ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Saturday, October 29, 2016

TUGAS SEORANG DOKTER

BAGIAN II :

TUGAS SEORANG DOKTER

"Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."




7

KERJASAMA ILAHI DAN MANUSIA

Dalam pelayanan penyembuhan dokter itu haruslah menjadi mitra kerja Kristus. Juruselamat melayani jiwa dan raga. Injil yang diajarkan-Nya adalah pekabaran kehidupan rohani dan pemulihan jasmani. Penyelamatan dari dosa dan penyembuhan penyakit terjalin bersama. Pelayanan yang sama dipercayakan kepada dokter Kristen. Dalam Kristus dia menyatukan diri untuk penyembuhan jasmani dan rohani sesama manusia. Kepada orang sakit dia menjadi seorang utusan kemurahan, memberikan pengobatan kepada mereka yang tubuhnya sakit dan bagi jiwa yang sakit karena dosa.

Kristus adalah pemimpin sejati dari pekerjaan bidang kedokteran. Sebagai Tabib Besar, Ia berada di samping setiap dokter yang takut akan Allah untuk mengurangi penderitaan manusia. Sementara dokter itu menggunakan obat-obat alami untuk penyakit jasmani, dia harus mengarahkan pandangan pasiennya kepada Dia yang dapat mengobati penyakit jiwa dan penyakit jasmani. Di mana dokter hanya dapat membantu, sedangkan Kristuslah yang menyempurnakan. Mereka berusaha membantu upaya penyembuhan alami; tetapi Kristus Sendirilah penyembuh itu. Dokter berusaha mempertahankan hidup; Kristus memberikan hidup.

Sumber Kesembuhan

Juruselamat dalam mukjizat-mukjizat-Nya menyatakan kuasa yang senantiasa bekerja demi manusia, untuk memelihara dan menyembuhkan dia. Melalui perantaraan alam, Allah bekerja setiap hari, setiap jam, detik demi detik untuk membangun dan memulihkan kita. Apabila sebagian tubuh terkena luka, maka proses penyembuhan segera mulai; sarana pengobatan alamiah dikerahkan untuk memulihkan kesehatan. Tetapi kuasa yang bekerja melalui sarana ini adalah kuasa Allah. Segala kuasa pemberi hidup berasal dari Dia. Apabila seorang sembuh dari satu penyakit, Allah sendirilah yang memulihkannya.

Penyakit, penderitaan dan kematian adalah pekerjaan dari kuasa yang berlawanan. Setan adalah perusak; Allah adalah pemulih.

Kata-kata yang diucapkan kepada bangsa Israel dibenarkan sekarang ini oleh mereka yang telah disembuhkan dari penyakit jasmani dan rohani. "Sebab Akulah TUHAN yang menyembuhkan engkau."1

Keinginan Allah bagi setiap manusia dinyatakan dalam kata-kata ini: "Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu
baik-baik saja."2

Itulah "Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu; Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat."3

Sementara Kristus menyembuhkan penyakit, Ia memberi amaran kepada banyak orang yang menderita, "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."4 Demikianlah Ia mengajarkan bahwa mereka telah membawa penyakit kepada diri mereka sendiri dengan melanggar hukum Allah, dan bahwa kesehatan dapat dipertahankan hanya dengan penurutan.

Para dokter harus mengajar para pasiennya bahwa mereka harus bekerjasama dengan Allah demi pemulihan kesehatan. Dokter semakin terus menyadari fakta bahwa penyakit adalah akibat dosa. Dia tahu bahwa hukum alam, sebagaimana prinsip-prinsip dalam Sepuluh Hukum, adalah bersifat ilahi, dan hanya dengan penurutan kepada hukum ini kesehatan dapat dipulihkan atau dipertahankan. Ia melihat banyak penderitaan sebagai akibat dari praktik-praktik buruk yang sebenarnya dapat dipulihkan asalkan mereka mau melakukan apa yang harus dilakukan demi pemulihan kesehatan mereka. Mereka perlu diajar bahwa setiap praktik yang merusak tenaga tubuh, pikiran dan rohani adalah dosa, dan bahwa kesehatan harus diperoleh melalui penurutan akan hukum-hukum yang telah ditegakkan Allah demi kebaikan seluruh umat manusia.

Bila dokter melihat seorang pasien menderita karena penyakit yang disebabkan oleh makan dan minum yang tidak teratur atau kebiasaan-kebiasaan yang salah lainnya, namun dia lalai memberikan amaran padanya, berarti dia menyakiti sesama manusia. Para pemabuk, orang gila, mereka yang tidak bermoral, semuanya perlu supaya sang dokter menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa penderitaan adalah akibat dosa. Mereka yang memahami prinsip-prinsip kehidupan harus bersungguh-sungguh memerangi penyebab-penyebab penyakit. Melihat perlawanan yang terus menerus terhadap rasa sakit, terus berupaya mengurangi penderitaan, bagaimanakah seorang dokter dapat berdiam diri? Apakah dia murah hati dan berbelaskasihan kalau dia tidak mengajarkan pertarakan yang ketat sebagai pengobatan terhadap penyakit?

Hendaknya dijelaskan bahwa pola perintah-perintah Allah itu adalah pola hidup. Allah telah menegakkan hukum alam, tetapi hukum-Nya itu tidaklah bersifat sewenang-wenang. Setiap ucapan "Jangan kamu," apakah yang menyangkut hukum fisik atau moral, mengandung suatu janji. Jika kita menurutinya, berkat akan mengikuti langkah-langkah kita. Allah tidak pernah memaksa kita melakukan yang benar, tetapi Ia berusaha menyelamatkan kita dari kejahatan, dan menuntun kita kepada kebaikan.

Hendaklah kita memperhatikan hukum-hukum yang telah diajarkan kepada bangsa Israel. Allah telah memberikan petunjuk yang pasti kepada mereka tentang kebiasaan-kebiasaan hidup. Ia telah memperkenalkan kepada mereka hukum yang berkaitan dengan kesejahteraan jasmani maupun rohani; dan dengan syarat penurutan, Ia menjamin mereka, "Tuhan akan menjauhkan segala penyakit dari padamu"5 "Perhatikanlah segala perkataan yang Kuperingatkan kepadamu pada hari ini." "Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dari kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka."6


Allah menghendaki kita mencapai standar kesempurnaan yang dimungkinkan bagi kita oleh anugerah Kristus. Ia memanggil kita untuk memilih pihak yang benar, untuk menghubungkan diri dengan sarana-sarana surgawi, memegang prinsip yang akan memulihkan citra ilahi dalam diri kita. Dalam firman-Nya yang tertulis maupun di dalam buku alam yang besar itu Ia telah menyatakan prinsip-prinsip kehidupan. Merupakan kewajiban kita untuk mengetahui prinsip-prinsip ini, dan oleh penurutan untuk bekerjasama dengan Dia dalam memulihkan kesehatan tubuh dan jiwa.

Manusia perlu mempelajari bahwa berkat-berkat penurutan yang sempurna akan mereka miliki hanya jika mereka menerima anugerah Kristus. Anugerah-Nyalah yang memberikan kuasa kepada manusia untuk menurut hukum-hukum Allah. Itulah yang menyanggupkan dia mematahkan kebiasaan buruk. Inilah satu-satunya kuasa yang menguatkan dan mempertahankan dia pada jalan yang benar.

Apabila injil diterima dalam kuasa dan kemurniannya, itu akan menjadi suatu obat terhadap penyakit-penyakit yang berasal dari dosa. Matahari Kebenaran terbit "dengan kesembuhan pada sayap-Nya."7 Tidak semua pemberian dunia ini dapat mengobati hati yang hancur, atau dapat memberikan kedamaian hati, atau memindahkan kesusahan, atau pun melenyapkan penyakit. Ketenaran, kepintaran atau keterampilan, semuanya tidak berdaya untuk menggembirakan hati yang berduka atau memulihkan hidup yang sia-sia. Hidup Allah dalam jiwa adalah satu-satunya pengharapan manusia.

Kasih yang dianugerahkan Kristus kepada manusia seutuhnya adalah kuasa yang menghidupkan. Semua bagian penting -- yaitu otak, jantung, dan susunan saraf -- bekerja demi kesembuhan. Olehnya tenaga-tenaga tertinggi tubuh itu dirangsang untuk bekerja. Itu yang membebaskan jiwa dari kesalahan dan kesedihan, kesusahan dan kegelisahan yang menghancurkan kekuatan hidup. Olehnya timbullah ketenangan dan ketenteraman. Itu menanamkan kegembiraan dalam jiwa, kegembiraan yang tak dapat dimusnahkan oleh dunia -- satu kegembiraan dalam Roh Kudus -- yaitu kegembiraan yang memulihkan kesehatan dan memberikan kehidupan.

Kata-kata Juruselamat kita yang mengatakan, "Marilah kepada-Ku. . . Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,"8 adalah resep untuk penyembuhan penyakit-penyakit fisik, mental dan rohani. Walaupun manusia telah mengakibatkan penderitaan kepada diri mereka sendiri karena perbuatan yang salah, Ia menyambut mereka dengan rasa iba. Di dalam Dia mereka dapat menemukan pertolongan. Ia akan melaksanakan perkara-perkara besar bagi mereka yang percaya kepada-Nya.

Walaupun dosa selama berada-abad telah memperkuat cengkeramannya terhadap umat manusia, sekalipun melalui kepalsuan dan penipuan Setan telah menutupi firman Allah dengan bayangan gelap penafsirannya sehingga manusia meragukan kebaikan-Nya; namun kemurahan dan kasih Bapa itu tidak berhenti mengalir ke dunia ini dengan arus yang besar. Sekiranya manusia mau membuka jendela jiwanya ke arah surga, dan menghargai karunia-karunia ilahi ini, maka berlimpah sifat-sifat baik yang menyembuhkan akan mengalir masuk.

Dokter yang ingin menjadi mitra kerja Kristus yang layak akan berusaha menjadi terampil dalam setiap aspek pekerjaannya. Dia akan belajar dengan rajin, agar dia sangat pantas mengemban tanggungjawab profesinya, dan akan senantiasa berusaha mencapai standar yang lebih tinggi, berusaha menambah pengetahuan, keterampilan yang lebih tinggi, dan pandangan yang lebih tajam. Setiap dokter harus menyadari bahwa dia yang melakukan pekerjaan yang rendah dan tidak efisien bukan hanya menyakiti pasien, tetapi juga bertindak tidak adil kepada rekan dokter lainnya. Dokter yang merasa puas dengan keterampilan dan pengetahuan berstandar rendah bukan hanya menurunkan derajat profesi kedokteran, tetapi dia tidak menghormati Kristus sebagai Tabib Besar.

Mereka yang menyadari bahwa mereka tidak layak untuk pekerjaan kedokteran seharusnya memilih pekerjaan lain. Mereka yang sudah menyesuaikan diri dengan baik dalam perawatan orang sakit, tetapi pendidikan dan kualifikasi medisnya terbatas, akan bekerja dengan baik untuk melaksanakan tugas-tugas sederhana, melayani dengan setia sebagai perawat. Dengan pelayanan yang penuh kesabaran di bawah pimpinan dokter-dokter yang terampil, mereka akan senantiasa belajar, dan dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menambah ilmu, mereka sekali kelak akan menjadi benar-benar terampil dalam pekerjaan seorang dokter. Biarlah para dokter muda, "sebagai teman sekerja bersama Dia (Tabib Besar), . . . supaya jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, . . . dalam hal apapun tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan jangan sampai dicela; tetapi dalam segala hal menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah."9

Maksud Allah bagi kita ialah supaya kita tetap bergerak ke atas. Dokter misionaris sejati akan bertambah terampil dalam praktiknya. Dokter-dokter Kristen yang berbakat, yang memiliki kesanggupan profesi yang tinggi, seharusnya dicari dan didorong untuk melibatkan diri dalam pekerjaan Tuhan di mana mereka dapat mendidik dan melatih orang-orang lain untuk menjadi misionaris-misionaris kesehatan.

Dokter itu harus mengumpulkan cahaya firman Allah untuk jiwanya. Dia harus bertumbuh terus dalam anugerah. Baginya, agama tidak sekadar salah satu pengaruh di antara yang lain. Seharusnya agama itu menjadi pengaruh utama lebih daripada yang lain. Dia bertindak berdasarkan motivasi yang tinggi dan kudus -- motivasi yang berkuasa karena bersumber dari Seorang yang memberikan telah hidup-Nya untuk melengkapi kita dengan kuasa mengalahkan kejahatan.

Kalau dokter itu dengan rajin dan setia berusaha menjadikan dirinya efisien dalam bidangnya, jika dia mengabdikan diri dalam pelayanan Kristus, dan menyisihkan waktu untuk menyelidik hatinya sendiri, maka dia akan memahami bagaimana caranya menjaga rahasia panggilannya yang kudus. Dia bisa begitu disiplin dan mendidik dirinya sehingga semua yang berada dalam lingkungan pengaruhnya dapat melihat keunggulan pendidikan dan kebijaksanaan yang diperoleh seseorang yang berhubungan dengan Allah yang bijaksana dan berkuasa.

Tidak ada persekutuan yang lebih erat dengan Kristus diperlukan daripada dalam pekerjaan dokter itu. Dia yang mau melakukan dengan benar tugas-tugas dokter mestinya setiap hari dan setiap jam menghidupkan kehidupan seorang Kristen. Hidup pasien itu terletak di tangan dokter itu. Satu diagnosa yang ceroboh, satu resep yang salah, dalam satu kasus yang gawat, atau satu gerakan tangan yang sembrono dalam suatu pembedahan, walaupun hanya selebar sehelai rambut saja, maka satu nyawa mungkin akan jadi korban, satu jiwa diantarkan ke dalam kekekalan. Betapa seriusnya pemikiran tentang hal itu! Betapa pentingnya agar dokter itu harus senantiasa berada di bawah penguasaan Tabib ilahi itu!

Juruselamat bersedia membantu semua orang yang memohon dari Dia akal budi dan kejernihan pikiran. Siapakah yang lebih membutuhkan akal budi dan kejernihan pikiran selain dokter, pada siapa keputusan-keputusan banyak bergantung? Biarlah orang yang mencoba memperpanjang hidup memandang pada Kristus dalam iman untuk menuntun setiap gerakannya. Juruselamat akan memberikan kepadanya kebijaksanaan dan keterampilan dalam menangani kasus-kasus yang sulit.

Luar biasa kesempatan yang diberikan kepada penjaga-penjaga orang sakit. Dalam segala hal yang dilakukan untuk memulihkan orang sakit, biarlah mereka memahami bahwa dokter itu berusaha menolong mereka untuk bekerjasama dengan Allah dalam memerangi penyakit. Tuntunlah mereka untuk merasa bahwa dalam setiap langkah yang diambil sesuai dengan hukum-hukum Allah, mereka boleh mengharapkan bantuan kuasa Ilahi.

Orang sakit dan menderita akan menaruh lebih banyak keyakinan pada dokter yang mengasihi dan takut akan Allah. Mereka percaya akan kata-katanya. Mereka merasa suatu ketenteraman dalam kehadiran dan pelayanan dokter demikian.

Setelah mengenal Tuhan Yesus, maka terbukalah kesempatan bagi para dokter Kristen dengan doa mengundang kehadiran-Nya di dalam ruangan si sakit. Sebelum melaksanakan operasi yang gawat, biarlah dokter itu meminta pertolongan dari Tabib Besar itu. Biarlah dia meyakinkan orang sakit itu bahwa Allah dapat menyelamatkan dia dalam cobaan berat ini, bahwa dalam segala saat kesulitan Dialah perlindungan bagi yang mempercayai-Nya. Dokter yang tidak dapat melakukan ini akan gagal dalam kasus demi kasus yang sebenarnya dapat diselamatkan. Jika dia dapat mengucapkan kata-kata yang akan membangkitkan iman pada Juruselamat yang penuh belas kasihan itu, yang merasakan setiap sengatan penderitaan, dan dapat menghadapkan kebutuhan jiwa itu kepada-Nya dalam doa, krisis itu akan lebih sering berlalu dengan selamat.


Hanya Dia yang membaca hati dapat mengetahui banyak pasien yang setuju dioperasi oleh seorang dokter tetapi dengan rasa takut dan gemetar. Mereka menyadari akan bahayanya. Sementara mereka meyakini keterampilan dokter itu, mereka mengetahui bahwa bisa saja terjadi kesalahan. Tetapi sementara mereka melihat dokter itu menundukkan kepala berdoa memohon pertolongan dari Allah, mereka diilhami dengan keyakinan. Rasa syukur dan kepercayaan membuka hati mereka kepada kuasa penyembuhan Allah, tenaga orang itu dihidupkan, dan kemampuan hidup menang.

Bagi dokter itu kehadiran Juruselamat juga menjadi satu unsur kekuatan. Sering segala kemungkinan dan tanggungjawab akan pekerjaannya melemahkan semangatnya. Kegelisahan karena takut dan ketidakpastian akan membuat tangannya tidak lagi terampil. Tetapi jaminan Penasihat ilahi menyertainya, menuntun dan memeliharanya, memberi ketenangan dan semangat. Jamahan Kristus pada tangan dokter itu akan menciptakan vitalitas, ketenangan, keyakinan dan kuasa.

Setelah melewati krisis dengan aman dan keberhasilan sudah nampak, biarlah digunakan sedikit waktu bersama pasien di dalam doa. Nyatakanlah dengan rasa terima kasihmu karena satu nyawa telah diselamatkan. Sementara ucapan terimakasih dari pasien tertuju kepada sang dokter, biarlah pujian dan ucapan syukur itu diarahkan kepada Allah. Beritahukanlah kepada pasien bahwa nyawanya diselamatkan karena perlindungan Tabib surgawi.

Dokter yang mengikuti cara ini sedang menuntun pasiennya kepada Seorang yang menopang hidupnya, Seorang yang dapat menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada-Nya.

Memasuki bidang pekerjaan misionaris kesehatan harus lebih dulu mempunyai kerinduan yang mendalam akan jiwa-jiwa. Sama dengan seorang pelayan injil, ke tangan dokter terletak satu kepercayaan tertinggi yang pernah diberikan kepada manusia. Apakah dia menyadarinya atau tidak, kepada setiap dokter dipercayakan penyembuhan jiwa-jiwa.

Dalam pekerjaan menangani penyakit dan kematian, para dokter sangat sering kehilangan pandangan akan kenyataan-kenyataan serius dari kehidupan yang akan datang. Dalam usaha mereka yang sungguh-sungguh untuk mencegah bahaya terhadap tubuh, mereka lupa akan bahaya terhadap jiwa. Orang yang mereka layani mungkin tidak dapat lagi mempertahankan hidup. Kesempatan terakhir sedang terlepas dari pegangannya. Jiwa ini pasti akan dihadapkan kepada sang dokter di kursi pengadilan Kristus.

Sering kita kehilangan berkat yang paling berharga dengan mengabaikan ucapan satu kata pada saat diperlukan. Jikalau kesempatan emas tidak dimanfaatkan maka kesempatan itu akan hilang. Di samping tempat tidur si sakit janganlah ucapkan ajaran kepercayaan atau pertentangan. Biarlah si penderita diarahkan kepada Seorang yang mau menyelamatkan semua yang datang kepada-Nya dalam iman. Dengan sungguh-sungguh dan lemah lembut berusahalah menolong jiwa itu yang sedang sekarat antara hidup dan mati.

Dokter yang menyadari bahwa Kristuslah Juruselamatnya pribadi, karena dia sendiri telah dituntun ke dalam Perlindungan itu, mengetahui bagaimana caranya menangani jiwa-jiwa yang ketakutan, bersalah dan sakit karena berdosa, yang mengharapkan pertolongan daripadanya. Dia dapat menjawab pertanyaan, "Apakah yang saya harus lakukan supaya selamat?" Dia dapat menceritakan tentang kasih Penebus. Dia dapat berbicara berdasarkan pengalaman tentang kuasa pertobatan dan iman. Dengan sederhana, kata-kata yang penuh kesungguh-sungguhan dapat menghadapkan kebutuhan jiwa itu kepada Allah di dalam doa. Dia juga dapat mendorong si sakit untuk memohon dan menerima kemurahan Juruselamat yang berkemurahan. Sementara dia melayani di samping tempat tidur si sakit, yaitu mengucapkan kata-kata yang menolong dan menghibur, Tuhan bekerja bersamanya dan melalui dia. Sementara pikiran penderita diarahkan kepada Juruselamat, damai dari Kristus akan memenuhi hatinya, dan kesehatan rohani yang mempengaruhi tubuhnya itu digunakan sebagai tangan Allah yang menolong memulihkan kesehatan tubuhnya.

Dalam merawat orang sakit, dokter itu akan sering mendapat kesempatan untuk melayani sahabat-sahabat pasien itu. Sementara mereka menunggui di samping tempat tidur penderita yang merasa tidak berdaya untuk menghindari sengatan penderitaan, hati mereka dilembutkan. Seringkali dukacita yang disembunyikan terhadap orang lain dinyatakan kepada dokter. Sekarang tibalah kesempatan untuk mengarahkan orang yang sedih ini kepada Dia yang telah mengundang semua yang letih-lesu dan yang berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Seringkali doa dapat dilayangkan untuk mereka atau bersama mereka, sambil menyampaikan kebutuhan mereka kepada Penyembuh segala macam penyakit itu, yakni Penghibur semua orang yang berduka.

=================================================================
"Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid."10 "Seorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya."11 "Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak."12 "Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: 'Allahmu itu Raja!"13
=================================================================

Janji-janji Allah

Dokter mempunyai kesempatan-kesempatan berharga untuk mengarahkan semua pasiennya kepada janji-janji Allah. Dia harus menyampaikan barang yang baru dan lama dari rumah perbendaharaan, berbicara di sana sini tentang kata-kata penghiburan dan petunjuk yang didambakan. Biarlah dokter itu menjadikan pikirannya sebagai satu gudang pemikiran yang segar. Biarlah dia mempelajari firman Allah dengan rajin, supaya dia mengenal betul janji-janji-Nya. Biarlah dia belajar mengulangi kata-kata penghiburan Kristus selama pelayanan-Nya di dunia ini sewaktu memberikan pelajaran dan menyembuhkan orang sakit. Dia harus membicarakan tentang pekerjaan penyembuhan yang dilakukan Kristus, kelemahlembutan-Nya dan kasih-Nya. Jangan sekali-kali dia mengabaikan untuk menuntun pikiran pasiennya kepada Kristus selaku Tabib Besar.

Kuasa yang sama yang terdapat dalam Firman-Nya itulah yang digunakan oleh Kristus sewaktu Ia secara kelihatan berjalan di antara manusia. Dengan kata-kata-Nyalah Yesus menyembuhkan penyakit dan mengusir setan; dengan kata-kata-Nya dia menghardik dan meneduhkan gelombang laut dan membangkitkan orang mati, dan orang-orang menyaksikan bahwa kata-kata-Nya berkuasa. Ia mengucapkan kata-kata Allah sebagaimana Ia berbicara kepada semua nabi dan guru dalam Perjanjian Lama. Seluruh Alkitab adalah pengejawantahan Kristus.

Kitab Suci harus diterima sebagai perkataan Allah kepada kita, bukan saja tertulis, tetapi diucapkan. Ketika yang dirundung malang datang kepada Kristus, Ia bukan hanya memperhatikan yang datang meminta pertolongan kepada-Nya, tetapi kepada semua orang dari segala zaman yang akan datang kepada-Nya dengan keperluan yang sama dan dengan iman yang sama. Ketika Ia berkata kepada orang lumpuh itu, "Pergilah, hai anak-Ku, dosamu telah diampuni;" ketika dia katakan kepada seorang perempuan di Kapernaum, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"14

Begitulah semua janji-janji firman Allah. Dengan janji-janji itu Ia berbicara kepada kita secara perorangan, berbicara langsung seakan-akan kita mendengar suara-Nya. Di dalam janji-janji inilah Kristus menyampaikan anugerah dan kuasanya kepada kita. Kata-kata itu adalah daun pohon kehidupan yang "dipakai untuk menyembuhkan segala bangsa."15 Kata-kata itu kalau diterima dan diasimilasikan akan menjadi kekuatan tabiat, sumber ilham dan ketahanan hidup. Tidak ada lain yang dapat memberi semangat dan iman yang memberikan kekuatan hidup kepada seluruh tubuh.

Kepada orang yang berdiri gemetar dengan rasa takut di pinggir liang lahat, kepada jiwa yang lelah karena beban penderitaan dan dosa, biarlah dokter yang memiliki kesempatan itu mengulangi kata-kata Juruselamat -- karena seluruh isi Alkitab itu adalah milik-Nya:

"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu . . . Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau." "Aku, Akulah Dia yang menghapuskan pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." "Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau."16

"Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat bahwa kita ini debu."17

"Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN Allahmu." "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."18

"Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!"19

"Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu."20

"Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." "Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau."21

"Janganlah gelisah hatimu." "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Ku-berikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."22

"Dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar di tanah yang tandus."23

"Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan, tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, Aku tidak akan meninggalkan mereka."24

"Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau:" "Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tanah yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu."25

"Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi!"26


"Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." "Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh."27

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *