ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Wednesday, November 2, 2016

MAKANAN DAN KESEHATAN

23

MAKANAN DAN KESEHATAN

Tubuh kita dibangun dari makanan yang kita makan. Ada saja senantiasa jaringan-jaringan tubuh yang rusak; setiap gerakan dari tiap organ mencakup pemakaian bahan, dan pemakaian ini dipulihkan dengan makanan kita. Setiap organ tubuh memerlukan bagiannya dari gizi makanan. Otak harus diisi dengan porsinya; tulang, otot, dan urat saraf menuntut bagian mereka. Adalah suatu proses menakjubkan yang mengubah makanan menjadi darah dan menggunakan darah ini untuk membangun berbagai bagian tubuh; tetapi proses ini berlangsung terus, mengisi setiap saraf, otot dan jaringan dengan unsur kehidupan dan kekuatan.


Memilih Makanan

Makanan haruslah dipilih yang paling memberikan unsur-unsur yang diperlukan untuk pembangunan tubuh. Dalam pilihan ini selera bukanlah penuntun yang aman. Dengan kebiasaan makan yang salah maka selera pun jadi menyimpang. Seringkali selera menuntut makanan yang merusak kesehatan dan menyebabkan kelemahan bukannya kekuatan. Kita tidak aman mengikuti kebiasaan-kebiasaan masyarakat. Penyakit dan penderitaan yang merajalela di mana-mana kebanyakan disebabkan oleh kesalahan umum dalam soal makanan.

Untuk mengetahui apakah makanan yang terbaik kita harus mempelajari rencana Allah yang mula-mula untuk makanan manusia. Ia yang menciptakan manusia dan memahami kebutuhan-kebutuhannya telah menentukan makanan untuk Adam. "Lihatlah," kata-Nya, "Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi, dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan jadi makananmu."1 Pada waktu meninggalkan Firdaus untuk mencari nafkah dengan mencangkul tanah di bawah kutukan dosa, manusia mendapat izin untuk memakan "tumbuh-tumbuhan di padang."2

Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran adalah yang dipilih untuk kita oleh sang Pencipta. Makanan-makanan ini, yang sedapat mungkin dihidangkan secara sederhana dan alami, adalah makanan yang paling menyehatkan dan bergizi. Makanan tersebut memberi kekuatan, kemampuan daya tahan, dan kebugaran intelek yang tidak diperoleh dari menu makanan yang lebih rumit dan merangsang.

Tapi tidak semua makanan yang mengandung kesehatan itu cocok benar dengan kebutuhan kita dalam segala keadaan. Haruslah berhati-hati dalam memilih makanan. Makanan kita harus cocok dengan keadaan, dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan  jenis pekerjaan kita. Ada sebagian makanan yang cocok dimakan pada satu musim atau satu iklim tetapi tidak cocok untuk keadaan yang lain. Jadi ada makanan yang berbeda-beda yang cocok kepada sebagian orang dengan jenis pekerjaan yang berbeda. Seringkali makanan yang dapat digunakan secara menguntungkan oleh mereka yang pekerja berat, tapi tidak cocok untuk orang-orang yang kegiatannya lebih banyak duduk atau yang banyak menggunakan otak. Allah telah memberikan kepada kita berbagai jenis makanan yang menyehatkan, dan masing-masing orang harus memilih bahan-bahan yang berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang sehat ternyata paling cocok untuk kebutuhannya sendiri.

Persediaan yang melimpah dari alam untuk buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian banyak sekali, dan dari tahun ke tahun hasil bumi pada umumnya dapat dibagikan kepada semua orang berkat fasilitas angkutan yang semakin meningkat. Sebagai hasilnya, banyak jenis makanan yang beberapa tahun lalu dianggap mahal dan mewah sekarang ini terjangkau oleh semua orang sebagai makanan sehari-hari. Khususnya tentang buah-buahan yang dikeringkan dan dikalengkan.

Kacang-kacangan dan makanan yang terbuat dari bahan kacang makin banyak digunakan sebagai pengganti daging. Kacang bisa dicampur dengan biji-bijian, buah-buahan, dan semacam akar-akaran, untuk menyediakan makanan bergizi dan menyehatkan. Namun harus berhati-hati jangan terlalu banyak campuran kacangnya. Mereka yang menyadari pengaruh buruk dari penggunaan makanan kacang mungkin menemukan kesulitan untuk menyingkirkannya dengan memperhatikan amaran ini. Juga perlu diingat bahwa sebagian kacang-kacangan tidak begitu menyehatkan seperti sejenisnya yang lain. Buah badam (sejenis kenari) lebih baik dari kacang, tetapi kacang dalam jumlah yang terbatas, kalau dicampur dengan biji-bijian, bergizi dan mudah dicerna. 

Apabila dihidangkan dengan tepat, buah zaitun, seperti kacang, dapat menggantikan mentega dan daging. Minyak zaitun jauh lebih baik dari minyak hewani atau lemak. Minyak zaitun, seperti juga buahnya, jauh lebih baik daripada minyak atau lemak hewani. Minyak zaitun berfungsi sebagai bahan pencahar. Penggunaannya akan berguna untuk mengobati penyakit paru-paru, dan menyembuhkan lambung yang meradang dan mengalami iritasi.

Orang-orang yang terbiasa dengan makanan lezat yang sangat merangsang mempunyai selera yang tidak alami, dan mereka tidak langsung dapat menikmati makanan yang biasa dan sederhana. Perlu waktu untuk mengembalikan cita rasa menjadi normal dan supaya lambungnya pulih dari penyalahgunaan yang dideritanya. Tetapi mereka yang tekun dengan penggunaan makanan yang menyehatkan selang beberapa waktu kemudian akan merasa lezat. Cita rasanya yang halus dan nikmat akan dihargai, dan itu akan dimakan dengan kenikmatan yang lebih besar daripada makanan mewah yang tidak menyehatkan. Dan perut yang sehat, yang tidak sakit dan tidak dijejali dengan makanan, dapat langsung menjalankan tugasnya.

=================================================================
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja mendapat hadiah? Karena itu, larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya." 3
=================================================================

Untuk memelihara kesehatan diperlukan suplai cukup dengan makanan yang baik dan menyehatkan. 

Jika kita merencanakan dengan bijaksana, makanan yang paling sesuai untuk kesehatan dapat diperoleh di hampir semua negeri. Berbagai hidangan dari beras, gandum, jagung dan jelai dikirim ke mana-mana, begitu juga dengan buncis, kacang polong dan miju-miju. Jenis-jenis bahan makanan ini, ditambah dengan buah-buahan lokal atau impor, dan berbagai jenis sayuran yang tumbuh di tiap daerah, memberi kesempatan untuk memilih menu makanan yang lengkap tanpa menggunakan daging.

Di mana buah-buahan bisa tumbuh dengan limpah, persediaan yang banyak itu harus disiapkan untuk musim dingin, dengan cara dikeringkan atau dikalengkan. Buah-buahan kecil seperti kismis, frambus, dan berbagai jenis murbei dapat bertumbuh dengan baik di banyak tempat yang hasilnya sedikit digunakan dan penanamannya diabaikan.

Untuk cara pengalengan di rumah, sedapat mungkin gunakanlah stoples kaca, bukan kaleng aluminium. Teristimewa perlu agar buah-buah yang dikalengkan itu masih dalam keadaan yang baik. Gunakanlah sedikit gula, dan masaklah buah itu hanya cukup untuk menjamin keawetannya. Jika disiapkan dengan cara demikian maka buah-buahan itu merupakan pengganti yang paling baik untuk buah segar.

Di mana buah-buahan yang sudah dikeringkan dapat dibeli dengan harga pantas seperti kismis, prem, apel, pir, persik dan aprikot, akan didapati bahwa buah-buahan itu dapat dijadikan menu sehari-hari secara jauh lebih bebas dari biasa, dengan hasil yang terbaik bagi kesehatan dan kebugaran semua golongan pekerja.

Jangan banyak macam makanan dalam satu kali makan, karena hal ini  cenderung mendorong untuk banyak makan dan mengakibatkan gangguan pencernaan.

Tidak baik makan buah-buahan dan sayuran pada waktu yang bersamaan. Kalau pencernaan lemah maka menyantap keduanya sering akan mengakibatkan kesulitan dan ketidakmampuan untuk menggunakan kemampuan berpikir. Lebih baik makan buah-buahan pada suatu waktu makan dan makan sayuran pada waktu makan yang lain.

Makanan haruslah bervariasi. Makanan yang sama, yang dihidangkan dengan cara yang sama pula, jangan disajikan di meja makan dari waktu ke waktu dan hari demi hari. Makanan akan disantap dengan senang hati, dan tubuh menyerapnya dengan lebih baik, apabila makanan itu bervariasi.


Menghidangkan Makanan


Adalah satu kesalahan kalau makan hanya sekadar memuaskan selera, tetapi tidak boleh ada kelalaian ditunjukkan terhadap kualitas makanan atau cara menghidangkannya. Kalau makanan yang disantap itu tidak dengan senang hati, tubuh tidak begitu mendapat khasiatnya. Makanan harus dipilih dengan hati-hati dan dihidangkan dengan cerdik dan terampil.

Untuk membuat roti, tepung terigu putih yang halus bukanlah yang terbaik. Penggunaannya tidak menyehatkan dan tidak ekonomis. Roti tepung halus kurang mengandung unsur gizi seperti yang terdapat dalam roti yang terbuat dari tepung kasar. Tepung putih sering menjadi penyebab sembelit dan kondisi yang tidak sehat lainnya.

Penggunaan soda atau bubuk pengembang tepung (baking powder) dalam pembuatan roti berbahaya dan tidak perlu. Soda menimbulkan peradangan lambung dan sering meracuni seluruh tubuh. Banyak ibu rumah tangga berpikir bahwa mereka tidak dapat membuat roti dengan baik tanpa soda, tetapi ini salah. Jika mereka mau repot mempelajari cara-cara yang lebih baik, maka roti mereka akan lebih menyehatkan, dan dengan cita rasa yang alami roti itu akan lebih lezat.


=================================================================

"Berfirmanlah Allah: Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu." 4

=================================================================

Dalam pembuatan roti yang beragi, susu tidak boleh digunakan sebagai pengganti air. Penggunaan susu berarti tambahan biaya, dan itu justru membuat roti jadi kurang sehat. Roti campur susu tidak dapat mengikat gula terlalu lama setelah dibakar jika dibandingkan dengan roti yang menggunakan air, dan roti susu itu lebih cepat berfermentasi dalam lambung.

Roti harus ringan dan manis. Jangan biarkan roti terasa masam sedikit pun. Ukuran roti harus kecil dan dipanggang secara merata agar sedapat mungkin kuman-kuman ragi dimusnahkan. Roti apapun yang masih panas dan baru diangkat sukar dicerna. Roti seperti itu jangan disajikan di meja makan. Namun aturan ini tidak berlaku untuk roti yang tidak beragi. Roti segar yang terbuat dari jelai tanpa ragi, dan dipanggang dalam oven yang cukup panas, lezat dan sekaligus menyehatkan.

Biji-bijian yang digunakan untuk bubur harus dimasak beberapa jam. Tetapi makanan lunak atau encer kurang menyehatkan dibanding makanan yang kering, yang perlu dikunyah dengan seksama. Roti yang dipanggang ulang adalah salah satu jenis makanan yang paling mudah dicerna dan sangat lezat. Hendaknya roti biasa dipotong-potong dan dikeringkan dalam oven hangat sampai seluruh kelembabannya hilang. Kemudian dibiarkan sampai warnanya menjadi sedikit kecoklatan seluruhnya. Kalau disimpan dalam sebuah wadah yang kering roti ini dapat disimpan lebih lama daripada roti biasa, dan kalau dipanaskan kembali sebelum dimakan akan sama segarnya dengan roti baru.

Biasanya terlalu banyak gula digunakan dalam makanan. Kue, puding manis, kue-kue kering, agar-agar, selai, semuanya adalah penyebab aktif dari gangguan pencernaan. Khususnya berbahaya ialah kue tar dan puding di mana susu, telur, dan gula adalah bahan utamanya. Penggunaan susu dan gula secara bebas dan bersama-sama haruslah dihindari.

Kalau menggunakan susu maka bahan itu harus disterilkan dengan baik; kalau menuruti amaran ini, akan berkurang bahaya menderita penyakit akibat penggunaannya. Mentega kurang berbahaya kalau dimakan bersama roti yang dingin ketimbang digunakan dalam masakan; tetapi, sebagai aturan, lebih baik menyingkirkannya sama sekali. Keju masih lebih diragukan; sama sekali tidak cocok untuk dimakan.5 

Makanan yang setengah matang dan tidak dimasak dengan seksama merusak darah dengan melemahkan organ-organ pembuat darah. Itu mengacaukan tubuh dan membawa penyakit, disertai dengan gangguan pada saraf dan watak yang jelek. Korban-korban dari makanan yang tidak dimasak sampai matang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu. Mungkin perlu juga dituliskan pada batu nisannya: "Mati karena makanan yang tidak dimasak dengan baik;" "Mati karena penyalahgunaan perut."

Adalah tugas yang suci bagi mereka yang memasak makanan untuk belajar bagaimana caranya menghidangkan makanan yang menyehatkan. Banyak jiwa yang hilang sebagai akibat dari cara memasak yang tidak baik. Diperlukan kearifan dan kepedulian untuk membuat roti yang baik; tetapi dalam sepotong roti yang baik ada pengajaran yang lebih baik daripada yang banyak orang pikirkan. Hanya sedikit sekali jurumasak yang baik. Wanita muda merasa bahwa memasak itu adalah suatu pekerjaan kasar seperti juga pekerjaan rumah lainnya, karena alasan ini maka banyak gadis yang menikah dan mengurus rumahtangga hanya mempunyai sedikit pengetahuan tentang tugas-tugas seorang istri dan seorang ibu. 

Masak-memasak bukanlah ilmu yang ringan, dan itu adalah salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan yang praktis. Itulah ilmu yang harus dipelajari oleh semua wanita, dan harus diajarkan dalam satu cara yang menguntungkan kaum yang lebih miskin. Untuk membuat makanan jadi lezat dan dalam waktu yang sama makanan itu sederhana dan menyehatkan, menuntut keterampilan. Para Jurumasak harus mengetahui bagaimana menghidangkan makanan sederhana dengan cara yang juga sederhana dan menyehatkan, supaya makanan itu terasa lebih enak dan sekaligus lebih menyehatkan karena kesederhanaannya.

Setiap wanita yang menjadi kepala keluarga namun tidak memahami seni memasak yang sehat harus bertekad mempelajari hal yang begitu penting untuk kesejahteraan keluarganya. Di banyak tempat sekolah memasak sehat memberikan kesempatan untuk mendapat petunjuk mengenai hal ini. Wanita yang belum memiliki bantuan untuk keperluan ini harus ikut belajar dari jurumasak yang terampil dan tekun dalam usahanya mengadakan perbaikan sampai dia menjadi ahli di bidang ilmu masak-memasak ini.

Keteraturan waktu makan adalah sangat penting. Harus ada waktu makan yang ditentukan untuk setiap kali makan. Pada saat itu biarlah setiap orang memakan apa yang diperlukan tubuh dan jangan lagi makan apa-apa sampai tiba waktu makan berikutnya. Banyak orang yang makan pada waktu tubuh tidak membutuhkan makanan, pada waktu yang tidak teratur, dan di antara waktu makan, karena kemauan mereka tidak mempunyai cukup kemauan untuk menolak kecenderungan itu. Bila mengadakan perjalanan ada sebagian orang yang selalu mencari sesuatu untuk dimakan yang bisa diperolehnya. Ini sangat berbahaya. Sekiranya orang-orang yang mengadakan perjalanan itu makan secara teratur makanan sederhana yang bergizi, maka mereka tidak akan merasa begitu melelahkan dan tidak juga menderita begitu rupa.

Satu kebiasaan buruk lain yaitu makan dekat sebelum pergi tidur. Waktu makan yang teratur barangkali sudah dilakukan; tetapi karena merasa lemas lalu makan lagi. Oleh memanjakannya maka praktik yang salah ini menjadi kebiasaan yang sering begitu kuat sehingga dianggap mustahil untuk bisa tidur tanpa makanan. Sebagai akibat dari makan malam yang terlalu larut, proses pencernaan terus berlangsung selama waktu tidur. Tetapi walaupun perut terus-menerus bekerja, namun tugasnya tidak terlaksana dengan baik. Tidur sering terganggu dengan mimpi buruk, dan pagi hari orang itu bangun dengan tubuh yang tidak segar dan tidak ada selera untuk sarapan. Apabila kita berbaring untuk istirahat, lambung seharusnya sudah selesai bekerja, supaya seperti juga organ-organ tubuh yang lain lambung itu dapat menikmati istirahat. Bagi orang-orang yang kebiasaannya banyak duduk, makan malam terlalu larut lebih berbahaya lagi. Bagi mereka, gangguan yang terjadi sering menjadi awal dari penyakit yang berakhir dengan kematian.

Dalam banyak kasus, rasa lemas yang menimbulkan minat untuk makan dirasakan karena alat pencernaan telah dibebani tugas berat sepanjang siang hari. Sehabis makan, alat-alat pencernaan itu memerlukan istirahat. Paling sedikit lima sampai enam jam waktu  antara waktu makan, dan kebanyakan orang merencanakan untuk mencobanya akan mendapati bahwa dua kali makan sehari lebih baik daripada tiga kali makan.


Cara-cara Makan yang Salah

Makanan tidak boleh dimakan terlalu panas atau terlalu dingin. Kalau makanan itu dingin, tenaga lambung yang vital tersedot untuk menghangatkan makanan itu sebelum pencernaan berlangsung. Minuman dingin pun berbahaya karena alasan yang sama; sedangkan minuman panas melemahkan alat pencernaan. Sesungguhnya, lebih banyak cairan diminum waktu makan, lebih sukar makanan itu dicerna, karena cairan itu harus diserap lebih dulu sebelum proses pencernaan dimulai. Jangan makan banyak garam, hindari acar dan makanan yang banyak bumbunya, makanlah banyak buah-buahan, maka iritasi karena terlalu banyak minum pada waktu makan umumnya akan hilang. 

Makanan harus disantap perlahan-lahan dan harus dikunyah dengan seksama. Itu perlu agar air liur bercampur dengan makanan itu dan cairan pencernaan digiatkan.

Kejahatan serius lainnya ialah makan bukan pada waktunya, misalnya setelah berolah raga berat atau berlebihan, ketika seseorang sangat letih atau kepanasan. Segera setelah makan terjadi aliran kuat pada tenaga saraf; dan apabila pikiran atau tubuh bekerja berat dekat sebelum atau sesudah makan, maka proses pencernaan terhalang. Apabila seseorang sedang gembira, cemas, atau tergesa-gesa, lebih baik jangan makan dulu sampai sudah tenang dan lega.

Lambung sangat erat hubungannya dengan otak; dan ketika lambung sakit maka kemampuan saraf dikerahkan dari otak untuk membantu alat pencernaan yang menjadi lemah. Apabila tuntutan seperti ini terlalu sering terjadi, otak menjadi macet. Bila otak terus-menerus bekerja terlalu berat, lalu kurang bergerak badan, makanan yang sederhana pun harus sedikit yang dimakan. Pada waktu makan, buanglah semua kesusahan dan pikiran yang cemas; janganlah merasa tergesa-gesa, tetapi makanlah dengan tenang dan senang, dengan hati yang dipenuhi rasa syukur kepada Allah atas segala berkat-Nya.

Banyak orang yang tidak lagi makan daging dan rupa-rupa makanan berbahaya lainnya berpendapat bahwa karena makanan mereka sederhana dan menyehatkan, mereka boleh memanjakan selera tanpa batas, lalu mereka makan berlebihan, kadang-kadang dengan rakus. Ini adalah sesuatu yang salah. Alat-alat pencernaan tidak boleh dibebani dengan jumlah atau mutu makanan yang memberi beban kepada tubuh untuk menyesuaikannya. 

Adat-istiadat menentukan bahwa makanan harus disajikan di meja makan secara berurutan. Karena tidak tahu jenis makanan apa berikutnya, maka seseorang bisa makan agak banyak makanan yang mungkin tidak cocok untuknya. Waktu makanan terakhir disajikan, sering dia makan melampaui batas, lalu melahap makanan pencuci mulut yang menggoda, yang menurut pemikirannya semua itu baik baginya. Kalau semua makanan yang direncanakan untuk sekali makan disajikan di atas meja sejak awal, seseorang akan mendapat kesempatan untuk memilih yang terbaik baginya.

Kadang-kadang akibat dari terlalu banyak makan langsung terasa. Pada kasus lain tidak ada rasa sakit; tetapi alat-alat pencernaan telah kehilangan tenaga vitalnya, dan dasar kekuatan fisik dirongrong. 

Kelebihan makanan itu membebani tubuh sehingga membuat keadaan tubuh jadi sakit dan demam. Lambung memerlukan jumlah darah yang lebih banyak sehingga kaki dan tangan cepat terasa dingin. Alat-alat pencernaan mendapat tugas berat, dan setelah organ-organ ini selesai bekerja, maka timbullah perasaan lesu atau pusing. Sebagian orang yang terus makan terlalu banyak akan menyebut perasaan itu sebagai rasa lapar; tetapi itu disebabkan oleh kerja berat alat pencernaan. Kadang-kadang otak terasa tumpul dengan kemunduran kemampuan fisik atau mental. 

Gejala-gejala yang tidak menyenangkan ini terasa karena alam telah melaksanakan tugasnya dengan membuang tenaga vital yang tidak perlu sehingga benar-benar kehabisan tenaga. Lambung itu memohon, "Berilah saya istirahat." Tetapi bagi banyak orang keadaan lemas ini dianggap sebagai tuntutan untuk makan lebih banyak; jadi, gantinya mengistirahatkan perut itu, beban lain lagi diberikan. Akibatnya, alat-alat pencernaan sering makin loyo yang seharusnya sanggup melakukan tugasnya dengan baik.

Kita jangan menyediakan makanan yang lebih banyak atau lebih banyak macam pada hari Sabat dibanding hari-hari lain. Sebaliknya pada hari itu makanan harus lebih sederhana dan lebih sedikit di makan agar pikiran lebih terang dan lebih segar untuk memahami hal-hal rohani. Lambung yang macet berarti otak juga macet. Kata-kata yang paling indah mungkin didengar tetapi tidak dihargai karena pikiran sudah kacau karena makanan yang tidak sesuai. Karena makan terlalu banyak pada hari Sabat, banyak orang berbuat lebih banyak dari yang mereka anggap akan membuat diri mereka tidak layak untuk menerima manfaat dari kesempatan-kesempatannya yang suci.

Memasak pada hari Sabat harus dihindari; tetapi tidak berarti harus makan makanan yang sudah dingin. Di musim dingin, makanan yang sudah dimasak sehari sebelumnya harus dipanaskan. Dan hendaknya makanan itu, walaupun sederhana, tetapi lezat dan menarik. Terutama bagi keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak, adalah baik kalau pada hari Sabat disiapkan sesuatu yang dianggap sebagai sesuatu yang istimewa, sesuatu yang tidak diperoleh keluarga itu setiap hari.

Di mana kebiasaan-kebiasaan makan yang salah telah dimanjakan, janganlah menunda untuk mengadakan pembaruan. Apabila gangguan pencernaan adalah akibat dari penyalahgunaan perut, usaha-usaha harus diadakan dengan seksama untuk mempertahankan tenaga yang sisa dari kekuatan vital dengan membuang setiap beban yang berlebihan. Lambung mungkin tidak akan pulih seluruh kesehatannya setelah penyalahgunaan dalam waktu yang lama; tetapi makanan yang pantas akan menyelamatkan kerusakan lebih jauh, dan banyak orang yang kurang-lebih akan pulih sepenuhnya. Tidak mudah untuk membuat peraturan yang cocok untuk semua kasus; tetapi dengan memperhatikan prinsip-prinsip cara makan yang benar maka pembaruan besar bisa dilakukan, dan sang jurumasak tidak perlu lagi terus-menerus sibuk untuk memancing selera.

Kesederhanaan dalam makanan akan menghasilkan kemampuan mental dan moral; itu juga menolong mengendalikan nafsu. Makan terlalu banyak khususnya berbahaya bagi orang yang wataknya melempem; orang-orang seperti ini harus sedikit makan dan banyak bergerak badan. Ada sebagian pria dan wanita yang kesanggupan alaminya istimewa, yang tidak mencapai separuh dari kesanggupannya sekiranya mereka mau melakukan pengendalian diri demi menangkal selera.

Banyak penulis dan pembicara yang gagal dalam hal ini. Setelah makan dengan hati-hati, mereka membiarkan diri bekerja dengan banyak duduk untuk membaca, belajar atau menulis, dan tidak mengambil waktu untuk bergerak badan. Sebagai akibatnya, jalan pikiran dan arus kata-kata terhambat. Mereka tidak dapat menulis atau berbicara dengan kemampuan dan kehebatan yang diperlukan agar dapat menjangkau hati; upaya mereka lemah dan tidak membuahkan hasil.

Mereka yang memegang tanggungjawab-tanggungjawab penting, dan lebih dari yang lain, mereka yang melindungi kepentingan-kepentingan rohani, seharusnya adalah orang-orang yang peka perasaannya dan persepsinya tajam. Lebih dari yang lain, mereka harus makan sedang-sedang saja. Makanan mewah yang lezat seharusnya tidak mendapat tempat di meja makan mereka.

Setiap hari, orang-orang yang memegang posisi terpercaya mengambil keputusan penting yang sangat menentukan. Seringkali mereka harus berpikir cepat, dan ini dapat dilakukan dengan baik hanya oleh mereka yang mempraktikkan pertarakan yang ketat. Pikiran dikuatkan dengan perawatan yang benar terhadap kemampuan tubuh dan pikiran. Jika ketegangan tidak terlalu besar, maka kekuatan baru datang bersama setiap beban. Tetapi sering pekerjaan mereka yang mempunyai rencana-rencana penting untuk diputuskan, dan keputusan-keputusan penting untuk diambil, dipengaruhi oleh kejahatan yang timbul karena makanan yang tidak tepat. Lambung yang tidak beres mengakibatkan keadaan pikiran yang kacau dan tidak menentu. Seringkali hal ini menyebabkan seorang gampang tersinggung, kasar, atau tidak adil. Banyak rencana yang sedianya membawa berkat kepada dunia ini telah disisihkan; banyak tindakan yang tidak adil, menekan bahkan kejam sudah dijalankan, sebagai akibat dari kondisi yang sakit karena kebiasaan buruk dalam hal makan.

Di sini ada satu anjuran bagi semua mereka yang pekerjaannya kebanyakan duduk atau memeras otak; biarlah mereka yang punya cukup keberanian moral dan pengendalian diri mencobanya: Setiap kali makan, ambillah dua atau tiga jenis makanan yang sederhana, dan makanlah tidak lebih dari yang dibutuhkan untuk memuaskan rasa lapar. Usahakan bergerak badan setiap hari, dan lihatlah apakah engkau tidak mendapatkan manfaat.

Orang-orang kuat yang giat bekerja keras tidak dipaksa supaya berhati-hati dalam hal jumlah atau mutu makanan mereka seperti halnya orang-orang yang kebiasaan bekerjanya sambil duduk; tetapi mereka ini pun akan memiliki kesehatan yang lebih baik lagi kalau mereka mau mempraktikkan pengendalian diri dalam hal makan dan minum.

Sebagian orang menginginkan agar peraturan makanan yang pasti ditentukan untuk mereka. Mereka makan terlalu banyak, kemudian menyesalinya, jadi mereka terus memikirkan apa yang mereka makan dan minum. Seharusnya bukanlah demikian. Seseorang tidak dapat membuat satu peraturan tertentu bagi orang lain. Setiap orang harus menggunakan pertimbangan sehat dan pengendalian diri, dan harus bertindak berdasarkan prinsip.

Tubuh kita adalah milik yang sudah dibeli oleh Tuhan, dan kita tidak bebas memperlakukannya sekehendak kita. Semua orang yang memahami hukum-hukum kesehatan harus menyadari kewajiban mereka untuk menaati hukum-hukum ini yang telah diciptakan Allah dalam diri mereka. Penurutan akan hukum-hukum kesehatan harus dijadikan sebagai suatu kewajiban pribadi. Kita sendiri harus menderita akibat dari pelanggaran hukum tersebut. Kita secara pribadi harus mempertanggungjawabkan kepada Allah tentang kebiasaan dan perbuatan-perbuatan kita. Karena itu, pertanyaan bagi kita bukanlah, "Apa yang dipraktikkan oleh dunia ini?" tetapi, "Bagaimana saya secara pribadi memperlakukan tempat tinggal yang telah diberikan Allah kepada saya?"

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *