MISIONARIS KESEHATAN DAN PEKERJAANNYA
"Mereka akan menjadi embun yang dari Allah di tengah-tengah
banyak kuasa."
9
PENGAJARAN DAN PENYEMBUHAN
Pada waktu Kristus mengutus keduabelas
murid-Nya pada perjalanan misionaris pertama, Ia berpesan pada mereka:
"Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang
sakit; Bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.
Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan
cuma-cuma." Matius 10:7, 8.
Kepada rombongan Tujuh Puluh yang diutus
kemudian Ia berkata: "Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan
diterima di situ, sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan
katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu."1 Hadirat dan
kuasa Kristus menyertai mereka, "Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali
dengan gembira dan berkata: Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi
nama-Mu."2
Pekerjaan yang sama diteruskan setelah
kenaikan Kristus. Gambaran tentang pelayanan-Nya sendiri diulang-ulangi.
"Dan juga orang-orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang
berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang
diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan."3
Mereka pun "pergilah memberitakan
injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja (dengan mereka)"
"Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada
orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan
melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima
apa yang diberitakannya. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat
keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang
lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar suka cita dalam
kota itu."4
Lukas selaku penulis Injil yang namanya
tertera di sana adalah seorang misionaris kesehatan. Dalam Kitab Suci dia
disebut "tabib Lukas yang kekasih."5
Rasul Paulus mendengar tentang keterampilannya sebagai seorang dokter,
dan mencari dia sebagai seorang yang kepadanya telah dipercayakan Tuhan satu
pekerjaan khusus. Dia mendapatkan kerjasamanya, dan sewaktu-waktu Lukas
menemaninya dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Setelah itu
Paulus meninggalkan Lukas di Filipi, Makedonia. Di sini dia meneruskan
pekerjaan untuk beberapa tahun lamanya sebagai seorang dokter dan guru injil.
Dalam pekerjaannya selaku dokter, dia melayani orang sakit, lalu dia berdoa
agar kuasa Allah menyembuhkan orang-orang yang dirundung malang. Demikianlah
terbuka jalan untuk pekabaran injil. Kesuksesan Lukas selaku dokter membuka
kesempatan baginya untuk memberitakan Kristus di antara orang kafir. Adalah
rencana ilahi supaya kita bekerja sebagaimana murid-murid itu bekerja.
Penyembuhan jasmani berkaitan dengan misi injil. Dalam pekerjaan injil
pengajaran dan penyembuhan tidak pernah dipisahkan.
Pekerjaan murid-murid adalah
menyebarluaskan suatu pengetahuan akan injil. Kepada mereka telah dipercayakan
satu tugas memberitakan ke seluruh dunia kabar baik yang dibawa Kristus kepada
manusia. Mereka melakukan pekerjaan itu bagi manusia pada zaman mereka. Kepada
setiap bangsa di seluruh jagad, injil telah disebarkan dalam satu generasi.
Penyebaran injil ke seluruh dunia adalah
satu pekerjaan yang Allah telah percayakan bagi mereka yang menjunjung tinggi
nama-Nya. Injil adalah satu-satunya penawar dosa dunia dan kesusahannya. Untuk
memperkenalkan pekabaran rahmat Allah kepada seluruh umat manusia merupakan
tugas utama dari mereka yang mengenal kuasa penyembuhan-Nya itu.
=================================================================
=================================================================
Ketika Kristus mengutus murid-murid-Nya
dengan pekabaran injil, iman akan Allah dan firman-Nya hampir punah di dunia ini.
Di antara bangsa Yahudi yang mengaku mengenal Yahweh itu, firman-Nya telah
disingkirkan dan diganti dengan tradisi dan spekulasi manusia. Ambisi yang
mementingkan diri, cinta akan peragaan, tamak akan keuntungan, semua itu telah
menyerap pikiran manusia. Sementara Allah tidak lagi dihormati, manusia pun
tidak lagi dikasihi. Sifat mementingkan diri menguasai prinsip, dan Setan
melakukan kehendaknya dalam penderitaan dan kemerosotan akhlak umat manusia.
Kaki-tangan Setan menguasai manusia. Tubuh
manusia yang diciptakan sebagai tempat tinggal Allah sekarang menjadi istana
iblis. Panca indera, susunan saraf, dan alat-alat tubuh manusia telah
direkayasa oleh agen-agen gaib dalam pemanjaan nafsu jahat. Cap iblis sendiri
tertera pada muka manusia. Wajah-wajah manusia memantulkan ekspresi pasukan
kejahatan yang telah menguasai manusia.
Bagaimanakah kondisi dunia sekarang ini?
Bukankah iman pada Alkitab secara efektif telah dirusak oleh kritikan dan
spekulasi yang lebih halus dari zaman ini sebagaimana oleh tradisi dan paham
kerabian pada zaman Kristus? Bukankah ketamakan dan ambisi dan cinta akan
kepelesiran telah memenuhi hati manusia sekarang ini seperti pada waktu itu?
Dalam dunia yang mengaku Kristen, bahkan yang mengaku gereja Kristus, betapa
sedikit orang yang dikuasai oleh prinsip-prinsip Kristen. Dalam dunia bisnis,
sosial, kerumahtanggaan, bahkan di lingkungan keagamaan, betapa sedikit orang
yang menjadikan ajaran Kristus sebagai aturan dari kehidupan mereka
sehari-hari. Bukankah benar bahwa, "hukum telah terdesak ke belakang . . .
kebenaran tersandung di tempat umum. . . . Dan siapa yang menjauhi kejahatan,
ia menjadi korban rampasan."7
Kita hidup di tengah-tengah "kejahatan
yang mewabah," di mana orang-orang yang bijak dan takut akan Allah di
mana-mana berdiri terpaku. Kecurangan yang merajalela tak dapat dilukiskan oleh
pena manusia. Setiap hari diungkapkan perselisihan politik, penyuapan dan
penipuan. Setiap hari terdengar laporan yang menyakitkan hati tentang kekerasan
dan pelanggaran hukum, tentang ketidakpedulian terhadap penderitaan umat
manusia, kebrutalan, dan kemusnahan hidup manusia secara kejam. Setiap hari
menyaksikan meningkatnya kegilaan, pembunuhan dan bunuh diri. Siapakah yang
dapat meragukan bahwa kaki-tangan setan sedang bekerja di antara manusia dengan
kegiatan yang dilipatgandakan untuk merusak dan mengacaukan pikiran, serta
mencemarkan dan merusak tubuh?
Dan sementara dunia dipenuhi oleh
kejahatan-kejahatan ini, sangat sering injil itu disampaikan dengan cara tidak
bersungguh-sungguh sehingga meninggalkan kesan yang dangkal pada hati nurani
atau kehidupan manusia. Di mana-mana ada hati manusia yang berseru meminta
sesuatu yang tidak mereka miliki. Mereka merindukan kuasa yang akan memberikan
kemenangan atas dosa, satu kuasa yang akan membebaskan mereka dari perhambaan
dosa, satu kuasa yang akan memberikan kesehatan dan kehidupan serta kedamaian.
Banyak orang yang pernah mengenal kuasa firman Allah telah bermukim di tempat
di mana Allah tidak dihormati, dan mereka rindu akan hadirat ilahi.
Sekarang ini dunia memerlukan sesuatu yang
dibutuhkan sembilan belas abad yang lalu, yaitu penyataan Kristus. Pekerjaan
besar reformasi dituntut, dan hanya melalui anugerah Kristuslah dapat
dilaksanakan pekerjaan pemulihan jasmani, pikirani dan rohani ini.
Metode Kristus saja yang akan memberi
keberhasilan sejati dalam menjangkau manusia. Juruselamat bergaul dengan
manusia sebagai seorang yang menginginkan kebaikan mereka. Ia menunjukkan rasa
simpati-Nya terhadap mereka, melayani kebutuhan mereka dan memenangkan
kepercayaan mereka. Lalu Ia memanggil mereka: "Ikutlah Aku
Kita perlu mendekati orang dengan usaha
pribadi. Sekiranya waktu untuk berkhotbah dikurangi, dan lebih banyak waktu
digunakan dalam pelayanan pribadi, maka akan terlihat hasil yang lebih besar.
Orang miskin ditolong, orang yang sakit dirawat, yang bersusah dan bersedih
dihibur, yang bodoh diajar, dan yang kurang berpengalaman dinasihati. Kita
harus menangis dengan mereka yang sedang menangis, dan bersuka bersama mereka
yang gembira. Disertai dengan kuasa membujuk, kuasa berdoa, kuasa kasih Allah,
maka pekerjaan ini tidak akan, bahkan tidak mungkin, terlaksana tanpa hasil.
Kita harus senantiasa mengingat bahwa
tujuan pekerjaan misionaris kesehatan ialah mengarahkan pria dan wanita yang
menderita sakit dosa kepada Seorang di Golgota yang memikul dosa dunia ini.
Dengan memandang-Nya, mereka akan berubah menjadi serupa dengan Dia. Kita harus
mendorong orang sakit untuk memandang kepada Yesus supaya mereka hidup. Biarlah
para pekerja senantiasa menjunjung tinggi Kristus, Tabib Besar itu, di hadapan
orang yang tawar hati karena tubuh dan jiwa mereka sakit. Arahkanlah mereka
kepada Seorang yang dapat menyembuhkan penyakit jasmani maupun rohani.
Perkenalkanlah kepada mereka Seorang yang dapat merasakan kelemahan-kelemahan
kita. Doronglah mereka agar menempatkan diri dalam pemeliharaan Dia yang telah
menyerahkan hidup-Nya agar mereka dimungkinkan untuk memperoleh hidup kekal.
Bicarakanlah tentang kasih-Nya; ceritakanlah tentang kuasa-Nya untuk
menyelamatkan.
Inilah tugas utama dan kesempatan berharga
dari seorang dokter misionaris. Pelayanan pribadi sering membuka jalan untuk
hal ini. Allah sering dapat menjangkau hati manusia melalui usaha kita dalam
melegakan penderitaan fisik manusia.
Pekerjaan misionaris kesehatan adalah
pekerjaan perintis penginjilan. Dalam pelayanan firman dan dalam pekerjaan
misionaris kesehatan, injil itu harus diberitakan dan diamalkan.
Di hampir setiap masyarakat ada sejumlah
besar orang yang tidak mau mendengar khotbah tentang firman Allah atau pun
menghadiri acara kebaktian rohani. Kalau mereka hendak dijangkau oleh injil,
maka injil itu haruslah disampaikan ke rumah mereka. Sering pertolongan
terhadap kebutuhan fisik mereka adalah satu-satunya cara dengan mana mereka
dapat didekati. Para perawat misionaris yang merawat orang sakit dan menolong
penderitaan orang miskin akan mendapatkan banyak kesempatan untuk berdoa dengan
mereka, membacakan firman Allah kepada mereka, dan membicarakan tentang
Juruselamat. Mereka dapat berdoa bersama dan untuk orang-orang yang tak berdaya
yang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk mengendalikan selera yang telah
merosot karena hawa nafsu. Mereka dapat memancarkan cahaya pengharapan ke dalam
kehidupan orang yang kalah dan kecewa. Kasih mereka yang tidak mementingkan
diri, yang dinyatakan dalam tindakan kebaikan tanpa pamrih, akan lebih
memudahkan bagi para penderita ini untuk percaya akan kasih Kristus.
Banyak orang yang tidak beriman kepada
Allah dan telah kehilangan kepercayaan pada manusia. Tetapi mereka masih
menghargai tindakan-tindakan simpati dan pertolongan. Sementara mereka
memperhatikan seorang yang tidak terdorong oleh pujian duniawi atau upah datang
ke rumah mereka untuk melayani orang sakit, memberi makan orang yang lapar,
memberi pakaian kepada yang telanjang, menghibur yang susah, dan dengan lemah
lembut mengarahkan pandangan mereka semua kepada Dia yang oleh kasih dan belas
kasihan-Nya pekerja manusia itu hanyalah sekadar utusan -- manakala mereka
melihat hal ini, hati mereka terjamah. Rasa bersyukur pun tumbuh. Iman
dikobarkan. Mereka menyadari bahwa Allah memelihara mereka, dan mereka siap
mendengar sementara firman-Nya yang dibukakan.
Baik dalam misi mancanegara maupun di
ladang dalam negeri, semua misionaris pria atau wanita, akan jauh lebih
berhasil mendekati orang banyak, dan akan mendapati bahwa manfaat mereka lebih
bertambah jika mereka sanggup melayani orang sakit. Dengan demikian para wanita
yang pergi sebagai misionaris ke negeri-negeri kafir akan mendapat kesempatan
mengabar injil kepada kaum wanita di negeri-negeri itu, bilamana semua pintu
yang lain sudah tertutup. Semua pekerja injil harus mengetahui bagaimana
melakukan perawatan sederhana yang besar manfaatnya untuk menghilangkan rasa
sakit dan mengobati penyakit.
Pekerja injil juga harus sanggup memberi
petunjuk tentang prinsip hidup sehat. Di mana-mana ada penyakit, dan kebanyakan
penyakit itu dapat dicegah dengan memperhatikan hukum-hukum kesehatan. Masyarakat
perlu menyadari hubungan prinsip-prinsip kesehatan itu dengan kesejahteraan
mereka, baik untuk kehidupan sekarang ini maupun yang akan datang. Mereka perlu
disadarkan akan tanggungjawab terhadap lingkungan hidup manusia yang disiapkan
oleh Khalik mereka sebagai tempat tinggal-Nya, terhadap mana Ia menghendaki
agar mereka menjadi penatalayan-penatalayan-Nya yang setia. Mereka perlu
diyakinkan dengan kebenaran yang disampaikan dalam perkataan Kitab Suci:
"Karena kita adalah bait dari Allah
yang hidup menurut firman Allah ini: Aku akan diam bersama-sama dengan mereka
dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka
akan menjadi umat-Ku."8
Ribuan orang memerlukan dan dengan senang
hati akan menerima petunjuk tentang cara-cara sederhana merawat orang sakit --
metode-metode yang akan menggantikan penggunaan obat-obat yang beracun. Ada
kebutuhan yang besar akan petunjuk tentang reformasi menu makanan. Kebiasaan
makan yang salah dan penggunaan makanan yang tidak menyehatkan tidaklah kecil
tanggungjawabnya terhadap ketidakbertarakan, kejahatan dan kesengsaraan yang
menjadi kutuk bagi dunia ini.
Dalam mengajarkan prinsip-prinsip
kesehatan, tetaplah diingat tujuan utama dari reformasi ini -- bahwa maksudnya
adalah untuk menghasilkan perkembangan tubuh, pikiran dan jiwa yang paling
tinggi. Tunjukkanlah bahwa hukum alam yang juga menjadi hukum Allah dimaksudkan
demi kebaikan kita; agar penurutan terhadap hukum-hukum itu meningkatkan
kebahagiaan hidup saat ini, dan menolong dalam menyiapkan diri untuk kehidupan
yang akan datang.
Tuntunlah orang banyak itu untuk
mempelajari pengejawantahan kasih dan hikmat Allah di dalam pekerjaan alam.
Bimbinglah mereka untuk mempelajari bahwa organisme yang ajaib, susunan tubuh
manusia, dan hukum-hukum yang mengatur kehidupan. Mereka yang merasakan
bukti-bukti kasih Allah, yang memahami suatu kebijakan dan faedah dari
hukum-hukum-Nya, dan upah penurutannya, akhirnya akan menghormati tugas dan
kewajiban mereka dengan pandangan yang sama sekali berbeda. Gantinya menganggap
pemeliharaan hukum kesehatan itu sebagai suatu pengorbanan atau penyangkalan
diri, mereka akan menghormatinya sebagai satu berkat yang tak terkirakan, yang
sesungguhnya memang demikian.
Setiap pekerja injil harus merasa bahwa
pemberian petunjuk dalam prinsip-prinsip hidup sehat adalah bagian dari
tugasnya yang sudah ditentukan. Pekerjaan ini sangat dibutuhkan, dan dunia
terbuka untuk itu.
Di mana-mana terdapat satu kecenderungan
untuk menggantikan pekerjaan organisasi dengan usaha perorangan. Kebijakan
manusia cenderung kepada penggabungan, pemusatan, pembangunan gereja-gereja dan
lembaga yang besar. Banyak orang menyerahkan kepada lembaga-lembaga dan
organisasi-organisasi melakukan pekerjaan kebajikan; mereka memaafkan diri
untuk tidak berhubungan dengan dunia, lalu hati mereka semakin dingin. Mereka
menjadi egoistis dan tidak berperasaan. Kasih terhadap Allah dan terhadap
manusia pudar dari dalam jiwa.
Kristus mempercayakan tugas perorangan
kepada para pengikut-Nya, satu tugas yang pelaksanaannya tak dapat diwakilkan.
Melayani orang sakit dan orang miskin, menyampaikan injil kepada yang sesat,
tidak dapat diserahkan kepada komite atau organisasi sosial. Tanggungjawab
perorangan, usaha perorangan, pengorbanan pribadi, merupakan tuntutan
penginjilan.
"Pergilah ke semua jalan dan lintasan,
dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk" adalah perintah Kristus.
"Karena rumah-Ku harus penuh." Dia membawa orang-orang supaya
berhubungan dengan mereka yang mau memberi keuntungan. "Dan membawa ke
rumahmu orang miskin yang tak punya rumah" kata-Nya, "dan apabila
engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian." "
Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan
sembuh."9 Melalui kontak langsung, melalui pelayanan perorangan,
berkat-berkat injil itu harus disalurkan.
Dalam memberikan terang kepada umat-Nya
zaman dulu, Allah bekerja tidak semata-mata melalui suatu golongan. Daniel
adalah raja Yehuda. Yesaya juga keturunan ningrat. Daud seorang gembala, Amos seorang peternak, Zakharia adalah
tawanan dari Babel, Elisa seorang petani. Tuhan mengangkat sebagai
wakil-wakil-Nya para nabi dan para raja, kaum ningrat serta rakyat jelata, dan
mengajarkan kepada mereka kebenaran-kebenaran yang harus disampaikan kepada
dunia.
Kepada setiap orang yang mengambil bagian
dalam anugerah-Nya, Tuhan menentukan satu pekerjaan untuk melayani orang lain.
Secara pribadi kita harus berdiri di tempat kita sambil berkata, "Ini aku,
utuslah aku."10 Kepada pelayan injil, perawat misionaris, dokter Kristen,
orang-orang Kristen, apakah dia pedagang atau petani, tenaga ahli atau montir
-- tanggungjawab itu dibebankan kepada semua. Adalah tugas kita untuk
menyatakan kepada manusia injil keselamatan mereka. Setiap usaha di mana kita terlibat
harus menjadi sarana untuk tujuan ini.
Mereka yang melaksanakan tugas mereka yang
sudah ditentukan itu bukan saja menjadi berkat kepada orang lain, tetapi mereka
sendiri akan diberkati. Kesadaran akan pelaksanaan tugas dengan baik akan
menimbulkan pengaruh langsung pada jiwa mereka sendiri. Orang yang murung akan
melupakan kesedihannya, yang lemah akan menjadi kuat, yang bodoh menjadi
pintar, dan semua orang akan mendapatkan penolong yang tidak akan gagal di
dalam Dia yang telah memanggil mereka.
Gereja Kristus dibentuk untuk pelayanan.
Semboyannya ialah pelayanan. Anggota-anggotanya adalah prajurit-prajurit yang
akan dilatih menghadapi peperangan di bawah Panglima keselamatan mereka. Para
pendeta Kristen, dokter-dokter Kristen, guru-guru Kristen, mempunyai pekerjaan
yang lebih luas daripada yang sudah banyak dikenal. Mereka bukan hanya melayani
orang, tetapi mengajar mereka untuk melayani. Mereka tidak saja harus memberi
petunjuk dalam prinsip yang benar, tetapi mendidik para pendengar untuk membagikan
prinsip-prinsip ini. Kebenaran yang tidak dihidupkan, tidak disalurkan, akan
kehilangan kuasanya yang memberi hidup dan sifat penyembuhannya. Berkatnya
hanya dapat dipertahankan kalau itu dibagikan.
Pelayanan kita bagi Allah yang monoton
harus ditata kembali. Setiap anggota gereja harus terlibat dalam suatu bidang
pelayanan bagi Tuhan. Sebagian orang tidak dapat melakukan sebanyak yang
dilakukan orang lain, tetapi setiap orang harus berusaha sebaik mungkin untuk
membendung arus penyakit dan kesusahan yang melanda dunia kita ini. Banyak
orang akan bersedia bekerja kalau mereka diajar bagaimana cara memulainya.
Mereka perlu diajar dan didorong.
Setiap gereja seharusnya menjadi satu
sekolah pelatihan bagi para pekerja Kristen. Anggota-anggotanya itu harus diajar
bagaimana caranya memberikan pelajaran Alkitab, bagaimana memimpin dan mengajar
di kelas-kelas Sekolah Sabat, bagaimana cara terbaik untuk menolong orang
miskin dan merawat yang sakit, serta bagaimana melayani yang belum bertobat.
Seharusnya diadakan kelas-kelas kesehatan, kelas masak-memasak dan kelas-kelas
lain dari pekerjaan bantuan Kristen. Bukan hanya mengajar, tetapi benar-benar
bekerja di bawah instruktur-instruktur yang berpengalaman. Biarlah guru-guru
memelopori bekerja di antara orang banyak, maka orang-orang lain yang bergabung
dengan mereka akan belajar dari keteladanan mereka. Satu contoh lebih berharga
dari banyak pelajaran.
Biarlah semua orang memupuk kemampuan
jasmani dan pikirani mereka sampai batas kesanggupannya, agar mereka bisa bekerja
bagi Allah di mana pemeliharaan-Nya memanggil mereka. Anugerah yang sama yang
berasal dari Kristus kepada Paulus dan Apolos, yang membedakan keunggulan
rohani mereka, dewasa ini akan dibagikan kepada para misionaris Kristen yang
tekun. Allah menginginkan agar anak-anak-Nya memperoleh kecerdasan dan
pengetahuan, agar kemuliaan-Nya bisa dinyatakan dalam dunia kita ini dengan
kejernihan dan kuasa yang tidak dapat diragukan.
Para pekerja yang terdidik dan mengabdi
kepada Allah dapat melayani dalam berbagai cara yang lebih luas, dan dapat
melakukan pekerjaan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak
terdidik. Kesanggupan pikiran mereka menempatkannya pada posisi yang
menguntungkan. Tetapi mereka yang tidak mempunyai bakat-bakat yang besar maupun
pendidikan tinggi dapat juga melayani orang lain dengan baik. Allah akan
memakai orang-orang yang bersedia digunakan. Bukanlah orang-orang yang paling
cakap atau paling berbakat yang membuahkan hasil-hasil paling banyak dan paling
mantap. Pria dan wanita yang dibutuhkan adalah orang yang telah mendengar
pekabaran dari surga. Pekerja-pekerja yang paling efektif adalah mereka yang
menyambut undangan ini, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari
pada-Ku."11
Misionaris-misionaris yang bekerja dengan
segenap hati itulah yang dibutuhkan. Dia yang hatinya dijamah Allah dipenuhi
dengan kerinduan yang besar terhadap orang-orang yang belum pernah mengenal
kasih-Nya. Keadaan mereka itu mengesankan baginya dengan rasa kesengsaraannya
sendiri. Dengan nyawa di tangan, dia maju selaku seorang utusan yang dikirim
dan diilhami surga, untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mana para malaikat
dapat bekerjasama.
Kalau mereka yang Allah telah percayakan
dengan kesanggupan otak yang besar menggunakan karunia-karunia ini untuk
kepentingan diri sendiri, maka setelah suatu masa percobaan, mereka akan
dibiarkan mengikuti jalannya sendiri. Allah akan mengambil orang-orang yang
nampaknya tidak mendapat banyak karunia, yang tidak memiliki rasa percaya diri
yang besar, dan Ia akan menguatkan yang lemah, karena mereka berharap
kepada-Nya untuk melakukan bagi mereka apa yang mereka tidak dapat lakukan
sendiri. Allah akan menerima pelayanan yang sepenuh hati, dan Ia sendiri akan
melengkapi kekurangan-kekurangannya.
Tuhan sudah sering memilih sebagai mitra
kerja-Nya orang-orang yang hanya mempunyai kesempatan untuk meraih tingkat
pendidikan yang terbatas. Orang-orang seperti ini telah menggunakan
kemampuannya dengan sangat tekun, dan Tuhan telah memberi pahala atas kesetiaan
mereka kepada pekerjaan-Nya, kerajinan mereka, dan kehausan mereka akan
pengetahuan. Ia telah menyaksikan air mata mereka dan mendengar doa mereka.
Sebagaimana berkat-Nya dicurahkan kepada para tawanan di istana Babel itu,
demikianlah Ia memberikan hikmat dan pengetahuan kepada para pekerja-Nya pada
zaman ini.
Orang-orang yang kurang berpendidikan, yang
rendah status sosialnya, tetapi melalui anugerah Kristus kadang-kadang mereka
meraih sukses yang luar biasa dalam penarikan jiwa bagi Dia. Rahasia kesuksesan
mereka ialah kepercayaan di dalam Allah. Tiap hari mereka belajar tentang Dia
yang luar biasa dalam nasihat dan perkasa dalam kuasa.
Pekerja-pekerja demikian haruslah didorong.
Tuhan menghubungkan mereka dengan orang-orang yang kesanggupannya lebih menonjol
untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan orang lain. Kecekatan mereka
memperhatikan apa yang harus dilakukan, kesiapan mereka untuk menolong yang
membutuhkan pertolongan, perbuatan dan kata-kata mereka yang baik, membuka
pintu-pintu pemanfaatan yang kalau tidak demikian akan tetap tertutup. Mereka
mendekati yang susah, pengaruh kata-kata mereka berkuasa menarik banyak jiwa
yang gemetar kepada Allah. Pekerjaan mereka menunjukkan apa yang akan dilakukan
oleh ribuan orang lain, kalau saja mereka mau.
Tidak ada yang begitu membangkitkan
semangat pengorbanan diri dan memperluas serta menguatkan tabiat selain
melibatkan diri dalam melayani orang lain. Banyak orang yang mengaku Kristen
hanya memikirkan diri sendiri dalam mencari hubungan dengan gereja. Mereka
ingin menikmati persekutuan gereja dan pemeliharaan penggembalaan. Mereka
menjadi anggota jemaat yang besar dan makmur, dan merasa puas dengan hanya
berbuat sedikit bagi orang lain. Dengan cara ini mereka merampok berkat yang
paling indah dari diri mereka. Banyak orang akan memperoleh keuntungan besar
dengan mengorbankan pergaulan bebas dan menyenangkan. Mereka perlu untuk pergi
ke tempat di mana tenaga mereka dibutuhkan di dalam pekerjaan Kristen sehingga
mereka dapat belajar memikul tanggungjawab.
=================================================================
=================================================================
Pepohonan yang terlalu berdesak-desakan
tidak bertumbuh dengan sehat dan kokoh. Tukang kebun memindahkan sebagian
pepohonan itu agar mendapat ruangan untuk bertumbuh. Pekerjaan yang sama akan
menguntungkan banyak anggota dari jemaat-jemaat yang besar. Mereka perlu
ditempatkan di mana tenaga mereka dibutuhkan dalam usaha Kristen yang aktif.
Mereka sedang kehilangan hidup kerohaniannya, menjadi kerdil dan tidak efisien,
karena kekurangan usaha yang pengorbanan diri bagi orang lain. Kalau
dipindahkan ke ladang misi yang lain, mereka akan tumbuh menjadi kuat dan
perkasa.
Tetapi seseorang tidak perlu menunggu
sampai dipanggil ke ladang yang jauh baru mulai menolong orang lain. Pintu
pelayanan terbuka di mana-mana. Di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan
pertolongan kita. Janda, anak yatim piatu, orang sakit dan yang sekarat, orang
yang sakit hati, yang kecewa, yang bodoh dan orang yang tersingkir ada di kiri
kanan.
Kita harus menganggapnya sebagai tugas yang
istimewa untuk melayani orang tinggal di sekitar kita. Pelajarilah bagaimana
cara yang terbaik untuk menolong mereka yang tidak menaruh minat pada hal-hal
rohani. Sementara engkau melawat para sahabat dan tetangga, tunjukkanlah
perhatianmu pada kerohanian merek seperti juga kesejahteraan fisik mereka.
Bicarakanlah Kristus kepada mereka sebagai Juruselamat yang mengampuni dosa.
Undanglah tetanggamu ke rumahmu, dan bacakanlah kepada mereka dari Alkitab yang
indah itu dan dari buku-buku yang menjelaskan kebenarannya. Ajaklah mereka
bergabung dengan anda dalam bernyanyi dan berdoa. Dalam perhimpunan kecil ini,
Kristus sendiri akan hadir sebagaimana yang Ia telah janjikan, dan hati akan
terjamah oleh rahmat-Nya.
=================================================================
=================================================================
Para anggota jemaat harus mendidik diri
sendiri untuk melakukan pekerjaan ini. Hal ini sama pentingnya dengan
menyelamatkan jiwa-jiwa dalam kegelapan di negeri asing. Sementara sebagian
orang merasakan beban penyelamatan jiwa-jiwa di tempat jauh, biarlah jumlah
yang banyak yang berada di tempat
merasakan beban jiwa-jiwa yang berharga di sekitar mereka, dan bekerja dengan
tekun demi keselamatan mereka.
Banyak orang menyesali diri karena
kehidupan mereka yang sempit. Mereka sendiri dapat membuat hidup dan pengaruh
mereka lebih luas kalau mereka mau. Mereka yang mengasihi Yesus dengan segenap
hati, pikiran dan jiwa, dan mengasihi orang lain seperti diri sendiri,
mempunyai satu ladang yang luas untuk di mana mereka dapat menggunakan
kesanggupan dan pengaruh mereka.
Janganlah seorang melewatkan
peluang-peluang yang kecil untuk mencari pekerjaan yang lebih besar. Engkau
mungkin berhasil dalam melakukan pekerjaan kecil, tetapi gagal melakukan
pekerjaan yang besar, dan akhirnya kecewa. Engkau akan mengembangkan bakat
untuk pekerjaan yang lebih besar dengan melakukan pekerjaan yang engkau hadapi
dengan sekuat tenaga. Dengan menganggap sepele kesempatan-kesempatan
sehari-hari, dengan mengabaikan hal-hal sepele yang ada di tangan, sehingga
banyak orang menjadi tak berbuah dan layu.
Janganlah bergantung pada pertolongan
manusia. Pandanglah di balik manusia itu Seorang yang ditunjuk Allah untuk
menanggung kesusahan kita, memikul beban penderitaan kita, dan memenuhi segala
keperluan kita. Dengan mempercayai perkataan Allah, mulailah dengan pekerjaan
yang engkau hadapi, dan majulah dengan iman yang tidak goyah. Iman dalam
kehadiran Kristuslah yang memberi kekuatan dan ketabahan. Bekerjalah dengan
tidak mementingkan diri, dengan usaha yang sungguh-sungguh, dan dengan segenap
tenaga.
=================================================================
=================================================================
Di ladang-ladang yang kondisinya tidak
menyenangkan dan mengecewakan sehingga banyak orang tidak mau pergi
melayaninya, perubahan-perubahan besar telah terjadi atas usaha para pekerja
yang mau berkorban. Mereka bekerja dengan sabar dan tabah, tidak bergantung
pada kuasa manusia melainkan pada kuasa Allah, dan rahmat-Nya memelihara
mereka. Banyaknya kebaikan yang sudah dicapai tidak pernah diketahui di dunia
ini, tetapi hasil yang gemilang akan dilihat pada peristiwa besar nanti.
Di banyak tempat misionaris-misionaris
swadaya dapat bekerja dengan sukses. Sebagai seorang misionaris swadaya rasul
Paulus bekerja membagikan pengetahuan akan Kristus di seluruh dunia. Sambil
mengajar injil setiap hari di kota-kota besar di Asia dan Eropa, dia bekerja
selaku pedagang barang-barang kerajinan tangan untuk menghidupi dirinya dan
kawan-kawannya. Kata-kata perpisahannya kepada tua-tua jemaat di Efesus, yang
menunjukkan jenis pekerjaannya, mengandung pelajaran berharga bagi setiap
pekerja injil:
"Kamu tahu," katanya,
"bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia
ini . . . Sungguhpun demikian, aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna
bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum
maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu. . . . Perak atau emas atau
pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa
dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan
keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan
contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian, kita harus membantu orang-orang
yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah
mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."15
Sekarang ini banyak orang dapat melakukan
satu pekerjaan yang baik dengan cara demikian, asalkan dia dipenuhi dengan roh
pengorbanan diri. Biarlah dua orang atau lebih memulai bersama-sama dalam
pekerjaan evangelisasi. Hendaklah mereka melawat para anggota, berdoa,
menyanyi, mengajar, menerangkan Kitab Suci, dan melayani orang sakit. Sebagian
dapat hidup dengan menjual buku; yang lain, seperti rasul itu, dapat
mengerjakan suatu keterampilan atau bidang pekerjaan lain. Sementara mereka
bergerak maju dalam pekerjaannya, sambil menyadari ketidakberdayaannya, tetapi
dengan rendah hati bergantung pada Allah, mereka akan memperoleh pengalaman
yang istimewa. Tuhan Yesus berjalan mendahului mereka, dan di antara orang kaya
dan miskin mereka akan mendapatkan kebaikan dan pertolongan.
Mereka yang sudah terlatih untuk pekerjaan
misionaris kesehatan di luar negeri haruslah didorong untuk pergi tanpa
bertangguh ke tempat di mana mereka harapkan bisa bekerja, dan mulailah bekerja
di antara masyarakat itu dan sambil bekerja mempelajari bahasa mereka. Tidak
lama kemudian mereka akan sanggup mengajarkan kebenaran apa adanya dari firman
Allah.
Para utusan kemurahan diperlukan di seluruh
dunia. Ada panggilan bagi keluarga-keluarga Kristen untuk pergi kepada
masyarakat-masyarakat yang berada dalam kegelapan dan kesalahan, pergi ke
ladang-ladang di luar negeri, mengenal akan kebutuhan sesamanya manusia dan
untuk bekerja bagi pekerjaan Tuhan. Sekiranya keluarga-keluarga demikian mau
bermukim di bagian-bagian
dunia ini yang masih gelap, tempat-tempat
yang rakyatnya diselimuti dengan kegelapan rohani, dan membiarkan cahaya
kehidupan Kristus bersinar melalui mereka, betapa suatu pekerjaan yang mulia
dapat dilaksanakan.
Pekerjaan ini menuntut pengorbanan diri.
Sementara banyak orang menunggu sampai setiap rintangan diangkat, pekerjaan
yang bisa mereka lakukan sekarang dibiarkan terbengkalai, dan banyak orang
sedang sekarat tanpa pengharapan dan tanpa Allah. Demi keuntungan komersial,
atau untuk memperoleh pengetahuan ilmiah, sebagian orang akan mencoba masuk ke
wilayah-wilayah baru dan dengan gembira berkorban dan menahan kesukaran; tetapi
betapa sedikit orang mau memboyong keluarga mereka masuk ke wilayah-wilayah
yang membutuhkan injil itu demi kepentingan sesama manusia.
Menjangkau manusia di manapun mereka
berada, apapun kedudukan atau keadaan mereka, dan menolong mereka dengan segala
cara yang memungkinkan -- inilah pelayanan yang sejati. Dengan usaha demikian engkau akan memenangkan hati mereka
dan membukakan jalan menuju jiwa-jiwa
yang sedang binasa itu.
Dalam segala pekerjaanmu, ingatlah bahwa
engkau terikat dengan Kristus, sebagai bagian dari rencana penebusan yang besar
itu. Kasih Kristus melalui arus yang menyembuhkan dan menghidupkan itu harus
mengalir melalui kehidupanmu. Sementara engkau berusaha menarik orang-orang
lain ke dalam lingkaran kasih-Nya, biarlah kemurnian bahasamu, ketulusan
pelayananmu, kegembiraan sikapmu, itu semua menyaksikan kuasa anugerah-Nya.
Perkenalkanlah Dia kepada dunia dengan cara yang murni dan benar, agar manusia
dapat memandang keelokan wajah-Nya.
Sedikit gunanya mencoba mengubah orang lain
dengan menyerang apa yang kita anggap salah. Usaha seperti itu lebih banyak
menghasilkan kerugian daripada kebaikan. Dalam percakapan-Nya dengan wanita
Samaria, gantinya meremehkan sumur Yakub itu, Kristus mengemukakan sesuatu yang
lebih baik. "Jawab Yesus kepadanya: Jikalau engkau tahu tentang karunia
Allah dan siapakah Dia yang berkata padamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau
telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Yoh
4:10. Ia mengalihkan pembicaraan kepada harta yang akan Ia karuniakan,
menawarkan kepada wanita itu sesuatu yang lebih baik daripada yang dia miliki,
yaitu air hidup, kebahagiaan dan pengharapan injil itu.
Inilah gambaran tentang cara bagaimana kita
bekerja. Kita harus menawarkan kepada orang-orang sesuatu yang lebih baik dari
apa yang mereka miliki, termasuk damai Kristus yang melampaui segala marifat.
Kita harus menceritakan hukum Allah yang kudus kepada mereka, hukum yang
melukiskan tabiat-Nya, dan satu ekspresi dari apa yang Ia inginkan bagi mereka.
Tunjukkan kepada mereka betapa jauh lebih besar kemuliaan surga yang tak dapat
binasa itu dibandingkan dengan kesenangan dan kepelesiran dunia yang akan
berlalu itu. Ceritakanlah kepada mereka tentang kemerdekaan dan perhentian yang
terdapat dalam Juruselamat. "Tetapi barang siapa minum air yang akan
Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya,"16 Ia
menyatakan.
Angkatlah Yesus sambil berseru:
"Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."17 Ia saja
yang dapat memuaskan keinginan hati dan memberi kedamaian kepada jiwa.
Dari semua manusia di dunia ini,
seharusnyalah para pembaru menjadi yang paling tidak mementingkan diri, paling
baik dan paling sopan. Dalam hidup mereka harus tampak kebaikan sejati dari
perbuatan yang tidak mementingkan diri. Pekerja yang menunjukkan kurangnya
keramahan, kekurangsabaran terhadap kebodohan dan ketidakpatuhan orang lain,
yang bicaranya gegabah dan bertindak sembrono, dapat menutup pintu terhadap
hati orang-orang sehingga dia tidak akan pernah bisa menjangkau mereka.
Sebagaimana embun dan titik hujan menyirami
tanaman yang layu, hendaknya begitulah perkataanmu keluar dengan lemah lembut
untuk menyelamatkan orang dari kesalahan. Rencana Allah pertama-tama adalah
untuk menjangkau hati. Kita harus membicarakan kebenaran itu dalam kasih,
berharap kepada-Nya untuk memberikan kuasa untuk mengubah hidup manusia. Roh
Kudus akan memasukkan ke dalam jiwa kata-kata yang diucapkan dalam kasih.
Secara alamiah kita bersifat egosentris dan
berpendirian keras. Tetapi bilamana kita mempelajari pelajaran yang Kristus
kehendaki kita ajarkan, maka kita mengambil bagian dalam sifat-Nya; dengan
demikian kita mengamalkan kehidupan-Nya. Keteladanan Kristus yang luar biasa,
kelemahlembutan yang tiada taranya dengan apa yang Ia menyelami perasaan orang
lain, menangis dengan mereka yang menangis, bergembira dengan orang yang
bergembira, hal ini tentu sangat mempengaruhi tabiat semua orang yang mau
mengikut Dia dengan tulus. Dengan kata-kata dan tindakan yang lemah lembut
mereka akan berusaha menjadikan jalan itu mudah bagi kaki yang letih.
"Tuhan Allah telah memberikan kepadaku
lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberikan semangat baru
kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk
mendengarkan seperti seorang murid."18
Di sekitar kita terdapat jiwa-jiwa yang
menderita. Di sana-sini dan di mana-mana kita bisa menemukan mereka. Marilah
kita mencari orang-orang yang menderita ini dan mengucapkan sepatah kata yang
sesuai untuk menghibur hati mereka. Biarlah kita senantiasa menjadi saluran
melalui mana mengalir air belas kasihan yang menyegarkan.
Dalam segala pergaulan kita haruslah
diingat bahwa di dalam pengalaman orang lain ada babak-babak yang tersembunyi
dari penglihatan yang fana. Pada lembaran-lembaran ingatan tercatat sejarah
menyedihkan yang dijaga dari pandangan ingin tahu. Di sana tercatat
pergumulan-pergumulan seru yang panjang dengan keadaan-keadaan yang genting,
mungkin itu kesulitan dalam kehidupan rumahtangga, yang hari demi hari melemahkan
semangat, keyakinan dan iman. Mereka yang bergumul dalam kehidupan melalui
rintangan besar akan diteguhkan dan dikuatkan oleh perhatian-perhatian kecil
yang hanya memerlukan usaha pengasihan. Bagi mereka, jabatan tangan yang kuat
oleh seorang sahabat sejati lebih tinggi nilainya daripada emas atau perak.
Kata-kata yang lemah lembut disambut sebagai senyuman malaikat.
Banyak orang bergumul dengan kemiskinan,
terpaksa bekerja keras demi upah rendah, yang hanya sanggup memenuhi kebutuhan
hidup yang paling mendasar. Kerja keras dan kemiskinan, tanpa pengharapan akan
hal yang lebih baik, membuat beban mereka sangat berat. Apabila ditambah lagi
dengan kesedihan dan penyakit maka beban itu hampir tak tertahankan lagi. Dalam
keadaan lesu dan tertekan, mereka tidak tahu lagi ke mana mencari keringanan.
Curahkanlah rasa simpati kepada mereka yang mengalami cobaan, dalam keadaan
patah hati dan dalam kekecewaan. Ini akan membuka jalan bagimu untuk menolong
mereka. Ceritakanlah kepada mereka tentang janji-janji Allah, berdoalah bersama
dan bagi mereka, ilhami pengharapan kepada mereka.
Kata-kata penghiburan dan dorongan yang
diucapkan pada waktu orang itu sakit dan semangatnya memudar -- inilah yang
dianggap oleh Juruselamat sebagai kata-kata yang diucapkan kepada Ia sendiri.
Sementara orang itu dihibur, malaikat-malaikat surga memandang ke bawah dengan
penghargaan disertai rasa puas.
Dari zaman ke zaman Tuhan telah berusaha
membangkitkan dalam jiwa manusia satu rasa persaudaraan ilahi. Jadilah kamu
mitra kerja-Nya. Sementara kecurigaan dan perebutan melanda dunia ini,
murid-murid Kristus harus menyatakan roh yang bertahta di surga.
Berbicara seperti Ia suka bicara, bertindak
sebagaimana Ia mau bertindak. Nyatakanlah senantiasa keelokan perangainya.
Nyatakanlah kekayaan kasih yang mendasari semua pengajaran-Nya dan semua
perbuatan-Nya kepada manusia. Pekerja-pekerja yang paling rendah, asalkan
bekerjasama dengan Kristus dapat memetik tali kasih yang getarannya akan
bergema ke ujung bumi dan menciptakan melodi sepanjang zaman.
Kecerdasan surga sedang menanti untuk
bekerjasama dengan manusia sebagai alat, agar mereka dapat menyatakan kepada
dunia makhluk manusia itu bisa menjadi apa, dan apa yang dapat dicapai melalui
perpaduan dengan Ilahi demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang binasa. Tidak
ada batas untuk pemanfaatan seseorang yang menyangkal dirinya dan memberi
tempat bagi pekerjaan Roh Kudus di hatinya dan menghidupkan satu kehidupan yang
berserah sepenuhnya kepada Allah. Semua orang yang memasrahkan tubuh, jiwa dan
rohnya ke dalam pekerjaan-Nya akan senantiasa menerima karunia baru secara
jasmani, pikirani dan rohani. Persediaan surga yang tidak pernah habis itu
tersedia akan keinginan mereka. Kristus memberikan napas Roh-Nya sendiri kepada
mereka dan hidup dari kehidupan-Nya sendiri. Roh Kudus mengerahkan tenaga-Nya
yang paling besar untuk bekerja di dalam pikiran dan hati. Melalui rahmat yang
dianugerahkan kepada kita maka kita bisa meraih kemenangan-kemenangan yang
nampaknya tidak mungkin kita peroleh karena pendapat-pendapat kita sendiri yang
salah dan teledor, tabiat kita yang bercela, dan kekerdilan iman kita.
Kepada setiap orang yang menyerahkan
dirinya bagi pekerjaan Tuhan, tanpa menahan apa-apa, diberikan kuasa untuk
memperoleh hasil yang tak ternilai. Allah akan melakukan perkara-perkara besar
bagi mereka. Ia akan bekerja melalui pikiran manusia agar di dunia ini pun akan
terlihat dalam kehidupan mereka kegenapan janji dari keadaan yang akan datang.
Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya,
semarak Karmel dan Saron; Mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak
Allah kita.
"Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan
teguhkan lutut yang goyah. Katakan kepada orang-orang yang tawar hati;
Kuatkanlah hati jangan takut! Lihatlah Allahmu akan datang dengan pembalasan
dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu.
"Pada waktu itu mata orang-orang buta
akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang
lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai;
sebab mata air memancar di pada gurun, dan sungai di padang belantara;
"Tanah pasir yang hangat akan menjadi
kolam, dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala
berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan
disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya dan
orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
"Di situ tidak akan ada singa,
binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana;
orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang
dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke sion dengan bersorak sorai, sedangkan
sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka,
kedukaan dan keluh kesah akan menjauh."19

No comments:
Post a Comment
Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.