ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Monday, October 24, 2016

Keperluan Orang Berdosa






Bab 2. Keperluan Orang Berdosa

http://sdachurch.tumblr.com/post/152328342605/hendro-p-kadarman-02-kebahagiaan-sejati-bab-2

PADA MULANYA manusia dikaruniai kuasa berpikir yang mulia dan seimbang. Manusia itu sempurna tubuhnya, selaras dengan kehendak Allah. Pikiran-pikirannya bersih, maksud-maksudnya pun suci. Tetapi karena durhaka, kuasanya berubah, lalu rasa mementingkan diri sendiri mengambil-alih tempat kasih itu. Keadaannya menjadi amat lemah karena pelanggaran itu sehingga membuat dia tidak mungkin, dengan kekuatannya sendiri, melawan kuasa kejahatan itu. Dia telah ditawan Setan dan akan tetap dikuasainya kalau Tuhan Allah tidak turut campur-tangan secara khusus. Maksud penggoda ialah menghalang-halangi rencana ilahi di dalam penciptaan manusia itu, lalu memenuhi bumi ini dengan bencana yang memilukan. Dan dia akan menunjukkan bahwa semuanya ini terjadi sebagai akibat daripada pekerjaan Tuhan Allah dalam menjadikan manusia itu.

2. Dalam keadaan manusia tanpa dosa, dia dapat mengadakan hubungan yang menyenangkan dengan Allah yang “di dalam Dialah tersembunyi segalah hartahikmat dan pengetahuan.” Kolose 2:3.Tetapi sejak manusia jatuh ke dalam dosa, tiada lagi dia dapat menikmati kesenangan hubungan yang kudus itu, bahkan dia mencoba menyembunyikan dirinya dari hadapan hadirat Tuhan Allah. Demikianlah selalu keadaan hati yang masih belum dibaharui. Ia tidak sesuai dengan Allah dan tidak akan mendapat kesenangan dalam hubungan dengan Dia. Orang yang berdosa tidak senang di hadapan Allah, dia akan takut dan mengundurkan diri dari pergaulan dengan mahluk-mahluk yang suci. Sekiranya dia diperkenankan memasuki surga, hal itu tidak akan menggembirakannya. Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri yang bertahta di surga setiap hati menyambut hati-kasih Allah yang Tiada Batasnya — tidak akan mendapat sambutan dalam jiwanya. Pikiran-pikirannya, yang memikat hatinya, motif-motif yang terdapat padanya, berlawanan dengan orang-orang yang tiada berdosa yang tinggal di sana. Dia akan menjadi satu bunyi sumbang dalam irama surga. Baginya surga adalah tempat penuh siksa; dia lebih suka lenyap dari Tuhan yang menjadi terang itu, dan menjadi pusat dari segala kegembiraan. Bukannya Tuhan yang sewenang-wenang memerintahkan supaya orang jahat itu enyah dari surga, mereka sendirilah yang telah mengatupkannya dengan ketidak-layakan mereka menghadapi pergaulan yang terdapat disana. Bagi mereka kemuliaan Allah akan menjadi satu bara api yang menyala-nyala. Mereka menyambut kebinasaan supaya mereka dapat terlindung dari wajah Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus mereka.

3. Mustahil, dengan diri kita sendiri, melarikan diri dari lubang dosa yang di dalamnya kita tenggelam. Hati kita jahat, kita tidak dapat  mengubahnya. “Siapa dapat mendatangkan  yang tahir dari yang najis?  Seorangpun  tidak.”  “Karena  keinginan daging adalah maut; tetapi  keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”  (Ayub 14:4; Roma 8:7).  Pendidikan, kebudayaan, penguasaan kehendak,  usaha manusia, dan semuanya mempunyai  kegunaannya masing-masing,  tetapi di sini  itu semua tidak berdaya sama sekali. Semua  yang disebutkan di atas mungkin saja  menghasilkan tabiat yang amat baik secara  lahiriah, namun tiada dapat mengubah hati;  tidak dapat membersihkan sumber kehidupan  batin itu. Haruslah ada di dalamnya satu kuasa  yang bekerja dari dalam, satu kehidupan baru  dari atas, sebelum manusia dapat diubahkan  dari dosa kepada kekudusan. Kuasa itu, ialah  kuasa Kristus. Hanya anugerahNya saja yang  dapat menghidupkan segala kuasa jiwa yang  tiada berdaya itu, menariknya kepada Allah,  kepada kekudusan.

4. Juruselamat  berkata:  “Jika seorang tidak  dilahirkan kembali, "kalau dia tidak  menerima satu hati yang baru, ia “tidak dapat  melihat kerajaan Allah.” Yohanes 3:3.  Pikiran yang mengatakan bahwa satu-satunya  yang perlu dipertumbuhkan ialah yang baik yang  memang sudah ada di dalam diri manusia secara  alamiah, adalah merupakan satu pikiran yang  sesat dan amat berbahaya.  “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa  yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya  adalah satu kebodohan, dan ia tidak dapat  memahaminya sebab hal itu hanya dapat di nilai  secara rohani. ” (1 Korintus 2:14).   “Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu:  Kamu harus dilahirkan kembali” Yohanes 3:7.  Tentang Kristus tertulis sebagai berikut,  “Di dalamnya itu ada hidup, dan hidup itulah terang manusia”  — satu-satunya nama yang dikaruniakan kepada manusia,  yang di dalamnya kita selamat. ” Yohanes 1:4; Kisah 4:12.

5. Tidak cukuplah  hanya sekedar mengerti  kelembutan   kasih Allah, melihat sifat kemurahanNya, dan kelembutan  seorang bapa. Tidak cukup hanya dengan mengenal hikmat  dan keadilan hukum- Nya, melihat bahwa hukum itu  didasarkan atas prinsip kasih yang abadi. Rasul Paulus  melihat semuanya ini ketika dia berseru: “Maka aku  menyetujui bahwa Torat itu baik ada- nya.”  “Jadi, hukum Taurat adalah kudus dan perintah itu  juga kudus benar dan baik.” Bahkan ditambahkannya  di dalam jeritan jiwa yang pedih dan dengan rasa putusasa,  "Aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa." (Roma 7:16, 12, 14). Dia merindukan  kesucian, kebenaran, kedalam mana dia sendiri tak  berdaya memperolehnya, lalu berseru-seru:  “Wah, aku orang yang celaka ini! Siapakah gerangan  akan melepaskan aku keluar dari dalam tubuh maut ini?”  Roma 7:24. Jeritan yang demikianlah yang keluar dari bibir  orang-orang yang dibebani dosanya disegenap penjuru  dunia, pada sepanjang abad. Untuk menjawab semuanya  ini, hanya satu jawab, yakni: “Lihatlah Anak domba Allah,  yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29).

6. Dengan banyak perumpamaan Roh Allah telah berusaha  menggambarkan kebenaran ini, dan membuatnya demikian  jelas kepada jiwa-jiwa yang sudah lama merindukan  kebebasan dari kungkungan beban salah. Manakala setelah  dosanya, jakni menipu Esau, Jakub melarikan diri dari rumah  ayahnya, dia dibebani satu perasaan bersalah. Dalam  keadaan seorang diri dan terbuang terpisah dari segala  sesuatu yang membuat hidupnya berharga, satu pikiran  yang paling dipikirkannya  di dalam jiwanya, ialah rasa takut  bahwa dosanya telah memisahkan dia dari Allah, bahwa  Surga telah meninggalkan dia. Dalam keadaan  dukacita  yang dalam dia membaringkan tubuhnya beristirahat   sebentar di atas tanah, disekitanya  terdapat hanyalah  bukit-bukit sepi, dan di atasnya, bintang-bintang menyinari  langit. Ketika dia tertidur lelap, sebaris cahaya mengambang  dalam khayalnya; dan lihatlah, dari lembah tempat dia  berbaring, ada jenjang tangga yang menjurus ke langit  hingga pintu gerbang surga, dan di atasnya para malaikat  Allah turun-naik, sementara dari kemuliaan yang dari atas,  suara Allah kedengaran di dalam satu pesan penghiburan  dan pengharapan. Demikianlah dinyatakan kepada  Yakub pemenuhan kebutuhan dan kerinduan jiwanya  — kerinduan akan seorang Juruselamat. Dengan perasaan  gembira dan syukur dia telah memandang  satu jalan yang  mana, dia sebagai seorang yang berdosa, dapat dipulihkan  berhubungan dengan Allah. Jenjang tangga yang ajaib itu  yang dilihat dalam mimpinya menggambarkan Yesus,  satu-satunya jalan hubungan antara Allah dan manusia.

7. Gambaran ini jugalah yang ditunjukkan Yesus di  dalam percakapan-Nya dengan Natanael ketika Dia  berkata: “Engkau akan melihat langit terbuka, dan  segala malaikat-malaikat Allah turun naik ke kepada Anak manusia.   ” (Yohanes 1:51). Di dalam kemurtadan  manusia memang  menjauhkan dirinya dari Tuhan, dunia tercerai dari surga.  Antara jurang yang memisahkan itu, tiada hubungan.  Tetapi melalui Kristus, dunia kembali dijembatani dengan  surga. Dengan jasaNya sendiri, Kristus telah menjembatani  jurang yang dibuat dosa, sehingga malaikat-malaikat   yang melayani dapat berhubungan dengan manusia.  Kristus menghubungkan manusia yang sudah jatuh ke  dalam dosa itu dan di dalam kelemahan dan keadaan  tiada daya itu, dengan Sumber kuasa yang tiada batasnya.

8. Tetapi sia-sialah impian-impian manusia akan kemajuan,  segala usaha mereka meninggikan manusia, jika mereka  melupakan satu-satunya Sumber pengharapan dan  pertolongan bagi umat manusia yang telah jatuh ke dalam  dosa. “Adapun tiap-tiap anugerah yang baik dan tiap-tiap  karunia yang sempurna itu dari atas, turun daripada Bapa ”  Yakobus 1:17, yaitu berasal dari Allah Bapa. Tiada kemuliaan   tabiat yang sempurna  kalau tidak dari Dia. Dan satu-satunya   jalan kepada Allah ialah Kristus.  KataNya:   “Akulah  Jalan dan Kebenaran dan Hidup;  tidak ada  seorangpun sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku.  ” (Yohanes 14:6).

9. Hati Allah rindu terhadap anak-anakNya yang di dunia  dengan satu kasih yang lebih kuat daripada kematian.  Di dalam memasrahkan AnakNya itu, Dia telah memasrahkan  kepada kita segenap surga di dalam satu pemberian. Kehidupan  Juruselamat dan kematian serta pengantaraanNya, pelayanan  malaikat-malaikat, Roh yang memohonkan, Allah Bapa bekerjadi  atas dengan segala perkara, perhatian yang tiada putus-putusnya  dari mahluk-mahluk surga — semuanya dikerahkan demi penebusan  umat manusia.

10. Oh, marilah kita renungkan  pengorbanan  yang ajaib yang telah  dibuat untuk kita! Marilah kita coba menghargai  pekerjaan dan  tenaga Surga yang telah kerahkan untuk merebut yang hilang  serta membawa mereka kembali kerumah Bapa. Motif-motif  yang kokoh, dan alat-alat yang lebih tangguh, tidakkah akan  pernah dapat dibawa masuk ke dalam pengerahan; upah yang  besar bagi perbuatan yang baik, kesenangan  surga, pergaulan  para malaikat, hubungan dan kasih Allah dan AnakNya,  peninggian dan pengluasan segala kuasa kita sampai  selama-lamanya bukankah ini pendorong yang maha kuat dan memberi keberanian mendorong kita menyerahkan pelayanan  kasih hati kepada Khalik dan Penebus kita?

11. Dan sebaliknya, hukuman yang  dinyatakan Allah untuk me- lawan dosa,  pembalasan yang tidak terelakkan,  darihal kerendahan tabiat kita, dan  kebinasaan yang terakhir, sudah  diterangkan di dalam firman Tuhan  untuk mengamarkan kita supaya melawan  pekerjaan Setan.

12. Apakah kita meremehkan anugerah  Allah itu? Apa lagi yang patut di- lakukanNya?  Marilah kita taruh diri kita sendiri di dalam  hubungan yang baik dengan Dia yang telah  mengasihi kita dengan kasih yang ajaib.  Marilah kita dengan kasih yang ajaib. Marilah  kita menggunakan  bagi diri kita kesempatan  yang telah diberikanNya kepada kita supaya  kita dapat diubahkan menjadi serupa dengan  Dia, dan dipulihkan kembali ke dalam  persahabatan  dengan malaikat-malaikat  yang melayani, ke dalam hubungan yang  harmonis dengan Allah Bapa dan Anak itu.
(Bandingkanlah nomor yang terdapat dalam  kurung dengan nomor yang terdapat dalam  bab ini)
1) Hal-hal yang tiada berdaya mengubah hatiku  ialah:(1)
2) Apakah reaksiku sebagai orang berdosa  terhadap hal-hal yang mengenai Allah?  (1 Korintus 2:14)
3) Kemudian, apakah yang harus terjadi  padaku? (Yohanes 3:3, 7; 1:29)
4) Apakah jembatan yang melintas atas  jurang antara Allah dengan saya?(7)  (Roma 3:21-24)
5) Bagaimanakah  saya dapat hidup  menang atas dosa? (Pilipi 4:13)
6) Ringkaskanlah Roma 6:12—14  sebagaimana ia berguna bagimu.

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *