ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Saturday, October 29, 2016

DOKTER SELAKU PENDIDIK

8

DOKTER SELAKU PENDIDIK

Dokter yang sejati adalah seorang pendidik. Dia tahu tanggungjawabnya, bukan hanya terhadap orang sakit yang langsung berada di bawah pengawasannya, tetapi juga terhadap masyarakat di mana dia tinggal. Dia berdiri sebagai pengawas kesehatan fisik dan moral. Usahanya bukan hanya mengajarkan cara pengobatan yang benar bagi orang sakit, tetapi untuk mendorong kebiasaan hidup yang benar, dan untuk menyebarluaskan pengetahuan akan prinsip yang benar.

Perlunya Pendidikan Prinsip-prinsip Kesehatan

Pendidikan prinsip-prinsip kesehatan tidak pernah lebih dibutuhkan seperti sekarang ini. Walaupun telah ada kemajuan luar biasa di pelbagai bidang yang berhubungan dengan kesenangan dan kelengkapan hidup, bahkan dalam soal kebersihan dan pengobatan penyakit, penurunan kesehatan fisik dan kemampuan ketahanan tubuh sangat mengkhawatirkan. Hal ini memerlukan perhatian semua orang yang mempedulikan kesejahteraan sesama manusia.

Peradaban kita yang semu ini mendorong kejahatan untuk merusak prinsip-prinsip yang sehat. Adat kebiasaan dan mode sedang berperang melawan alam. Praktik-praktik yang dilakukan dan pemanjaan-pemanjaan yang mereka pelihara, semuanya menurunkan kekuatan fisik maupun mental, dan menimbulkan beban berat bagi umat manusia. Kejahatan dan ketidakbertarakan, penyakit dan penderitaan, ada di mana-mana.

Banyak orang melanggar peraturan kesehatan karena kebodohan, dan mereka memerlukan petunjuk. Tetapi lebih banyak manusia yang mengetahui apa yang lebih baik dari yang mereka lakukan. Mereka perlu diyakinkan tentang pentingnya menerapkan pengetahuan sebagai penuntun hidup. Seorang dokter mempunyai banyak kesempatan untuk membagikan pengetahuan akan prinsip-prinsip kesehatan dan menunjukkan betapa penting untuk mengamalkannya. Dengan petunjuk yang benar, dia dapat berbuat banyak untuk memberantas kejahatan yang mengakibatkan bahaya laten.

Penggunaan minuman keras yang beracun secara bebas adalah satu kebiasaan jelek yang meletakkan dasar bagi penyebaran sejumlah besar penyakit bahkan kejahatan yang lebih serius. Apabila diserang penyakit, banyak orang tidak lagi peduli mencari penyebabnya. Mereka hanya ingin membebaskan diri dari rasa sakit dan kesusahannya. Jadi mereka menggunakan obat paten yang hanya sedikit diketahui unsurnya, atau mereka pergi ke dokter meminta obat untuk menetralkan akibat kesalahan mereka, tanpa memikirkan perubahan dalam kebiasaan yang tidak menyehatkan. Kalau khasiatnya tidak langsung terlihat, mereka mencoba obat lain, dan yang lain lagi. Begitulah seterusnya.

Orang-orang harus diajar bahwa obat tidak menyembuhkan penyakit. Memang benar obat itu kadang-kadang menghilangkan rasa sakit, dan nampaknya pasien itu sembuh karena menggunakannya; ini disebabkan karena alam mempunyai cukup tenaga vital untuk membuang racun dan memperbaiki kondisi yang ditimbulkan oleh penyakit. Kesehatan dipulihkan tanpa obat itu. Tetapi dalam kebanyakan kasus obat itu hanya mengubah bentuk penyakitnya atau memindahkan lokasi penyakit itu. Sering akibat racun itu nampaknya teratasi untuk sementara, tetapi pengaruhnya tetap ada dalam tubuh dan mengakibatkan bahaya besar di kemudian hari.

Dengan menggunakan obat-obat yang beracun, banyak orang mendatangkan bagi dirinya penyakit seumur hidup, dan banyak nyawa hilang yang seharusnya dapat diselamatkan dengan metode penyembuhan alami. Racun yang terkandung dalam apa yang disebut obat itu membentuk kebiasaan dan selera yang berarti merusak tubuh dan jiwa. Banyak obat populer yang disebut obat paten, malahan sebagian dari obat itu diberikan oleh dokter, berperan dalam meletakkan dasar dari kebiasaan minum minuman keras, penggunaan candu, penggunaan morfin, yang menjadi kutuk sangat mengerikan bagi masyarakat.

Satu-satunya pengharapan yang lebih baik ialah mendidik orang banyak tentang prinsip-prinsip yang benar. Biarlah para dokter mengajar masyarakat bahwa kemampuan pemulihan bukan terdapat dalam obat, melainkan di alam. Penyakit adalah usaha alam untuk membebaskan tubuh dari kondisi sebagai akibat dari pelanggaran aturan-aturan kesehatan. Dalam kasus penyakit, penyebabnya harus dicari. Kondisi yang tidak sehat haruslah diubah, dan kebiasaan buruk harus diperbaiki. Kemudian, alam harus dibantu dalam usahanya untuk membuang sampah-sampah dari dalam tubuh dan  memulihkan kembali kondisi tubuh yang baik.


Obat-obat Alami

Udara bersih, sinar matahari, bebas dari pemakaian obat, istirahat, olahraga, makan yang teratur, penggunaan air bersih dan percaya pada kuasa ilahi--inilah obat-obat yang sebenarnya. Setiap orang harus mengetahui bahan obat-obat alami dan bagaimana cara menggunakannya. Adalah penting untuk memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan perawatan orang sakit dan untuk mendapatkan pelatihan praktis yang akan menyanggupkan seseorang dapat menggunakan pengetahuan itu dengan benar.

Penggunaan obat-obat alami memerlukan banyak perhatian dan usaha, sehingga banyak orang tidak bersedia melakukannya. Proses penyembuhan dan pemulihan alami berjalan secara bertahap, dan kepada yang tidak sabar hal ini tampaknya lambat. Diperlukan pengorbanan untuk membuang kegemaran yang merusak. Tetapi pada akhirnya akan didapati bahwa alam, kalau tak dihalangi, akan melakukan tugasnya dengan baik dan bijaksana. Mereka yang tekun menuruti hukum-hukumnya akan menuai upah yaitu kesehatan tubuh  dan kesehatan pikiran.

Pada umumnya sangat kurang perhatian diberikan kepada pemeliharaan kesehatan. Jauh lebih baik mencegah penyakit daripada mengetahui bagaimana cara mengobatinya setelah diserang penyakit. Adalah kewajiban setiap orang, demi keuntungan dirinya, dan demi umat manusia, untuk membekali diri dengan pengetahuan akan aturan-aturan hidup dan dengan setia menaatinya. Semua orang perlu berkenalan dengan apa yang paling ajaib dari semua organisme, yaitu tubuh manusia. Mereka perlu memahami fungsi alat-alat tubuh dan saling ketergantungannya antara satu dengan yang lain demi fungsi yang menyehatkan bagi semua. Mereka harus mempelajari pengaruh pikiran terhadap tubuh dan hukum-hukum yang mengaturnya.


Latihan Bagi Pertarungan Hidup

Kita tidak dapat terlalu sering diingatkan bahwa kesehatan tidak tergantung pada suatu kebetulan. Itu adalah hasil penurutan akan hukum. Hal ini diakui oleh para atlet dalam olahraga atletik dan adu otot. Orang-orang ini sangat berhati-hati dalam persiapan. Mereka pasrah dalam latihan menyeluruh dan dengan disiplin yang ketat. Kebiasaan-kebiasaan tubuh diatur dengan teliti. Mereka tahu bahwa kelalaian, berlebihan, atau kesembronoan, yang memperlemah bahkan melumpuhkan sesuatu organ atau pun fungsi tubuh pasti akan mengakibatkan kekalahan.

Betapa lebih penting ketelitian yang demikian untuk memastikan keberhasilan dalam pertarungan hidup. Pertempuran yang kita hadapi bukanlah pura-pura. Kita tengah menghadapi peperangan di mana bergantung akibat-akibat yang kekal. Kita tidak melihat musuh yang sedang dilawan. Malaikat-malaikat jahat sedang berusaha untuk menguasai setiap manusia. Apa saja yang merusak kesehatan itu bukan hanya menurunkan kesanggupan fisik, tetapi cenderung melemahkan kemampuan mental dan moral. Kegemaran akan praktik yang tidak menyehatkan akan menyulitkan seseorang untuk membedakan yang benar dari yang salah, dengan demikian lebih sulitlah baginya untuk menolak kejahatan. Itu akan menambah bahaya kegagalan dan kekalahan.

"Tidak tahukah kamu bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?"1 Dalam peperangan yang sedang kita hadapi, semua orang bisa menang kalau mereka mendisiplin diri untuk menuruti prinsip-prinsip yang benar. Praktik pengamalan prinsip-prinsip ini dalam liku-liku hidup terlalu sering dianggap tidak penting--sesuatu yang terlalu sepele untuk diperhatikan. Tetapi karena hal ini terancam, tak satu pun hal yang harus kita lakukan yang tergolong kecil. Setiap tindakan mempengaruhi timbangan yang menentukan kemenangan atau kekalahan hidup. Kitab suci menyuruh kita, "Karena itu larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya."2

Orang tua kita yang pertama kehilangan Taman Firdaus karena selera yang tak terkendalikan. Manusia tidak menyadari bahwa untuk memulihkan Firdaus itu kita harus bertarak dalam segala hal.

Menunjuk kepada penyangkalan diri yang dilakukan oleh para peserta pertandingan pada zaman Yunani kuno, rasul Paulus menulis: "Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka membuat demikian untuk memperoleh satu mahkota yang fana, tapi kita untuk memperoleh satu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."3

Kemajuan reformasi kesehatan tergantung pada pengenalan yang jelas akan kebenaran dasar. Sementara di satu pihak bahaya mengintai melalui suatu filsafat picik, kekolotan yang keras dan kaku, di pihak lain ada satu bahaya besar dalam kebebasan yang serampangan. Dasar semua reformasi yang tangguh adalah hukum Allah. Kita harus mengemukakan dalam tulisan-tulisan yang jelas dan tegas akan perlunya menuruti hukum ini. Prinsip-prinsipnya harus tetap dihadapkan kepada orang banyak. Hukum itu sama kekal dan tak dapat ditawar-tawar sebagaimana Allah Sendiri.

Salah satu dari akibat yang mengerikan dari kemurtadan pada dasarnya adalah hilangnya kemampuan manusia akan pengendalian diri. Hanyalah dengan dipulihkannya kemampuan ini kemajuan yang nyata dapat diperoleh.

Tubuh adalah satu-satunya perantara dengan mana pikiran dan jiwa dikembangkan untuk pembentukan tabiat. Karena itulah musuh jiwa-jiwa mengarahkan godaannya kepada melemahkan dan memerosotkan kesanggupan-kesanggupan tubuh. Keberhasilannya dalam hal ini berarti penyerahan seluruh tubuhnya kepada kejahatan. Kecenderungan-kecenderungan dari sifat tubuh kita pasti akan mengakibatkan kerusakan dan kematian, kecuali berada di bawah perintah kuasa yang lebih tinggi.

Tubuh itu harus ditaklukkan. Kuasa yang lebih tinggi harus memerintahnya. Nafsu harus dikendalikan oleh kemauan yang dikuasai oleh Allah sendiri. Kemampuan nalar utama yang disucikan oleh rahmat ilahi haruslah mempengaruhi kehidupan kita.

Tuntutan-tuntutan Allah harus menguasai hati nurani. Pria dan wanita harus disadarkan akan kewajiban penguasaan diri, akan perlunya kemurnian, bebas dari segala selera yang merusak dan kebiasaan yang mencemarkan. Mereka perlu diyakinkan dengan fakta bahwa segala kemampuan pikiran dan tubuh adalah pemberian Allah, dan harus dipelihara dalam kondisi sebaik mungkin untuk pekerjaan-Nya.

Dalam upacara kuno yang melambangkan injil, tidak ada persembahan cacat yang boleh dipersembahkan di mezbah Allah. Korban yang melambangkan Kristus haruslah tidak bercela dan tidak bercacat. Firman Allah menyebut hal ini sebagai suatu gambaran agar anak-anak-Nya menjadi "persembahan yang hidup," "kudus tanpa cacat," "dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu."4

Tidak akan terjadi pembaruan sejati di luar kuasa ilahi. Tembok pemisah manusia terhadap kecenderungan alami maupun kecenderungan yang dikembangkan tidak lebih dari tumpukan pasir terhadap arus yang deras. Kalau hidup Kristus sudah menjadi suatu kuasa yang menguatkan dalam hidup kita, barulah kita sanggup melawan godaan-godaan yang menyerang kita dari dalam maupun dari luar.

Kristus telah datang ke dunia ini dan menghidupkan hukum Allah, agar manusia dapat menguasai sepenuhnya kecenderungan alami yang merusak jiwa. Sebagai Tabib bagi tubuh dan jiwa, Ia memberi kemenangan atas nafsu-nafsu yang sedang mengganas. Ia telah menyediakan segala fasilitas agar manusia dapat memiliki kesempurnaan tabiat.

Bilamana seorang menyerah kepada Kristus, maka pikirannya dibuat tunduk kepada pengendalian hukum itu; tetapi hukum kerajaanlah yang menyatakan kebebasan bagi setiap tawanan. Oleh menjadi satu dengan Kristus, manusia dimerdekakan. Tunduk kepada kehendak Kristus berarti pemulihan kepada kedewasaan yang sempurna.

Penurutan akan Allah itu berarti kebebasan dari perbudakan dosa, dan kelepasan dari nafsu jahat dan keinginan buruk manusia. Manusia dapat mengalahkan dirinya sendiri, penakluk dari kecenderungan-kecenderungannya sendiri, penakluk kerajaan dan kekuasaan, "melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." Ef 6:12.

Tidak ada tempat di mana petunjuk seperti ini lebih diperlukan, dan tidak ada tempat lain di mana hal itu akan menghasilkan kebaikan yang lebih besar, daripada di rumahtangga. Para orangtua harus meletakkan dasar utama dari kebiasaan dan tabiat. Gerakan pembaruan harus dimulai dengan menunjukkan kepada mereka prinsip-prinsip hukum Allah yang menunjang kesehatan fisik maupun moral. Tunjukkanlah bahwa penurutan akan firman Allah adalah satu-satunya pelindung kita terhadap kejahatan yang menghanyutkan dunia ke dalam kebinasaan. Jelaskan tanggungjawab orangtua, bukan untuk mereka sendiri saja, tetapi juga bagi anak-anaknya. Mereka sedang memberi teladan kepada anak-anak mereka, apakah itu contoh penurutan atau pelanggaran. Dengan keteladanan dan pengajaran mereka, nasib seisi rumahtangganya ditentukan. Anak-anak akan berkembang sesuai dengan apa yang orangtua mereka bentuk.

Jika para orangtua dapat dituntun untuk menelusuri akibat dari tindakan mereka, dan dapat melihat bagaimana mereka melanjutkan dan mengembangkan kuasa dosa ataupun kuasa kebenaran oleh keteladanan dan pengajaran mereka, maka suatu perubahan pasti akan diadakan. Banyak orang akan berpaling dari tradisi dan kebiasaan, dan menerima prinsip-prinsip ilahi tentang kehidupan.


Kuasa Keteladanan

Dokter yang melayani di rumah-rumah orang, sambil berjaga di samping tempat tidur penderita, dan meringankan kesusahan mereka, sedang menarik kembali mereka dari pinggir kuburan, mengucapkan kata-kata penghiburan kepada yang sedang sekarat, memenangkan kepercayaan dan kasih sayang yang hanya kepada sedikit orang itu diberikan. Bahkan kepada pelayan injil pun kemungkinan-kemungkinan yang demikian besar atau pengaruh yang begitu luas tidak diberikan.

Contoh kehidupan dokter, begitu juga ajarannya, haruslah menjadi suatu kuasa positif di pihak yang benar. Pekerjaan pembaruan memerlukan pria dan wanita yang praktik kehidupannya menggambarkan pengendalian diri. Penerapan kita akan prinsip-prinsip yang kita tanamkan itulah yang memberinya bobot. Dunia membutuhkan peragaan yang praktis akan apa yang anugerah Allah dapat lakukan dalam memulihkan kepada manusia kekuasaannya yang sudah hilang itu sehingga memberi mereka kekuasaan atas diri mereka sendiri. Tidak ada yang begitu banyak dibutuhkan dunia selain daripada pengetahuan akan kuasa injil yang menyelamatkan itu yang dinyatakan dalam kehidupan menyerupai Kristus.          
Dokter terus-menerus berhubungan dengan orang-orang yang membutuhkan kekuatan dan dorongan dari keteladanan yang benar. Banyak orang yang lemah dalam kemampuan moralnya. Mereka kurang pengendalian diri dan mudah dikalahkan oleh penggodaan. Dokter dapat menolong jiwa-jiwa ini hanya kalau dia menyatakan dalam kehidupannya sendiri satu kekuatan prinsip yang menyanggupkan dia untuk menang melawan kebiasaan yang membahayakan dan nafsu yang mencemarkan. Haruslah kelihatan dalam hidupnya pekerjaan dari suatu kuasa keilahian. Kalau dia gagal dalam hal ini, betapapun hebatnya daya tarik kata-katanya, maka pengaruhnya akan menyatakan kejahatan.

Banyak orang mencari nasihat dan perawatan dokter yang telah merosot moralnya karena kebiasaan-kebiasaan mereka yang salah. Tubuh mereka memar, lemah dan terluka, menyadari kebodohan mereka dan ketidaksanggupan mengalahkan diri. Janganlah ada apa-apa di sekitar orang seperti itu yang mendorong kelanjutan pemikiran dan perasaan yang telah membuat mereka jadi seperti sekarang. Mereka perlu menghirup suatu suasana kemurnian, dan pikiran yang luhur dan agung. Betapa mengerikan tanggungjawabnya apabila mereka yang seharusnya memberi contoh yang benar padahal diri mereka sendiri dikalahkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang merusak, pengaruh mereka semakin menguatkan penggodaan!


Dokter dan Pekerjaan Pertarakan

Banyak orang yang berada dalam perawatan dokter yang sedang merusak tubuh dan jiwanya melalui penggunaan tembakau dan minuman keras. Dokter yang setia kepada tanggungjawabnya harus menunjukkan kepada pasien-pasien ini penyebab dari penderitaan mereka. Tetapi kalau dokter itu sendiri perokok atau dan peminum, pengaruh apakah terdapat dalam kata-katanya? Dengan kesadaran akan pemanjaannya sendiri di depan dia, bukankah ia akan enggan menunjukkan noda dalam kehidupan pasiennya? Sementara dia sendiri menggunakan bahan-bahan ini, bagaimanakah dia dapat meyakinkan orang muda akan akibat-akibat dari bahan-bahan yang merusak itu?

Bagaimana seorang dokter dapat tampil di tengah masyarakat sebagai suatu teladan kemurnian dan pengendalian diri, bagaimanakah dia dapat menjadi seorang pekerja yang berhasil dalam pekerjaan pertarakan sedangkan dia sendiri memanjakan kebiasaan yang jahat itu? Bagaimana dia layak melayani di sisi tempat tidur orang sakit dan sedang sekarat, sementara napasnya tidak sedap karena penuh dengan bau arak atau tembakau?

Sementara sarafnya kacau dan pikirannya gelap karena penggunaan racun narkotik, bagaimana seseorang bisa setia kepada pengabdian yang dipercayakan kepadanya sebagai seorang dokter yang terampil? Betapa mustahil baginya mendiagnosis penyakit dengan cepat atau menulis resep dengan tepat!

Jika dia tidak memelihara hukum-hukum yang mengatur dirinya sendiri, kalau dia memilih pemujaan diri lebih daripada kesehatan pikiran dan tubuh, bukankah dengan begitu dia menyatakan dirinya tidak layak untuk dipercayakan dengan tanggungjawab atas nyawa manusia?

Betapapun terampilnya dan setianya seorang dokter, dalam pengalamannya ada saja kekecewaan dan kegagalan. Seringkali tugasnya tidak terlaksana seperti yang dia kehendaki. Walaupun kesehatan pasiennya pulih, mungkin saja itu bukan suatu keuntungan yang nyata bagi mereka atau bagi dunia. Banyak orang kesehatannya sudah pulih tetapi hanya untuk mengulangi pemanjaan-pemanjaan yang mengundang penyakit. Dengan kegairahan yang sama seperti dulu, mereka terjun kembali ke dalam pemanjaan diri dan kebodohan. Usaha dokter bagi mereka nampaknya seperti terbuang begitu saja.

Kristus mempunyai pengalaman yang sama, namun Ia tidak menghentikan usaha-Nya bagi satu jiwa pun yang menderita. Dari sepuluh orang kusta yang sudah ditahirkan, hanya seorang yang menghargai karunia itu, seorang Samaria yang asing. Demi satu orang itu, Kristus menyembuhkan kesepuluh mereka. Jika seorang dokter tidak lebih berhasil dari Juruselamat, biarlah dia memetik satu pelajaran dari Tabib Utama itu. Ada tertulis tentang Kristus demikian: "Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai." "Sesudah kesusahan jiwa-Nya, Ia akan melihat terang dan menjadi puas."5

Sekiranya hanya ada satu jiwa yang mau menerima injil anugerah-Nya, Kristus pasti akan memilih hidup-Nya yang penuh kesengsaraan dan hinaan dan kematian-Nya yang memalukan itu, demi menyelamatkan yang satu jiwa itu. Jika atas usaha kita seorang telah diangkat dan dimuliakan dan dilayakkan untuk bersinar di hadapan Tuhan, apakah kita tidak akan bergembira?

Tugas-tugas seorang dokter sukar dan berat. Untuk melaksanakannya dengan sangat berhasil, dia harus memiliki dasar yang kuat dan kesehatan yang prima. Seorang yang lemah dan sakit-sakitan tidak dapat melakukan tugas seorang dokter. Seorang yang kurang sempurna pengendalian dirinya tidak memenuhi syarat untuk menghadapi segala jenis penyakit.

Sering kurang tidur, bahkan lalai untuk makan, kehilangan kenikmatan sosial dan kesempatan-kesempatan rohani dalam ukuran besar, membuat kehidupan seorang dokter nampaknya senantiasa ditudungi bayangan. Penderitaan yang dia saksikan, manusia-manusia fana yang pasrah merindukan pertolongan, hubungannya dengan orang-orang yang bejat akhlaknya, semua ini menyakitkan hatinya, dan hampir merusak keyakinannya pada manusia.

Dalam memerangi penyakit dan kematian segenap tenaga dikerahkan sampai batas kemampuannya. Reaksi dari ketegangan yang hebat ini akan menguji ketangguhan tabiat. Pada keadaan seperti itulah penggodaan mempunyai kuasa yang terbesar. Dokter memerlukan pengendalian diri, kemurnian roh, dan iman yang bertumpu pada surga, lebih daripada orang-orang di bidang pekerjaan lain. Demi orang lain dan demi dirinya sendiri, dia tidak dapat mengabaikan hukum fisik. Kesembronoan dalam kebiasaan-kebiasaan fisik cenderung membawa kepada keserampangan moral.

Dalam segala situasi, satu-satunya keselamatan bagi dokter ialah bertindak berdasarkan prinsip, dikuatkan dan ditinggikan oleh keteguhan maksud yang hanya didapati dalam Allah. Dia harus tampil dalam keunggulan moral dari tabiat-Nya. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap saat dia harus hidup seperti di hadapan dunia yang tidak kelihatan. Sebagaimana Musa, dia harus bertahan dengan "memandang Dia yang tidak kelihatan."

Kebenaran berakar pada kesalehan. Tidak ada orang yang dapat mempertahankan satu kehidupan yang murni dan penuh kuasa di hadapan sesamanya, kecuali hidupnya tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Makin besar kegiatan di antara manusia, komunikasi hati dengan surga harus semakin erat.

Semakin penting tugasnya dan semakin besar tanggungjawab seorang dokter, kian besar kebutuhannya akan kuasa ilahi. Waktu harus dikurangi dalam perkara-perkara duniawi untuk merenungkan hal-hal yang kekal. Dia harus menolak dunia yang mengganggu yang begitu menekan jiwanya seakan-akan hendak memisahkan dia dari Sumber kekuatan itu. Dia harus lebih unggul dari orang-orang lain, melalui doa dan belajar Kitab Suci, menempatkan dirinya di bawah perlindungan Allah. Dia harus hidup dalam hubungan setiap jam dan dalam persekutuan secara sadar dengan prinsip-prinsip kebenaran, kesetiaan dan kemurahan yang menyatakan tabiat Allah di dalam jiwa.

Sampai pada batas di mana firman Allah diterima dan dituruti maka setiap tindakan yang muncul, setiap tahap pengembangan tabiat, akan terkesan dengan kemampuannya dan terjamah oleh  kehidupannya. Firman itu akan menjernihkan pikiran dan mengatur setiap keinginan. Mereka yang menjadikan firman Allah sebagai tumpuan akan melepaskan diri seperti laki-laki dan menjadi kuat. Mereka akan bangkit di atas semua perkara-perkara yang lebih rendah ke dalam suasana yang bebas dari kecemaran.

Apabila manusia bersekutu dengan Allah, sehingga maksud yang tak tergoyahkan seperti yang dipelihara oleh Yusuf dan Daniel di tengah istana kafir yang jahat, maka hidupnya akan menjadi murni dan tidak bercela. Jubah tabiatnya tidak akan bercacat. Dalam kehidupannya cahaya Kristus tidak akan pudar. Bintang Fajar yang terang benderang itu akan bersinar senantiasa di atasnya dalam kemuliaan yang kekal.

Kehidupan yang demikian akan menjadi satu unsur kekuatan di masyarakat. Itu akan menjadi penghalang bagi kejahatan, pelindung bagi yang tergoda, cahaya penuntun bagi mereka yang mencari jalan yang benar di tengah-tengah kesulitan dan keputusasaan.



No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *