ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Friday, October 28, 2016

DISELAMATKAN UNTUK MELAYANI

6

DISELAMATKAN UNTUK MELAYANI


Fajar menyingsing di Danau Galilea. Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di pantai setelah bermalam di atas air yang ditimpa angin ribut, dan cahaya mentari yang sedang menyingsing itu menyentuh laut dan tanah bagaikan doa ucapan syukur kedamaian. Tetapi manakala mereka menginjak pantai, mereka disambut dengan pemandangan yang lebih dahsyat dari laut yang bergelora. Dari suatu tempat persembunyian di antara kuburan-kuburan, dua orang gila mengejar mereka seakan hendak mencabik-cabik mereka. Bagian-bagian rantai yang putus sewaktu mereka membebaskan diri dari belenggu itu bergelantungan di tubuh kedua orang ini. Daging tubuhnya terkoyak dan berdarah, mata mereka menyorot jalang di antara rambut mereka yang panjang dan kusut-masai, rupa manusia nampaknya sudah hilang. Mereka kelihatan lebih mirip dengan binatang buas ketimbang manusia.

Murid-murid dan teman-temannya lari ketakutan; tetapi mereka memperhatikan bahwa Yesus tidak bersama mereka, lalu mereka mencari-Nya. Ia sedang berdiri di tempat mereka meninggalkan-Nya. Ia yang sudah mendiamkan angin ribut, Ia yang sebelumnya telah mengalahkan Setan, tentu tidak akan lari dari setan-setan ini. Ketika kedua orang ini mendekat, dengan gigi yang gemeretak dan mulut yang berbusa Yesus mengangkat tangan yang sudah mendiamkan gelombang laut, dan kedua orang itu tidak dapat lagi mendekat. Mereka berdiri di hadapan-Nya, geram tetapi tidak berdaya.

Dengan penuh kuasa Ia menyuruh roh jahat itu keluar dari mereka. Orang-orang yang malang itu menyadari bahwa ada Seorang di dekat mereka yang dapat menyelamatkan dari penyiksaan setan itu. Mereka jatuh tersungkur di kaki Yesus memohon belas kasihan-Nya; tetapi ketika mulut mereka terbuka, setan-setan itu berteriak melalui mereka, "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau kemari menyiksa kami sebelum waktunya?"1

Roh-roh jahat itu dipaksa untuk melepaskan korbannya, dan terjadilah perubahan besar dalam diri orang gila itu. Terang bersinar dalam pikiran mereka. Mata mereka berbinar dengan kecerdasan. Wajah yang sudah lama dibentuk menurut gambar Setan sekarang tiba-tiba menjadi lembut, lengan yang berdarah itu sekarang sudah bersih, dan kedua orang itu mengangkat suara untuk memuji Tuhan.

Lalu iblis yang sudah dibuang dari tubuh manusia itu masuk ke tubuh babi dan semua babi-babi itu menjadi gila dan binasa. Penjaga babi-babi itu bergegas menyebarkan berita tersebut, dan seluruh penduduk bergerombol menemui Yesus. Kedua orang gila itu tadinya telah membuat kerusuhan di wilayah itu. Sekarang kedua orang yang sudah berpakaian dan memiliki pikiran waras itu sedang duduk di kaki Yesus, mendengarkan pengajaran-Nya dan sedang memuliakan nama Dia yang telah menyembuhkan mereka. Tetapi masyarakat yang menyaksikan pemandangan ini tidak gembira. Kehilangan babi nampaknya lebih besar artinya daripada bebasnya kedua orang itu dari jerat Setan. Dengan panik mereka mengepung Yesus sambil membujuk supaya meninggalkan mereka; Ia setuju, lalu langsung naik perahu ke seberang pantai.

=================================================================
<UD>"Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan itu tidak menguasainya, . . . . Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Alah, yaitu mereka yang bercahaya dalam nama-Nya.2 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya."3<D>
=================================================================

Perasaan orang yang dirasuk Setan tapi sudah disembuhkan itu jauh berbeda. Mereka ingin bersama-sama Penyelamat mereka. Dalam hadirat-Nya mereka merasa aman dari gangguan Setan yang telah menyiksa kehidupan mereka dan merusak akal sehat mereka. Sementara Yesus menaiki perahu mereka tetap berada di dekat-Nya, bertelut di kaki-Nya, dan memohon agar tetap berada di samping-Nya untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Tetapi Yesus menyuruh mereka pulang ke rumah dan menceritakan hal-hal besar yang telah dilakukan Tuhan bagi mereka.

Di sini ada tugas yang mereka harus lakukan, yaitu pergi ke satu rumah orang kafir, dan menceritakan berkat yang mereka terima dari Yesus. Sukar bagi mereka untuk berpisah dari Juruselamat. Kesulitan besar akan mengikat mereka dalam pergaulan dengan orang senegerinya. Pengasingan mereka yang begitu lama nampaknya tidak melayakkan mereka untuk tugas ini. Tetapi begitu tugas untuk mereka ditentukan tugasnya, mereka langsung siap menurut.

Bukan hanya bercerita kepada keluarga dan tetangga mengenai Yesus, tetapi mereka pergi ke seluruh Dekapolis, di mana-mana menyatakan kuasa-Nya yang menyelamatkan, dan bagaimana Ia telah membebaskan mereka dari Setan.

Walaupun penduduk Gerasa belum menerima Yesus, Ia tidak meninggalkan mereka di dalam kegelapan yang mereka pilih. Sewaktu mereka menyuruh Yesus pergi dari negerinya, mereka belum mendengar pengajaran-Nya. Mereka tidak tahu apa yang telah mereka tolak. Karena itu Ia mengirimkan terang kepada mereka, dan melalui kedua orang itu mereka tidak menutup telinga.

Dalam membinasakan babi-babi itu adalah maksud Setan untuk mengalihkan perhatian orang banyak dari Juruselamat dan menghalangi penginjilan di kawasan itu. Tetapi peristiwa itu sendiri yang telah menggugah hati penduduk desa seperti tidak ada cara lain lagi yang dapat melakukannya, dan mengarahkan perhatian mereka kepada Kristus. Walaupun Yesus sendiri telah berlalu dari sana, orang yang telah disembuhkan-Nya tetap menjadi saksi akan kuasa-Nya. Mereka yang pernah menjadi pengantara raja kegelapan sekarang menjadi saluran terang, pesuruh Anak Allah. Ketika Yesus kembali ke Dekapolis, orang-orang berkerumun di sekeliling-Nya. Dan selama tiga hari ribuan orang dari sekitar kawasan itu mendengarkan pekabaran keselamatan.

Dua orang gila yang sudah disembuhkan itu adalah misionaris pertama yang diutus Kristus mengajar injil di wilayah Dekapolis. Dalam waktu yang singkat orang-orang ini telah mendengar ajaran-Nya. Belum pernah ada satu khotbah dari bibir-Nya terdengar di telinga mereka. Mereka tidak dapat mengajar penduduk itu seperti murid-murid itu yang setiap hari bersama Dia. Tetapi mereka dapat menceritakan apa yang mereka ketahui; apa yang telah mereka lihat sendiri, dengar dan rasakan akan kuasa Juruselamat. Inilah yang dapat dilakukan setiap orang yang hatinya telah dijamah oleh karunia Allah. Inilah kesaksian yang diminta oleh Tuhan kita, karena tanpa itu dunia ini akan binasa.

Injil ini harus disampaikan bukan sebagai suatu teori yang mati, tetapi satu kuasa yang hidup untuk mengubah kehidupan. Allah mau agar hamba-hamba-Nya menyaksikan fakta yang melalui anugerah-Nya manusia dapat memiliki tabiat seperti Kristus dan dapat bergembira atas jaminan kasih-Nya yang besar itu. Ia mau supaya kita menyaksikan bahwa Ia tidak dapat merasa puas sampai semua orang yang mau menerima keselamatan dipulihkan dan dikembalikan kepada hak-hak kesucian sebagai putra-putri-Nya.

Sekalipun mereka yang jalan hidupnya bertentangan dengan-Nya, namun Ia menerima mereka dengan bebas. Pada waktu mereka bertobat maka dikaruniakan-Nya Roh Ilahi-Nya kepada mereka, dan mengutus mereka ke tempat orang-orang yang tidak setia untuk mengumandangkan belas kasihan-Nya. Jiwa-jiwa yang pernah dibuat merosot menjadi alat Setan masih dapat diubah menjadi pesuruh kebenaran melalui kuasa Kristus telah diubah menjadi utusan-utusan kebenaran dan diutus untuk menceritakan bagaimana hal-hal besar yang telah dilakukan Tuhan bagi mereka dan merasa kasihan kepada mereka.

<UD>"Pujianku Senantiasa Bagi-Mu"<D>

Setelah wanita di Kapernaum itu disembuhkan oleh jamahan iman, Yesus ingin agar dia menghargai berkat yang telah diterimanya. Pemberian yang injil itu tawarkan tidak diperoleh dengan cara mencurinya atau dinikmati sendirian.

<UD>"Kamulah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman Tuhan, dan Akulah Allah."4<D>

Pengakuan kita akan kesetiaan-Nya adalah sarana pilihan surga untuk menyatakan Kristus kepada dunia ini. Kita harus mengakui rahmat-Nya sebagaimana telah diperkenalkan melalui orang-orang kudus zaman dulu; tetapi yang paling efektif adalah kesaksian melalui pengalaman kita sendiri. Kita adalah saksi-saksi bagi Allah sementara kita menyatakan dalam diri kita suatu kuasa ilahi yang bekerja. Setiap orang mempunyai kehidupan yang berbeda dari orang lain, dan suatu pengalaman yang berbeda nilainya dari orang lain. Allah ingin agar pujian kita dinaikkan kepada-Nya,   ditandai dengan kepribadian kita sendiri. Pengakuan berharga untuk memuji kemuliaan rahmat-Nya ini, apabila didukung oleh kehidupan yang serupa dengan Kristus, mempunyai kuasa yang tak dapat dilawan yang mengerjakan keselamatan bagi jiwa-jiwa.

Adalah demi kita sendiri untuk menjaga agar setiap karunia Allah tetap segar dalam ingatan. Dengan sarana ini iman dikuatkan untuk menuntut dan menerima lebih banyak lagi. Ada dorongan yang lebih besar bagi kita dalam berkat terkecil yang kita sendiri terima dari Allah, dibanding semua catatan iman yang dapat kita baca tentang iman dan pengalaman orang lain. Jiwa yang menyambut anugerah Allah akan sama dengan taman yang disirami air. Kesehatannya dengan cepat akan menjadi sempurna; terangnya akan bersinar dengan jelas, dan kemuliaan Tuhan akan tampak pada dirinya.

"Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN
     segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan,
     dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN
     di depan seluruh umat-Nya."

"Aku hendak menyanyi bagi TUHAN
     selama aku hidup,
aku hendak bermazmur bagi Allahku
     selagi aku ada.
Biarlah renunganku manis
     kedengaran kepada-Nya!
Aku hendak bersukacita
     karena TUHAN."

"Siapakah yang dapat memberitahukan
     keperkasaan TUHAN,
memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?"

"Bersyukurlah kepada TUHAN,
     serukanlah nama-Nya,
perkenalkanlah perbuatan-Nya
     di antara bangsa-bangsa!
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya,
percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus,
Biarlah bersukahati orang-orang
     yang mencari TUHAN,

"Sebab kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup;
     bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku memuji Engkau seumur hidupku
     dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Seperti dengan lemak dan sumsum
     jiwaku dikenyangkan,
dan dengan bibir yang bersorak-sorai
     mulutku memuji-muji.
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku,
     merenungkan Engkau sepanjang kawal malam,
sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku
     dan dalam naungan sayap-Mu
aku bersorak-sorai."

"Kepada Allah aku percaya,
     aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia
     terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah,
     akan kulaksanakan,
dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku
     daripada maut,
bahkan menjaga kakiku,
     sehingga tidak tersandung;
maka aku boleh berjalan di hadapan Allah
     dalam cahaya kehidupan."

"Ya, yang Kudus Israel.
     Bibirku bersorak-sorai
sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu,
     juga jiwaku yang telah Kau bebaskan.
Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu
     sepanjang hari."

Sebab Engkaulah harapanku, ya TUHAN
     kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.
Engkau yang selalu kupuji-puji
     mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu.
Aku mau memasyhurkan nama-Mu
     turun temurun;
sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepada-Mu
     untuk seterusnya dan selamanya."5

                         
<MB>"Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."<MD>


Panggilan injil janganlah dipersempit maknanya atau disajikan hanya kepada orang-orang tertentu saja, yang kita anggap akan menghormati kita kalau mereka menerimanya. Pekabaran itu harus dibagikan kepada semua orang. Bila Allah memberkati anak-anakNya, pemberkatan itu bukanlah hanya bagi mereka sendiri, tetapi demi kebutuhan dunia ini. Ia mencurahkan karunia-Nya kepada kita agar kita bisa kembangkan dengan membagikannya.

Wanita Samaria yang bercakap-cakap bersama Yesus di Sumur Yakub itu segera membawa orang lain kepada-Nya setelah menemukan Juruselamat. Dia membuktikan dirinya sebagai seorang misionaris yang lebih efektif daripada murid-murid-Nya. Murid-murid tidak melihat di Samaria adanya tanda yang menunjukkan bahwa wilayah itu adalah daerah yang subur. Pikiran mereka tertuju kepada satu pekerjaan besar yang akan dilakukan di masa depan. Mereka tidak melihat bahwa di sekeliling mereka terdapat ladang yang siap dipanen. Tetapi melalui wanita yang mereka lecehkan itu seluruh penduduk kota diajak untuk mendengarkan Yesus. Dia segera memancarkan terang kepada warga kotanya.

Wanita ini melambangkan pekerjaan iman yang praktis di dalam Yesus. Setiap murid sejati dilahirkan ke dalam kerajaan Allah sebagai seorang misionaris. Begitu dia mengenal Juruselamat, dia segera merasa rindu untuk memperkenalkan orang lain kepada-Nya. Kebenaran yang menyelamatkan dan menyucikan itu tak dapat dikekang dalam hatinya. Dia yang meminum air hidup akan menjadi sumber kehidupan. Si penerima menjadi si pemberi. Anugerah Kristus dalam jiwa sama seperti mata air di padang belantara, memancar untuk menyegarkan semua orang, dan membuat mereka yang sedang binasa ingin meminum air hidup. Dalam melakukan tugas ini berkat yang lebih besar akan diterima, lebih besar daripada jika kita hanya menguntungkan diri sendiri. Dengan bekerja dalam menyebarkan kabar baik keselamatan itu kita dibawa lebih dekat kepada Juruselamat.

Tuhan mengatakan demikian tentang mereka yang menerima anugerah-Nya:

"Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat."6

"Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."7

Mereka yang sudah menerima harus membagikannya kepada orang lain. Dari setiap penjuru berkumandang seruan minta tolong. Allah memanggil orang-orang untuk melayani sesamanya dengan senang hati. Mahkota kekal haruslah diraih; kerajaan surga harus didapatkan; dunia yang sedang binasa dalam kebodohan haruslah diterangi.

"Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai bersuka-cita bersama-sama."8

=================================================================
<MI>"Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu yang kuat, nyaringkanlah suaramu, janganlah takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: 'Lihat, itu Allahmu!"<MD>9
=================================================================

Selama tiga tahun murid-murid berhadapan dengan contoh yang diberikan Yesus. Hari demi hari mereka berjalan dan berbicara dengan Dia, mendengar kata-kata penghiburan-Nya bagi orang yang lelah dan berbeban berat, dan menyaksikan kenyataan kuasa-Nya demi orang sakit dan yang tertindas. Ketika tiba waktu-Nya meninggalkan mereka, Ia memberikan kepada mereka anugerah dan kuasa untuk menjalankan pekerjaan-Nya dalam nama-Nya. Mereka ditugasi untuk memancarkan sinar injil-Nya, yaitu injil kasih dan penyembuhan. Juruselamat menjanjikan bahwa kehadiran-Nya senantiasa akan menyertai mereka. Melalui Roh Kudus Ia bahkan lebih dekat kepada mereka dibanding ketika Ia dapat dilihat berjalan di antara manusia.

Pekerjaan yang telah dilakukan murid-murid Yesus adalah juga yang harus kita laksanakan. Setiap orang Kristen haruslah menjadi seorang misionaris. Dengan rasa simpati dan belas kasihan kita harus melayani mereka yang memerlukan pertolongan sambil berusaha dengan kesungguh-sungguhan yang tidak mementingkan diri sendiri untuk meringankan penderitaan umat manusia.

Setiap orang akan menemukan sesuatu untuk dilakukan. Janganlah seseorang merasa bahwa tidak ada tempat di mana mereka dapat bekerja bagi Kristus. Juruselamat memperkenalkan diri-Nya pada semua lapisan masyarakat. Agar kita menjadi anggota keluarga surgawi, Ia menjadi anggota keluarga duniawi. Ia adalah Anak manusia, dengan demikian adalah seorang saudara bagi setiap turunan Adam. Para pengikut-Nya tidak perlu merasa terpisah dari dunia yang sedang binasa di sekeliling mereka. Mereka adalah sebagian dari jaringan kemanusiaan yang luas, dan surga memandang mereka sebagai saudara baik kepada orang berdosa sebagaimana kepada orang saleh.

Berjuta-juta manusia berada, di dalam penyakit, kebodohan dan dosa, belum pernah mendengar tentang cinta Kristus bagi mereka. Sekiranya keadaan kita dan keadaanmu mereka saling bertukar, perlakuan apakah yang kita inginkan dari mereka? Semua ini, sejauh masih dalam kemampuan kita, harus kita lakukan bagi mereka. Peraturan hidup yang diberikan Kristus oleh mana kita masing-masing harus pertahankan atau gugur dalam penghakiman, adalah: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."10

Dengan segala hal yang menguntungkan kita lebih dari orang lain,  -- apakah pendidikan dan kehalusan budi bahasa, keagungan tabiat, pendidikan Kristus atau pengalaman rohani -- kita berutang pada mereka yang kurang beruntung; dan sejauh masih dalam kemampuan kita, haruslah kita lakukan bagi mereka. Jika kita kuat, kita harus menopang tangan yang lemah.

Malaikat-malaikat kemuliaan yang senantiasa menatap wajah Bapa di surga dengan gembira melayani anak-anak-Nya yang lemah. Malaikat-malaikat senantiasa hadir di mana mereka sangat dibutuhkan, bersama mereka yang bergumul mati-matian untuk mengalahkan diri sendiri, dan mereka yang berada dalam lingkungan paling menyedihkan. Jiwa-jiwa yang lemah dan gemetar yang memiliki banyak ciri tabiat yang bertentangan itulah tugas khusus mereka. Pelayanan yang dianggap rendah oleh hati yang mementingkan diri, yaitu melayani mereka yang sengsara dan yang dianggap rendah, itulah pekerjaan dari makhluk-makhluk suci dan tak berdosa yang turun dari surga.

Yesus tidak menganggap surga sebagai satu tempat yang diidam-idamkan sementara kita tersesat. Ia meninggalkan takhta surga dan menjalani kehidupan yang hina dan tertindas serta mengalami kematian yang memalukan. Ia yang kaya dalam ukuran surga menjadi miskin, agar dengan kemiskinan-Nya itu kita menjadi kaya. Kita harus mengikut jejak-Nya.

Orang yang menjadi anak Allah harus memandang dirinya sebagai mata rantai yang diulurkan untuk menyelamatkan dunia, satu dengan Kristus dalam rencana kemurahan-Nya, pergi bersama Dia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Banyak orang merasa bahwa adalah satu kesempatan luar biasa untuk mengunjungi tempat-tempat dari kehidupan Yesus selama di bumi ini, berjalan di tempat yang Ia pernah jalani, memandang tepi danau di mana Yesus suka mengajar, serta bukit dan lembah yang biasa dipandangi Yesus. Tetapi kita tidak perlu pergi ke Nazaret, ke Kapernaum, ke Betania supaya mengikuti jejak Yesus. Kita akan menemukan jejak-jejak kaki-Nya di samping tempat tidur orang sakit, di tempat-tempat yang miskin, di tempat-tempat kumuh di kota-kota besar, dan di setiap tempat di mana ada hati manusia yang memerlukan penghiburan.

Kita harus memberi makanan kepada orang lapar, pakaian kepada orang yang telanjang, menghibur yang menderita dan tertindas. Kita harus melayani yang putus asa, dan memberi pengharapan kepada yang kecewa.

Kasih Kristus yang dinyatakan dalam pelayanan yang tidak mementingkan diri akan lebih berhasil mengubah pelaku kejahatan dibanding dengan ancaman pedang atau vonis pengadilan. Ini semua perlu untuk menimbulkan kengerian kepada para pelanggar hukum, tetapi misionaris yang penuh kasih sayang dapat melakukan lebih dari itu. Seringkali hati yang mengeras karena teguran akan luluh karena kasih Kristus.

Misionaris bukan hanya dapat mengobati penyakit jasmani, tetapi dia bisa menuntun orang berdosa kepada Tabib Agung itu yang dapat menyucikan jiwa dari kusta dosa. Melalui hamba-hamba-Nya, Allah merencanakan agar orang sakit, orang malang dan mereka yang dirasuk setan akan mendengar suara-Nya. Melalui perantara-perantara manusia Ia ingin menjadi penghibur yang belum pernah dikenal oleh dunia.

Juruselamat telah menyerahkan nyawa-Nya yang mulia itu untuk mendirikan sebuah gereja yang sanggup melayani orang yang menderita, yang bersedih dan tergoda. Satu kelompok orang percaya boleh saja menderita kemiskinan, kurang terdidik atau tidak dikenal; Namun di dalam Kristus mereka akan melakukan satu tugas di rumahtangga, di tengah masyarakat, bahkan juga di "wilayah-wilayah terpencil," yang hasilnya akan sepanjang masa kekekalan.

Kepada para pengikut Kristus zaman ini, begitu juga kepada murid-murid yang pertama, kata-kata ini disampaikan:

"Kepada-Ku telah diberikan kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku." "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk." 11

Dan kepada kita juga diberikan janji kehadiran-Nya, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."12

Sekarang ini tidak ada rombongan banyak orang yang ingin tahu berkumpul di padang belantara karena ingin melihat dan mendengar Kristus. Suara-Nya tidak terdengar di jalanan yang sibuk. Tak ada yang berseru dari pinggir jalan, "Yesus orang Nazaret lewat."13 Namun pada masa ini kata-kata itu benar ada. Kristus berjalan di jalan-jalan raya tanpa kelihatan. Dengan pekabaran kemurahan Ia mengunjungi rumah-rumah kita. Dengan semua orang yang berusaha melayani di dalam nama-Nya, Ia menunggu untuk bekerjasama. Ia berada di tengah-tengah kita, menyembuhkan dan memberkati, jika kita menerima Dia.

"Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sepi sunyi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!"

"Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit
     kedatangan pembawa berita,
yang mengabarkan berita damai
     dan memberitakan kabar baik,
     yang mengabarkan berita selamat
dan berkata kepada Sion: Allahmu itu Raja!"14
                
"Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama,
     hai reruntuhan Yerusalem!
Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya,
     telah menebus Yerusalem.
TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus,
     di depan mata semua bangsa;
maka segala ujung bumi melihat

     keselamatan yang dari Allah kita."15

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *