BAGIAN II :
TUGAS SEORANG DOKTER
"Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."
7
KERJASAMA ILAHI DAN MANUSIA
Dalam pelayanan penyembuhan dokter itu haruslah menjadi mitra kerja
Kristus. Juruselamat melayani jiwa dan raga. Injil yang
diajarkan-Nya adalah pekabaran kehidupan rohani dan pemulihan jasmani. Penyelamatan dari dosa dan
penyembuhan penyakit terjalin bersama. Pelayanan yang sama dipercayakan
kepada dokter Kristen. Dalam Kristus dia menyatukan diri untuk penyembuhan
jasmani dan rohani sesama manusia. Kepada orang sakit dia menjadi seorang
utusan kemurahan, memberikan pengobatan kepada mereka yang tubuhnya sakit dan
bagi jiwa yang sakit karena dosa.
Kristus adalah pemimpin sejati dari pekerjaan bidang kedokteran.
Sebagai Tabib Besar, Ia berada di samping setiap dokter yang takut akan Allah
untuk mengurangi penderitaan manusia. Sementara dokter itu menggunakan
obat-obat alami untuk penyakit jasmani, dia harus mengarahkan pandangan
pasiennya kepada Dia yang dapat mengobati penyakit jiwa dan penyakit jasmani. Di mana dokter
hanya dapat membantu, sedangkan Kristuslah yang menyempurnakan. Mereka berusaha
membantu upaya penyembuhan alami; tetapi Kristus Sendirilah penyembuh itu.
Dokter berusaha mempertahankan hidup; Kristus memberikan hidup.
Sumber Kesembuhan
Juruselamat dalam mukjizat-mukjizat-Nya
menyatakan kuasa yang senantiasa bekerja demi manusia, untuk memelihara dan
menyembuhkan dia. Melalui perantaraan alam, Allah bekerja setiap hari, setiap
jam, detik demi detik untuk membangun dan memulihkan kita. Apabila sebagian
tubuh terkena luka, maka proses penyembuhan segera mulai; sarana pengobatan alamiah dikerahkan untuk
memulihkan kesehatan. Tetapi kuasa yang bekerja melalui sarana ini adalah kuasa
Allah. Segala kuasa pemberi hidup berasal dari Dia. Apabila seorang
sembuh dari satu penyakit, Allah sendirilah yang memulihkannya.
Penyakit, penderitaan dan kematian adalah pekerjaan dari kuasa yang
berlawanan. Setan adalah perusak; Allah adalah pemulih.
Kata-kata yang diucapkan kepada bangsa
Israel dibenarkan sekarang ini oleh mereka yang telah disembuhkan dari penyakit
jasmani dan rohani. "Sebab Akulah TUHAN yang menyembuhkan engkau."1
Keinginan Allah bagi setiap manusia dinyatakan
dalam kata-kata ini: "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau
baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu
baik-baik saja."2
Itulah "Dia yang mengampuni segala
kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu; Dia yang menebus hidupmu dari
lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat."3
Sementara Kristus menyembuhkan penyakit, Ia
memberi amaran kepada banyak orang yang menderita, "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa
lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."4 Demikianlah
Ia mengajarkan bahwa mereka telah membawa penyakit kepada diri mereka sendiri
dengan melanggar hukum Allah, dan bahwa kesehatan dapat dipertahankan hanya
dengan penurutan.
Para dokter harus mengajar para pasiennya bahwa mereka harus
bekerjasama dengan Allah demi pemulihan kesehatan. Dokter
semakin terus menyadari fakta bahwa penyakit adalah akibat dosa. Dia tahu bahwa
hukum alam, sebagaimana prinsip-prinsip dalam Sepuluh Hukum, adalah bersifat
ilahi, dan hanya dengan penurutan kepada hukum ini kesehatan dapat dipulihkan
atau dipertahankan. Ia melihat banyak penderitaan sebagai akibat dari
praktik-praktik buruk yang sebenarnya dapat dipulihkan asalkan mereka mau
melakukan apa yang harus dilakukan demi pemulihan kesehatan mereka. Mereka perlu diajar bahwa setiap
praktik yang merusak tenaga tubuh, pikiran dan rohani adalah dosa, dan
bahwa kesehatan harus diperoleh melalui penurutan akan hukum-hukum yang telah
ditegakkan Allah demi kebaikan seluruh umat manusia.
Bila dokter melihat seorang pasien menderita karena penyakit yang
disebabkan oleh makan dan minum yang tidak teratur atau kebiasaan-kebiasaan
yang salah lainnya, namun dia lalai memberikan amaran padanya, berarti dia
menyakiti sesama manusia. Para pemabuk, orang gila, mereka
yang tidak bermoral, semuanya perlu supaya sang dokter menyatakan dengan jelas
dan tegas bahwa penderitaan adalah akibat dosa. Mereka yang memahami
prinsip-prinsip kehidupan harus bersungguh-sungguh memerangi penyebab-penyebab
penyakit. Melihat perlawanan yang terus menerus terhadap rasa sakit, terus
berupaya mengurangi penderitaan, bagaimanakah seorang dokter dapat berdiam
diri? Apakah dia murah
hati dan berbelaskasihan kalau dia tidak mengajarkan pertarakan yang ketat
sebagai pengobatan terhadap penyakit?
Hendaknya dijelaskan bahwa pola
perintah-perintah Allah itu adalah pola hidup. Allah telah menegakkan hukum
alam, tetapi hukum-Nya itu tidaklah bersifat sewenang-wenang. Setiap ucapan "Jangan
kamu," apakah yang menyangkut hukum fisik atau moral, mengandung suatu
janji. Jika kita menurutinya, berkat akan mengikuti langkah-langkah
kita. Allah tidak pernah
memaksa kita melakukan yang benar, tetapi Ia berusaha menyelamatkan kita dari
kejahatan, dan menuntun kita kepada kebaikan.
Hendaklah kita memperhatikan hukum-hukum
yang telah diajarkan kepada bangsa Israel. Allah telah memberikan petunjuk yang
pasti kepada mereka tentang kebiasaan-kebiasaan hidup. Ia telah memperkenalkan
kepada mereka hukum yang berkaitan dengan kesejahteraan jasmani maupun rohani;
dan dengan syarat penurutan, Ia menjamin mereka, "Tuhan akan menjauhkan
segala penyakit dari padamu"5 "Perhatikanlah segala perkataan yang
Kuperingatkan kepadamu pada hari ini." "Karena itulah yang menjadi
kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dari kesembuhan bagi seluruh tubuh
mereka."6
Allah menghendaki kita mencapai standar
kesempurnaan yang dimungkinkan bagi kita oleh anugerah Kristus. Ia memanggil
kita untuk memilih pihak yang benar, untuk menghubungkan diri dengan
sarana-sarana surgawi, memegang prinsip yang akan memulihkan citra ilahi dalam
diri kita. Dalam firman-Nya yang tertulis maupun di dalam buku alam yang besar
itu Ia telah menyatakan prinsip-prinsip kehidupan. Merupakan kewajiban kita
untuk mengetahui prinsip-prinsip ini, dan oleh penurutan untuk bekerjasama dengan Dia
dalam memulihkan kesehatan tubuh dan jiwa.
Manusia perlu mempelajari bahwa berkat-berkat penurutan yang sempurna
akan mereka miliki hanya jika mereka menerima anugerah Kristus. Anugerah-Nyalah
yang memberikan kuasa kepada manusia untuk menurut hukum-hukum Allah. Itulah
yang menyanggupkan dia mematahkan kebiasaan buruk. Inilah satu-satunya kuasa
yang menguatkan dan mempertahankan dia pada jalan yang benar.
Apabila injil diterima dalam kuasa dan kemurniannya, itu akan menjadi
suatu obat terhadap penyakit-penyakit yang berasal dari dosa. Matahari Kebenaran terbit "dengan kesembuhan pada
sayap-Nya."7 Tidak semua pemberian dunia ini dapat mengobati hati yang
hancur, atau dapat memberikan kedamaian hati, atau memindahkan kesusahan, atau
pun melenyapkan penyakit. Ketenaran, kepintaran atau keterampilan, semuanya
tidak berdaya untuk menggembirakan hati yang berduka atau memulihkan hidup yang
sia-sia. Hidup Allah dalam jiwa adalah satu-satunya pengharapan manusia.
Kasih yang dianugerahkan Kristus kepada
manusia seutuhnya adalah kuasa yang menghidupkan. Semua bagian penting -- yaitu otak, jantung, dan susunan
saraf -- bekerja demi kesembuhan. Olehnya tenaga-tenaga tertinggi tubuh
itu dirangsang untuk bekerja. Itu yang membebaskan jiwa dari kesalahan dan
kesedihan, kesusahan dan kegelisahan yang menghancurkan kekuatan hidup. Olehnya
timbullah ketenangan dan ketenteraman. Itu menanamkan kegembiraan dalam jiwa,
kegembiraan yang tak dapat dimusnahkan oleh dunia -- satu kegembiraan dalam Roh
Kudus -- yaitu kegembiraan yang memulihkan kesehatan dan memberikan kehidupan.
Kata-kata Juruselamat kita yang mengatakan,
"Marilah kepada-Ku. . . Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,"8
adalah resep untuk penyembuhan penyakit-penyakit fisik, mental dan rohani.
Walaupun manusia telah mengakibatkan penderitaan kepada diri mereka sendiri
karena perbuatan yang salah, Ia menyambut mereka dengan rasa iba. Di dalam Dia
mereka dapat menemukan pertolongan. Ia akan melaksanakan perkara-perkara besar bagi mereka yang percaya
kepada-Nya.
Walaupun dosa selama berada-abad telah
memperkuat cengkeramannya terhadap umat manusia, sekalipun melalui kepalsuan
dan penipuan Setan telah menutupi firman Allah dengan bayangan gelap
penafsirannya sehingga manusia meragukan kebaikan-Nya; namun kemurahan dan
kasih Bapa itu tidak berhenti mengalir ke dunia ini dengan arus yang besar.
Sekiranya manusia mau membuka jendela jiwanya ke arah surga, dan menghargai
karunia-karunia ilahi ini, maka berlimpah sifat-sifat baik yang menyembuhkan
akan mengalir masuk.
Dokter yang ingin menjadi mitra kerja Kristus yang layak akan berusaha
menjadi terampil dalam setiap aspek pekerjaannya. Dia akan belajar dengan
rajin, agar dia sangat pantas mengemban tanggungjawab profesinya, dan akan
senantiasa berusaha mencapai standar yang lebih tinggi, berusaha menambah
pengetahuan, keterampilan yang lebih tinggi, dan pandangan yang lebih tajam.
Setiap dokter harus menyadari bahwa dia yang melakukan pekerjaan yang rendah
dan tidak efisien bukan hanya menyakiti pasien, tetapi juga bertindak tidak
adil kepada rekan dokter lainnya. Dokter yang merasa puas dengan keterampilan
dan pengetahuan berstandar rendah bukan hanya menurunkan derajat profesi
kedokteran, tetapi dia tidak menghormati Kristus sebagai Tabib Besar.
Mereka yang menyadari bahwa mereka tidak layak untuk pekerjaan
kedokteran seharusnya memilih pekerjaan lain. Mereka yang
sudah menyesuaikan diri dengan baik dalam perawatan orang sakit, tetapi
pendidikan dan kualifikasi medisnya terbatas, akan bekerja dengan baik untuk
melaksanakan tugas-tugas sederhana, melayani dengan setia sebagai perawat.
Dengan pelayanan yang penuh kesabaran di bawah pimpinan dokter-dokter yang
terampil, mereka akan senantiasa belajar, dan dengan memanfaatkan setiap
kesempatan untuk menambah ilmu, mereka sekali kelak akan menjadi benar-benar
terampil dalam pekerjaan seorang dokter. Biarlah para dokter muda,
"sebagai teman sekerja bersama Dia (Tabib Besar), . . . supaya jangan
membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, . . . dalam hal apapun tidak
memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan jangan sampai dicela; tetapi
dalam segala hal menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah."9
Maksud Allah bagi kita ialah supaya kita
tetap bergerak ke atas. Dokter misionaris sejati akan bertambah terampil dalam
praktiknya. Dokter-dokter Kristen yang berbakat, yang memiliki kesanggupan
profesi yang tinggi, seharusnya dicari dan didorong untuk melibatkan diri dalam
pekerjaan Tuhan di mana mereka dapat mendidik dan melatih orang-orang lain
untuk menjadi misionaris-misionaris kesehatan.
Dokter itu harus mengumpulkan cahaya firman
Allah untuk jiwanya. Dia harus bertumbuh terus dalam anugerah. Baginya, agama
tidak sekadar salah satu pengaruh di antara yang lain. Seharusnya agama itu
menjadi pengaruh utama lebih daripada yang lain. Dia bertindak berdasarkan
motivasi yang tinggi dan kudus -- motivasi yang berkuasa karena bersumber dari
Seorang yang memberikan telah hidup-Nya untuk melengkapi kita dengan kuasa
mengalahkan kejahatan.
Kalau dokter itu dengan rajin dan setia
berusaha menjadikan dirinya efisien dalam bidangnya, jika dia mengabdikan diri
dalam pelayanan Kristus, dan menyisihkan waktu untuk menyelidik hatinya
sendiri, maka dia akan memahami bagaimana caranya menjaga rahasia panggilannya
yang kudus. Dia bisa begitu disiplin dan mendidik dirinya sehingga semua yang
berada dalam lingkungan pengaruhnya dapat melihat keunggulan pendidikan dan
kebijaksanaan yang diperoleh seseorang yang berhubungan dengan Allah yang bijaksana
dan berkuasa.
Tidak ada persekutuan yang lebih erat
dengan Kristus diperlukan daripada dalam pekerjaan dokter itu. Dia yang mau
melakukan dengan benar tugas-tugas dokter mestinya setiap hari dan setiap jam
menghidupkan kehidupan seorang Kristen. Hidup pasien itu terletak di tangan
dokter itu. Satu diagnosa yang ceroboh, satu resep yang salah, dalam satu kasus
yang gawat, atau satu gerakan tangan yang sembrono dalam suatu pembedahan,
walaupun hanya selebar sehelai rambut saja, maka satu nyawa mungkin akan jadi
korban, satu jiwa diantarkan ke dalam kekekalan. Betapa seriusnya pemikiran
tentang hal itu! Betapa pentingnya agar dokter itu harus senantiasa berada di
bawah penguasaan Tabib ilahi itu!
Juruselamat bersedia membantu semua orang yang memohon dari Dia akal
budi dan kejernihan pikiran. Siapakah yang lebih
membutuhkan akal budi dan kejernihan pikiran selain dokter, pada siapa
keputusan-keputusan banyak bergantung? Biarlah orang yang mencoba memperpanjang
hidup memandang pada Kristus dalam iman untuk menuntun setiap gerakannya.
Juruselamat akan memberikan kepadanya kebijaksanaan dan keterampilan dalam
menangani kasus-kasus yang sulit.
Luar biasa kesempatan yang diberikan kepada
penjaga-penjaga orang sakit. Dalam segala hal yang dilakukan untuk memulihkan
orang sakit, biarlah mereka memahami bahwa dokter itu berusaha menolong mereka
untuk bekerjasama dengan Allah dalam memerangi penyakit. Tuntunlah mereka untuk
merasa bahwa dalam setiap langkah yang diambil sesuai dengan hukum-hukum Allah,
mereka boleh mengharapkan bantuan kuasa Ilahi.
Orang sakit dan menderita akan menaruh
lebih banyak keyakinan pada dokter yang mengasihi dan takut akan Allah. Mereka
percaya akan kata-katanya. Mereka merasa suatu ketenteraman dalam kehadiran dan
pelayanan dokter demikian.
Setelah mengenal Tuhan Yesus, maka
terbukalah kesempatan bagi para dokter Kristen dengan doa mengundang
kehadiran-Nya di dalam ruangan si sakit. Sebelum melaksanakan operasi yang
gawat, biarlah dokter itu meminta pertolongan dari Tabib Besar itu. Biarlah dia
meyakinkan orang sakit itu bahwa Allah dapat menyelamatkan dia dalam cobaan
berat ini, bahwa dalam segala saat kesulitan Dialah perlindungan bagi yang
mempercayai-Nya. Dokter yang tidak dapat melakukan ini akan gagal dalam kasus
demi kasus yang sebenarnya dapat diselamatkan. Jika dia dapat mengucapkan
kata-kata yang akan membangkitkan iman pada Juruselamat yang penuh belas
kasihan itu, yang merasakan setiap sengatan penderitaan, dan dapat menghadapkan
kebutuhan jiwa itu kepada-Nya dalam doa, krisis itu akan lebih sering berlalu
dengan selamat.
Hanya Dia yang membaca hati dapat
mengetahui banyak pasien yang setuju dioperasi oleh seorang dokter tetapi
dengan rasa takut dan gemetar. Mereka menyadari akan bahayanya. Sementara
mereka meyakini keterampilan dokter itu, mereka mengetahui bahwa bisa saja
terjadi kesalahan. Tetapi
sementara mereka melihat dokter itu menundukkan kepala berdoa memohon
pertolongan dari Allah, mereka diilhami dengan keyakinan. Rasa syukur dan
kepercayaan membuka hati mereka kepada kuasa penyembuhan Allah, tenaga orang itu dihidupkan,
dan kemampuan hidup menang.
Bagi dokter itu kehadiran Juruselamat juga menjadi satu unsur kekuatan. Sering segala kemungkinan dan tanggungjawab akan pekerjaannya
melemahkan semangatnya. Kegelisahan karena takut dan ketidakpastian akan
membuat tangannya tidak lagi terampil. Tetapi jaminan Penasihat ilahi
menyertainya, menuntun dan memeliharanya, memberi ketenangan dan semangat.
Jamahan Kristus pada tangan dokter itu akan menciptakan vitalitas, ketenangan,
keyakinan dan kuasa.
Setelah melewati krisis dengan aman dan keberhasilan sudah nampak,
biarlah digunakan sedikit waktu bersama pasien di dalam doa. Nyatakanlah dengan rasa terima kasihmu karena satu nyawa telah
diselamatkan. Sementara
ucapan terimakasih dari pasien tertuju kepada sang dokter, biarlah pujian dan
ucapan syukur itu diarahkan kepada Allah. Beritahukanlah kepada pasien bahwa
nyawanya diselamatkan karena perlindungan Tabib surgawi.
Dokter yang mengikuti cara ini sedang
menuntun pasiennya kepada Seorang yang menopang hidupnya, Seorang yang dapat
menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada-Nya.
Memasuki bidang pekerjaan misionaris kesehatan harus lebih dulu
mempunyai kerinduan yang mendalam akan jiwa-jiwa. Sama
dengan seorang pelayan injil, ke tangan dokter terletak satu kepercayaan
tertinggi yang pernah diberikan kepada manusia. Apakah dia menyadarinya atau
tidak, kepada setiap dokter dipercayakan penyembuhan jiwa-jiwa.
Dalam pekerjaan menangani penyakit dan
kematian, para dokter sangat sering kehilangan pandangan akan
kenyataan-kenyataan serius dari kehidupan yang akan datang. Dalam usaha mereka
yang sungguh-sungguh untuk mencegah bahaya terhadap tubuh, mereka lupa akan
bahaya terhadap jiwa. Orang yang mereka layani mungkin tidak dapat lagi
mempertahankan hidup. Kesempatan terakhir sedang terlepas dari pegangannya.
Jiwa ini pasti akan dihadapkan kepada sang dokter di kursi pengadilan Kristus.
Sering kita kehilangan berkat yang paling
berharga dengan mengabaikan ucapan satu kata pada saat diperlukan. Jikalau
kesempatan emas tidak dimanfaatkan maka kesempatan itu akan hilang. Di samping tempat tidur si sakit janganlah ucapkan ajaran
kepercayaan atau pertentangan. Biarlah si penderita diarahkan kepada Seorang
yang mau menyelamatkan semua yang datang kepada-Nya dalam iman. Dengan
sungguh-sungguh dan lemah lembut berusahalah menolong jiwa itu yang sedang
sekarat antara hidup dan mati.
Dokter yang menyadari bahwa Kristuslah
Juruselamatnya pribadi, karena dia sendiri telah dituntun ke dalam Perlindungan
itu, mengetahui bagaimana caranya menangani jiwa-jiwa yang ketakutan, bersalah
dan sakit karena berdosa, yang mengharapkan pertolongan daripadanya. Dia dapat
menjawab pertanyaan, "Apakah yang saya harus lakukan supaya selamat?"
Dia dapat menceritakan tentang kasih Penebus. Dia dapat berbicara berdasarkan
pengalaman tentang kuasa pertobatan dan iman. Dengan sederhana, kata-kata yang
penuh kesungguh-sungguhan dapat menghadapkan kebutuhan jiwa itu kepada Allah di
dalam doa. Dia juga dapat mendorong si sakit untuk memohon dan menerima
kemurahan Juruselamat yang berkemurahan. Sementara dia melayani di samping
tempat tidur si sakit, yaitu mengucapkan kata-kata yang menolong dan menghibur,
Tuhan bekerja bersamanya dan melalui dia. Sementara pikiran penderita diarahkan kepada Juruselamat,
damai dari Kristus akan memenuhi hatinya, dan kesehatan rohani yang
mempengaruhi tubuhnya itu digunakan sebagai tangan Allah yang menolong
memulihkan kesehatan tubuhnya.
Dalam merawat orang sakit, dokter itu akan
sering mendapat kesempatan untuk melayani sahabat-sahabat pasien itu. Sementara
mereka menunggui di samping tempat tidur penderita yang merasa tidak berdaya
untuk menghindari sengatan penderitaan, hati mereka dilembutkan. Seringkali
dukacita yang disembunyikan terhadap orang lain dinyatakan kepada dokter.
Sekarang tibalah kesempatan untuk mengarahkan orang yang sedih ini kepada Dia
yang telah mengundang semua yang letih-lesu dan yang berbeban berat untuk
datang kepada-Nya. Seringkali doa dapat dilayangkan untuk mereka atau bersama
mereka, sambil menyampaikan kebutuhan mereka kepada Penyembuh segala macam
penyakit itu, yakni Penghibur semua orang yang berduka.
=================================================================
=================================================================
Dokter mempunyai kesempatan-kesempatan
berharga untuk mengarahkan semua pasiennya kepada janji-janji Allah. Dia harus
menyampaikan barang yang baru dan lama dari rumah perbendaharaan, berbicara di
sana sini tentang kata-kata penghiburan dan petunjuk yang didambakan. Biarlah
dokter itu menjadikan pikirannya sebagai satu gudang pemikiran yang segar.
Biarlah dia mempelajari firman Allah dengan rajin, supaya dia mengenal betul
janji-janji-Nya. Biarlah dia belajar mengulangi kata-kata penghiburan Kristus
selama pelayanan-Nya di dunia ini sewaktu memberikan pelajaran dan menyembuhkan
orang sakit. Dia harus membicarakan tentang pekerjaan penyembuhan yang
dilakukan Kristus, kelemahlembutan-Nya dan kasih-Nya. Jangan sekali-kali dia
mengabaikan untuk menuntun pikiran pasiennya kepada Kristus selaku Tabib Besar.
Kuasa yang sama yang terdapat dalam
Firman-Nya itulah yang digunakan oleh Kristus sewaktu Ia secara kelihatan
berjalan di antara manusia. Dengan kata-kata-Nyalah Yesus menyembuhkan penyakit
dan mengusir setan; dengan kata-kata-Nya dia menghardik dan meneduhkan
gelombang laut dan membangkitkan orang mati, dan orang-orang menyaksikan bahwa
kata-kata-Nya berkuasa. Ia mengucapkan kata-kata Allah sebagaimana Ia berbicara
kepada semua nabi dan guru dalam Perjanjian Lama. Seluruh Alkitab adalah pengejawantahan
Kristus.
Kitab Suci harus diterima sebagai perkataan
Allah kepada kita, bukan saja tertulis, tetapi diucapkan. Ketika yang dirundung
malang datang kepada Kristus, Ia bukan hanya memperhatikan yang datang meminta
pertolongan kepada-Nya, tetapi kepada semua orang dari segala zaman yang akan
datang kepada-Nya dengan keperluan yang sama dan dengan iman yang sama. Ketika
Ia berkata kepada orang lumpuh itu, "Pergilah, hai anak-Ku, dosamu telah
diampuni;" ketika dia katakan kepada seorang perempuan di Kapernaum,
"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan
selamat!"14
Begitulah semua janji-janji firman Allah.
Dengan janji-janji itu Ia berbicara kepada kita secara perorangan, berbicara
langsung seakan-akan kita mendengar suara-Nya. Di dalam janji-janji inilah
Kristus menyampaikan anugerah dan kuasanya kepada kita. Kata-kata itu adalah
daun pohon kehidupan yang "dipakai untuk menyembuhkan segala
bangsa."15 Kata-kata itu kalau diterima dan diasimilasikan akan menjadi
kekuatan tabiat, sumber ilham dan ketahanan hidup. Tidak ada lain yang dapat
memberi semangat dan iman yang memberikan kekuatan hidup kepada seluruh tubuh.
Kepada orang yang berdiri gemetar dengan
rasa takut di pinggir liang lahat, kepada jiwa yang lelah karena beban penderitaan
dan dosa, biarlah dokter yang memiliki kesempatan itu mengulangi kata-kata
Juruselamat -- karena seluruh isi Alkitab itu adalah milik-Nya:
"Janganlah takut, sebab Aku telah
menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui
sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui
api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu . . .
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi
engkau." "Aku, Akulah Dia yang menghapuskan pemberontakanmu oleh
karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." "Janganlah
takut, sebab Aku ini menyertai engkau."16
"Seperti bapa sayang kepada
anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat bahwa kita ini debu."17
"Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa
engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN Allahmu." "Jika kita mengaku
dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala
dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."18
"Aku telah menghapus segala dosa
pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan
yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!"19
"Marilah, baiklah kita berperkara! --
firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti
salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih
seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan
hasil baik dari negeri itu."20
"Aku mengasihi engkau dengan kasih
yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." "Aku
telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam
kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau."21
"Janganlah gelisah hatimu."
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Ku-berikan kepadamu,
dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah dan gentar hatimu."22
"Dan mereka masing-masing akan seperti
tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut,
seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar di
tanah yang tandus."23
"Orang-orang sengsara dan orang-orang
miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan,
tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, Aku
tidak akan meninggalkan mereka."24
"Beginilah firman TUHAN yang
menjadikan engkau:" "Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang
haus, dan hujan lebat ke atas tanah yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke
atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu."25
"Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah
dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi!"26
"Dialah yang memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita." "Tetapi Dia tertikam oleh karena
pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh
bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh."27


No comments:
Post a Comment
Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.