ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Tuesday, November 1, 2016

OBAT UNTUK PIKIRAN

18

OBAT UNTUK PIKIRAN

Sangat erat hubungan antara pikiran dan tubuh. Bila salah satu terpengaruh maka yang lain ikut merasakan. Kondisi pikiran mempengaruhi kesehatan jauh lebih luas dari yang disadari banyak orang. Banyak dari penyakit-penyakit yang diderita manusia adalah akibat dari depresi mental. Kesedihan, kegelisahan, rasa tidak puas, penyesalan yang dalam, rasa bersalah, ketidakpercayaan, semuanya cenderung merusak daya hidup dan mengundang kerusakan dan kematian. 

Kadang-kadang penyakit timbul, dan sering bertambah buruk, karena khayalan. Banyak orang yang cacat seumur hidup bisa sehat kalau saja mereka berpikir demikian. Banyak orang yang membayangkan bahwa setiap gangguan kecil saja akan mendatangkan penyakit, dan efek buruknya timbul karena diharapkan. Banyak orang mati karena penyakit yang penyebabnya adalah khayalan belaka.

Semangat, pengharapan, iman, kasih,  semuanya meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. Pikiran yang puas, semangat yang gembira, merupakan kesehatan bagi tubuh dan kekuatan bagi jiwa. "Hati yang gembira adalah obat manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."1

Dalam perawatan orang sakit, akibat dari pengaruh pikiran jangan diabaikan. Kalau dimanfaatkan dengan tepat pengaruh ini menyediakan salah satu sarana paling efektif untuk membasmi penyakit.


Pengendalian Pikiran Atas Pikiran

Namun ada semacam pengobatan pikiran yang menjadi salah satu sarana kejahatan yang paling efektif. Melalui apa yang dinamakan ilmu pengetahuan ini, pikiran seseorang dikuasai oleh pikiran orang lain sehingga pribadi yang lebih lemah tenggelam dalam pikiran orang yang lebih kuat. Seseorang melakonkan kemauan orang lain. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa gaya pikiran dapat berubah, bahkan dorongan-dorongan yang menyehatkan dapat diberikan, dan pasien mungkin disanggupkan untuk menolak dan mengatasi penyakit.

Cara pengobatan seperti ini telah digunakan oleh orang-orang yang tidak tahu keadaan dan kecenderungan yang sebenarnya, dan yang mempercayainya sebagai suatu cara yang menguntungkan bagi si sakit. Tetapi apa yang disebut ilmu pengetahuan itu didasarkan atas prinsip-prinsip yang palsu. Hal itu asing bagi sifat dan roh Kristus. Hal ini tidak menuntun orang kepada-Nya yang adalah hidup dan keselamatan. Orang yang menarik pikiran orang lain kepada dirinya memisahkan mereka dari Sumber kekuatan mereka yang sejati.

Bukanlah rencana Alah agar manusia menyerahkan pikiran dan kemauannya kepada pengendalian orang lain, menjadi alat yang pasif di tangannya. Tidak ada orang yang harus menggabungkan kepribadiannya dengan orang lain. Dia seharusnya tidak memandang manusia manapun sebagai sumber penyembuhan. Ketergantungannya harus pada Allah. Dalam martabat kemanusiaan yang diberikan Allah, dia harus dikendalikan oleh Allah sendiri, bukan oleh sesuatu kecerdasan manusia.

Allah ingin membawa manusia ke dalam satu hubungan langsung dengan diri-Nya. Dalam segala urusan-Nya dengan manusia, Ia mengakui prinsip tanggungjawab perorangan. Ia berusaha mendorong suatu rasa ketergantungan perorangan dan menekankan pentingnya tuntunan perorangan. Ia ingin membawa manusia ke dalam pergaulan dengan ilahi, agar manusia dapat diubah ke dalam keserupaan keilahian-Nya. Setan berusaha memutarbalikkan maksud ini. Dia berusaha mendorong ketergantungan pada manusia. Bilamana pikiran berpaling dari Allah, si penggoda itu dapat menarik mereka ke bawah kuasanya. Dia dapat mengendalikan umat manusia.


Teori tentang pengendalian pikiran atas pikiran itu berasal dari Setan, untuk memperkenalkan dirinya sebagai pekerja utama, untuk menggantikan filsafat Allah dengan filsafat manusia. Dari semua kesalahan yang berterima di kalangan umat yang menamakan dirinya Kristen, tidak ada penipuan yang lebih berbahaya dan tidak ada hal yang lebih pasti untuk menceraikan manusia dari Allah, daripada masalah ini. Meskipun nampaknya hal ini tidak mengandung kesalahan, jika dipraktikkan kepada para pasien maka itu akan cenderung mengakibatkan kebinasaan mereka, bukannya pemulihan. Itu akan membuka pintu bagi Setan melalui mana dia akan masuk, baik untuk menguasai pikiran yang diserahkan untuk dikuasai oleh pikiran yang lain maupun pikiran yang mengendalikannya.

Kuasa yang diserahkan kepada laki-laki dan perempuan yang berpikiran jahat adalah menakutkan. Alangkah banyak kesempatan yang dimungkinkannya bagi mereka yang hidup dari keuntungan karena kelemahan dan kebodohan orang lain! Berapa banyak orang akan mendapatkan suatu cara pemuasan nafsu jahat atau ketamakan dengan menguasai pikiran yang lemah atau sakit!

Ada sesuatu yang lebih baik untuk kita lakukan daripada pengendalian manusia atas manusia. Dokter harus mendidik masyarakat agar memalingkan pandangan dari manusia kepada ilahi. Gantinya mendidik orang sakit supaya bergantung kepada manusia untuk pengobatan jiwa dan raga, dia harus mengarahkan pandangan mereka kepada Seorang yang dapat menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya. Ia yang telah membuat pikiran manusia mengenal apa yang dibutuhkan oleh pikiran. Allah sajalah yang dapat menyembuhkan. Mereka yang pikiran dan tubuhnya sakit harus memandang kepada Kristus sebagai penyembuh. "Karena Aku hidup," Ia berkata, "kamu juga akan hidup."3 Inilah kehidupan yang harus kita perkenalkan kepada orang sakit, katakan kepada mereka bahwa jika mereka menaruh iman dalam Kristus sebagai penyembuh, kalau mereka bekerjasama dengan Dia, menuruti hukum kesehatan dan berusaha menyempurnakan kesalehan dalam takut akan Dia, maka Ia akan memberikan hidup-Nya kepada mereka. Apabila kita memperkenalkan Kristus kepada mereka dengan cara demikian, maka kita membagikan suatu kuasa, suatu kekuatan yang bernilai; karena itu datangnya dari atas. Inilah ilmu penyembuhan sejati bagi jiwa dan raga.


=================================================================
"Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku dan dengan nyanyian aku bersyukur kepada-Nya."2
=================================================================


Rasa Simpati

Akal budi yang tinggi diperlukan dalam penanganan penyakit yang disebabkan oleh pikiran. Hati yang sakit dan sedih, pikiran yang kecewa, keduanya memerlukan perawatan yang lembut. Banyak kali sebagian dari kesusahan hidup, seperti kanker, menggerogoti jiwa dan melemahkan daya hidup. Dan kadang-kadang dalam kasus penyesalan akan dosa menggerogoti tubuh dan mengacaukan keseimbangan pikiran. Melalui simpati yang lemah lembut golongan penderita seperti ini dapat disembuhkan. Dokter harus yang pertama kali berhasil memenangkan kepercayaan mereka, kemudian mengarahkan mereka kepada Tabib Agung itu. Jika iman mereka dapat diarahkan kepada Dokter Sejati itu, dan mereka yakin bahwa Ia telah menangani penyakit mereka, maka hal ini akan memberi kelegaan pada pikiran dan sering menyehatkan tubuh.

Rasa simpati dan akal budi sering akan terbukti menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi orang sakit dibanding dengan perawatan paling terampil yang dilakukan dengan cara yang kaku dan masabodoh. Apabila seorang dokter mengunjungi pasien di tempat tidurnya dengan sikap kurang peduli dan sembrono, melihat kepada orang yang menderita itu dengan sedikit perhatian, melalui kata-kata dan tindakannya memberi kesan bahwa kasus penyakitnya tidak memerlukan banyak perhatian, kemudian meninggalkan pasien itu bertanya-tanya dalam hati, berarti dia telah membahayakan pasien itu secara pasti. Keragu-raguan dan kekecewaan yang diakibatkan oleh kurang perhatiannya sering akan meniadakan pengaruh kebaikan dari obat-obatan yang mungkin dia berikan. 

Kalau para dokter dapat menempatkan diri di tempat pasien yang semangatnya sudah merosot dan kemauannya sudah dilemahkan oleh penderitaan, dan yang rindu mendengar kata-kata simpati dan jaminan, maka mereka akan lebih siap untuk menghargai perasaan-perasaan si pasien. Apabila kasih dan simpati yang Kristus nyatakan bagi orang sakit itu dipadukan dengan pengetahuan dokter, maka kehadirannya akan menjadi berkat.

Keterusterangan dalam melayani seorang pasien mengilhami dia dengan kepercayaan, dengan demikian terbukti menjadi satu penolong untuk penyembuhan. Ada dokter-dokter yang menganggap bijaksana kalau menyembunyikan dari pasien itu keadaan dan penyebab penyakit yang sedang dideritanya. Banyak pula yang karena takut akan mengejutkan atau mengecewakan pasien kalau mengatakan hal sebenarnya, akan mengemukakan harapan-harapan palsu akan kesembuhan, bahkan membiarkan pasien masuk ke liang kubur tanpa mengamarkan tentang keadaannya yang berbahaya. Semua ini tidak bijaksana. Mungkin tidak selamanya aman atau baik untuk menjelaskan kepada pasien seluruh keadaan dari bahayanya itu. Hal ini bisa saja mencemaskan dia dan memperlambat bahkan mencegah kesembuhan. Tidak juga seluruh kebenaran itu selalu dapat diberitahukan kepada mereka yang penyakitnya pada umumnya bersifat khayalan. Banyak di antara orang-orang ini yang berpikir secara tidak wajar, dan tidak terbiasa melatih pengendalian diri. Pikiran mereka mengambang dan membayangkan banyak hal yang palsu mengenai diri sendiri dan orang lain. Bagi mereka segala hal ini benar-benar terjadi, dan orang-orang yang merawat mereka perlu menunjukkan kebaikan secara terus-menerus serta kesabaran dan ketelitian yang tidak mengenal lelah. Sekiranya pasien ini diberitahukan apa yang sebenarnya terjadi dengan diri mereka, sebagian ada yang tersinggung dan ada yang kecewa. Kristus berkata kepada murid-murid-Nya, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya."4 Tetapi walaupun kebenaran itu mungkin tidak diucapkan seluruhnya pada setiap kesempatan, tetapi tidak perlu atau dibenarkan untuk menipu. Jangan sekali-kali dokter atau perawat membisikkan kebohongan. Orang yang berbuat seperti ini menempatkan dirinya di mana Allah tidak dapat bekerjasama dengannya, dan dalam mengorbankan kepercayaan para pasiennya, dia sedang membuang salah satu pertolongan manusiawi yang paling efektif bagi pemulihan kesehatan mereka.

Kuasa kemauan tidak dinilai sebagaimana mestinya. Hendaklah kemauan itu tetap hidup dan diarahkan dengan benar, maka kemauan itu akan menghasilkan tenaga dalam tubuhnya dan akan menjadi pertolongan yang luar biasa dalam memelihara kesehatan. Itu juga merupakan suatu kekuatan dalam mengatasi penyakit. Kalau dilakukan dengan cara yang benar, itu akan mengendalikan imajinasi dan menjadi cara yang ampuh untuk menangkal dan mengatasi baik itu penyakit pikirani maupun jasmani. Dengan memanfaatkan kuasa kemauan dengan menempatkan diri dalam hubungan yang benar dengan kehidupan, para pasien dapat berbuat banyak dalam bekerjasama dengan upaya dokter untuk kesembuhan mereka. Ada ribuan orang yang dapat pulih kembali kesehatannya asalkan mereka mau. Tuhan tidak mau mereka itu sakit. Ia ingin agar mereka sehat dan bahagia, dan mereka harus bertekad untuk sehat. Seringkali penderita dapat menangkal penyakit hanya dengan menolak untuk menyerah kepada penyakit dan hanya berdiam diri tidak melakukan apa-apa. Untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri, biarlah mereka melakukan satu pekerjaan bermanfaat yang sesuai dengan kekuatan mereka. Dengan pekerjaan demikian dan dengan bebas memanfaatkan udara dan sinar matahari, banyak penderita yang badannya sudah kurus bisa pulih kesehatan dan kekuatan mereka.


Prinsip-prinsip Alkitab Tentang Obat

Bagi mereka yang mau memperoleh kembali kesehatan dan mempertahankannya, ada pelajaran dari Kitab Suci, "Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan roh."5 Bukan melalui rangsangan atau pun peluapan yang dihasilkan oleh bahan-bahan perangsang yang tidak alami atau tidak sehat; bukan pula dengan pemanjaan selera atau nafsu yang rendah dapat ditemukan penyembuhan atau kesegaran sejati bagi tubuh atau jiwa. Banyak di antara orang sakit yang hidup tanpa Allah dan tanpa pengharapan. Mereka menderita akibat keinginan-keinginan yang tidak terpuaskan, nafsu yang tak terkendali, dan hukuman dari hati nurani mereka sendiri; mereka kehilangan kendali atas hidup ini, dan mereka tidak mempunyai masa depan. Janganlah mereka yang mengurus orang sakit ini mengharapkan keberhasilan dengan memanjakan kesenangan-kesenangan mereka yang tidak karuan dan merangsang. Semua ini sudah menjadi kutuk bagi kehidupan mereka. Jiwa yang haus dan lapar akan terus merasa haus dan lapar selama mereka berusaha mencari kepuasan dalam hal ini. Mereka yang minum dari sumber kepelesiran yang bersifat mementingkan diri adalah orang yang tertipu. Mereka salah mengira bahwa rangsangan itu adalah kekuatan, dan bilamana rangsangan-rangsangan itu berhenti maka angan-angan pun berakhir, dan mereka dibiarkan dalam rasa tidak puas dan patah semangat.

Damai abadi dan ketenteraman hati yang sejati mempunyai hanya mempunyai satu Sumber. Inilah yang dimaksudkan Kristus ketika Ia mengatakan, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."6 "Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu."7 Damai ini bukanlah sesuatu yang diberikan-Nya secara terpisah dari diri-Nya. Itu terdapat di dalam Kristus, dan kita dapat menerimanya hanya dengan menerima Dia.

Kristus adalah mata air kehidupan. Apa yang diperlukan banyak orang adalah pengetahuan yang lebih jelas tentang Dia; mereka perlu dengan sabar dan ramah, namun dengan sungguh-sungguh, mengajarkan bagaimana manusia seutuhnya bisa terbuka bagi sarana penyembuhan surgawi. Ketika cahaya kasih Allah menerangi kamar-kamar jiwa yang gelap, maka kegelisahan dan rasa tidak puas akan berhenti, dan kegembiraan yang memuaskan akan memberikan kekuatan kepada pikiran dan kesehatan serta tenaga bagi tubuh.


=================================================================
"Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah."8
=================================================================


Kita berada di satu dunia yang penuh penderitaan. Kesulitan, cobaan dan kesusahan sedang menanti kita semua di sepanjang perjalanan menuju rumah semawi. Tetapi banyak orang yang melipatgandakan bebannya dengan terus-menerus memperkirakan kesusahan. Kalau mereka menghadapi kesulitan atau kekecewaan, mereka menganggap bahwa segalanya akan hancur, bahwa penderitaan mereka adalah yang paling berat dari semuanya, dan bahwa mereka pasti akan berkekurangan. Dengan demikian mereka menyusahkan diri sendiri dan menyelubungi diri dalam bayangan. Hidup itu sendiri menjadi suatu beban bagi mereka. Tetapi tidak perlu terjadi hal yang demikian. Diperlukan upaya yang teguh untuk mengubah arus pemikiran mereka. Tetapi perubahan dapat diadakan. Kebahagiaan mereka, baik itu terhadap kehidupan masa sekarang maupun yang akan datang, bergantung pada kemantapan pemikiran mereka atas perkara-perkara yang menggembirakan. Biarlah mereka memalingkan pandangan dari gambaran suram, yang semata-mata bersifat khayalan, kepada keuntungan-keuntungan yang telah ditaburkan Allah di sepanjang perjalanan hidup kita, dan di balik itu adalah hal yang tidak kelihatan dan kekal.

Untuk setiap pencobaan Allah telah menyediakan pertolongan. Sewaktu bangsa Israel di padang belantara tiba di sumber air yang pahit di Mara, Musa berseru kepada Tuhan. Tuhan tidak menyediakan jalan keluar yang baru; Ia menarik perhatian kepada apa yang sudah ada. Belukar yang telah diciptakan-Nya itulah yang dilemparkan ke dalam sumbernya dan air menjadi jernih dan enak. Setelah ini dilakukan, bangsa itu minum dari air dan mereka disegarkan. Dalam setiap pencobaan, jika kita mencari Dia, Kristus akan menolong kita. Mata kita akan terbuka untuk melihat janji-janji penyembuhan yang tersurat dalam firman-Nya. Roh kudus akan mengajarkan kita bagaimana memanfaatkan setiap berkat sebagai penangkal kesedihan hati. Untuk setiap teguk kepahitan yang ditaruh pada bibir kita, kita akan memperoleh suatu bagian penyembuhan.

Kita tidak boleh membiarkan masa depan, dengan masalah-masalahnya yang sulit dan prospeknya yang tidak memuaskan itu, untuk membuat hati kita lemah, lutut kita gemetar dan tangan kita lunglai. "Kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku,"9 demikianlah firman Yang Mahakuasa. Mereka yang menyerahkan hidupnya ke dalam pimpinan-Nya dan kepada pekerjaan-Nya tidak akan pernah berada di tempat di mana Ia belum mengadakan persediaan. Bagaimanapun keadaan kita, jika kita adalah pelaku-pelaku firman-Nya, maka ada seorang Pemandu untuk mengarahkan perjalanan kita; apapun kebingungan kita, kita memiliki seorang Penasihat yang pasti; bagaimanapun kesusahan, kemalangan atau rasa kesepian kita, ada seorang Sahabat yang menaruh simpati.

Jika dalam kebodohan kita salah melangkah, Juruselamat tidak meninggalkan kita. Kita tidak perlu merasa sendirian. Malaikat-malaikatlah pendamping kita. Penghibur yang dijanjikan Kristus dan diutus atas nama-Nya itulah yang tinggal di dalam kita. Dalam perjalanan menuju ke Kota Allah, tidak ada kesulitan-kesulitan yang tak dapat diatasi oleh mereka yang percaya kepada-Nya. Tidak ada bahaya yang tidak dapat dihindari. Tidak ada satu kesusahan, atau kemalangan, atau kelemahan manusia, terhadap mana Ia tidak menyediakan suatu penawar.

Tidak ada yang perlu membiarkan dirinya kecewa atau putus asa. Setan boleh saja datang menghampirimu dengan pendapat yang kejam, "Kasus kamu tidak ada harapan. Engkau tak dapat ditebus." Tetapi ada pengharapan bagimu dalam Kristus. Allah tidak menyuruh kita untuk mengatasinya dengan kekuatan kita sendiri. Ia meminta kita supaya datang dekat ke sisi-Nya. Kesulitan apapun yang kita alami, yang menekan jiwa dan raga, Ia menanti untuk membebaskan kita.

Ia yang sudah menjelma menjadi manusia dapat merasakan penderitaan umat manusia. Kristus tidak hanya mengenal setiap jiwa, dan peliknya keperluan-keperluan serta ujian jiwa, tetapi Ia juga tahu semua keadaan yang melukai dan membingungkan jiwa itu. Tangan-Nya terentang dengan kelembutan yang penuh haru bagi setiap anak yang menderita. Mereka yang paling menderita akan menerima belas kasihan dan simpati-Nya yang paling banyak. Hati-Nya terjamah dengan rasa kekurangan kita, dan Ia ingin agar kita meletakkan kebingungan dan kesusahan kita di kaki-Nya dan meninggalkannya di situ.

Tidaklah bijaksana memperhatikan diri kita dan mengamati emosi kita. Kalau kita melakukannya, musuh itu akan menghadapkan kesulitan-kesulitan dan penggodaan-penggodaan yang melemahkan iman dan melumpuhkan semangat. Terpaku dengan emosi dan menuruti perasaan kita itu berarti menyenangkan keragu-raguan dan menjerat diri dalam kebingungan. Kita harus mengalihkan pandangan dari diri kita kepada Yesus.


=================================================================
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekuatannya dia di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain. . . Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus."10
=================================================================


Apabila penggodaan menyerang engkau, bilamana kesusahan, kebingungan dan kegelapan menyelubungi jiwamu, lihatlah ke tempat di mana engkau terakhir kalinya melihat terang. Tinggallah di dalam kasih Kristus dan di bawah perlindungan-Nya. Apabila dosa berusaha menguasai hatimu, bilamana kesalahan menekan jiwamu dan membebani hati nuranimu, bilamana ketidakpercayaan menudungi pikiran, ingatlah bahwa anugerah Kristus cukup untuk mengatasi dosa dan mengusir kegelapan. Memasuki persekutuan dengan Juruselamat berarti kita memasuki wilayah damai.


Janji-janji Penyembuhan

"Tuhan menebus jiwa hamba-hamba-Nya; Tidak ada di antara mereka yang mempercayai-Nya akan merasa kesepian."11

"Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya."12

"Sion berkata, Tuhan meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku."13

"Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."14

"Dengarlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya, dan mau menanggung kamu terus Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."15

Tidak ada yang lebih cenderung meningkatkan kesehatan tubuh dan jiwa daripada roh ucapan syukur dan pujian. Adalah tugas yang positif untuk menolak kemurungan, pikiran dan perasaan-perasaan yang tidak puas -- sama baiknya dengan berdoa. Jika kita sedang menuju ke surga, bagaimana kita dapat berjalan seperti iring-iringan pelayat yang meraung dan mengeluh di sepanjang jalan ke rumah Bapa kita itu?

Mereka yang mengaku sebagai orang-orang Kristen tapi senantiasa mengeluh, bahkan seolah-olah menganggap kebahagiaan dan kegembiraan itu dosa, tidaklah mempunyai agama yang sejati. Mereka yang suka bersusah terhadap segala yang menyedihkan di dunia yang alami ini, yang suka memandang daun-daun kering daripada mengumpulkan bunga-bunga nan indah yang hidup, yang tidak melihat keindahan di puncak gunung-gunung yang besar dan di lembah-lembah yang ditutupi dengan rerumputan hijau, yang menutup pancaindera mereka terhadap suara kegembiraan yang berbicara kepada mereka melalui alam, yang merdu dan indah kepada telinga yang mendengar -- mereka ini tidak berada dalam Kristus. Mereka menutupi diri dengan kegelapan dan kekelaman, yang sebenarnya mereka dapat memperoleh terang, bahkan Matahari Kebenaran yang terbit dalam hati mereka yang mengandung kesembuhan dalam pancaran sinarnya.

Sering pikiranmu bisa menjadi kabur karena rasa sakit. Maka janganlah mencoba untuk berpikir. Engkau tahu bahwa Yesus mengasihimu. Ia mengerti semua kelemahanmu. Engkau dapat melakukan kehendak-Nya hanya dengan bersandar pada lengan-Nya.

Adalah hukum alam bahwa pikiran dan perasaan kita didorong dan dikuatkan kalau kita mau mengungkapkannya. Sementara kata-kata menyatakan pemikiran, adalah juga benar bahwa pikiran mengikuti kata-kata. Kalau kita mau lebih banyak menyatakan iman kita, dan lebih bergembira karena berkat-berkat yang kita tahu sudah kita terima -- yakni rahmat dan kasih Allah yang besar -- maka kita sudah pasti mempunyai iman yang lebih kuat dan kegembiraan yang lebih besar. Tidak ada bahasa yang dapat menguraikan, tidak ada pikiran fana yang dapat memahami berkat sebagai hasil dari penghargaan atas kebaikan dan kasih Allah. Di bumi ini pun kita bisa memiliki kegembiraan seperti sebuah mata air yang tak pernah kering karena diisi dengan air hidup yang mengalir dari takhta Allah.

Maka marilah kita mendidik hati dan bibir kita untuk mengucapkan pujian akan Allah karena kasih-Nya yang tak terduga itu. Marilah kita mendidik jiwa kita supaya menaruh pengharapan dan tinggal dalam terang yang memancar dari kayu salib di Golgota. Janganlah kita lupakan bahwa kita adalah anak-anak Raja surga, putra dan putri Tuhan semesta Alam. Adalah kesempatan kita untuk memelihara perhentian yang tenang di dalam Allah.

"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu . . . dan bersyukurlah."16 Sambil melupakan kesulitan dan kesusahan kita sendiri, marilah kita memuji Allah karena kesempatan untuk hidup bagi kemuliaan nama-Nya. Biarlah berkat-berkat segar dari setiap hari yang baru membangkitkan pujian dalam hati kita akan tanda-tanda dari kasih pemeliharaan-Nya. Bilamana engkau membuka mata di pagi hari, berterima kasihlah kepada Allah karena Ia telah melindungi engkau sepanjang malam. Berterima kasihlah kepada-Nya atas kedamaian-Nya dalam hatimu. Pagi, siang dan malam, biarlah rasa syukurmu naik ke surga seperti bau-bauan yang harum.

Bilamana seorang menanyakan bagaimana perasaanmu, janganlah pikirkan sesuatu yang menyedihkan untuk diceritakan supaya menarik simpatinya. Janganlah bicarakan kekurangan imanmu atau kesusahanmu atau penderitaanmu. Si penggoda itu senang mendengar perkataan seperti itu. Bilamana berbicara tentang pembicaraan yang kelabu, berarti engkau sedang memuliakan dia. Kita tidak boleh memikir-mikirkan kuasa Setan yang besar itu untuk menguasai kita. Sering kita menyerahkan diri kita ke tangannya dengan membicarakan tentang kuasanya. Sebaliknya marilah kita membicarakan kuasa Allah yang besar yang mengikat perhatian kita dengan perhatian-Nya. Ceritakanlah mengenai kuasa Kristus yang tiada taranya itu, dan bicarakanlah tentang kemuliaan-Nya. Segenap surga menaruh perhatian akan keselamatan kita. Malaikat-malaikat Allah yang jumlahnya beribu-ribu, berlaksa-laksa, dan sepuluh ribu kali beribu-ribu itu, semuanya mendapat tugas untuk melayani mereka yang akan menjadi ahli waris keselamatan. Mereka melindungi kita dari kejahatan dan memukul mundur kuasa kegelapan yang berusaha memusnahkan kita. Bukankah ada alasan untuk berterimakasih setiap saat, berterima kasih walaupun bila ada kesulitan yang nyata dalam perjalanan kita?


Nyanyikanlah Pujian

Biarlah pujian dan ucapan syukur dinyatakan dalam nyanyian. Bila tergoda, gantinya menguraikan perasaan kita, marilah kita dengan iman mengangkat satu pujian dan ucapan syukur kepada Allah.

Kami puji Engkau, ya Allah, karena Putra-Mu yang Engkau kasihi. Karena Yesus yang telah mati dan sekarang naik ke surga. 

Kami puji Engkau, ya Allah, karena Roh-Mu yang menerangi, 
Yang telah menunjukkan Juruselamat kepada kami, dan mengusir          malam kegelapan. 

Segala kemuliaan dan pujian bagi Anak Domba yang tersembelih, Yang telah memikul segala dosa kami, dan membersihkan segala          noda. 

Segala kemuliaan dan pujian bagi Allah sumber segala anugerah, Yang telah membeli kita, mencari kita, dan menuntun jalan kita. 

Segarkan kami kembali; penuhilah setiap hati dengan kasih-Mu; Kiranya setiap jiwa berkobar dengan api dari atas. 

Haleluya! Milik-Mulah kemuliaan, Haleluya! 
Haleluya! Milik-Mulah kemuliaan, Segarkanlah kami kembali. Amin.

Nyanyian adalah senjata yang senantiasa dapat kita gunakan untuk melawan kekecewaan. Sementara kita membuka hati kepada sinar matahari hadirat Juruselamat, kita akan memperoleh kesehatan dan berkat-Nya.

=================================================================
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."17
=================================================================

"Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! 
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 
Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, 
Yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan." 

"Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, 
Percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib; 
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, 
Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan."

"Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, 
Dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. 
Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam, 
Terkurung dalam sengsara dan besi 
Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah, 
Dan menista nasihat yang Mahatinggi, 
Maka ditundukkan-Nya hati mereka dalam kesusahan, 
Mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong. 
Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam 
  kesengsaraan mereka, 
Dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka, 
Dibawanya mereka belenggu-belenggu mereka. 
Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, Karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib 
Terhadap anak-anak manusia."

"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, 
Dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? 
Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, Penolongku dan Allahku."18

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."19 Perintah ini adalah satu jaminan bahwa hal-hal yang nampaknya menentang kita akan bekerja demi kebaikan kita. Allah tidak akan menyuruh kita berterima kasih untuk sesuatu yang akan membahayakan kita.

"Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, 
  Kepada siapa aku harus takut? 
Tuhan adalah benteng hidupku, 
  Terhadap siapakah aku harus gemetar?" 

"Sebab ia melindungi aku di dalam pondok-Nya pada waktu bahaya;      Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, 
Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. 
  Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku 
  sekeliling aku; 
Dalam kemah-Nya aku mempersembahkan korban dengan sorak sorai;       Aku mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan." 

"Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; 
  Lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakanku minta          tolong. 
Ia mengangkat aku dari lubang kebinasaan, dari lumpur rawa; 
  Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku 
  untuk memuji Allah kita."20

Salah satu penghalang yang pasti bagi pemulihan kesehatan orang sakit ialah terpusatnya perhatian pada diri mereka sendiri. Banyak penderita merasa bahwa setiap orang harus mencurahkan  simpati dan menolong mereka, padahal apa yang mereka perlukan ialah supaya perhatian mereka dialihkan dari dirinya, untuk memikirkan dan mempedulikan orang lain.


Seringkali doa disampaikan untuk yang menderita, yang bersusah, dan yang kecewa; dan ini memang benar. Kita harus berdoa agar Allah memancarkan sinar terang-Nya kepada pikiran yang gelap dan menghibur hati yang susah. Tetapi Allah menjawab doa bagi mereka yang menempatkan diri dalam saluran berkat-Nya. Sementara kita melayangkan doa bagi orang-orang yang bersedih ini, kita harus mendorong mereka untuk mencoba menolong orang lain yang lebih membutuhkan dari mereka. Kegelapan akan terusir dari hati mereka sendiri sementara mereka mencoba menolong orang lain. Sementara kita berusaha menghibur orang lain dengan penghiburan yang diberikan kepada kita, berkat itu kembali lagi kepada kita. 

Yesaya pasal lima puluh delapan adalah resep bagi penyakit-penyakit tubuh dan jiwa. Kalau kita merindukan kesehatan dan kebahagiaan hidup yang sejati, kita harus mengikuti peraturan yang diberikan dalam Kitab Suci. Mengenai pelayanan yang berterima kepada-Nya, dan berkat-berkatnya, Tuhan mengatakan:

"Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar 
Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah, Dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi   dia pakaian dan 
Tidak menyembunyikan diri terhadap saudara sendiri! 
Pada waktu itulah terangmu merekah seperti fajar 
Dan lukamu akan pulih dengan segera; 
Kebenaran menjadi barisan depanmu 
Dan kemuliaan tuhan barisan belakangmu. 
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab. Engkau akan berteriak minta tolong dan ia akan berkata: 
Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang engkau        inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, 
Maka terangmu akan terbit dalam gelap 
Dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 
Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu      di tanah yang kering, 
Dan akan membarui kekuatanmu; 
Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik 
Dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan."21

Perbuatan kebajikan adalah berkat ganda, menguntungkan si pemberi dan si penerima kebaikan itu. Kesadaran akan perbuatan yang benar adalah salah satu obat terbaik bagi penyakit tubuh dan pikiran. Apabila pikiran senang dan bebas dari perasaan kewajiban yang telah dilakukan dengan baik dan rasa puas karena memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka pengaruh yang menggembirakan dan mengangkat jiwa itu memberi hidup baru kepada manusia seutuhnya.

Biarlah penderita itu berusaha untuk membagikan, gantinya terus mengharapkan rasa simpati orang lain. Letakkanlah beban kelemahanmu sendiri dan kesusahan serta penderitaan itu ke kaki Juruselamat yang penuh kemurahan. Bukalah hatimu kepada kasih-Nya dan salurkanlah itu kepada orang lain. Ingatlah bahwa semua orang mempunyai cobaan berat untuk dipikul, godaan-godaan yang berat untuk ditolak, dan engkau bisa berbuat sesuatu untuk meringankan beban-beban itu. Nyatakanlah rasa syukurmu atas berkat-berkat yang telah engkau terima; tunjukkanlah penghargaan atas perhatian yang engkau terima. Penuhilah hatimu dengan janji-janji Allah yang indah itu, agar engkau dapat mengeluarkan dari perbendaharaan ini kata-kata yang akan menghibur dan menguatkan orang lain. Hal ini akan menyelubungi engkau dengan suasana yang menolong dan mengangkat jiwa. Biarlah menjadi tujuanmu untuk memberkati mereka yang berada di sekitarmu, dan engkau akan menemukan cara-cara untuk menolong baik anggota-anggota keluargamu sendiri maupun orang-orang lain.

Kalau orang yang menderita sakit itu mau melupakan dirinya dengan memberi perhatian pada orang lain; sekiranya mereka mau memenuhi perintah Tuhan untuk melayani mereka yang lebih memerlukan pertolongan ketimbang diri mereka, maka mereka akan mengakui kebenaran dari janji yang dinubuatkan ini, "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera."


Mara dan Elim

Sekarang ini Elim dengan pohon palem dan mata air, 
  Dan naungan yang menggembirakan di padang pasir gersang; Kemarin di Mara, semuanya batu dan pasir, 
  Kesuraman dan kesepian yang tak terlindung. 
Namun padang pasir yang sama menampung keduanya, 
  Angin panas yang sama mengembara di atas tanah yang lengang; Lembah dataran rendah yang sama menaungi keduanya, 
  Dan gunung-gunung yang sama mengelilingi keduanya. 

Demikianlah dengan kita di bumi ini, dan 
  Demikianlah aku teringat itu pernah ada; 
Yang pahit dan yang manis, yang susah dan yang gembira, 
  Tergelar bersama, hanya sehari berselang.

Terkadang Allah mengubah yang pahit jadi manis, 
  Terkadang Ia memberi kita mata air yang nyaman; 
Terkadang Ia melindungi kita dengan tiang awan-Nya, dan
  Terkadang dibawanya ke bawah naungan pohon palem. 

Apa sebabnya? Waktunya tidak lama lagi;
  Mara dan Elim akan sama-sama dilewati; 
Mata air dan pohon-pohon palem di belantara segera lewat, 
  Kita tiba di "Kota Allah kita" pada akhirnya. 
Oh negeri bahagia! di seberang bukit-bukit lengang ini,
  Di mana pancaran air kekal menyemburkan keriangan; 
Oh Firdaus yang suci! di atas segala langit, 
  Di mana kita akan mengakhiri pengembaraan di belantara ini. 
                                             --Horatius Bonar


Berkat yang Tentu Tuhan Janji

Berkat yang tentu Tuhan janji,
Yesus menjadi milik kami;
Umat Tebusan, waris Allah
Disuci oleh darah Yesus

Koor:
Kami masyhurkan dan nyanyikan, 
Memuji Yesus, spanjang hari
Kami masyhurkan dan nyanyikan,
Memuji Yesus spanjang hari.

Berserah kami pada Tuhan,
Itu memberikan kegemaran;
Turun malaikat pada kami,
Membawa rahmat serta kasih.

Berserah kami pada Yesus, 
Damai bahagia diberikan-Nya 
Kami memohon pada Allah,
Turunkan kuasa dan anugerah.
          --Fanny J. Crosby.

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *