11
BEKERJA UNTUK YANG TIDAK BERTARAK
Setiap reformasi yang benar mendapat tempat dalam pekerjaan
injil dan cenderung mengangkat jiwa kepada satu kehidupan yang baru dan lebih
mulia. Reformasi pertarakan itu khususnya menuntut dukungan para pekerja
Kristen. Mereka harus menaruh perhatian pada pekerjaan ini dan menjadikannya
sebagai masalah kehidupan. Di mana-mana mereka harus menyatakan kepada orang
banyak prinsip-prinsip pertarakan yang benar dan mengajak orang untuk
menandatangani janji pertarakan. Usaha yang sungguh-sungguh harus dilakukan demi
mereka yang diperbudak oleh kebiasaan-kebiasaan jahat.
Di mana-mana ada tugas yang harus dilakukan bagi mereka yang
jatuh karena tidak bertarak. Di kalangan gereja-gereja, lembaga-lembaga
keagamaan, di rumah-rumah orang Kristen, banyak orang muda yang memilih jalan
kebinasaan. Melalui kebiasaan tidak bertarak mereka membawa penyakit kepada
diri mereka sendiri, dan melalui sifat tamak akan uang untuk pemanjaan dosa
mereka jatuh ke dalam praktik-praktik yang tidak jujur. Kesehatan dan tabiat
jadi rusak. Terpisah dari Allah dan terbuang dari masyarakat, jiwa-jiwa yang
malang ini merasa bahwa mereka tidak mempunyai pengharapan baik untuk hidup
sekarang ini maupun yang akan datang. Hati banyak orangtua kecewa. Orang-orang
mencap mereka ini sebagai manusia yang tidak punya harapan; tetapi Allah tidak
menganggapnya demikian. Ia mengerti semua keadaan yang telah membuat mereka
seperti itu, dan Ia memandang mereka dengan belas kasihan. Inilah golongan
orang yang menuntut pertolongan. Jangan pernah berikan kesempatan bagi mereka
mengatakan, "Tidak ada orang yang peduli akan jiwa saya."
Di antara korban-korban ketidakbertarakan terdapat
orang-orang dari semua golongan dan segala profesi. Orang-orang yang
berkedudukan tinggi, yang memiliki kecakapan istimewa, yang berprestasi tinggi,
semuanya sudah menyerah kepada pemanjaan selera sampai mereka tidak berdaya
untuk menolak godaan. Sebagian dari mereka yang tadinya memiliki kekayaan
sekarang menjadi tuna wisma, tidak mempunyai teman, berada dalam penderitaan,
kesusahan, penyakit dan kebejatan moral. Mereka sudah kehilangan pengendalian
diri. Kecuali ada tangan penolong diulurkan kepada mereka maka mereka akan
tenggelam semakin dalam lagi. Akibat pemanjaan diri ini bukan hanya timbul dosa
moral, tetapi juga penyakit jasmani.
Dalam menolong orang yang tidak bertarak itu sering kita
harus menaruh perhatian terhadap keadaan fisiknya, sebagaimana Kristus sering
lakukan. Mereka membutuhkan makanan dan minuman sehat yang tidak merangsang,
pakaian yang bersih, dan kesempatan untuk mendapatkan kebersihan jasmani.
Mereka perlu diliputi oleh suasana pengaruh Kristen yang mengangkat dan
menolong jiwa. Di tiap kota harus disediakan sebuah tempat di mana budak-budak
kebiasaan jahat ini dapat menerima pertolongan untuk melepaskan diri dari
rantai yang membelenggu mereka. Minuman keras dianggap oleh orang banyak
sebagai satu pelarian dari masalah; tetapi hal ini tidak perlu kalau
orang-orang yang mengaku Kristen mau mengikuti teladan oleh orang Samaria yang
baik hati itu, bukannya bertindak seperti imam dan orang Lewi itu.
Dalam menangani para korban ketidakbertarakan kita harus
ingat bahwa kita tidak menghadapi orang yang waras, melainkan dengan mereka
yang untuk sementara sedang berada di bawah kuasa setan. Bersabar dan tabahlah
menghadapinya. Jangan pikirkan soal tampang yang melawan dan menentang, tetapi
tentang nyawa yang berharga untuk siapa Kristus sudah mati untuk menebusnya.
Sementara pemabuk itu sadar akan keadaannya dirinya yang sudah begitu rendah,
lakukanlah segala kemampuan untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang
sahabat. Jangan mengucapkan perkataan mencela. Janganlah ada pandangan atau
tindakan yang memperlihatkan sikap menyalahkan atau keengganan. Sangat mungkin
jiwa yang malang itu mengutuk dirinya sendiri. Bantulah dia supaya bangkit.
Ucapkanlah kata-kata yang membangkitkan iman. Usahakan memuji hal-hal yang baik
dalam tabiatnya. Ajari dia bagaimana menjangkau ke atas. Tunjukkan bahwa adalah
mungkin bagi dia untuk hidup begitu rupa sehingga memenangkan penghormatan dari
sesama manusia. Tolonglah dia melihat nilai dari bakat-bakat yang diberikan
Allah kepadanya, tetapi yang telah dia abaikan.
Walaupun kemauan sudah merosot dan lemah, masih ada harapan
baginya di dalam Kristus. Ia akan menimbulkan dorongan hati yang lebih tinggi
dan keinginan yang lebih suci dalam hati orang itu. Doronglah dia untuk menaruh
pengharapan yang tersedia baginya dalam injil. Bukakan Alkitab di hadapan orang
yang tergoda, yang sedang bergumul, dan bacalah untuknya berulang-ulang tentang
janji-janji Allah. Janji-janji itu akan menjadi bagaikan daun-daun pohon
alhayat baginya. Teruskan usahamu dengan sabar, sampai tangan yang gemetar itu
dengan rasa syukur dan gembira meraih pengharapan penebusan melalui Kristus.
Engkau harus mempertahankan orang yang engkau sedang tolong,
kalau tidak engkau tidak akan menang. Mereka akan terus digoda kepada
kejahatan. Berulang-ulang mereka nyaris akan dikalahkan oleh keinginan terhadap
minuman keras; berulang-ulang mereka bisa jatuh; tetapi jangan hentikan usahamu
karena hal itu.
Mereka sudah bertekad untuk berusaha hidup bagi Kristus;
tetapi kuasa kemauannya lemah, dan mereka harus diawasi dengan ketat oleh
orang-orang yang mengawasi jiwa-jiwa itu yang harus mereka pertanggungjawabkan.
Mereka itu sudah kehilangan kedewasaannya, dan ini harus dikembalikan. Banyak
orang harus bergumul melawan kecenderungan bawaan kepada kejahatan. Keinginan
yang tidak wajar, gerakan hawa nafsu, itu merupakan bawaan lahir. Hal-hal ini
harus diawasi dengan ketat. Baik dari dalam maupun dari luar, kebaikan dan
kejahatan saling berusaha untuk menguasainya. Mereka yang tidak pernah
mengalaminya tidak dapat memahami kuasa selera yang nyaris menaklukkan itu,
atau akan ganasnya pergumulan antara kebiasaan-kebiasaan pemanjaan diri dengan tekad
untuk bertarak dalam segala hal. Berulang-ulang peperangan tersebut harus
dihadapi.
Banyak orang yang ditarik kepada Kristus tidak akan
mempunyai dorongan moral untuk meneruskan perjuangan melawan selera dan nafsu.
Tetapi pekerja itu tidak perlu kecewa karenanya. Apakah yang murtad itu hanya
mereka yang telah diselamatkan dari kedalaman dosa yang paling rendah?
Ingatlah bahwa engkau tidak bekerja sendirian.
Malaikat-malaikat yang melayani bersatu dalam pelayanan dengan setiap
putra-putri Allah yang tulus. Kristuslah yang memulihkan. Tabib Besar itu
Sendiri berdiri di samping para pekerja-Nya yang setia, sambil berkata kepada
jiwa yang menyesal itu, "Anakku, dosamu telah diampuni."1
Banyak orang-orang terbuang yang akan meraih pengharapan
injil yang disodorkan di hadapan mereka dan akan masuk ke dalam kerajaan surga,
sedangkan orang-orang lain yang sudah diberkati dengan banyak kesempatan dan
sinar terang besar yang tidak mereka manfaatkan akan ditinggalkan dalam
kegelapan di luar.
Korban-korban kebiasaan jahat harus disadarkan kepada
perlunya mengadakan usaha untuk diri sendiri. Orang lain mungkin berusaha
mati-matian untuk mengangkat mereka, anugerah Allah dapat ditawarkan dengan
bebas, Kristus akan mengimbau, para malaikat-Nya bisa melayani; tetapi semuanya
akan sia-sia kecuali kalau mereka sendiri tergerak untuk bergumul demi diri
mereka sendiri.
Kata-kata Daud yang terakhir kepada Salomo, yang kemudian
menjadi orang muda dan tidak lama kemudian menerima mahkota Israel, adalah,
"Maka kuatkanlah hatimu . . . dan berlakulah seperti seorang
laki-laki."2 Kepada setiap anak manusia, calon pemilik mahkota abadi,
kata-kata ilham ini diucapkan, "Maka kuatkanlah hatimu, dan berlakulah
seperti seorang laki-laki."
Orang yang memanjakan diri haruslah dituntun untuk melihat
dan merasakan bahwa pembaruan moral yang besar diperlukan kalau mereka mau
menjadi seperti laki-laki. Allah menyerukan mereka untuk bangkit dan di dalam
kekuatan Kristus meraih kembali kedewasaan pemberian Allah itu yang sudah
dikorbankan melalui pemanjaan dosa.
Dengan merasakan kuasa penggodaan yang dahsyat itu,
penarikan keinginan yang membawa kepada pemanjaan itu, banyak orang berseru
dalam keputusasaan, "Saya tidak dapat melawan kejahatan." Katakan
kepadanya bahwa dia bisa, bahwa dia harus melawannya. Mungkin dia sudah
dikalahkan berkali-kali, tetapi tidak selamanya harus demikian. Dia lemah dalam
kekuatan moral, dikuasai oleh kebiasaan hidup yang berdosa. Segala janji dan
tekadnya adalah bagaikan tali dari pasir. Kesadaran akan janji yang diingkari
dan sumpah yang dilanggar melemahkan keyakinannya terhadap
kesungguh-sungguhannya sendiri, dan menyebabkan dia merasa bahwa Allah tidak
dapat menerimanya atau membantu upaya-upayanya. Tetapi dia tidak perlu putus
asa.
Mereka yang menaruh kepercayaannya dalam Kristus tidak akan
diperhamba oleh sesuatu kebiasaan atau kecenderungan, apakah itu bersifat
bawaan atau yang ditumbuhkan. Gantinya diperhamba dalam bawah sifat alami yang
rendah, mereka harus menguasai setiap selera dan nafsu. Allah tidak
meninggalkan kita berperang melawan kejahatan dengan kekuatan kita sendiri yang
fana. Apa pun kecenderungan kita kepada kesalahan, yang diwarisi atau yang
ditumbuhkan, kita dapat mengalahkannya melalui kuasa yang Ia siap untuk
berikan.
Orang yang tergoda perlu memahami kekuatan kemauan yang
sebenarnya. Inilah kuasa yang mengatur dalam diri manusia -- yaitu kuasa
mengambil keputusan dan kuasa memilih. Segala sesuatu tergantung pada tindakan
kemauan yang benar. Kerinduan akan kebaikan dan kemurnian adalah benar, selama
berjalan baik; tetapi kalau kita berhenti di sini saja, itu semua tidak
berarti. Banyak orang yang melaju ke dalam kehancuran sementara mereka berharap
dan ingin mengalahkan kecenderungan jahat. Mereka tidak berserah kepada
kehendak Allah. Mereka tidak memilih untuk melayani Dia.
Allah telah memberikan kepada kita kuasa memilih; adalah hak
kita untuk menggunakannya. Kita tidak dapat mengubah hati kita, kita tidak
dapat mengendalikan pemikiran kita, dorongan hati dan kasih sayang kita. Kita
tidak dapat menjadikan diri kita suci dan layak untuk pekerjaan Allah. Tetapi
kita dapat memilih untuk melayani Allah, kita dapat
menyerahkan kemauan kita kepada-Nya; kemudian Ia akan bekerja di dalam diri
kita untuk mengarahkan kemauan dan bertindak sesuai dengan kesenangan hati-Nya.
Dengan demikian seluruh jiwa raga kita akan berada di bawah pengendalian
Kristus.
Melalui latihan kemauan secara benar, hidup itu akan berubah
seluruhnya. Dengan menyerahkan kemauan kepada Kristus, kita menggabungkan diri
dengan kuasa ilahi. Kita menerima kekuatan dari atas untuk membuat kita teguh.
Satu kehidupan yang murni dan mulia, satu kehidupan yang menang atas selera dan
nafsu, adalah mungkin bagi setiap orang yang mau menyatukan kemauan
manusiawinya yang lemah dan goyah itu kepada kehendak Allah yang mahakuasa dan
tidak tergoyahkan itu.
Mereka yang bergumul melawan kuasa selera seharusnya dididik
dalam prinsip-prinsip hidup sehat. Kepada mereka harus ditunjukkan bahwa
pelanggaran hukum-hukum kesehatan, dengan menciptakan kondisi berpenyakit dan
keinginan yang tidak wajar, itu semua meletakkan dasar dari kebiasaan minum
minuman keras. Hanya dengan penurutan kepada prinsip-prinsip kesehatan mereka
dapat berharap untuk bebas dari keinginan akan rangsangan-rangsangan yang tidak
wajar. Sementara mereka bergantung pada kekuatan ilahi untuk mematahkan
belenggu selera, mereka harus bekerjasama dengan Allah oleh penurutan kepada
hukum-hukum-Nya, baik hukum moral maupun hukum jasmani.
Mereka yang berusaha mengadakan reformasi seharusnya
disediakan pekerjaan. Tidak ada orang yang sanggup bekerja harus diajar untuk
mengharapkan makanan, pakaian dan tempat tinggal yang gratis. Demi diri mereka
dan demi orang lain, sesuatu cara harus diadakan oleh mana mereka dapat mengembalikan
dengan setimpal apa yang mereka terima. Doronglah setiap orang supaya mandiri.
Ini akan memperkuat harga diri dan merupakan suatu kemandirian yang mulia.
Menggiatkan pikiran dan tubuh dalam pekerjaan yang bermanfaat itu perlu sebagai
suatu pengaman terhadap penggodaan.
Mereka yang bekerja melayani orang yang jatuh akan
dikecewakan oleh banyak orang yang berjanji untuk pembaruan. Banyak orang akan
melakukan perubahan semu dalam kebiasaan dan praktik hidup. Mereka terdorong
oleh gerak hati, dan untuk sementara nampaknya sudah berubah; tetapi tidak ada
perubahan hati yang sesungguhnya. Mereka masih menggandrungi cinta diri, masih
haus akan kepelesiran yang bodoh, dan keinginan pemanjaan diri yang sama.
Mereka tidak mengetahui pekerjaan pembangunan tabiat, dan mereka tidak dapat
dipercaya sebagai pemegang prinsip. Mereka sudah memerosotkan kemampuan pikiran
dan kuasa rohani dengan menuruti selera dan nafsu, dan ini membuat mereka
lemah. Mereka berubah-ubah dan labil. Dorongan hati mereka menjurus kepada
masalah seksual. Orang-orang seperti ini sering menjadi sumber bahaya terhadap
orang lain. Karena mereka dianggap seperti laki-laki dan perempuan yang sudah
berubah, maka kepada mereka dipercayakan tanggungjawab dan posisi di mana
pengaruh mereka merusak orang yang masih lugu.
Bahkan mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh bagi
pembaruan tidaklah bebas dari bahaya kejatuhan. Mereka perlu diperlakukan
dengan kebijaksanaan yang besar dan dengan kelemahlembutan. Orang-orang yang
telah diselamatkan dan diangkat dari kedalaman dosa kalau dipuji dan disanjung
kadang-kadang membuktikan kehancuran mereka. Kebiasaan mengundang pria dan
wanita untuk menceritakan di hadapan umum tentang pengalaman mereka dalam dosa
sangat berbahaya, baik bagi pembicara itu sendiri maupun para pendengarnya.
Menggambarkan liku-liku kejahatan itu merusak pikiran dan jiwa. Dan menonjolkan
orang-orang yang diselamatkan itu berbahaya bagi mereka. Banyak orang terdorong
untuk merasa bahwa kehidupan mereka yang penuh dosa itu telah memberi kepada
mereka suatu keistimewaan tertentu. Cinta akan kemasyhuran dan roh percaya diri
didorong yang ternyata berbahaya kepada jiwa itu. Hanya dengan tidak
mempercayai diri dan bergantung pada kemurahan Kristuslah mereka dapat
bertahan.
Semua orang yang ternyata sungguh-sungguh bertobat
seharusnya didorong untuk bekerja bagi orang lain. Jangan ada yang menolak satu
jiwa yang telah meninggalkan pekerjaan setan untuk pelayanan Kristus. Bilamana
seseorang terbukti sudah dipengaruhi Roh Allah, berikan dorongan supaya dia
memasuki pekerjaan Tuhan. "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang
ragu-ragu."3 Mereka yang bijaksana oleh akal budi dari Allah akan melihat
jiwa-jiwa yang memerlukan pertolongan, mereka yang sudah sungguh-sungguh
bertobat tetapi tanpa dorongan akan sukar mempertahankan pengharapan. Tuhan
akan menanamkan dalam hati hamba-hamba-Nya agar menyambut orang-orang bertobat
yang masih goyah ini ke dalam persekutuan kasih mereka. Apa pun dosa yang
pernah menjerat mereka, betapa dalam pun mereka sudah jatuh, bilamana mereka
datang kepada Kristus dengan hati yang remuk, Ia akan menerima mereka. Kemudian
berilah sesuatu tugas kepada mereka untuk dilakukan bagi-Nya. Jika mereka rindu
bekerja mengangkat orang lain dari jurang kebinasaan dari mana mereka sendiri
telah diselamatkan, berilah mereka kesempatan. Ajaklah mereka dalam pergaulan
dengan orang Kristen yang sudah berpengalaman, agar mereka beroleh kekuatan
rohani. Penuhilah hati dan tangan mereka dengan pekerjaan melayani Tuhan.
Bilamana terang bersinar ke dalam jiwa, sebagian orang yang
kelihatannya sudah berserah penuh kepada dosa akan menjadi pekerja-pekerja yang
sukses bagi orang berdosa demikian karena mereka sendiri pernah berada di
tempat yang sama. Melalui iman dalam Kristus sebagian orang akan naik ke
kedudukan pelayanan yang tinggi dan dipercayakan dengan tanggungjawab dalam
pekerjaan penyelamatan jiwa. Mereka tahu di mana letak kelemahan mereka, mereka
menyadari merosotnya keadaan mereka. Mereka mengenal kekuatan dosa itu, kuasa
dari tabiat yang jahat. Mereka menyadari ketidaksanggupan untuk mengalahkannya
tanpa pertolongan Kristus, dan seruan mereka senantiasa adalah,
"Kuserahkan jiwa yang tak berdaya ini kepada-Mu."
Mereka ini dapat menolong orang-orang lain. Orang yang
pernah tergoda dan dicobai, yang hampir lenyap pengharapannya tetapi telah
diselamatkan karena mendengar pekabaran kasih, dapat memahami ilmu penarikan
jiwa. Dia yang hatinya dipenuhi dengan kasih akan Kristus mengetahui bagaimana
caranya mencari yang hilang, karena dia sendiri sudah ditemukan oleh
Juruselamat dan dikembalikan kepada kawanan domba itu. Dia dapat mengarahkan
orang-orang berdosa kepada Anak Domba Allah itu. Dia telah menyerahkan dirinya
tanpa pamrih kepada Allah dan telah diterima dalam lingkaran kasih. Tangan yang
lemah itu telah diulurkan meminta pertolongan dan telah digenggam erat. Oleh
pelayanan orang-orang yang demikian banyak anak-anak yang terhilang dibawa
kembali kepada Bapa.
Bagi setiap jiwa yang bergumul untuk bangkit dari kehidupan
yang berdosa ke dalam kehidupan yang suci, unsur kuasa besar yang tinggal hanya
"di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang
diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."4 Demi
pengharapan yang abadi dan demi kelepasan dari kecenderungan jahat, Kristus
berkata, "Barangsiapa haus baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!"5
Satu-satunya obat terhadap kejahatan ialah rahmat dan kuasa Kristus.
Tekad yang baik yang dibuat dengan kekuatan sendiri tidaklah
berarti. Tidak semua sumpah di dunia ini akan mematahkan kuas kebiasaan jahat.
Tidak pernah manusia akan mempraktikkan pertarakan dalam segala hal sampai
hatinya diperbarui oleh rahmat ilahi. Kita tidak bisa menghindarkan diri dari
dosa sesaat pun. Setiap saat kita bergantung kepada Allah.
Reformasi yang sejati dimulai dengan penyucian jiwa.
Pekerjaan kita melayani orang yang sudah jatuh akan mencapai sukses yang nyata
hanya kalau rahmat Kristus membentuk kembali tabiat dan jiwa itu dibawa ke
dalam hubungan yang hidup dengan Allah.
Kristus telah menghidupkan satu kehidupan yang penuh
penurutan kepada hukum-hukum Allah, dan dalam hal ini Ia memberi satu teladan
kepada umat manusia. Kehidupan yang Ia jalani di dunia ini, itulah yang harus
kita hidupkan melalui kuasa-Nya dan di bawah petunjuk-Nya.
Dalam pekerjaan kita untuk orang yang sudah jatuh, tuntutan
hukum Allah dan perlunya kesetiaan kepada-Nya harus ditanamkan dalam pikiran
dan hati manusia. Jangan pernah gagal menunjukkan bahwa ada perbedaan yang
nyata antara orang yang melayani Allah dan yang tidak melayani-Nya. Allah itu
kasih adanya, tetapi Ia tidak dapat memaafkan penolakan dengan sengaja terhadap
perintah-perintah-Nya. Pelaksanaan pemerintahan-Nya sedemikian rupa sehingga
manusia tidak luput dari akibat ketidaksetiaan. Hanya mereka yang menghormati
Dia yang dapat Ia hormati. Perbuatan manusia di dunia ini menentukan nasibnya
yang abadi. Apa yang dia tabur, itulah yang akan dituainya. Sebab akan diikuti oleh
akibat.
Tidak kurang dari penurutan yang sempurna yang dapat
memenuhi standar tuntutan Allah. Ia tidak membiarkan tuntutan-tuntutan-Nya
tidak menentu. Ia tidak mencampurkan sesuatu yang tidak perlu untuk membawa
manusia ke dalam keselarasan dengan Dia. Kita harus mengarahkan orang berdosa
kepada tabiat-Nya yang ideal dan menuntun mereka kepada Kristus, dan hanya
dengan anugerah-Nya cita-cita ini dapat dicapai.
Juruselamat mengenakan diri-Nya dengan kelemahan-kelemahan
manusia dan telah hidup tanpa dosa, agar manusia tidak takut bahwa karena
kelemahan manusiawinya maka mereka tidak dapat mengalahkan dosa. Kristus sudah
datang supaya kita "mengambil bagian dalam keadaan ilahi", dan
hidup-Nya menyatakan bahwa kemanusiaan, jika dipadukan dengan keilahian, tidak
akan berbuat dosa.
Juruselamat menang untuk menunjukkan kepada manusia
bagaimana dia dapat menang. Semua penggodaan setan Kristus hadapi dengan firman
Allah. Dengan percaya kepada janji-janji Allah, Ia menerima kuasa untuk
menuruti perintah-perintah Allah, dan si penggoda tidak beroleh keuntungan.
Terhadap setiap godaan jawab-Nya ialah, "Ada tertulis." Jadi Allah
telah memberi kita firman-Nya untuk melawan kejahatan. Janji-janji besar yang
sangat berharga adalah milik kita, agar dengan ini "kamu boleh mengambil
bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan
dunia."6
Ajaklah orang yang tergoda itu agar tidak memandang kepada
keadaan, kepada kelemahan dirinya atau kepada kuasa penggodaan itu, melainkan
kepada kuasa firman Allah. Seluruh kekuatan firman itu adalah milik kita. Kata
pemazmur itu, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku tidak
berdosa terhadap Engkau." "Sesuai dengan firman yang diucapkan, aku
telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan
kekerasan."7
Bicarakanlah semangat kepada orang-orang itu; angkatlah
mereka kepada Allah di dalam doa. Banyak orang yang sudah dikalahkan oleh
penggodaan merasa terhina oleh kegagalan-kegagalan mereka, dan mereka merasa
sia-sia saja menghampiri Allah; tetapi pemikiran ini ditimbulkan oleh musuh.
Bila mereka sudah berdosa, mereka merasa tidak dapat berdoa, katakanlah kepada
mereka bahwa inilah saatnya untuk berdoa. Mungkin mereka merasa malu dan sangat
terhina; tetapi sementara mereka mengakui dosa-dosa mereka itu, Ia yang setia
dan adil akan mengampuni dosa mereka dan membersihkan mereka dari segala
kejahatan.
=================================================================
=================================================================
Tidak ada yang seolah-olah lebih tidak berdaya, namun
sebenarnya lebih tidak kelihatan, daripada jiwa yang merasakan kehampaannya dan
sepenuhnya bergantung pada jasa Juruselamat. Dengan berdoa, dengan mempelajari
firman-Nya, dengan iman akan hadirat-Nya yang tetap, manusia yang paling lemah
dapat hidup dalam hubungan dengan Kristus yang hidup, dan Ia akan memegang
tangan mereka dan tidak pernah akan melepaskannya.
Setiap jiwa yang hidup di dalam Kristus bisa memiliki
kata-kata yang indah ini. Dia boleh mengatakan:
"Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, Akan
mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!
Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan
bangkit pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi
terangku!"9
"Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan
kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir
laut."10
Allah telah berjanji:
"Aku akan membuat orang lebih jarang dari pada emas
tua, dan manusia lebih jarang dari pada emas Ofir."11
"Sekalipun kamu tergeletak di antara bejana-bejana,
namun kamu adalah seperti sayap burung merpati yang dilapisi dengan perak, dan
bulu-bulunya itu dengan emas berwarna kuning."12
Mereka yang paling diampuni oleh Kristus akan sangat
mengasihi-Nya. Mereka inilah yang akan berdiri paling dekat dengan takhta-Nya
pada hari yang terakhir itu. "Mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya
akan tertulis di dahi mereka."13

Tinggalkan komentar
ReplyDeletesangat bagus
ReplyDelete