyak tempat ikan sudah tercemar oleh kotoran yang dimakannya sehingga mendatangkan penyakit. Khususnya kalau ikan itu terkena pembuangan limbah kota-kota besar. Ikan yang mendapat makanan dari kotoran tersebut bisa berenang jauh ke laut lalu tertangkap di tempat yang airnya jernih dan bersih. Jadi kalau ikan itu digunakan sebagai bahan makanan akan membawa penyakit dan kematian bagi mereka yang tidak menyangka adanya bahaya itu. 

=================================================================
"Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu supaya sebagai pendatang dan perantau menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."3 
=================================================================

Pengaruh makanan daging mungkin tidak nyata dengan segera; tetapi ini bukanlah bukti bahwa itu tidak berbahaya. Sedikit saja orang yang dapat diyakinkan bahwa daging yang mereka makan itulah yang meracuni darah mereka dan menyebabkan penderitaan. Banyak orang yang mati akibat penyakit yang semata-mata timbul dari makan daging, sementara penyebab yang sebenarnya itu tidak dicurigai baik oleh mereka sendiri atau pun orang lain.

Kejahatan moral dari makanan daging bukannya kurang menonjol dibandingkan dengan penyakit secara fisik. Makanan daging berbahaya bagi kesehatan, dan apa saja yang mempengaruhi tubuh itu mempunyai akibat yang berkaitan terhadap pikiran dan jiwa. Pikirkanlah kekejaman terhadap hewan-hewan yang dagingnya dimakan itu, dan akibat-akibatnya terhadap mereka yang menyiksanya dan mereka yang melihatnya. Betapa hal itu menghancurkan kelembutan dengan mana kita seharusnya menghargai makhluk-makhluk ciptaan Allah ini!

Banyak binatang dungu tapi kecerdasan yang ditunjukkannya nyaris mendekati kecerdasan manusia, hal mana merupakan satu rahasia. Binatang-binatang itu melihat dan mendengar dan mengasihi serta takut dan menderita. Mereka menggunakan organ tubuh mereka itu jauh lebih setia daripada manusia menggunakan tubuh mereka. Binatang menyatakan rasa simpati dan kelembutan terhadap pasangannya pada saat menderita. Banyak binatang yang menunjukkan kasih sayang kepada manusia yang mengurus mereka, jauh melebihi kasih sayang yang ditunjukkan oleh sebagian umat manusia. Hewan-hewan itu menjalin ikatan dengan manusia yang tidak akan terputus tanpa menimbulkan penderitaan besar di pihak hewan itu.

Manusia manakah dengan hati manusiawinya, yang pernah memelihara hewan jinak, dapat memandang ke dalam mata hewan itu dengan penuh kepercayaan dan kasih sayang, lalu tega menyerahkan hewan itu untuk digorok tukang jagal? Bagaimanakah dia dapat menikmati dagingnya bagaikan sepotong kue yang lezat?

Adalah suatu kesalahan kalau menganggap bahwa kekuatan otot bergantung pada penggunaan makanan daging. Kebutuhan tubuh bisa lebih baik, dan lebih besar kesehatan yang dinikmati, tanpa menggunakan makanan daging itu. Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayuran mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan darah yang baik. Unsur-unsur ini tidak begitu baik dan lengkap dipenuhi oleh makanan daging. Sekiranya penggunaan daging itu penting bagi kesehatan dan kekuatan, maka makanan hewani tentu sudah dimasukkan dalam jenis makanan yang ditentukan bagi manusia sejak mulanya. 

Apabila penggunaan makanan daging dihentikan, sering terasa lemah dan kurang tenaga. Banyak orang menganggap ini sebagai bukti bahwa makanan daging itu perlu; tetapi itu karena jenis makanan tersebut bersifat merangsang, sebab makanan itu memanaskan darah dan merangsang saraf, sehingga sangat diinginkan. Sebagian orang akan mendapati bahwa sulit meninggalkan makanan daging sama seperti pemabuk sulit meninggalkan minuman kerasnya; tetapi mereka akan lebih baik kalau berubah.

Bilamana makanan daging disingkirkan, tempatnya harus diganti dengan berbagai jenis biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan yang bergizi serta memancing selera. Ini sangat penting terutama bagi mereka yang lemah atau yang terus-menerus bekerja keras. Di beberapa negara di mana kemiskinan merajalela, daging adalah makanan yang paling murah. Dalam keadaan seperti ini perubahan akan jauh lebih sukar dilakukan; tetapi masih dapat dilakukan. Namun kita harus mempertimbangkan situasi masyarakat dan kekuatan dari kebiasaan selama hidup, dan harus berhati-hati untuk tidak memaksakan secara berlebihan meskipun pandangan-pandangan itu benar. Tidak ada yang boleh dipaksa untuk mengadakan perubahan secara mendadak. Makanan daging itu harus diganti dengan makanan menyehatkan yang murah. Dalam hal ini sangat bergantung pada jurumasak. Dengan ketelitian dan keterampilan makanan bisa dihidangkan begitu rupa agar bergizi dan menarik selera, dan dalam ukuran yang luas akan menggantikan tempat dari makanan daging. 

Dalam segala hal, didiklah hati nurani, kuasai kemauan, sediakanlah makanan yang baik dan menyehatkan, maka perubahan akan lebih gampang dilaksanakan, dan tuntutan terhadap makanan daging segera akan berhenti.

Bukankah sudah tiba waktunya semua orang harus bertujuan untuk meninggalkan makanan daging? Bagaimana bisa mereka yang berusaha untuk menjadi murni, halus dan suci, agar boleh mendapat persekutuan dengan malaikat-malaikat surga, terus menggunakan sebagai makanan sesuatu yang amat berbahaya, yang dapat mempengaruhi tubuh dan jiwa? Bagaimana mereka dapat mencabut nyawa makhluk Allah supaya menikmati dagingnya sebagai makanan mewah? Lebih baik mereka kembali kepada makanan menyehatkan dan lezat yang diberikan kepada manusia pada mula pertama, dan mereka sendiri mempraktikkannya serta mengajar anak-anak mereka untuk juga mempraktikkannya, menaruh belas kasihan terhadap makhluk-makhluk dungu yang Allah telah ciptakan dan tempatkan di bawah kekuasaan kita.

MAKANAN DAN KESEHATAN

23

MAKANAN DAN KESEHATAN

Tubuh kita dibangun dari makanan yang kita makan. Ada saja senantiasa jaringan-jaringan tubuh yang rusak; setiap gerakan dari tiap organ mencakup pemakaian bahan, dan pemakaian ini dipulihkan dengan makanan kita. Setiap organ tubuh memerlukan bagiannya dari gizi makanan. Otak harus diisi dengan porsinya; tulang, otot, dan urat saraf menuntut bagian mereka. Adalah suatu proses menakjubkan yang mengubah makanan menjadi darah dan menggunakan darah ini untuk membangun berbagai bagian tubuh; tetapi proses ini berlangsung terus, mengisi setiap saraf, otot dan jaringan dengan unsur kehidupan dan kekuatan.


Memilih Makanan

Makanan haruslah dipilih yang paling memberikan unsur-unsur yang diperlukan untuk pembangunan tubuh. Dalam pilihan ini selera bukanlah penuntun yang aman. Dengan kebiasaan makan yang salah maka selera pun jadi menyimpang. Seringkali selera menuntut makanan yang merusak kesehatan dan menyebabkan kelemahan bukannya kekuatan. Kita tidak aman mengikuti kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Penyakit dan penderitaan yang merajalela di mana-mana kebanyakan disebabkan oleh kesalahan umum dalam soal makanan.

Untuk mengetahui apakah makanan yang terbaik kita harus mempelajari rencana Allah yang mula-mula untuk makanan manusia. Ia yang menciptakan manusia dan memahami kebutuhan-kebutuhannya telah menentukan makanan untuk Adam. "Lihatlah," kata-Nya, "Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi, dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan jadi makananmu."1 Pada waktu meninggalkan Firdaus untuk mencari nafkah dengan mencangkul tanah di bawah kutukan dosa, manusia mendapat izin untuk memakan "tumbuh-tumbuhan di padang."2

Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran adalah yang dipilih untuk kita oleh sang Pencipta. Makanan-makanan ini, yang sedapat mungkin dihidangkan secara sederhana dan alami, adalah makanan yang paling menyehatkan dan bergizi. Makanan tersebut memberi kekuatan, kemampuan daya tahan, dan kebugaran intelek yang tidak diperoleh dari menu makanan yang lebih rumit dan merangsang.

Tapi tidak semua makanan yang mengandung kesehatan itu cocok benar dengan kebutuhan kita dalam segala keadaan. Haruslah berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan kita harus cocok dengan keadaan, dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan  jenis pekerjaan kita. Ada sebagian makanan yang cocok dimakan pada satu musim atau satu iklim tetapi tidak cocok untuk keadaan yang lain. Jadi ada makanan yang berbeda-beda yang cocok kepada sebagian orang dengan jenis pekerjaan yang berbeda. Seringkali makanan yang dapat digunakan secara menguntungkan oleh mereka yang pekerja berat, tapi tidak cocok untuk orang-orang yang kegiatannya lebih banyak duduk atau yang banyak menggunakan otak. Allah telah memberikan kepada kita berbagai jenis makanan yang menyehatkan, dan masing-masing orang harus memilih bahan-bahan yang berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang sehat ternyata paling cocok untuk kebutuhannya sendiri.

Persediaan yang melimpah dari alam untuk buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian banyak sekali, dan dari tahun ke tahun hasil bumi pada umumnya dapat dibagikan kepada semua orang berkat fasilitas angkutan yang semakin meningkat. Sebagai hasilnya, banyak jenis makanan yang beberapa tahun lalu dianggap mahal dan mewah sekarang ini terjangkau oleh semua orang sebagai makanan sehari-hari. Khususnya tentang buah-buahan yang dikeringkan dan dikalengkan.

Kacang-kacangan dan makanan yang terbuat dari bahan kacang makin banyak digunakan sebagai pengganti daging. Kacang bisa dicampur dengan biji-bijian, buah-buahan, dan semacam akar-akaran, untuk menyediakan makanan bergizi dan menyehatkan. Namun harus berhati-hati jangan terlalu banyak campuran kacangnya. Mereka yang menyadari pengaruh buruk dari penggunaan makanan kacang mungkin menemukan kesulitan untuk menyingkirkannya dengan memperhatikan amaran ini. Juga perlu diingat bahwa sebagian kacang-kacangan tidak begitu menyehatkan seperti sejenisnya yang lain. Buah badam (sejenis kenari) lebih baik dari kacang, tetapi kacang dalam jumlah yang terbatas, kalau dicampur dengan biji-bijian, bergizi dan mudah dicerna. 

Apabila dihidangkan dengan tepat, buah zaitun, seperti kacang, dapat menggantikan mentega dan daging. Minyak zaitun jauh lebih baik dari minyak hewani atau lemak. Minyak zaitun, seperti juga buahnya, jauh lebih baik daripada minyak atau lemak hewani. Minyak zaitun berfungsi sebagai bahan pencahar. Penggunaannya akan berguna untuk mengobati penyakit paru-paru, dan menyembuhkan lambung yang meradang dan mengalami iritasi.

Orang-orang yang terbiasa dengan makanan lezat yang sangat merangsang mempunyai selera yang tidak alami, dan mereka tidak langsung dapat menikmati makanan yang biasa dan sederhana. Perlu waktu untuk mengembalikan cita rasa menjadi normal dan supaya lambungnya pulih dari penyalahgunaan yang dideritanya. Tetapi mereka yang tekun dengan penggunaan makanan yang menyehatkan selang beberapa waktu kemudian akan merasa lezat. Cita rasanya yang halus dan nikmat akan dihargai, dan itu akan dimakan dengan kenikmatan yang lebih besar daripada makanan mewah yang tidak menyehatkan. Dan perut yang sehat, yang tidak sakit dan tidak dijejali dengan makanan, dapat langsung menjalankan tugasnya.

=================================================================
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja mendapat hadiah? Karena itu, larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya." 3
=================================================================

Untuk memelihara kesehatan diperlukan suplai cukup dengan makanan yang baik dan menyehatkan. 

Jika kita merencanakan dengan bijaksana, makanan yang paling sesuai untuk kesehatan dapat diperoleh di hampir semua negeri. Berbagai hidangan dari beras, gandum, jagung dan jelai dikirim ke mana-mana, begitu juga dengan buncis, kacang polong dan miju-miju. Jenis-jenis bahan makanan ini, ditambah dengan buah-buahan lokal atau impor, dan berbagai jenis sayuran yang tumbuh di tiap daerah, memberi kesempatan untuk memilih menu makanan yang lengkap tanpa menggunakan daging.

Di mana buah-buahan bisa tumbuh dengan limpah, persediaan yang banyak itu harus disiapkan untuk musim dingin, dengan cara dikeringkan atau dikalengkan. Buah-buahan kecil seperti kismis, frambus, dan berbagai jenis murbei dapat bertumbuh dengan baik di banyak tempat yang hasilnya sedikit digunakan dan penanamannya diabaikan.

Untuk cara pengalengan di rumah, sedapat mungkin gunakanlah stoples kaca, bukan kaleng aluminium. Teristimewa perlu agar buah-buah yang dikalengkan itu masih dalam keadaan yang baik. Gunakanlah sedikit gula, dan masaklah buah itu hanya cukup untuk menjamin keawetannya. Jika disiapkan dengan cara demikian maka buah-buahan itu merupakan pengganti yang paling baik untuk buah segar.

Di mana buah-buahan yang sudah dikeringkan dapat dibeli dengan harga pantas seperti kismis, prem, apel, pir, persik dan aprikot, akan didapati bahwa buah-buahan itu dapat dijadikan menu sehari-hari secara jauh lebih bebas dari biasa, dengan hasil yang terbaik bagi kesehatan dan kebugaran semua golongan pekerja.

Jangan banyak macam makanan dalam satu kali makan, karena hal ini  cenderung mendorong untuk banyak makan dan mengakibatkan gangguan pencernaan.

Tidak baik makan buah-buahan dan sayuran pada waktu yang bersamaan. Kalau pencernaan lemah maka menyantap keduanya sering akan mengakibatkan kesulitan dan ketidakmampuan untuk menggunakan kemampuan berpikir. Lebih baik makan buah-buahan pada suatu waktu makan dan makan sayuran pada waktu makan yang lain.

Makanan haruslah bervariasi. Makanan yang sama, yang dihidangkan dengan cara yang sama pula, jangan disajikan di meja makan dari waktu ke waktu dan hari demi hari. Makanan akan disantap dengan senang hati, dan tubuh menyerapnya dengan lebih baik, apabila makanan itu bervariasi.


Menghidangkan Makanan


Adalah satu kesalahan kalau makan hanya sekadar memuaskan selera, tetapi tidak boleh ada kelalaian ditunjukkan terhadap kualitas makanan atau cara menghidangkannya. Kalau makanan yang disantap itu tidak dengan senang hati, tubuh tidak begitu mendapat khasiatnya. Makanan harus dipilih dengan hati-hati dan dihidangkan dengan cerdik dan terampil.

Untuk membuat roti, tepung terigu putih yang halus bukanlah yang terbaik. Penggunaannya tidak menyehatkan dan tidak ekonomis. Roti tepung halus kurang mengandung unsur gizi seperti yang terdapat dalam roti yang terbuat dari tepung kasar. Tepung putih sering menjadi penyebab sembelit dan kondisi yang tidak sehat lainnya.

Penggunaan soda atau bubuk pengembang tepung (baking powder) dalam pembuatan roti berbahaya dan tidak perlu. Soda menimbulkan peradangan lambung dan sering meracuni seluruh tubuh. Banyak ibu rumah tangga berpikir bahwa mereka tidak dapat membuat roti dengan baik tanpa soda, tetapi ini salah. Jika mereka mau repot mempelajari cara-cara yang lebih baik, maka roti mereka akan lebih menyehatkan, dan dengan cita rasa yang alami roti itu akan lebih lezat.


=================================================================

"Berfirmanlah Allah: Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu." 4

=================================================================

Dalam pembuatan roti yang beragi, susu tidak boleh digunakan sebagai pengganti air. Penggunaan susu berarti tambahan biaya, dan itu justru membuat roti jadi kurang sehat. Roti campur susu tidak dapat mengikat gula terlalu lama setelah dibakar jika dibandingkan dengan roti yang menggunakan air, dan roti susu itu lebih cepat berfermentasi dalam lambung.

Roti harus ringan dan manis. Jangan biarkan roti terasa masam sedikit pun. Ukuran roti harus kecil dan dipanggang secara merata agar sedapat mungkin kuman-kuman ragi dimusnahkan. Roti apapun yang masih panas dan baru diangkat sukar dicerna. Roti seperti itu jangan disajikan di meja makan. Namun aturan ini tidak berlaku untuk roti yang tidak beragi. Roti segar yang terbuat dari jelai tanpa ragi, dan dipanggang dalam oven yang cukup panas, lezat dan sekaligus menyehatkan.

Biji-bijian yang digunakan untuk bubur harus dimasak beberapa jam. Tetapi makanan lunak atau encer kurang menyehatkan dibanding makanan yang kering, yang perlu dikunyah dengan seksama. Roti yang dipanggang ulang adalah salah satu jenis makanan yang paling mudah dicerna dan sangat lezat. Hendaknya roti biasa dipotong-potong dan dikeringkan dalam oven hangat sampai seluruh kelembabannya hilang. Kemudian dibiarkan sampai warnanya menjadi sedikit kecoklatan seluruhnya. Kalau disimpan dalam sebuah wadah yang kering roti ini dapat disimpan lebih lama daripada roti biasa, dan kalau dipanaskan kembali sebelum dimakan akan sama segarnya dengan roti baru.

Biasanya terlalu banyak gula digunakan dalam makanan. Kue, puding manis, kue-kue kering, agar-agar, selai, semuanya adalah penyebab aktif dari gangguan pencernaan. Khususnya berbahaya ialah kue tar dan puding di mana susu, telur, dan gula adalah bahan utamanya. Penggunaan susu dan gula secara bebas dan bersama-sama haruslah dihindari.

Kalau menggunakan susu maka bahan itu harus disterilkan dengan baik; kalau menuruti amaran ini, akan berkurang bahaya menderita penyakit akibat penggunaannya. Mentega kurang berbahaya kalau dimakan bersama roti yang dingin ketimbang digunakan dalam masakan; tetapi, sebagai aturan, lebih baik menyingkirkannya sama sekali. Keju masih lebih diragukan; sama sekali tidak cocok untuk dimakan.5 

Makanan yang setengah matang dan tidak dimasak dengan seksama merusak darah dengan melemahkan organ-organ pembuat darah. Itu mengacaukan tubuh dan membawa penyakit, disertai dengan gangguan pada saraf dan watak yang jelek. Korban-korban dari makanan yang tidak dimasak sampai matang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu. Mungkin perlu juga dituliskan pada batu nisannya: "Mati karena makanan yang tidak dimasak dengan baik;" "Mati karena penyalahgunaan perut."

Adalah tugas yang suci bagi mereka yang memasak makanan untuk belajar bagaimana caranya menghidangkan makanan yang menyehatkan. Banyak jiwa yang hilang sebagai akibat dari cara memasak yang tidak baik. Diperlukan kearifan dan kepedulian untuk membuat roti yang baik; tetapi dalam sepotong roti yang baik ada pengajaran yang lebih baik daripada yang banyak orang pikirkan. Hanya sedikit sekali jurumasak yang baik. Wanita muda merasa bahwa memasak itu adalah suatu pekerjaan kasar seperti juga pekerjaan rumah lainnya, karena alasan ini maka banyak gadis yang menikah dan mengurus rumahtangga hanya mempunyai sedikit pengetahuan tentang tugas-tugas seorang istri dan seorang ibu. 

Masak-memasak bukanlah ilmu yang ringan, dan itu adalah salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan yang praktis. Itulah ilmu yang harus dipelajari oleh semua wanita, dan harus diajarkan dalam satu cara yang menguntungkan kaum yang lebih miskin. Untuk membuat makanan jadi lezat dan dalam waktu yang sama makanan itu sederhana dan menyehatkan, menuntut keterampilan. Para Jurumasak harus mengetahui bagaimana menghidangkan makanan sederhana dengan cara yang juga sederhana dan menyehatkan, supaya makanan itu terasa lebih enak dan sekaligus lebih menyehatkan karena kesederhanaannya.

Setiap wanita yang menjadi kepala keluarga namun tidak memahami seni memasak yang sehat harus bertekad mempelajari hal yang begitu penting untuk kesejahteraan keluarganya. Di banyak tempat sekolah memasak sehat memberikan kesempatan untuk mendapat petunjuk mengenai hal ini. Wanita yang belum memiliki bantuan untuk keperluan ini harus ikut belajar dari jurumasak yang terampil dan tekun dalam usahanya mengadakan perbaikan sampai dia menjadi ahli di bidang ilmu masak-memasak ini.

Keteraturan waktu makan adalah sangat penting. Harus ada waktu makan yang ditentukan untuk setiap kali makan. Pada saat itu biarlah setiap orang memakan apa yang diperlukan tubuh dan jangan lagi makan apa-apa sampai tiba waktu makan berikutnya. Banyak orang yang makan pada waktu tubuh tidak membutuhkan makanan, pada waktu yang tidak teratur, dan di antara waktu makan, karena kemauan mereka tidak mempunyai cukup kemauan untuk menolak kecenderungan itu. Bila mengadakan perjalanan ada sebagian orang yang selalu mencari sesuatu untuk dimakan yang bisa diperolehnya. Ini sangat berbahaya. Sekiranya orang-orang yang mengadakan perjalanan itu makan secara teratur makanan sederhana yang bergizi, maka mereka tidak akan merasa begitu melelahkan dan tidak juga menderita begitu rupa.

Satu kebiasaan buruk lain yaitu makan dekat sebelum pergi tidur. Waktu makan yang teratur barangkali sudah dilakukan; tetapi karena merasa lemas lalu makan lagi. Oleh memanjakannya maka praktik yang salah ini menjadi kebiasaan yang sering begitu kuat sehingga dianggap mustahil untuk bisa tidur tanpa makanan. Sebagai akibat dari makan malam yang terlalu larut, proses pencernaan terus berlangsung selama waktu tidur. Tetapi walaupun perut terus-menerus bekerja, namun tugasnya tidak terlaksana dengan baik. Tidur sering terganggu dengan mimpi buruk, dan pagi hari orang itu bangun dengan tubuh yang tidak segar dan tidak ada selera untuk sarapan. Apabila kita berbaring untuk istirahat, lambung seharusnya sudah selesai bekerja, supaya seperti juga organ-organ tubuh yang lain lambung itu dapat menikmati istirahat. Bagi orang-orang yang kebiasaannya banyak duduk, makan malam terlalu larut lebih berbahaya lagi. Bagi mereka, gangguan yang terjadi sering menjadi awal dari penyakit yang berakhir dengan kematian.

Dalam banyak kasus, rasa lemas yang menimbulkan minat untuk makan dirasakan karena alat pencernaan telah dibebani tugas berat sepanjang siang hari. Sehabis makan, alat-alat pencernaan itu memerlukan istirahat. Paling sedikit lima sampai enam jam waktu  antara waktu makan, dan kebanyakan orang merencanakan untuk mencobanya akan mendapati bahwa dua kali makan sehari lebih baik daripada tiga kali makan.


Cara-cara Makan yang Salah

Makanan tidak boleh dimakan terlalu panas atau terlalu dingin. Kalau makanan itu dingin, tenaga lambung yang vital tersedot untuk menghangatkan makanan itu sebelum pencernaan berlangsung. Minuman dingin pun berbahaya karena alasan yang sama; sedangkan minuman panas melemahkan alat pencernaan. Sesungguhnya, lebih banyak cairan diminum waktu makan, lebih sukar makanan itu dicerna, karena cairan itu harus diserap lebih dulu sebelum proses pencernaan dimulai. Jangan makan banyak garam, hindari acar dan makanan yang banyak bumbunya, makanlah banyak buah-buahan, maka iritasi karena terlalu banyak minum pada waktu makan umumnya akan hilang. 

Makanan harus disantap perlahan-lahan dan harus dikunyah dengan seksama. Itu perlu agar air liur bercampur dengan makanan itu dan cairan pencernaan digiatkan.

Kejahatan serius lainnya ialah makan bukan pada waktunya, misalnya setelah berolah raga berat atau berlebihan, ketika seseorang sangat letih atau kepanasan. Segera setelah makan terjadi aliran kuat pada tenaga saraf; dan apabila pikiran atau tubuh bekerja berat dekat sebelum atau sesudah makan, maka proses pencernaan terhalang. Apabila seseorang sedang gembira, cemas, atau tergesa-gesa, lebih baik jangan makan dulu sampai sudah tenang dan lega.

Lambung sangat erat hubungannya dengan otak; dan ketika lambung sakit maka kemampuan saraf dikerahkan dari otak untuk membantu alat pencernaan yang menjadi lemah. Apabila tuntutan seperti ini terlalu sering terjadi, otak menjadi macet. Bila otak terus-menerus bekerja terlalu berat, lalu kurang bergerak badan, makanan yang sederhana pun harus sedikit yang dimakan. Pada waktu makan, buanglah semua kesusahan dan pikiran yang cemas; janganlah merasa tergesa-gesa, tetapi makanlah dengan tenang dan senang, dengan hati yang dipenuhi rasa syukur kepada Allah atas segala berkat-Nya.

Banyak orang yang tidak lagi makan daging dan rupa-rupa makanan berbahaya lainnya berpendapat bahwa karena makanan mereka sederhana dan menyehatkan, mereka boleh memanjakan selera tanpa batas, lalu mereka makan berlebihan, kadang-kadang dengan rakus. Ini adalah sesuatu yang salah. Alat-alat pencernaan tidak boleh dibebani dengan jumlah atau mutu makanan yang memberi beban kepada tubuh untuk menyesuaikannya. 

Adat-istiadat menentukan bahwa makanan harus disajikan di meja makan secara berurutan. Karena tidak tahu jenis makanan apa berikutnya, maka seseorang bisa makan agak banyak makanan yang mungkin tidak cocok untuknya. Waktu makanan terakhir disajikan, sering dia makan melampaui batas, lalu melahap makanan pencuci mulut yang menggoda, yang menurut pemikirannya semua itu baik baginya. Kalau semua makanan yang direncanakan untuk sekali makan disajikan di atas meja sejak awal, seseorang akan mendapat kesempatan untuk memilih yang terbaik baginya.

Kadang-kadang akibat dari terlalu banyak makan langsung terasa. Pada kasus lain tidak ada rasa sakit; tetapi alat-alat pencernaan telah kehilangan tenaga vitalnya, dan dasar kekuatan fisik dirongrong. 

Kelebihan makanan itu membebani tubuh sehingga membuat keadaan tubuh jadi sakit dan demam. Lambung memerlukan jumlah darah yang lebih banyak sehingga kaki dan tangan cepat terasa dingin. Alat-alat pencernaan mendapat tugas berat, dan setelah organ-organ ini selesai bekerja, maka timbullah perasaan lesu atau pusing. Sebagian orang yang terus makan terlalu banyak akan menyebut perasaan itu sebagai rasa lapar; tetapi itu disebabkan oleh kerja berat alat pencernaan. Kadang-kadang otak terasa tumpul dengan kemunduran kemampuan fisik atau mental. 

Gejala-gejala yang tidak menyenangkan ini terasa karena alam telah melaksanakan tugasnya dengan membuang tenaga vital yang tidak perlu sehingga benar-benar kehabisan tenaga. Lambung itu memohon, "Berilah saya istirahat." Tetapi bagi banyak orang keadaan lemas ini dianggap sebagai tuntutan untuk makan lebih banyak; jadi, gantinya mengistirahatkan perut itu, beban lain lagi diberikan. Akibatnya, alat-alat pencernaan sering makin loyo yang seharusnya sanggup melakukan tugasnya dengan baik.

Kita jangan menyediakan makanan yang lebih banyak atau lebih banyak macam pada hari Sabat dibanding hari-hari lain. Sebaliknya pada hari itu makanan harus lebih sederhana dan lebih sedikit di makan agar pikiran lebih terang dan lebih segar untuk memahami hal-hal rohani. Lambung yang macet berarti otak juga macet. Kata-kata yang paling indah mungkin didengar tetapi tidak dihargai karena pikiran sudah kacau karena makanan yang tidak sesuai. Karena makan terlalu banyak pada hari Sabat, banyak orang berbuat lebih banyak dari yang mereka anggap akan membuat diri mereka tidak layak untuk menerima manfaat dari kesempatan-kesempatannya yang suci.

Memasak pada hari Sabat harus dihindari; tetapi tidak berarti harus makan makanan yang sudah dingin. Di musim dingin, makanan yang sudah dimasak sehari sebelumnya harus dipanaskan. Dan hendaknya makanan itu, walaupun sederhana, tetapi lezat dan menarik. Terutama bagi keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak, adalah baik kalau pada hari Sabat disiapkan sesuatu yang dianggap sebagai sesuatu yang istimewa, sesuatu yang tidak diperoleh keluarga itu setiap hari.

Di mana kebiasaan-kebiasaan makan yang salah telah dimanjakan, janganlah menunda untuk mengadakan pembaruan. Apabila gangguan pencernaan adalah akibat dari penyalahgunaan perut, usaha-usaha harus diadakan dengan seksama untuk mempertahankan tenaga yang sisa dari kekuatan vital dengan membuang setiap beban yang berlebihan. Lambung mungkin tidak akan pulih seluruh kesehatannya setelah penyalahgunaan dalam waktu yang lama; tetapi makanan yang pantas akan menyelamatkan kerusakan lebih jauh, dan banyak orang yang kurang-lebih akan pulih sepenuhnya. Tidak mudah untuk membuat peraturan yang cocok untuk semua kasus; tetapi dengan memperhatikan prinsip-prinsip cara makan yang benar maka pembaruan besar bisa dilakukan, dan sang jurumasak tidak perlu lagi terus-menerus sibuk untuk memancing selera.

Kesederhanaan dalam makanan akan menghasilkan kemampuan mental dan moral; itu juga menolong mengendalikan nafsu. Makan terlalu banyak khususnya berbahaya bagi orang yang wataknya melempem; orang-orang seperti ini harus sedikit makan dan banyak bergerak badan. Ada sebagian pria dan wanita yang kesanggupan alaminya istimewa, yang tidak mencapai separuh dari kesanggupannya sekiranya mereka mau melakukan pengendalian diri demi menangkal selera.

Banyak penulis dan pembicara yang gagal dalam hal ini. Setelah makan dengan hati-hati, mereka membiarkan diri bekerja dengan banyak duduk untuk membaca, belajar atau menulis, dan tidak mengambil waktu untuk bergerak badan. Sebagai akibatnya, jalan pikiran dan arus kata-kata terhambat. Mereka tidak dapat menulis atau berbicara dengan kemampuan dan kehebatan yang diperlukan agar dapat menjangkau hati; upaya mereka lemah dan tidak membuahkan hasil.

Mereka yang memegang tanggungjawab-tanggungjawab penting, dan lebih dari yang lain, mereka yang melindungi kepentingan-kepentingan rohani, seharusnya adalah orang-orang yang peka perasaannya dan persepsinya tajam. Lebih dari yang lain, mereka harus makan sedang-sedang saja. Makanan mewah yang lezat seharusnya tidak mendapat tempat di meja makan mereka.

Setiap hari, orang-orang yang memegang posisi terpercaya mengambil keputusan penting yang sangat menentukan. Seringkali mereka harus berpikir cepat, dan ini dapat dilakukan dengan baik hanya oleh mereka yang mempraktikkan pertarakan yang ketat. Pikiran dikuatkan dengan perawatan yang benar terhadap kemampuan tubuh dan pikiran. Jika ketegangan tidak terlalu besar, maka kekuatan baru datang bersama setiap beban. Tetapi sering pekerjaan mereka yang mempunyai rencana-rencana penting untuk diputuskan, dan keputusan-keputusan penting untuk diambil, dipengaruhi oleh kejahatan yang timbul karena makanan yang tidak tepat. Lambung yang tidak beres mengakibatkan keadaan pikiran yang kacau dan tidak menentu. Seringkali hal ini menyebabkan seorang gampang tersinggung, kasar, atau tidak adil. Banyak rencana yang sedianya membawa berkat kepada dunia ini telah disisihkan; banyak tindakan yang tidak adil, menekan bahkan kejam sudah dijalankan, sebagai akibat dari kondisi yang sakit karena kebiasaan buruk dalam hal makan.

Di sini ada satu anjuran bagi semua mereka yang pekerjaannya kebanyakan duduk atau memeras otak; biarlah mereka yang punya cukup keberanian moral dan pengendalian diri mencobanya: Setiap kali makan, ambillah dua atau tiga jenis makanan yang sederhana, dan makanlah tidak lebih dari yang dibutuhkan untuk memuaskan rasa lapar. Usahakan bergerak badan setiap hari, dan lihatlah apakah engkau tidak mendapatkan manfaat.

Orang-orang kuat yang giat bekerja keras tidak dipaksa supaya berhati-hati dalam hal jumlah atau mutu makanan mereka seperti halnya orang-orang yang kebiasaan bekerjanya sambil duduk; tetapi mereka ini pun akan memiliki kesehatan yang lebih baik lagi kalau mereka mau mempraktikkan pengendalian diri dalam hal makan dan minum.

Sebagian orang menginginkan agar peraturan makanan yang pasti ditentukan untuk mereka. Mereka makan terlalu banyak, kemudian menyesalinya, jadi mereka terus memikirkan apa yang mereka makan dan minum. Seharusnya bukanlah demikian. Seseorang tidak dapat membuat satu peraturan tertentu bagi orang lain. Setiap orang harus menggunakan pertimbangan sehat dan pengendalian diri, dan harus bertindak berdasarkan prinsip.

Tubuh kita adalah milik yang sudah dibeli oleh Tuhan, dan kita tidak bebas memperlakukannya sekehendak kita. Semua orang yang memahami hukum-hukum kesehatan harus menyadari kewajiban mereka untuk menaati hukum-hukum ini yang telah diciptakan Allah dalam diri mereka. Penurutan akan hukum-hukum kesehatan harus dijadikan sebagai suatu kewajiban pribadi. Kita sendiri harus menderita akibat dari pelanggaran hukum tersebut. Kita secara pribadi harus mempertanggungjawabkan kepada Allah tentang kebiasaan dan perbuatan-perbuatan kita. Karena itu, pertanyaan bagi kita bukanlah, "Apa yang dipraktikkan oleh dunia ini?" tetapi, "Bagaimana saya secara pribadi memperlakukan tempat tinggal yang telah diberikan Allah kepada saya?"

PAKAIAN

22

PAKAIAN

Alkitab mengajarkan kesederhanaan dalam hal berpakaian. "Demikian juga perempuan, hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana."1 Hal ini melarang pamer pakaian, warna yang mencolok dan perhiasan yang berlebihan. Model pakaian yang diciptakan untuk menarik perhatian kepada si pemakai atau untuk merangsang kekaguman tidak tergolong pakaian yang dikehendaki firman Allah.

Pakaian kita jangan yang mahal-mahal -- bukan dengan "emas, atau mutiara atau pakaian yang mahal-mahal."2

Uang adalah sesuatu yang dipercayakan oleh Allah. Itu bukan milik kita untuk dipakai demi kepuasan kesombongan atau ambisi. Di tangan anak-anak Allah uang itu adalah makanan untuk orang yang lapar, pakaian untuk orang yang telanjang. Uang itu adalah perlindungan bagi yang tertindas, sarana kesehatan untuk orang sakit, alat penginjilan kepada kaum miskin. Engkau bisa membahagiakan banyak orang dengan menggunakan secara bijaksana harta yang sekarang digunakan untuk pamer. Perhatikanlah kehidupan Kristus. Pelajari tabiat-Nya, dan hendaklah engkau mengambil bagian bersama Dia dalam penyangkalan diri-Nya.

Dalam dunia yang mengaku Kristen sudah cukup banyak dibelanjakan untuk permata dan pembeli pakaian mahal-mahal yang tidak perlu, yang bisa digunakan untuk memberi makan orang yang lapar dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang. Mode dan pameran menghabiskan uang yang bisa untuk menyenangkan orang miskin dan yang menderita. Mereka merampok injil kasih Kristus dari dunia. Banyak misi yang merana. Banyak orang binasa karena kurangnya pengajaran Kekristenan. Tetangga di kiri-kanan kita dan di negeri yang jauh, orang kafir tidak diajar dan tidak diselamatkan. Sementara Allah memenuhi bumi ini dengan kelimpahan-Nya dan mengisi perbendaharaan dengan kesenangan hidup, sementara Ia dengan begitu bebas memberikan kepada kita pengetahuan tentang kebenaran-Nya yang menyelamatkan, dalih apa yang bisa kita kemukakan karena membiarkan tangisan janda dan anak yatim, orang sakit dan yang menderita, orang yang tidak diajar dan tidak diselamatkan, terhadap surga? Pada hari Tuhan itu, bilamana kita bertatap muka dengan Dia yang telah memberikan hidup-Nya untuk orang-orang yang membutuhkan ini, dalih apa yang akan dikemukakan oleh mereka yang telah menghabiskan waktu dan uang untuk kesenangan-kesenangan yang telah dilarang Allah? Kepada orang seperti ini tidakkah Kristus akan berkata, "Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika aku haus, kamu tidak memberi aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku"?3

Tetapi pakaian kita, selain sopan dan sederhana, harus bermutu baik, dengan warna yang harmonis dan cocok untuk pelayanan. Bahannya haruslah dipilih yang tahan lama gantinya untuk pamer. Pakaian itu harus memberi kehangatan dan perlindungan yang pantas. Istri yang cakap digambarkan dalam kitab Amsal "tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap."4

Pakaian kita harus bersih. Pakaian yang kotor tidak sehat, dan dengan demikian mencemari tubuh dan jiwa. "Kamu adalah bait Allah . . . . Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia."5

Dalam segala hal pakaian haruslah menyehatkan. Allah ingin agar kita "baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu"6 -- sehat tubuh dan jiwa. Dan kita harus menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Dia, baik untuk kesehatan tubuh dan jiwa. Kedua hal ini didukung dengan pakaian yang menyehatkan.

Seharusnyalah pakaian itu memiliki keanggunan, keindahan, dan keserasian dari kesederhanaan yang alami. Kristus telah memberi amaran kepada kita terhadap kesombongan hidup, tetapi bukan terhadap anugerah dan keindahan alami. Ia menunjuk kepada kembang-kembang di padang, kepada bunga bakung yang mekar dalam kemurniannya, dan berkata, "Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu."7 Demikianlah dengan benda-benda alam Kristus menggambarkan keindahan yang dinilai surga, anugerah yang elok, kesederhanaan, kemurnian, keserasian, yang akan menjadikan pakaian kita menyenangkan bagi-Nya.

Pakaian yang paling indah Ia suruh agar kita kenakan pada jiwa. Tidak ada pakaian lahiriah yang dapat menyaingi nilai atau kemolekan "yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Tuhan."8 

Bagi mereka yang menjadikan prinsip-prinsip dari Juruselamat ini menjadi penuntunnya, betapa indahnya kata-kata perjanjian-Nya ini: 

"Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian?. . . Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah ia kan terlebih lagi mendandani kamu? . . . Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: . . . Apakah yang kami akan pakai? Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."9

"Yang hatinya teguh kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."10

=================================================================
"Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."11
=================================================================

Betapa berbeda hal ini dengan keletihan, kegelisahan, penyakit dan kemelaratan, yang diakibatkan oleh aturan mode! Betapa bertolak belakang dengan prinsip yang diberikan dalam Kitab Suci mode pakaian yang banyak diciptakan perancang! Perhatikanlah mode pakaian yang berlaku selama beberapa abad terakhir bahkan selama beberapa dasawarsa yang lalu. Berapa banyak di antaranya, kalau sudah tidak musim, akan dianggap ketinggalan zaman? Berapa banyak yang akan dinyatakan tidak cocok untuk wanita yang sudah disucikan, yang takut akan Tuhan dan yang anggun.

Menukar pakaian hanya demi mode tidak disetujui oleh firman Allah. Mode pakaian yang berubah-ubah dan rumit, perhiasan yang mahal-mahal, semuanya itu menghamburkan waktu dan uang orang kaya, dan membuang tenaga pikiran dan jiwa. Mereka memaksakan beban yang berat ke atas golongan kaum menengah dan miskin. Banyak orang yang susah mencari nafkah, yang sebenarnya bisa membuat pakaian mereka sendiri yang sederhana, terpaksa pergi ke tukang jahit untuk mengikuti mode. Banyak gadis miskin, yang demi gaun dengan mode mutakhir, telah berkorban untuk tidak mengenakan pakaian dalam yang hangat, dan membayar akibatnya dengan nyawanya. Banyak lagi yang lain, karena iri dengan gaya pamer dan gaya perlente orang kaya, sudah terbawa ikut di jalan yang tidak jujur dan memalukan. Banyak rumah tangga yang kehilangan kenyamanan, banyak pria yang terjerumus ke dalam penghamburan dan kebangkrutan, untuk memuaskan tuntutan-tuntutan pemborosan dari sang istri dan anak-anak.

Banyak pula wanita yang terpaksa menyediakan pakaian yang dituntut mode untuk dirinya dan anak-anaknya menderita kebosanan yang terus-menerus. Banyak ibu-ibu dengan saraf bergetar dan jari-jari gemetar bekerja sampai larut malam untuk menambahkan perhiasan kepada pakaian anak-anaknya yang tidak menunjang kepada kesehatan, kenyamanan, atau keindahan yang nyata. Demi mode dia mengorbankan kesehatannya dan ketenangan jiwa yang begitu penting untuk memberi tuntunan yang benar kepada anak-anaknya. Budaya pikiran dan hati itu diabaikan. Jiwa menjadi kerdil.

Ibu tidak mempunyai waktu untuk mempelajari prinsip-prinsip perkembangan fisik, supaya dia tahu bagaimana memelihara kesehatan anak-anaknya. Dia tidak mempunyai waktu untuk melayani kebutuhan pikiran dan rohani mereka, tak ada waktu untuk mencurahkan rasa simpati kepada mereka pada waktu timbul kekecewaan kecil dan cobaan, atau untuk ikut dalam minat dan pencarian mereka.

Nyaris begitu muncul di dunia ini, anak-anak itu dihadapkan kepada pengaruh mode. Mereka mendengar lebih banyak tentang mode pakaian daripada tentang Juruselamat. Mereka menyaksikan ibu lebih tekun menyimak buku-buku mode blad daripada membaca Alkitab. Pamer pakaian dianggap jauh lebih penting daripada perkembangan tabiat. Orangtua dan anak-anak dirampok dari hal yang paling baik dan paling manis dan paling sejati dalam hidup. Demi mode, mereka tidak mengadakan persiapan bagi kehidupan yang akan datang. 

Adalah musuh segala kebaikan yang menghasut penciptaan mode yang terus berubah-ubah itu. Tidak ada yang begitu dikehendakinya seperti menimbulkan dukacita dan hinaan kepada Allah dengan cara mengadakan kesengsaraan dan kebinasaan manusia. Salah satu cara dengan mana dia sangat berhasil untuk itu ialah mode pakaian yang melemahkan tubuh dan juga melumpuhkan pikiran dan meremehkan jiwa.

Kaum wanita berhadapan dengan penyakit-penyakit yang parah, dan penderitaan mereka lebih bertambah parah dengan cara mereka berpakaian. Gantinya memelihara kesehatan untuk keadaan darurat yang pasti akan datang, oleh kebiasaan-kebiasaan yang salah mereka terlalu sering mengorbankan bukan hanya kesehatan tetapi juga nyawa, dan meninggalkan kepada anak-anak mereka warisan celaka berupa keadaan jasmani yang bobrok, kebiasaan-kebiasaan yang menyimpang, dan pemikiran palsu tentang kehidupan.

Salah satu dari alat pemborosan dan rencana mode yang jahat ialah rok yang menyapu tanah. Kotor, tidak nyaman, tidak leluasa, dan tidak sehat -- lebih-lebih lagi dengan rok panjang berekor. Itu adalah pemborosan, karena selain memerlukan bahan yang sangat banyak, juga jarang dipakai karena panjangnya. Dan siapa pun yang pernah melihat seorang wanita mengenakan rok panjang berekor itu, dengan kedua tangan mengangkat bagian rok untuk naik-turun tangga, naik kendaraan umum, berjalan di tengah kerumunan orang banyak, berjalan waktu hujan atau di jalan yang becek, tak perlu lagi bukti lain bahwa pakaian seperti itu tidaklah menyenangkan dan tidak nyaman.

Ada lagi kejahatan serius, yaitu memakai rok yang beratnya harus dipikul oleh pinggang. Pakaian yang berat ini menekan organ-organ dalam tubuh, menariknya ke bawah dan mengakibatkan kelemahan pada perut dan menyebabkan kelesuan sehingga pemakai cenderung membungkuk, yang selanjutnya memberati paru-paru, sehingga bernapas dengan benar menjadi lebih sulit.

Selama tahun-tahun terakhir ini telah dibicarakan panjang lebar perihal bahaya akibat tekanan pada pinggang sehingga hanya sedikit orang yang tidak mengetahui tentang hal ini; namun begitu besar kekuatan mode sehingga kejahatan ini terus berlangsung. Dengan cara seperti ini, kaum wanita dan anak-anak gadis kecil sedang menimbulkan bahaya yang tak terkirakan kepada diri mereka. Adalah penting bagi kesehatan agar rongga dada mempunyai cukup ruangan untuk mengembang seluas-luasnya sehingga paru-paru sanggup bekerja sepenuhnya. Apabila paru-paru tertekan maka jumlah oksigen yang masuk ke dalamnya berkurang. Darah tidak mendapatkan kemampuan yang sempurna, dan zat-zat sampah beracun yang seharusnya dibuang melalui paru-paru tetap berada di situ. Tambahan pula peredarannya akan terganggu, dan organ-organ dalam tubuh menjadi begitu berat dan tidak pada tempatnya sehingga organ-organ itu tidak dapat melaksanakan pekerjaannya dengan semestinya.

Pakaian yang ketat tidaklah memperbaiki bentuk. Salah satu unsur keelokan tubuh adalah bentuk yang simetris, keserasian bagian-bagian tubuh yang proporsional. Dan model yang tepat untuk pengembangan fisik tidak ditemukan dalam sosok-sosok yang dipamerkan oleh para perancang mode Perancis, tetapi dalam bentuk manusia yang dikembangkan menurut hukum-hukum Allah secara alami. Allah adalah pencipta dari segala keindahan, dan hanya jika kita menyesuaikan diri dengan maksud-Nya maka kita akan mendekati standar kecantikan yang sejati.

Kejahatan lain yang ditumbuhkan oleh mode adalah pembuatan pakaian secara tidak merata, sehingga sementara beberapa bagian tubuh mendapat bagian yang melebihi dari yang diperlukan, bagian-bagian lain malah kekurangan. Kaki dan tangan, karena letaknya yang jauh dari organ-organ tubuh yang vital, harus secara khusus terjaga dari kedinginan dengan pakaian yang cukup. Mustahil mendapatkan kesehatan apabila bagian-bagian tubuh paling ujung dibiasakan kedinginan; karena jika darah terlalu sedikit di bagian itu berarti di bagian-bagian tubuh yang lain terdapat darah yang terlalu banyak. Kesehatan yang sempurna menuntut suatu peredaran darah yang sempurna; tetapi hal ini tidak bisa diperoleh sementara tiga atau empat kali lipat ketebalan pakaian dikenakan pada tubuh, di mana organ-organ yang vital terdapat, daripada di kaki dan tangan.

Banyak wanita yang tegang dan dirundung malang karena mereka kekurangan udara bersih yang akan memurnikan darah, dan kekurangan kebebasan bergerak yang akan membuat darah mengaliri urat-urat nadi yang memberi kehidupan, kesehatan dan tenaga. Banyak wanita telah menderita cacat tetap pada waktu di mana mereka sebenarnya bisa menikmati kesehatan, dan banyak yang meninggal akibat penyakit paru-paru dan penyakit-penyakit lain pada waktu mereka sebenarnya bisa menjalani kehidupan yang segar-bugar kalau saja mereka berpakaian sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan dan bergerak badan dengan bebas di udara terbuka.

Untuk mendapatkan pakaian yang paling menyehatkan, kebutuhan dari tiap-tiap bagian tubuh harus diperhatikan dengan teliti. Sifat iklim, lingkungan, kondisi kesehatan, usia, dan pekerjaan semuanya harus dipertimbangkan. Tiap bagian pakaian harus pas, jangan sampai menghalangi peredaran darah maupun pernapasan yang bebas, longgar dan alami. Apapun yang dipakai haruslah longgar sehingga bila kedua lengan diangkat maka pakaian itu akan turut terangkat juga.

Wanita-wanita yang mengalami gangguan kesehatan dapat berbuat banyak bagi tubuh mereka dengan berpakaian dan berolahraga dengan pantas. Apabila berpakaian yang nyaman untuk kegiatan di luar rumah, biarlah mereka bergerak badan di udara terbuka, tetapi meningkatkan jumlah gerak badan sekuat yang mereka bisa lakukan. Dengan menjalani hal ini, banyak yang bisa memulihkan kesehatan dan hidup untuk menjalankan tugas mereka dalam pekerjaan di dunia ini.


Kebebasan Mode

Biarlah kaum wanita itu sendiri mempunyai dorongan untuk berpakaian dengan sehat dan sederhana, gantinya berusaha untuk memenuhi tuntutan-tuntutan mode. Gantinya tenggelam ke dalam urusan rumahtangga semata-mata, biarlah istri dan ibu itu menggunakan waktu untuk membaca, memperluas pengetahuannya, menjadi teman bagi suaminya, dan mengikuti perkembangan pikiran dari anak-anaknya. Hendaklah dia menggunakan dengan bijaksana kesempatan-kesempatan yang sekarang dimilikinya untuk mempengaruhi orang-orang yang dikasihinya demi kehidupan yang lebih tinggi. Biarlah dia mengambil waktu untuk menjadikan Juruselamat sebagai sahabat sehari-hari dan teman yang akrab. Hendaklah dia menggunakan waktu untuk belajar firman-Nya, mengambil waktu untuk pergi bersama anak-anaknya ke ladang-ladang, dan belajar mengenai Allah melalui keindahan karya-karya-Nya. 

Biarlah dia tetap gembira dan segar. Gantinya menghabiskan setiap saat dengan pekerjaan menjahit yang tidak pernah berakhir itu, buatlah suasana petang hari sebagai waktu sosial yang menyenangkan, suatu reuni keluarga sehabis bekerja seharian. Dengan begini banyak pria yang akan dituntun untuk memilih pergaulan di rumahtangganya mendahului tempat-tempat rekreasi atau hiburan. Banyak anak-anak lelaki yang akan terhindar dari jalanan atau warung-warung pojok. Banyak anak-anak perempuan yang akan diselamatkan dari pergaulan tidak karuan yang menjerumuskan. Pengaruh rumahtangga bagi orangtua maupun anak-anak akan menjadi seperti apa yang Allah rencanakan, yaitu suatu berkat seumur hidup.

ILMU KESEHATAN DI KALANGAN BANGSA ISRAEL

21

ILMU KESEHATAN DI KALANGAN BANGSA ISRAEL

Dalam pengajaran yang diberikan Allah kepada bangsa Israel, pemeliharaan kesehatan mendapat perhatian istimewa. Bangsa yang baru keluar dari perhambaan dengan kebiasaan hidup yang najis dengan akibatnya yang tidak menyehatkan harus mengikuti latihan ketat di padang belantara sebelum memasuki tanah Kanaan. Prinsip-prinsip kesehatan diajarkan dan aturan kebersihan diterapkan.


Pencegahan Penyakit

Bukan hanya dalam upacara keagamaan, tetapi dalam semua kegiatan hidup sehari-hari mereka memperhatikan perbedaan antara bersih dan najis. Semua yang terkena penyakit menular atau mencemarkan dikucilkan dari perkemahan, dan mereka tidak diizinkan kembali tanpa pembersihan yang seksama, baik orangnya maupun pakaiannya. Dalam kasus seorang yang terkena penyakit menular, beginilah petunjuknya: 

"Setiap tempat tidur yang ditiduri . . . menjadi najis, dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis juga. Setiap orang yang kena kepada barang yang didudukinya menjadi najis sampai matahari terbenam. Siapa yang kena kepada tubuh orang demikian haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. . . . Setiap orang yang kena kepada sesuatu bekas orang tadi menjadi najis sampai matahari terbenam. Siapa yang mengangkatnya haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Kalau orang itu kena kepada belanga tanah, itu haruslah dipecahkan, dan setiap perkakas kayu haruslah dicuci dengan air."1

Hukum yang menyangkut orang kusta juga menggambarkan ketelitian dengan mana peraturan ini harus dijalankan: 

"Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya. Apabila pada pakaian ada tanda kusta, pada pakaian bulu domba atau pakaian lenan, entah pada benang lungsin atau benang pakannya, entah pada kulit atau sesuatu barang kulit; . . . hal itu harus diperiksakan kepada imam . . . apabila tanda itu meluas pada pakaian atau benang lungsin atau benang pakan atau pada kulit, entah untuk barang apapun kulit itu dipakai, maka itu adalah kusta yang jahat sekali, dan barang itu najis. Ia harus membakar barang-barang yang mempunyai tanda itu, karena itu kusta yang jahat sekali; barang-barang itu harus dibakar habis."2

Begitu juga sebuah rumah, jika ternyata kondisinya tidak aman untuk ditempati, dimusnahkan. Oleh imam "rumah itu haruslah dirombak, yakni batunya, kayunya dan segala lepa rumah itu, lalu dibawa semuanya ke luar kota itu ke suatu tempat yang najis. Dan orang yang masuk ke dalam rumah itu selama rumah itu ditutup, menjadi najis sampai masuk matahari. Dan orang yang tidur di rumah itu haruslah mencuci pakaiannya demikian juga orang yang makan di rumah itu haruslah mencuci pakaiannya."3


Kebersihan

Pentingnya kebersihan diri telah diajarkan dalam cara yang paling meyakinkan. Sebelum berhimpun di bukit Sinai untuk mendengarkan proklamasi hukum oleh suara Allah, seluruh bangsa itu telah disuruh supaya membersihkan diri dan pakaian mereka. Petunjuk ini diwajibkan dengan ancaman mati. Tidak ada kenajisan yang boleh dibiarkan di hadapan Allah.

Selama pengembaraan di padang belantara, bangsa Israel hampir selalu berada di alam terbuka, di mana kekotoran akan kurang bahayanya dibanding dengan orang-orang yang tinggal di dalam rumah. Tetapi kebersihan dituntut dengan sangat ketat baik di dalam atau di luar tenda. Tidak ada sampah yang diizinkan berada di dalam atau di luar perkemahan. Tuhan mengatakan: 

"Sebab Tuhan Allahmu berjalan di tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu perkemahanmu itu haruslah kudus, supaya jangan Ia melihat yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu."4

=================================================================
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus. Umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."5

"Maka sekarang , hai Israel! apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu."6
=================================================================


Makanan

Perbedaan antara yang halal dan haram sudah digariskan dalam segala jenis makanan: 

"Aku Tuhan Allahmu yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu tidak membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan oleh burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan."7

Banyak jenis makanan yang dimakan dengan bebas oleh bangsa kafir di sekitar mereka tetapi dilarang bagi bangsa Israel. Perbedaan yang telah dibuat itu bukanlah semena-mena. Jenis-jenis yang dilarang itu tidak menyehatkan. Fakta bahwa jenis makanan ini dinyatakan haram mengajarkan pelajaran bahwa makanan berbahaya itu merusak. Apa yang merusak tubuh cenderung merusak jiwa juga. Orang yang memakannya tidak layak untuk berhubungan dengan Allah, tidak layak baginya untuk pelayanan yang agung dan kudus.

Di Tanah Perjanjian, disiplin yang dimulai di padang belantara itu diteruskan dalam keadaan-keadaan yang sesuai untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan yang benar. Bangsa itu tidak hidup berjejal di kota-kota, tetapi setiap keluarga mempunyai kavlingnya sendiri, yang menjamin berkat-berkat yang menyehatkan dari kehidupan alami yang tidak sesat.

Mengenai praktik-praktik orang Kanaan yang kejam dan bejat, yang tidak dipunyai oleh bangsa Israel, Tuhan berkata: 

"Jangan kamu hidup menurut bangsa yang akan Kuhalau dari depanmu: karena semuanya itu telah dilakukan mereka, sehingga Aku muak melihat mereka."8  "Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian ke dalam rumahmu, sehingga engkau pun ditumpas seperti itu."9

Dalam segala urusan hidup sehari-hari, bangsa Israel diajarkan pelajaran yang diatur oleh Roh Kudus:

"Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."10


Bergembira

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur."11 Rasa terima kasih, kegembiraan, kebajikan, percaya pada kasih dan pemeliharaan Allah -- semua ini adalah pelindung kesehatan yang terbesar. Bagi orang Israel inilah dasar kehidupan.

Perjalanan ke Yerusalem untuk mengadakan pesta tahunan yang diadakan tiga kali setahun, tinggal seminggu di pondok selama pesta pondok daun-daunan, merupakan kesempatan untuk berekreasi dan bergaul di alam terbuka. Pesta-pesta itu adalah peristiwa menggembirakan, dibumbui dengan sambutan ramah-tamah kepada orang asing, suku Lewi dan orang miskin.

"Dan haruslah engkau, orang Lewi dan orang asing ada di tengah-tengahmu bersukaria karena segala yang baik, yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu dan kepada seisi rumahmu."12

Jadi di tahun-tahun kemudian, ketika hukum Allah dibacakan di Yerusalem kepada orang-orang buangan yang kembali dari Babel, dan bangsa itu menangis karena pelanggaran mereka, maka kata-kata ini diucapkan: 

"Jangan kamu berduka cita dan menangis . . . . Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati sebab suka cita karena Tuhan itulah perlindunganmu."13

Dan perkataan itu disiarkan dan diumumkan "di semua kota mereka dan di Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi 'Pergilah ke gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak daun pohon murad, daun pohon kurma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok sebagaimana tertulis.' Maka pergilah orang-orang mengambil daun-daun itu, lalu membuat pondok-pondok, masing-masing di atas atap rumahnya, di lapangan pintu gerbang Air dan di lapangan pintu gerbang Efraim. Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-pondok dan tinggal di situ. . . . Maka diadakan pesta ria yang amat besar."14

Allah memberikan kepada bangsa Israel petunjuk dalam semua prinsip yang perlu bagi kesehatan fisik maupun kesehatan moral, dan tentang prinsip inilah tidak kurang dari hukum moral yang Ia perintahkan kepada mereka:

"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang kepada anak-anakmu, dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau sedang berbaring dana apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatnya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu."15

"Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allah kita? Maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: . . . Tuhan, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan Tuhan, Allah kita, hidup seperti sekarang ini."16

Sekiranya bangsa Israel telah mengikuti petunjuk yang telah diterimanya, dan mengambil manfaat atas kesempatan itu, mereka sudah menjadi contoh pelajaran bagi dunia perihal kesehatan dan kemakmuran. Jika sebagai satu bangsa mereka telah hidup sesuai dengan rencana Allah, mereka sudah terpelihara dari penyakit yang menyerang bangsa-bangsa lain. Mereka akan memiliki kekuatan tubuh dan kecerdasan otak melebihi bangsa-bangsa lain. Mereka seharusnya menjadi bangsa yang paling perkasa di dunia ini. Allah berfirman: 

"Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa."17

"Dan Tuhan telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangannya, seperti dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya. Dan ia pun akan mengangkat engkau dia atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."18

"Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar."19

"Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu, di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu: Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan Allahmu. Tuhan akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang kepada perintah Tuhan, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama Tuhan telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. Juga Tuhan akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan hasil bumi--di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberikan hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu. . . Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."20

Petunjuk yang diberikan kepada Harun, imam besar itu, dan kepada anak-anaknya, demikian:

"Beginilah kamu harus memberkati orang Israel, katakan kepada mereka: 

'Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; 
Tuhan menyinari Engkau dengan wajah-Nya 
Dan memberkati engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu
Dan memberikan engkau damai sejahtera 
Demikianlah mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel, Maka Aku akan memberkati mereka.'"

"Selama umurmu demikianlah kekuatanmu 
Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun, 
Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu 
Dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. 
Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu 
Dan di bawah ada lengan-lengan yang kekal. . . 
Maka Israel diam dengan tenteram 
Dan sumber Yakub diam dan tak terganggu. 

"Di dalam satu negeri yang ada gandum dan anggur 
Bahkan langitnya menitikkan embun, 
Berbahagialah engkau, hai Israel: 
Siapakah yang sama dengan engkau? 
Suatu bangsa yang diselamatkan oleh Tuhan 
Perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu!"21

Bangsa Israel gagal memenuhi maksud Allah, dan dengan demikian gagal menerima berkat yang seharusnya menjadi milik mereka. Tetapi dalam diri Yusuf dan Daniel, dalam diri Musa dan Elisa, dan dalam diri banyak orang lain, kita mempunyai teladan agung sebagai hasil dari kehidupan dengan rencana yang benar. Seperti kesetiaan zaman ini akan menghasilkan hal-hal yang sama. Kepada kita tertulis demikian: 

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."22

"Diberkatilah orang yang mengendalikan Tuhan, 
  Yang menaruh harapannya kepada Tuhan!" 
"Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma: 
  Akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. 
Mereka yang ditanam di bait Tuhan 
  Akan bertunas di pelataran Allah kita. 
Pada masa tua pun, mereka masih berbuah, 
  Menjadi gemuk dan segar."

"Biarlah hatimu memelihara perintah-Ku: 
Karena panjang umur, dan lanjut usia 
Serta sejahtera akan ditambahkan kepadamu."
"Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, 
Dan kakimu tidak akan terantuk. 
Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut 
Tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. 
Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, 
Atau kepada kebiasaan orang fasik, bila itu datang. 
Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, 
Dan akan menghindarkan kakimu dari jerat."23 

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *