ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Saturday, October 29, 2016

BEKERJA UNTUK YANG TIDAK BERTARAK

11

BEKERJA UNTUK YANG TIDAK BERTARAK

Setiap reformasi yang benar mendapat tempat dalam pekerjaan injil dan cenderung mengangkat jiwa kepada satu kehidupan yang baru dan lebih mulia. Reformasi pertarakan itu khususnya menuntut dukungan para pekerja Kristen. Mereka harus menaruh perhatian pada pekerjaan ini dan menjadikannya sebagai masalah kehidupan. Di mana-mana mereka harus menyatakan kepada orang banyak prinsip-prinsip pertarakan yang benar dan mengajak orang untuk menandatangani janji pertarakan. Usaha yang sungguh-sungguh harus dilakukan demi mereka yang diperbudak oleh kebiasaan-kebiasaan jahat.

Di mana-mana ada tugas yang harus dilakukan bagi mereka yang jatuh karena tidak bertarak. Di kalangan gereja-gereja, lembaga-lembaga keagamaan, di rumah-rumah orang Kristen, banyak orang muda yang memilih jalan kebinasaan. Melalui kebiasaan tidak bertarak mereka membawa penyakit kepada diri mereka sendiri, dan melalui sifat tamak akan uang untuk pemanjaan dosa mereka jatuh ke dalam praktik-praktik yang tidak jujur. Kesehatan dan tabiat jadi rusak. Terpisah dari Allah dan terbuang dari masyarakat, jiwa-jiwa yang malang ini merasa bahwa mereka tidak mempunyai pengharapan baik untuk hidup sekarang ini maupun yang akan datang. Hati banyak orangtua kecewa. Orang-orang mencap mereka ini sebagai manusia yang tidak punya harapan; tetapi Allah tidak menganggapnya demikian. Ia mengerti semua keadaan yang telah membuat mereka seperti itu, dan Ia memandang mereka dengan belas kasihan. Inilah golongan orang yang menuntut pertolongan. Jangan pernah berikan kesempatan bagi mereka mengatakan, "Tidak ada orang yang peduli akan jiwa saya."

Di antara korban-korban ketidakbertarakan terdapat orang-orang dari semua golongan dan segala profesi. Orang-orang yang berkedudukan tinggi, yang memiliki kecakapan istimewa, yang berprestasi tinggi, semuanya sudah menyerah kepada pemanjaan selera sampai mereka tidak berdaya untuk menolak godaan. Sebagian dari mereka yang tadinya memiliki kekayaan sekarang menjadi tuna wisma, tidak mempunyai teman, berada dalam penderitaan, kesusahan, penyakit dan kebejatan moral. Mereka sudah kehilangan pengendalian diri. Kecuali ada tangan penolong diulurkan kepada mereka maka mereka akan tenggelam semakin dalam lagi. Akibat pemanjaan diri ini bukan hanya timbul dosa moral, tetapi juga penyakit jasmani.

Dalam menolong orang yang tidak bertarak itu sering kita harus menaruh perhatian terhadap keadaan fisiknya, sebagaimana Kristus sering lakukan. Mereka membutuhkan makanan dan minuman sehat yang tidak merangsang, pakaian yang bersih, dan kesempatan untuk mendapatkan kebersihan jasmani. Mereka perlu diliputi oleh suasana pengaruh Kristen yang mengangkat dan menolong jiwa. Di tiap kota harus disediakan sebuah tempat di mana budak-budak kebiasaan jahat ini dapat menerima pertolongan untuk melepaskan diri dari rantai yang membelenggu mereka. Minuman keras dianggap oleh orang banyak sebagai satu pelarian dari masalah; tetapi hal ini tidak perlu kalau orang-orang yang mengaku Kristen mau mengikuti teladan oleh orang Samaria yang baik hati itu, bukannya bertindak seperti imam dan orang Lewi itu.

Dalam menangani para korban ketidakbertarakan kita harus ingat bahwa kita tidak menghadapi orang yang waras, melainkan dengan mereka yang untuk sementara sedang berada di bawah kuasa setan. Bersabar dan tabahlah menghadapinya. Jangan pikirkan soal tampang yang melawan dan menentang, tetapi tentang nyawa yang berharga untuk siapa Kristus sudah mati untuk menebusnya. Sementara pemabuk itu sadar akan keadaannya dirinya yang sudah begitu rendah, lakukanlah segala kemampuan untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang sahabat. Jangan mengucapkan perkataan mencela. Janganlah ada pandangan atau tindakan yang memperlihatkan sikap menyalahkan atau keengganan. Sangat mungkin jiwa yang malang itu mengutuk dirinya sendiri. Bantulah dia supaya bangkit. Ucapkanlah kata-kata yang membangkitkan iman. Usahakan memuji hal-hal yang baik dalam tabiatnya. Ajari dia bagaimana menjangkau ke atas. Tunjukkan bahwa adalah mungkin bagi dia untuk hidup begitu rupa sehingga memenangkan penghormatan dari sesama manusia. Tolonglah dia melihat nilai dari bakat-bakat yang diberikan Allah kepadanya, tetapi yang telah dia abaikan.

Walaupun kemauan sudah merosot dan lemah, masih ada harapan baginya di dalam Kristus. Ia akan menimbulkan dorongan hati yang lebih tinggi dan keinginan yang lebih suci dalam hati orang itu. Doronglah dia untuk menaruh pengharapan yang tersedia baginya dalam injil. Bukakan Alkitab di hadapan orang yang tergoda, yang sedang bergumul, dan bacalah untuknya berulang-ulang tentang janji-janji Allah. Janji-janji itu akan menjadi bagaikan daun-daun pohon alhayat baginya. Teruskan usahamu dengan sabar, sampai tangan yang gemetar itu dengan rasa syukur dan gembira meraih pengharapan penebusan melalui Kristus.



Engkau harus mempertahankan orang yang engkau sedang tolong, kalau tidak engkau tidak akan menang. Mereka akan terus digoda kepada kejahatan. Berulang-ulang mereka nyaris akan dikalahkan oleh keinginan terhadap minuman keras; berulang-ulang mereka bisa jatuh; tetapi jangan hentikan usahamu karena hal itu.

Mereka sudah bertekad untuk berusaha hidup bagi Kristus; tetapi kuasa kemauannya lemah, dan mereka harus diawasi dengan ketat oleh orang-orang yang mengawasi jiwa-jiwa itu yang harus mereka pertanggungjawabkan. Mereka itu sudah kehilangan kedewasaannya, dan ini harus dikembalikan. Banyak orang harus bergumul melawan kecenderungan bawaan kepada kejahatan. Keinginan yang tidak wajar, gerakan hawa nafsu, itu merupakan bawaan lahir. Hal-hal ini harus diawasi dengan ketat. Baik dari dalam maupun dari luar, kebaikan dan kejahatan saling berusaha untuk menguasainya. Mereka yang tidak pernah mengalaminya tidak dapat memahami kuasa selera yang nyaris menaklukkan itu, atau akan ganasnya pergumulan antara kebiasaan-kebiasaan pemanjaan diri dengan tekad untuk bertarak dalam segala hal. Berulang-ulang peperangan tersebut harus dihadapi.

Banyak orang yang ditarik kepada Kristus tidak akan mempunyai dorongan moral untuk meneruskan perjuangan melawan selera dan nafsu. Tetapi pekerja itu tidak perlu kecewa karenanya. Apakah yang murtad itu hanya mereka yang telah diselamatkan dari kedalaman dosa yang paling rendah?

Ingatlah bahwa engkau tidak bekerja sendirian. Malaikat-malaikat yang melayani bersatu dalam pelayanan dengan setiap putra-putri Allah yang tulus. Kristuslah yang memulihkan. Tabib Besar itu Sendiri berdiri di samping para pekerja-Nya yang setia, sambil berkata kepada jiwa yang menyesal itu, "Anakku, dosamu telah diampuni."1

Banyak orang-orang terbuang yang akan meraih pengharapan injil yang disodorkan di hadapan mereka dan akan masuk ke dalam kerajaan surga, sedangkan orang-orang lain yang sudah diberkati dengan banyak kesempatan dan sinar terang besar yang tidak mereka manfaatkan akan ditinggalkan dalam kegelapan di luar.

Korban-korban kebiasaan jahat harus disadarkan kepada perlunya mengadakan usaha untuk diri sendiri. Orang lain mungkin berusaha mati-matian untuk mengangkat mereka, anugerah Allah dapat ditawarkan dengan bebas, Kristus akan mengimbau, para malaikat-Nya bisa melayani; tetapi semuanya akan sia-sia kecuali kalau mereka sendiri tergerak untuk bergumul demi diri mereka sendiri.
Kata-kata Daud yang terakhir kepada Salomo, yang kemudian menjadi orang muda dan tidak lama kemudian menerima mahkota Israel, adalah, "Maka kuatkanlah hatimu . . . dan berlakulah seperti seorang laki-laki."2 Kepada setiap anak manusia, calon pemilik mahkota abadi, kata-kata ilham ini diucapkan, "Maka kuatkanlah hatimu, dan berlakulah seperti seorang laki-laki."

Orang yang memanjakan diri haruslah dituntun untuk melihat dan merasakan bahwa pembaruan moral yang besar diperlukan kalau mereka mau menjadi seperti laki-laki. Allah menyerukan mereka untuk bangkit dan di dalam kekuatan Kristus meraih kembali kedewasaan pemberian Allah itu yang sudah dikorbankan melalui pemanjaan dosa.

Dengan merasakan kuasa penggodaan yang dahsyat itu, penarikan keinginan yang membawa kepada pemanjaan itu, banyak orang berseru dalam keputusasaan, "Saya tidak dapat melawan kejahatan." Katakan kepadanya bahwa dia bisa, bahwa dia harus melawannya. Mungkin dia sudah dikalahkan berkali-kali, tetapi tidak selamanya harus demikian. Dia lemah dalam kekuatan moral, dikuasai oleh kebiasaan hidup yang berdosa. Segala janji dan tekadnya adalah bagaikan tali dari pasir. Kesadaran akan janji yang diingkari dan sumpah yang dilanggar melemahkan keyakinannya terhadap kesungguh-sungguhannya sendiri, dan menyebabkan dia merasa bahwa Allah tidak dapat menerimanya atau membantu upaya-upayanya. Tetapi dia tidak perlu putus asa.

Mereka yang menaruh kepercayaannya dalam Kristus tidak akan diperhamba oleh sesuatu kebiasaan atau kecenderungan, apakah itu bersifat bawaan atau yang ditumbuhkan. Gantinya diperhamba dalam bawah sifat alami yang rendah, mereka harus menguasai setiap selera dan nafsu. Allah tidak meninggalkan kita berperang melawan kejahatan dengan kekuatan kita sendiri yang fana. Apa pun kecenderungan kita kepada kesalahan, yang diwarisi atau yang ditumbuhkan, kita dapat mengalahkannya melalui kuasa yang Ia siap untuk berikan.


Kuasa Kemauan

Orang yang tergoda perlu memahami kekuatan kemauan yang sebenarnya. Inilah kuasa yang mengatur dalam diri manusia -- yaitu kuasa mengambil keputusan dan kuasa memilih. Segala sesuatu tergantung pada tindakan kemauan yang benar. Kerinduan akan kebaikan dan kemurnian adalah benar, selama berjalan baik; tetapi kalau kita berhenti di sini saja, itu semua tidak berarti. Banyak orang yang melaju ke dalam kehancuran sementara mereka berharap dan ingin mengalahkan kecenderungan jahat. Mereka tidak berserah kepada kehendak Allah. Mereka tidak memilih untuk melayani Dia.

Allah telah memberikan kepada kita kuasa memilih; adalah hak kita untuk menggunakannya. Kita tidak dapat mengubah hati kita, kita tidak dapat mengendalikan pemikiran kita, dorongan hati dan kasih sayang kita. Kita tidak dapat menjadikan diri kita suci dan layak untuk pekerjaan Allah. Tetapi kita dapat memilih untuk melayani Allah, kita dapat menyerahkan kemauan kita kepada-Nya; kemudian Ia akan bekerja di dalam diri kita untuk mengarahkan kemauan dan bertindak sesuai dengan kesenangan hati-Nya. Dengan demikian seluruh jiwa raga kita akan berada di bawah pengendalian Kristus.

Melalui latihan kemauan secara benar, hidup itu akan berubah seluruhnya. Dengan menyerahkan kemauan kepada Kristus, kita menggabungkan diri dengan kuasa ilahi. Kita menerima kekuatan dari atas untuk membuat kita teguh. Satu kehidupan yang murni dan mulia, satu kehidupan yang menang atas selera dan nafsu, adalah mungkin bagi setiap orang yang mau menyatukan kemauan manusiawinya yang lemah dan goyah itu kepada kehendak Allah yang mahakuasa dan tidak tergoyahkan itu.

Mereka yang bergumul melawan kuasa selera seharusnya dididik dalam prinsip-prinsip hidup sehat. Kepada mereka harus ditunjukkan bahwa pelanggaran hukum-hukum kesehatan, dengan menciptakan kondisi berpenyakit dan keinginan yang tidak wajar, itu semua meletakkan dasar dari kebiasaan minum minuman keras. Hanya dengan penurutan kepada prinsip-prinsip kesehatan mereka dapat berharap untuk bebas dari keinginan akan rangsangan-rangsangan yang tidak wajar. Sementara mereka bergantung pada kekuatan ilahi untuk mematahkan belenggu selera, mereka harus bekerjasama dengan Allah oleh penurutan kepada hukum-hukum-Nya, baik hukum moral maupun hukum jasmani.

Mereka yang berusaha mengadakan reformasi seharusnya disediakan pekerjaan. Tidak ada orang yang sanggup bekerja harus diajar untuk mengharapkan makanan, pakaian dan tempat tinggal yang gratis. Demi diri mereka dan demi orang lain, sesuatu cara harus diadakan oleh mana mereka dapat mengembalikan dengan setimpal apa yang mereka terima. Doronglah setiap orang supaya mandiri. Ini akan memperkuat harga diri dan merupakan suatu kemandirian yang mulia. Menggiatkan pikiran dan tubuh dalam pekerjaan yang bermanfaat itu perlu sebagai suatu pengaman terhadap penggodaan.


Kekecewaan-kekecewaan dan Bahaya-bahaya

Mereka yang bekerja melayani orang yang jatuh akan dikecewakan oleh banyak orang yang berjanji untuk pembaruan. Banyak orang akan melakukan perubahan semu dalam kebiasaan dan praktik hidup. Mereka terdorong oleh gerak hati, dan untuk sementara nampaknya sudah berubah; tetapi tidak ada perubahan hati yang sesungguhnya. Mereka masih menggandrungi cinta diri, masih haus akan kepelesiran yang bodoh, dan keinginan pemanjaan diri yang sama. Mereka tidak mengetahui pekerjaan pembangunan tabiat, dan mereka tidak dapat dipercaya sebagai pemegang prinsip. Mereka sudah memerosotkan kemampuan pikiran dan kuasa rohani dengan menuruti selera dan nafsu, dan ini membuat mereka lemah. Mereka berubah-ubah dan labil. Dorongan hati mereka menjurus kepada masalah seksual. Orang-orang seperti ini sering menjadi sumber bahaya terhadap orang lain. Karena mereka dianggap seperti laki-laki dan perempuan yang sudah berubah, maka kepada mereka dipercayakan tanggungjawab dan posisi di mana pengaruh mereka merusak orang yang masih lugu.

Bahkan mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh bagi pembaruan tidaklah bebas dari bahaya kejatuhan. Mereka perlu diperlakukan dengan kebijaksanaan yang besar dan dengan kelemahlembutan. Orang-orang yang telah diselamatkan dan diangkat dari kedalaman dosa kalau dipuji dan disanjung kadang-kadang membuktikan kehancuran mereka. Kebiasaan mengundang pria dan wanita untuk menceritakan di hadapan umum tentang pengalaman mereka dalam dosa sangat berbahaya, baik bagi pembicara itu sendiri maupun para pendengarnya. Menggambarkan liku-liku kejahatan itu merusak pikiran dan jiwa. Dan menonjolkan orang-orang yang diselamatkan itu berbahaya bagi mereka. Banyak orang terdorong untuk merasa bahwa kehidupan mereka yang penuh dosa itu telah memberi kepada mereka suatu keistimewaan tertentu. Cinta akan kemasyhuran dan roh percaya diri didorong yang ternyata berbahaya kepada jiwa itu. Hanya dengan tidak mempercayai diri dan bergantung pada kemurahan Kristuslah mereka dapat bertahan.

Semua orang yang ternyata sungguh-sungguh bertobat seharusnya didorong untuk bekerja bagi orang lain. Jangan ada yang menolak satu jiwa yang telah meninggalkan pekerjaan setan untuk pelayanan Kristus. Bilamana seseorang terbukti sudah dipengaruhi Roh Allah, berikan dorongan supaya dia memasuki pekerjaan Tuhan. "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu."3 Mereka yang bijaksana oleh akal budi dari Allah akan melihat jiwa-jiwa yang memerlukan pertolongan, mereka yang sudah sungguh-sungguh bertobat tetapi tanpa dorongan akan sukar mempertahankan pengharapan. Tuhan akan menanamkan dalam hati hamba-hamba-Nya agar menyambut orang-orang bertobat yang masih goyah ini ke dalam persekutuan kasih mereka. Apa pun dosa yang pernah menjerat mereka, betapa dalam pun mereka sudah jatuh, bilamana mereka datang kepada Kristus dengan hati yang remuk, Ia akan menerima mereka. Kemudian berilah sesuatu tugas kepada mereka untuk dilakukan bagi-Nya. Jika mereka rindu bekerja mengangkat orang lain dari jurang kebinasaan dari mana mereka sendiri telah diselamatkan, berilah mereka kesempatan. Ajaklah mereka dalam pergaulan dengan orang Kristen yang sudah berpengalaman, agar mereka beroleh kekuatan rohani. Penuhilah hati dan tangan mereka dengan pekerjaan melayani Tuhan.

Bilamana terang bersinar ke dalam jiwa, sebagian orang yang kelihatannya sudah berserah penuh kepada dosa akan menjadi pekerja-pekerja yang sukses bagi orang berdosa demikian karena mereka sendiri pernah berada di tempat yang sama. Melalui iman dalam Kristus sebagian orang akan naik ke kedudukan pelayanan yang tinggi dan dipercayakan dengan tanggungjawab dalam pekerjaan penyelamatan jiwa. Mereka tahu di mana letak kelemahan mereka, mereka menyadari merosotnya keadaan mereka. Mereka mengenal kekuatan dosa itu, kuasa dari tabiat yang jahat. Mereka menyadari ketidaksanggupan untuk mengalahkannya tanpa pertolongan Kristus, dan seruan mereka senantiasa adalah, "Kuserahkan jiwa yang tak berdaya ini kepada-Mu."

Mereka ini dapat menolong orang-orang lain. Orang yang pernah tergoda dan dicobai, yang hampir lenyap pengharapannya tetapi telah diselamatkan karena mendengar pekabaran kasih, dapat memahami ilmu penarikan jiwa. Dia yang hatinya dipenuhi dengan kasih akan Kristus mengetahui bagaimana caranya mencari yang hilang, karena dia sendiri sudah ditemukan oleh Juruselamat dan dikembalikan kepada kawanan domba itu. Dia dapat mengarahkan orang-orang berdosa kepada Anak Domba Allah itu. Dia telah menyerahkan dirinya tanpa pamrih kepada Allah dan telah diterima dalam lingkaran kasih. Tangan yang lemah itu telah diulurkan meminta pertolongan dan telah digenggam erat. Oleh pelayanan orang-orang yang demikian banyak anak-anak yang terhilang dibawa kembali kepada Bapa.

Bagi setiap jiwa yang bergumul untuk bangkit dari kehidupan yang berdosa ke dalam kehidupan yang suci, unsur kuasa besar yang tinggal hanya "di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."4 Demi pengharapan yang abadi dan demi kelepasan dari kecenderungan jahat, Kristus berkata, "Barangsiapa haus baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!"5 Satu-satunya obat terhadap kejahatan ialah rahmat dan kuasa Kristus.

Tekad yang baik yang dibuat dengan kekuatan sendiri tidaklah berarti. Tidak semua sumpah di dunia ini akan mematahkan kuas kebiasaan jahat. Tidak pernah manusia akan mempraktikkan pertarakan dalam segala hal sampai hatinya diperbarui oleh rahmat ilahi. Kita tidak bisa menghindarkan diri dari dosa sesaat pun. Setiap saat kita bergantung kepada Allah.

Reformasi yang sejati dimulai dengan penyucian jiwa. Pekerjaan kita melayani orang yang sudah jatuh akan mencapai sukses yang nyata hanya kalau rahmat Kristus membentuk kembali tabiat dan jiwa itu dibawa ke dalam hubungan yang hidup dengan Allah.

Kristus telah menghidupkan satu kehidupan yang penuh penurutan kepada hukum-hukum Allah, dan dalam hal ini Ia memberi satu teladan kepada umat manusia. Kehidupan yang Ia jalani di dunia ini, itulah yang harus kita hidupkan melalui kuasa-Nya dan di bawah petunjuk-Nya.

Dalam pekerjaan kita untuk orang yang sudah jatuh, tuntutan hukum Allah dan perlunya kesetiaan kepada-Nya harus ditanamkan dalam pikiran dan hati manusia. Jangan pernah gagal menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata antara orang yang melayani Allah dan yang tidak melayani-Nya. Allah itu kasih adanya, tetapi Ia tidak dapat memaafkan penolakan dengan sengaja terhadap perintah-perintah-Nya. Pelaksanaan pemerintahan-Nya sedemikian rupa sehingga manusia tidak luput dari akibat ketidaksetiaan. Hanya mereka yang menghormati Dia yang dapat Ia hormati. Perbuatan manusia di dunia ini menentukan nasibnya yang abadi. Apa yang dia tabur, itulah yang akan dituainya. Sebab akan diikuti oleh akibat.

Tidak kurang dari penurutan yang sempurna yang dapat memenuhi standar tuntutan Allah. Ia tidak membiarkan tuntutan-tuntutan-Nya tidak menentu. Ia tidak mencampurkan sesuatu yang tidak perlu untuk membawa manusia ke dalam keselarasan dengan Dia. Kita harus mengarahkan orang berdosa kepada tabiat-Nya yang ideal dan menuntun mereka kepada Kristus, dan hanya dengan anugerah-Nya cita-cita ini dapat dicapai.

Juruselamat mengenakan diri-Nya dengan kelemahan-kelemahan manusia dan telah hidup tanpa dosa, agar manusia tidak takut bahwa karena kelemahan manusiawinya maka mereka tidak dapat mengalahkan dosa. Kristus sudah datang supaya kita "mengambil bagian dalam keadaan ilahi", dan hidup-Nya menyatakan bahwa kemanusiaan, jika dipadukan dengan keilahian, tidak akan berbuat dosa.

Juruselamat menang untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana dia dapat menang. Semua penggodaan setan Kristus hadapi dengan firman Allah. Dengan percaya kepada janji-janji Allah, Ia menerima kuasa untuk menuruti perintah-perintah Allah, dan si penggoda tidak beroleh keuntungan. Terhadap setiap godaan jawab-Nya ialah, "Ada tertulis." Jadi Allah telah memberi kita firman-Nya untuk melawan kejahatan. Janji-janji besar yang sangat berharga adalah milik kita, agar dengan ini "kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia."6

Ajaklah orang yang tergoda itu agar tidak memandang kepada keadaan, kepada kelemahan dirinya atau kepada kuasa penggodaan itu, melainkan kepada kuasa firman Allah. Seluruh kekuatan firman itu adalah milik kita. Kata pemazmur itu, "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku tidak berdosa terhadap Engkau." "Sesuai dengan firman yang diucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan."7

Bicarakanlah semangat kepada orang-orang itu; angkatlah mereka kepada Allah di dalam doa. Banyak orang yang sudah dikalahkan oleh penggodaan merasa terhina oleh kegagalan-kegagalan mereka, dan mereka merasa sia-sia saja menghampiri Allah; tetapi pemikiran ini ditimbulkan oleh musuh. Bila mereka sudah berdosa, mereka merasa tidak dapat berdoa, katakanlah kepada mereka bahwa inilah saatnya untuk berdoa. Mungkin mereka merasa malu dan sangat terhina; tetapi sementara mereka mengakui dosa-dosa mereka itu, Ia yang setia dan adil akan mengampuni dosa mereka dan membersihkan mereka dari segala kejahatan.


=================================================================
"Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."8
=================================================================

Tidak ada yang seolah-olah lebih tidak berdaya, namun sebenarnya lebih tidak kelihatan, daripada jiwa yang merasakan kehampaannya dan sepenuhnya bergantung pada jasa Juruselamat. Dengan berdoa, dengan mempelajari firman-Nya, dengan iman akan hadirat-Nya yang tetap, manusia yang paling lemah dapat hidup dalam hubungan dengan Kristus yang hidup, dan Ia akan memegang tangan mereka dan tidak pernah akan melepaskannya.

Setiap jiwa yang hidup di dalam Kristus bisa memiliki kata-kata yang indah ini. Dia boleh mengatakan:

"Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, Akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangkit pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku!"9

"Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut."10

Allah telah berjanji:


"Aku akan membuat orang lebih jarang dari pada emas tua, dan manusia lebih jarang dari pada emas Ofir."11

"Sekalipun kamu tergeletak di antara bejana-bejana, namun kamu adalah seperti sayap burung merpati yang dilapisi dengan perak, dan bulu-bulunya itu dengan emas berwarna kuning."12


Mereka yang paling diampuni oleh Kristus akan sangat mengasihi-Nya. Mereka inilah yang akan berdiri paling dekat dengan takhta-Nya pada hari yang terakhir itu. "Mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka."13

2 comments:

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *