6
DISELAMATKAN UNTUK MELAYANI
Fajar menyingsing di Danau Galilea. Yesus
dan murid-murid-Nya mendarat di pantai setelah bermalam di atas air yang
ditimpa angin ribut, dan cahaya mentari yang sedang menyingsing itu menyentuh
laut dan tanah bagaikan doa ucapan syukur kedamaian. Tetapi manakala mereka
menginjak pantai, mereka disambut dengan pemandangan yang lebih dahsyat dari
laut yang bergelora. Dari suatu tempat persembunyian di antara kuburan-kuburan,
dua orang gila mengejar mereka seakan hendak mencabik-cabik mereka.
Bagian-bagian rantai yang putus sewaktu mereka membebaskan diri dari belenggu
itu bergelantungan di tubuh kedua orang ini. Daging tubuhnya terkoyak dan
berdarah, mata mereka menyorot jalang di antara rambut mereka yang panjang dan
kusut-masai, rupa manusia nampaknya sudah hilang. Mereka kelihatan lebih mirip
dengan binatang buas ketimbang manusia.
Murid-murid dan teman-temannya lari
ketakutan; tetapi mereka memperhatikan bahwa Yesus tidak bersama mereka, lalu
mereka mencari-Nya. Ia sedang berdiri di tempat mereka meninggalkan-Nya. Ia
yang sudah mendiamkan angin ribut, Ia yang sebelumnya telah mengalahkan Setan,
tentu tidak akan lari dari setan-setan ini. Ketika kedua orang ini mendekat,
dengan gigi yang gemeretak dan mulut yang berbusa Yesus mengangkat tangan yang
sudah mendiamkan gelombang laut, dan kedua orang itu tidak dapat lagi mendekat.
Mereka berdiri di hadapan-Nya, geram tetapi tidak berdaya.
Dengan penuh kuasa Ia menyuruh roh jahat
itu keluar dari mereka. Orang-orang yang malang itu menyadari bahwa ada Seorang
di dekat mereka yang dapat menyelamatkan dari penyiksaan setan itu. Mereka
jatuh tersungkur di kaki Yesus memohon belas kasihan-Nya; tetapi ketika mulut
mereka terbuka, setan-setan itu berteriak melalui mereka, "Apa urusan-Mu
dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau kemari menyiksa kami sebelum
waktunya?"1
Roh-roh jahat itu dipaksa untuk melepaskan
korbannya, dan terjadilah perubahan besar dalam diri orang gila itu. Terang
bersinar dalam pikiran mereka. Mata mereka berbinar dengan kecerdasan. Wajah
yang sudah lama dibentuk menurut gambar Setan sekarang tiba-tiba menjadi
lembut, lengan yang berdarah itu sekarang sudah bersih, dan kedua orang itu
mengangkat suara untuk memuji Tuhan.
Lalu iblis yang sudah dibuang dari tubuh
manusia itu masuk ke tubuh babi dan semua babi-babi itu menjadi gila dan
binasa. Penjaga babi-babi itu bergegas menyebarkan berita tersebut, dan seluruh
penduduk bergerombol menemui Yesus. Kedua orang gila itu tadinya telah membuat
kerusuhan di wilayah itu. Sekarang kedua orang yang sudah berpakaian dan
memiliki pikiran waras itu sedang duduk di kaki Yesus, mendengarkan
pengajaran-Nya dan sedang memuliakan nama Dia yang telah menyembuhkan mereka.
Tetapi masyarakat yang menyaksikan pemandangan ini tidak gembira. Kehilangan
babi nampaknya lebih besar artinya daripada bebasnya kedua orang itu dari jerat
Setan. Dengan panik mereka mengepung Yesus sambil membujuk supaya meninggalkan
mereka; Ia setuju, lalu langsung naik perahu ke seberang pantai.
=================================================================
<UD>"Dalam Dia ada hidup, dan
hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan
kegelapan itu tidak menguasainya, . . . . Tetapi semua orang yang menerima-Nya
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Alah, yaitu mereka yang bercahaya
dalam nama-Nya.2 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena
Injil adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan setiap orang
percaya."3<D>
=================================================================
Perasaan orang yang dirasuk Setan tapi
sudah disembuhkan itu jauh berbeda. Mereka ingin bersama-sama Penyelamat
mereka. Dalam hadirat-Nya mereka merasa aman dari gangguan Setan yang telah
menyiksa kehidupan mereka dan merusak akal sehat mereka. Sementara Yesus
menaiki perahu mereka tetap berada di dekat-Nya, bertelut di kaki-Nya, dan
memohon agar tetap berada di samping-Nya untuk mendengarkan pengajaran-Nya.
Tetapi Yesus menyuruh mereka pulang ke rumah dan menceritakan hal-hal besar
yang telah dilakukan Tuhan bagi mereka.
Di sini ada tugas yang mereka harus
lakukan, yaitu pergi ke satu rumah orang kafir, dan menceritakan berkat yang
mereka terima dari Yesus. Sukar bagi mereka untuk berpisah dari Juruselamat.
Kesulitan besar akan mengikat mereka dalam pergaulan dengan orang senegerinya.
Pengasingan mereka yang begitu lama nampaknya tidak melayakkan mereka untuk
tugas ini. Tetapi begitu tugas untuk mereka ditentukan tugasnya, mereka
langsung siap menurut.
Bukan hanya bercerita kepada keluarga dan
tetangga mengenai Yesus, tetapi mereka pergi ke seluruh Dekapolis, di mana-mana
menyatakan kuasa-Nya yang menyelamatkan, dan bagaimana Ia telah membebaskan
mereka dari Setan.
Walaupun penduduk Gerasa belum menerima
Yesus, Ia tidak meninggalkan mereka di dalam kegelapan yang mereka pilih.
Sewaktu mereka menyuruh Yesus pergi dari negerinya, mereka belum mendengar
pengajaran-Nya. Mereka tidak tahu apa yang telah mereka tolak. Karena itu Ia
mengirimkan terang kepada mereka, dan melalui kedua orang itu mereka tidak
menutup telinga.
Dalam membinasakan babi-babi itu adalah
maksud Setan untuk mengalihkan perhatian orang banyak dari Juruselamat dan
menghalangi penginjilan di kawasan itu. Tetapi peristiwa itu sendiri yang telah
menggugah hati penduduk desa seperti tidak ada cara lain lagi yang dapat
melakukannya, dan mengarahkan perhatian mereka kepada Kristus. Walaupun Yesus
sendiri telah berlalu dari sana, orang yang telah disembuhkan-Nya tetap menjadi
saksi akan kuasa-Nya. Mereka yang pernah menjadi pengantara raja kegelapan
sekarang menjadi saluran terang, pesuruh Anak Allah. Ketika Yesus kembali ke Dekapolis, orang-orang
berkerumun di sekeliling-Nya. Dan selama tiga hari ribuan orang dari sekitar
kawasan itu mendengarkan pekabaran keselamatan.
Dua orang gila yang sudah disembuhkan itu
adalah misionaris pertama yang diutus Kristus mengajar injil di wilayah
Dekapolis. Dalam waktu yang singkat orang-orang ini telah mendengar ajaran-Nya.
Belum pernah ada satu khotbah dari bibir-Nya terdengar di telinga mereka.
Mereka tidak dapat mengajar penduduk itu seperti murid-murid itu yang setiap
hari bersama Dia. Tetapi mereka dapat menceritakan apa yang mereka ketahui; apa
yang telah mereka lihat sendiri, dengar dan rasakan akan kuasa Juruselamat.
Inilah yang dapat dilakukan setiap orang yang hatinya telah dijamah oleh
karunia Allah. Inilah kesaksian yang diminta oleh Tuhan kita, karena tanpa itu
dunia ini akan binasa.
Injil ini harus disampaikan bukan sebagai suatu teori yang mati, tetapi
satu kuasa yang hidup untuk mengubah kehidupan. Allah mau
agar hamba-hamba-Nya menyaksikan fakta yang melalui anugerah-Nya manusia dapat
memiliki tabiat seperti Kristus dan dapat bergembira atas jaminan kasih-Nya
yang besar itu. Ia mau supaya kita menyaksikan bahwa Ia tidak dapat merasa puas
sampai semua orang yang mau menerima keselamatan dipulihkan dan dikembalikan
kepada hak-hak kesucian sebagai putra-putri-Nya.
Sekalipun mereka yang jalan hidupnya
bertentangan dengan-Nya, namun Ia menerima mereka dengan bebas. Pada waktu
mereka bertobat maka dikaruniakan-Nya Roh Ilahi-Nya kepada mereka, dan mengutus
mereka ke tempat orang-orang yang tidak setia untuk mengumandangkan belas
kasihan-Nya. Jiwa-jiwa yang pernah dibuat merosot menjadi alat Setan masih
dapat diubah menjadi pesuruh kebenaran melalui kuasa Kristus telah diubah
menjadi utusan-utusan kebenaran dan diutus untuk menceritakan bagaimana hal-hal
besar yang telah dilakukan Tuhan bagi mereka dan merasa kasihan kepada mereka.
<UD>"Pujianku Senantiasa
Bagi-Mu"<D>
Setelah wanita di Kapernaum itu disembuhkan
oleh jamahan iman, Yesus ingin agar dia menghargai berkat yang telah
diterimanya. Pemberian yang injil itu tawarkan tidak diperoleh dengan cara
mencurinya atau dinikmati sendirian.
<UD>"Kamulah saksi-saksi-Ku,
demikianlah firman Tuhan, dan Akulah Allah."4<D>
Pengakuan kita akan kesetiaan-Nya adalah
sarana pilihan surga untuk menyatakan Kristus kepada dunia ini. Kita harus
mengakui rahmat-Nya sebagaimana telah diperkenalkan melalui orang-orang kudus
zaman dulu; tetapi yang paling efektif adalah kesaksian melalui pengalaman kita
sendiri. Kita adalah saksi-saksi bagi Allah sementara kita menyatakan dalam
diri kita suatu kuasa ilahi yang bekerja. Setiap orang mempunyai kehidupan yang
berbeda dari orang lain, dan suatu pengalaman yang berbeda nilainya dari orang
lain. Allah ingin agar pujian kita dinaikkan kepada-Nya, ditandai dengan kepribadian kita sendiri. Pengakuan berharga untuk memuji
kemuliaan rahmat-Nya ini, apabila didukung oleh kehidupan yang serupa dengan
Kristus, mempunyai kuasa yang tak dapat dilawan yang mengerjakan keselamatan
bagi jiwa-jiwa.
Adalah demi kita sendiri untuk menjaga agar setiap karunia Allah tetap
segar dalam ingatan. Dengan sarana ini iman dikuatkan
untuk menuntut dan menerima lebih banyak lagi. Ada dorongan yang lebih besar
bagi kita dalam berkat terkecil yang kita sendiri terima dari Allah, dibanding
semua catatan iman yang dapat kita baca tentang iman dan pengalaman orang lain.
Jiwa yang menyambut anugerah Allah akan sama dengan taman yang disirami air.
Kesehatannya dengan cepat akan menjadi sempurna; terangnya akan bersinar dengan
jelas, dan kemuliaan Tuhan akan tampak pada dirinya.
"Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN
segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan,
dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN
di depan seluruh umat-Nya."
"Aku hendak menyanyi bagi TUHAN
selama aku hidup,
aku hendak bermazmur bagi Allahku
selagi aku ada.
Biarlah renunganku manis
kedengaran kepada-Nya!
Aku hendak bersukacita
karena TUHAN."
"Siapakah yang dapat memberitahukan
keperkasaan TUHAN,
memperdengarkan segala pujian
kepada-Nya?"
"Bersyukurlah kepada TUHAN,
serukanlah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya
di antara bangsa-bangsa!
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah
bagi-Nya,
percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang
ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus,
Biarlah bersukahati orang-orang
yang mencari TUHAN,
"Sebab kasih setia-Mu lebih baik
daripada hidup;
bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku memuji Engkau seumur
hidupku
dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum
jiwaku dikenyangkan,
dan dengan bibir yang bersorak-sorai
mulutku memuji-muji.
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat
tidurku,
merenungkan Engkau sepanjang kawal malam,
sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku
dan dalam naungan sayap-Mu
aku bersorak-sorai."
"Kepada Allah aku percaya,
aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia
terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah,
akan kulaksanakan,
dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku
daripada maut,
bahkan menjaga kakiku,
sehingga tidak tersandung;
maka aku boleh berjalan di hadapan Allah
dalam cahaya kehidupan."
"Ya, yang Kudus Israel.
Bibirku bersorak-sorai
sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu,
juga jiwaku yang telah Kau bebaskan.
Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu
sepanjang hari."
Sebab Engkaulah harapanku, ya TUHAN
kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.
Engkau yang selalu kupuji-puji
mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu.
Aku mau memasyhurkan nama-Mu
turun temurun;
sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur
kepada-Mu
untuk seterusnya dan selamanya."5
<MB>"Kamu telah memperolehnya
dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."<MD>
Panggilan injil janganlah dipersempit
maknanya atau disajikan hanya kepada orang-orang tertentu saja, yang kita
anggap akan menghormati kita kalau mereka menerimanya. Pekabaran itu harus
dibagikan kepada semua orang. Bila Allah memberkati anak-anakNya, pemberkatan
itu bukanlah hanya bagi mereka sendiri, tetapi demi kebutuhan dunia ini. Ia
mencurahkan karunia-Nya kepada kita agar kita bisa kembangkan dengan
membagikannya.
Wanita Samaria yang bercakap-cakap bersama
Yesus di Sumur Yakub itu segera membawa orang lain kepada-Nya setelah menemukan
Juruselamat. Dia membuktikan dirinya sebagai seorang misionaris yang lebih
efektif daripada murid-murid-Nya. Murid-murid tidak melihat di Samaria adanya tanda yang menunjukkan
bahwa wilayah itu adalah daerah yang subur. Pikiran mereka tertuju kepada satu
pekerjaan besar yang akan dilakukan di masa depan. Mereka tidak melihat bahwa
di sekeliling mereka terdapat ladang yang siap dipanen. Tetapi melalui
wanita yang mereka lecehkan itu seluruh penduduk kota diajak untuk mendengarkan
Yesus. Dia segera memancarkan terang kepada warga kotanya.
Wanita ini melambangkan pekerjaan iman yang
praktis di dalam Yesus. Setiap murid sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah
sebagai seorang misionaris. Begitu dia mengenal Juruselamat, dia segera merasa
rindu untuk memperkenalkan orang lain kepada-Nya. Kebenaran yang menyelamatkan dan menyucikan itu tak dapat
dikekang dalam hatinya. Dia yang meminum air hidup akan menjadi sumber
kehidupan. Si penerima menjadi si pemberi. Anugerah Kristus dalam jiwa sama
seperti mata air di padang belantara, memancar untuk menyegarkan semua orang,
dan membuat mereka yang sedang binasa ingin meminum air hidup. Dalam melakukan
tugas ini berkat yang lebih besar akan diterima, lebih besar daripada jika kita
hanya menguntungkan diri sendiri. Dengan bekerja dalam menyebarkan kabar baik
keselamatan itu kita dibawa lebih dekat kepada Juruselamat.
Tuhan mengatakan demikian tentang mereka
yang menerima anugerah-Nya:
"Aku akan menjadikan mereka dan semua
yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada
waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat."6
"Dan pada hari terakhir, yaitu pada
puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah
ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang
dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air
hidup."7
Mereka yang sudah menerima harus
membagikannya kepada orang lain. Dari setiap penjuru berkumandang seruan minta
tolong. Allah memanggil orang-orang untuk melayani sesamanya dengan senang
hati. Mahkota kekal haruslah diraih; kerajaan surga harus didapatkan; dunia
yang sedang binasa dalam kebodohan haruslah diterangi.
"Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan
lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu
dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk
hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai bersuka-cita bersama-sama."8
=================================================================
<MI>"Hai Sion, pembawa kabar
baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik,
nyaringkanlah suaramu yang kuat, nyaringkanlah suaramu, janganlah takut!
Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: 'Lihat, itu Allahmu!"<MD>9
=================================================================
Selama tiga tahun murid-murid berhadapan
dengan contoh yang diberikan Yesus. Hari demi hari mereka berjalan dan
berbicara dengan Dia, mendengar kata-kata penghiburan-Nya bagi orang yang lelah
dan berbeban berat, dan menyaksikan kenyataan kuasa-Nya demi orang sakit dan
yang tertindas. Ketika tiba waktu-Nya meninggalkan mereka, Ia memberikan kepada
mereka anugerah dan kuasa untuk menjalankan pekerjaan-Nya dalam nama-Nya. Mereka ditugasi untuk
memancarkan sinar injil-Nya, yaitu injil kasih dan penyembuhan. Juruselamat
menjanjikan bahwa kehadiran-Nya senantiasa akan menyertai mereka. Melalui Roh Kudus Ia bahkan
lebih dekat kepada mereka dibanding ketika Ia dapat dilihat berjalan di antara
manusia.
Pekerjaan yang telah dilakukan murid-murid Yesus adalah juga yang harus
kita laksanakan. Setiap orang Kristen haruslah menjadi seorang misionaris.
Dengan rasa simpati dan belas kasihan kita harus melayani mereka yang
memerlukan pertolongan sambil berusaha dengan kesungguh-sungguhan yang tidak
mementingkan diri sendiri untuk meringankan penderitaan umat manusia.
Setiap orang akan menemukan sesuatu untuk
dilakukan. Janganlah seseorang merasa bahwa tidak ada tempat di mana mereka
dapat bekerja bagi Kristus. Juruselamat memperkenalkan diri-Nya pada semua
lapisan masyarakat. Agar kita menjadi anggota keluarga surgawi, Ia menjadi
anggota keluarga duniawi. Ia adalah Anak manusia, dengan demikian adalah
seorang saudara bagi setiap turunan Adam. Para pengikut-Nya tidak perlu merasa
terpisah dari dunia yang sedang binasa di sekeliling mereka. Mereka adalah
sebagian dari jaringan kemanusiaan yang luas, dan surga memandang mereka
sebagai saudara baik kepada orang berdosa sebagaimana kepada orang saleh.
Berjuta-juta manusia berada, di dalam penyakit, kebodohan dan dosa,
belum pernah mendengar tentang cinta Kristus bagi mereka. Sekiranya keadaan
kita dan keadaanmu mereka saling bertukar, perlakuan apakah yang kita inginkan
dari mereka? Semua ini, sejauh masih dalam kemampuan kita, harus kita lakukan
bagi mereka. Peraturan hidup yang diberikan Kristus oleh mana kita
masing-masing harus pertahankan atau gugur dalam penghakiman, adalah:
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah demikian juga kepada mereka."10
Dengan segala hal yang menguntungkan kita lebih
dari orang lain, -- apakah pendidikan
dan kehalusan budi bahasa, keagungan tabiat, pendidikan Kristus atau pengalaman
rohani -- kita berutang
pada mereka yang kurang beruntung; dan sejauh masih dalam kemampuan kita,
haruslah kita lakukan bagi mereka. Jika kita kuat, kita harus menopang tangan
yang lemah.
Malaikat-malaikat kemuliaan yang senantiasa menatap wajah Bapa di surga
dengan gembira melayani anak-anak-Nya yang lemah. Malaikat-malaikat senantiasa
hadir di mana mereka sangat dibutuhkan, bersama mereka yang bergumul
mati-matian untuk mengalahkan diri sendiri, dan mereka yang berada dalam
lingkungan paling menyedihkan. Jiwa-jiwa yang lemah dan gemetar yang memiliki
banyak ciri tabiat yang bertentangan itulah tugas khusus mereka. Pelayanan yang
dianggap rendah oleh hati yang mementingkan diri, yaitu melayani mereka yang
sengsara dan yang dianggap rendah, itulah pekerjaan dari makhluk-makhluk suci
dan tak berdosa yang turun dari surga.
Yesus tidak menganggap surga sebagai satu
tempat yang diidam-idamkan sementara kita tersesat. Ia meninggalkan takhta
surga dan menjalani kehidupan yang hina dan tertindas serta mengalami kematian
yang memalukan. Ia yang kaya dalam ukuran surga menjadi miskin, agar dengan
kemiskinan-Nya itu kita menjadi kaya. Kita harus mengikut jejak-Nya.
Orang yang menjadi anak Allah harus
memandang dirinya sebagai mata rantai yang diulurkan untuk menyelamatkan dunia,
satu dengan Kristus dalam rencana kemurahan-Nya, pergi bersama Dia untuk
mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Banyak orang merasa bahwa adalah satu
kesempatan luar biasa untuk mengunjungi tempat-tempat dari kehidupan Yesus
selama di bumi ini, berjalan di tempat yang Ia pernah jalani, memandang tepi
danau di mana Yesus suka mengajar, serta bukit dan lembah yang biasa dipandangi
Yesus. Tetapi kita tidak perlu pergi ke Nazaret, ke Kapernaum, ke Betania
supaya mengikuti jejak Yesus. Kita akan menemukan jejak-jejak kaki-Nya di samping tempat tidur orang
sakit, di tempat-tempat yang miskin, di tempat-tempat kumuh di kota-kota besar,
dan di setiap tempat di mana ada hati manusia yang memerlukan penghiburan.
Kita harus memberi makanan kepada orang lapar, pakaian kepada orang
yang telanjang, menghibur yang menderita dan tertindas. Kita harus melayani
yang putus asa, dan memberi pengharapan kepada yang kecewa.
Kasih Kristus yang dinyatakan dalam pelayanan yang tidak mementingkan
diri akan lebih berhasil mengubah pelaku kejahatan dibanding dengan ancaman
pedang atau vonis pengadilan. Ini semua perlu untuk menimbulkan kengerian kepada
para pelanggar hukum, tetapi misionaris yang penuh kasih sayang dapat melakukan
lebih dari itu. Seringkali hati yang mengeras karena teguran akan luluh karena
kasih Kristus.
Misionaris bukan hanya dapat mengobati penyakit jasmani, tetapi dia
bisa menuntun orang berdosa kepada Tabib Agung itu yang dapat menyucikan jiwa
dari kusta dosa. Melalui hamba-hamba-Nya, Allah merencanakan agar orang sakit,
orang malang dan mereka yang dirasuk setan akan mendengar suara-Nya. Melalui
perantara-perantara manusia Ia ingin menjadi penghibur yang belum pernah
dikenal oleh dunia.
Juruselamat telah menyerahkan nyawa-Nya
yang mulia itu untuk mendirikan sebuah gereja yang sanggup melayani orang yang
menderita, yang bersedih dan tergoda. Satu kelompok orang percaya boleh saja
menderita kemiskinan, kurang terdidik atau tidak dikenal; Namun di dalam
Kristus mereka akan melakukan satu tugas di rumahtangga, di tengah masyarakat,
bahkan juga di "wilayah-wilayah terpencil," yang hasilnya akan
sepanjang masa kekekalan.
Kepada para pengikut Kristus zaman ini,
begitu juga kepada murid-murid yang pertama, kata-kata ini disampaikan:
"Kepada-Ku telah diberikan kuasa di
surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku."
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala
makhluk." 11
Dan kepada kita juga diberikan janji
kehadiran-Nya, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman."12
Sekarang ini tidak ada rombongan banyak orang yang ingin tahu berkumpul
di padang belantara karena ingin melihat dan mendengar Kristus. Suara-Nya tidak
terdengar di jalanan yang sibuk. Tak ada yang berseru dari pinggir jalan,
"Yesus orang Nazaret lewat."13 Namun pada masa ini kata-kata itu
benar ada. Kristus berjalan di jalan-jalan raya tanpa kelihatan. Dengan
pekabaran kemurahan Ia mengunjungi rumah-rumah kita. Dengan semua orang yang
berusaha melayani di dalam nama-Nya, Ia menunggu untuk bekerjasama. Ia berada
di tengah-tengah kita, menyembuhkan dan memberkati, jika kita menerima Dia.
"Beginilah firman TUHAN: "Pada
waktu aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,
Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi
perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk
membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sepi sunyi, untuk mengatakan kepada
orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!"
"Betapa indahnya kelihatan dari puncak
bukit-bukit
kedatangan pembawa berita,
yang mengabarkan berita damai
dan memberitakan kabar baik,
yang mengabarkan berita selamat
dan berkata kepada Sion: Allahmu itu
Raja!"14
"Bergembiralah, bersorak-sorailah
bersama-sama,
hai reruntuhan Yerusalem!
Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya,
telah menebus Yerusalem.
TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang
kudus,
di depan mata semua bangsa;
maka segala ujung bumi melihat
keselamatan yang dari Allah kita."15

No comments:
Post a Comment
Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.