ads by Google

Klik disini

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Saturday, October 29, 2016

PENGAJARAN DAN PENYEMBUHAN

MISIONARIS KESEHATAN DAN PEKERJAANNYA


"Mereka akan menjadi embun yang dari Allah di tengah-tengah
banyak kuasa."


9

PENGAJARAN DAN PENYEMBUHAN

Pada waktu Kristus mengutus keduabelas murid-Nya pada perjalanan misionaris pertama, Ia berpesan pada mereka: "Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; Bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma." Matius 10:7, 8.

Kepada rombongan Tujuh Puluh yang diutus kemudian Ia berkata: "Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu."1 Hadirat dan kuasa Kristus menyertai mereka, "Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."2

Pekerjaan yang sama diteruskan setelah kenaikan Kristus. Gambaran tentang pelayanan-Nya sendiri diulang-ulangi. "Dan juga orang-orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan."3

Mereka pun "pergilah memberitakan injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja (dengan mereka)" "Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar suka cita dalam kota itu."4


Pekerjaan Murid-murid

Lukas selaku penulis Injil yang namanya tertera di sana adalah seorang misionaris kesehatan. Dalam Kitab Suci dia disebut "tabib Lukas yang kekasih."5  Rasul Paulus mendengar tentang keterampilannya sebagai seorang dokter, dan mencari dia sebagai seorang yang kepadanya telah dipercayakan Tuhan satu pekerjaan khusus. Dia mendapatkan kerjasamanya, dan sewaktu-waktu Lukas menemaninya dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Setelah itu Paulus meninggalkan Lukas di Filipi, Makedonia. Di sini dia meneruskan pekerjaan untuk beberapa tahun lamanya sebagai seorang dokter dan guru injil. Dalam pekerjaannya selaku dokter, dia melayani orang sakit, lalu dia berdoa agar kuasa Allah menyembuhkan orang-orang yang dirundung malang. Demikianlah terbuka jalan untuk pekabaran injil. Kesuksesan Lukas selaku dokter membuka kesempatan baginya untuk memberitakan Kristus di antara orang kafir. Adalah rencana ilahi supaya kita bekerja sebagaimana murid-murid itu bekerja. Penyembuhan jasmani berkaitan dengan misi injil. Dalam pekerjaan injil pengajaran dan penyembuhan tidak pernah dipisahkan.

Pekerjaan murid-murid adalah menyebarluaskan suatu pengetahuan akan injil. Kepada mereka telah dipercayakan satu tugas memberitakan ke seluruh dunia kabar baik yang dibawa Kristus kepada manusia. Mereka melakukan pekerjaan itu bagi manusia pada zaman mereka. Kepada setiap bangsa di seluruh jagad, injil telah disebarkan dalam satu generasi.

Penyebaran injil ke seluruh dunia adalah satu pekerjaan yang Allah telah percayakan bagi mereka yang menjunjung tinggi nama-Nya. Injil adalah satu-satunya penawar dosa dunia dan kesusahannya. Untuk memperkenalkan pekabaran rahmat Allah kepada seluruh umat manusia merupakan tugas utama dari mereka yang mengenal kuasa penyembuhan-Nya itu.

=================================================================
"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik untuk orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberikan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara."6
=================================================================

Ketika Kristus mengutus murid-murid-Nya dengan pekabaran injil, iman akan Allah dan firman-Nya hampir punah di dunia ini. Di antara bangsa Yahudi yang mengaku mengenal Yahweh itu, firman-Nya telah disingkirkan dan diganti dengan tradisi dan spekulasi manusia. Ambisi yang mementingkan diri, cinta akan peragaan, tamak akan keuntungan, semua itu telah menyerap pikiran manusia. Sementara Allah tidak lagi dihormati, manusia pun tidak lagi dikasihi. Sifat mementingkan diri menguasai prinsip, dan Setan melakukan kehendaknya dalam penderitaan dan kemerosotan akhlak umat manusia.

Kaki-tangan Setan menguasai manusia. Tubuh manusia yang diciptakan sebagai tempat tinggal Allah sekarang menjadi istana iblis. Panca indera, susunan saraf, dan alat-alat tubuh manusia telah direkayasa oleh agen-agen gaib dalam pemanjaan nafsu jahat. Cap iblis sendiri tertera pada muka manusia. Wajah-wajah manusia memantulkan ekspresi pasukan kejahatan yang telah menguasai manusia.

Bagaimanakah kondisi dunia sekarang ini? Bukankah iman pada Alkitab secara efektif telah dirusak oleh kritikan dan spekulasi yang lebih halus dari zaman ini sebagaimana oleh tradisi dan paham kerabian pada zaman Kristus? Bukankah ketamakan dan ambisi dan cinta akan kepelesiran telah memenuhi hati manusia sekarang ini seperti pada waktu itu? Dalam dunia yang mengaku Kristen, bahkan yang mengaku gereja Kristus, betapa sedikit orang yang dikuasai oleh prinsip-prinsip Kristen. Dalam dunia bisnis, sosial, kerumahtanggaan, bahkan di lingkungan keagamaan, betapa sedikit orang yang menjadikan ajaran Kristus sebagai aturan dari kehidupan mereka sehari-hari. Bukankah benar bahwa, "hukum telah terdesak ke belakang . . . kebenaran tersandung di tempat umum. . . . Dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan."7

Kita hidup di tengah-tengah "kejahatan yang mewabah," di mana orang-orang yang bijak dan takut akan Allah di mana-mana berdiri terpaku. Kecurangan yang merajalela tak dapat dilukiskan oleh pena manusia. Setiap hari diungkapkan perselisihan politik, penyuapan dan penipuan. Setiap hari terdengar laporan yang menyakitkan hati tentang kekerasan dan pelanggaran hukum, tentang ketidakpedulian terhadap penderitaan umat manusia, kebrutalan, dan kemusnahan hidup manusia secara kejam. Setiap hari menyaksikan meningkatnya kegilaan, pembunuhan dan bunuh diri. Siapakah yang dapat meragukan bahwa kaki-tangan setan sedang bekerja di antara manusia dengan kegiatan yang dilipatgandakan untuk merusak dan mengacaukan pikiran, serta mencemarkan dan merusak tubuh?

Dan sementara dunia dipenuhi oleh kejahatan-kejahatan ini, sangat sering injil itu disampaikan dengan cara tidak bersungguh-sungguh sehingga meninggalkan kesan yang dangkal pada hati nurani atau kehidupan manusia. Di mana-mana ada hati manusia yang berseru meminta sesuatu yang tidak mereka miliki. Mereka merindukan kuasa yang akan memberikan kemenangan atas dosa, satu kuasa yang akan membebaskan mereka dari perhambaan dosa, satu kuasa yang akan memberikan kesehatan dan kehidupan serta kedamaian. Banyak orang yang pernah mengenal kuasa firman Allah telah bermukim di tempat di mana Allah tidak dihormati, dan mereka rindu akan hadirat ilahi.

Sekarang ini dunia memerlukan sesuatu yang dibutuhkan sembilan belas abad yang lalu, yaitu penyataan Kristus. Pekerjaan besar reformasi dituntut, dan hanya melalui anugerah Kristuslah dapat dilaksanakan pekerjaan pemulihan jasmani, pikirani dan rohani ini.

Metode Kristus saja yang akan memberi keberhasilan sejati dalam menjangkau manusia. Juruselamat bergaul dengan manusia sebagai seorang yang menginginkan kebaikan mereka. Ia menunjukkan rasa simpati-Nya terhadap mereka, melayani kebutuhan mereka dan memenangkan kepercayaan mereka. Lalu Ia memanggil mereka: "Ikutlah Aku

Kita perlu mendekati orang dengan usaha pribadi. Sekiranya waktu untuk berkhotbah dikurangi, dan lebih banyak waktu digunakan dalam pelayanan pribadi, maka akan terlihat hasil yang lebih besar. Orang miskin ditolong, orang yang sakit dirawat, yang bersusah dan bersedih dihibur, yang bodoh diajar, dan yang kurang berpengalaman dinasihati. Kita harus menangis dengan mereka yang sedang menangis, dan bersuka bersama mereka yang gembira. Disertai dengan kuasa membujuk, kuasa berdoa, kuasa kasih Allah, maka pekerjaan ini tidak akan, bahkan tidak mungkin, terlaksana tanpa hasil.

Kita harus senantiasa mengingat bahwa tujuan pekerjaan misionaris kesehatan ialah mengarahkan pria dan wanita yang menderita sakit dosa kepada Seorang di Golgota yang memikul dosa dunia ini. Dengan memandang-Nya, mereka akan berubah menjadi serupa dengan Dia. Kita harus mendorong orang sakit untuk memandang kepada Yesus supaya mereka hidup. Biarlah para pekerja senantiasa menjunjung tinggi Kristus, Tabib Besar itu, di hadapan orang yang tawar hati karena tubuh dan jiwa mereka sakit. Arahkanlah mereka kepada Seorang yang dapat menyembuhkan penyakit jasmani maupun rohani. Perkenalkanlah kepada mereka Seorang yang dapat merasakan kelemahan-kelemahan kita. Doronglah mereka agar menempatkan diri dalam pemeliharaan Dia yang telah menyerahkan hidup-Nya agar mereka dimungkinkan untuk memperoleh hidup kekal. Bicarakanlah tentang kasih-Nya; ceritakanlah tentang kuasa-Nya untuk menyelamatkan.

Inilah tugas utama dan kesempatan berharga dari seorang dokter misionaris. Pelayanan pribadi sering membuka jalan untuk hal ini. Allah sering dapat menjangkau hati manusia melalui usaha kita dalam melegakan penderitaan fisik manusia.

Pekerjaan misionaris kesehatan adalah pekerjaan perintis penginjilan. Dalam pelayanan firman dan dalam pekerjaan misionaris kesehatan, injil itu harus diberitakan dan diamalkan.

Di hampir setiap masyarakat ada sejumlah besar orang yang tidak mau mendengar khotbah tentang firman Allah atau pun menghadiri acara kebaktian rohani. Kalau mereka hendak dijangkau oleh injil, maka injil itu haruslah disampaikan ke rumah mereka. Sering pertolongan terhadap kebutuhan fisik mereka adalah satu-satunya cara dengan mana mereka dapat didekati. Para perawat misionaris yang merawat orang sakit dan menolong penderitaan orang miskin akan mendapatkan banyak kesempatan untuk berdoa dengan mereka, membacakan firman Allah kepada mereka, dan membicarakan tentang Juruselamat. Mereka dapat berdoa bersama dan untuk orang-orang yang tak berdaya yang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk mengendalikan selera yang telah merosot karena hawa nafsu. Mereka dapat memancarkan cahaya pengharapan ke dalam kehidupan orang yang kalah dan kecewa. Kasih mereka yang tidak mementingkan diri, yang dinyatakan dalam tindakan kebaikan tanpa pamrih, akan lebih memudahkan bagi para penderita ini untuk percaya akan kasih Kristus.

Banyak orang yang tidak beriman kepada Allah dan telah kehilangan kepercayaan pada manusia. Tetapi mereka masih menghargai tindakan-tindakan simpati dan pertolongan. Sementara mereka memperhatikan seorang yang tidak terdorong oleh pujian duniawi atau upah datang ke rumah mereka untuk melayani orang sakit, memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian kepada yang telanjang, menghibur yang susah, dan dengan lemah lembut mengarahkan pandangan mereka semua kepada Dia yang oleh kasih dan belas kasihan-Nya pekerja manusia itu hanyalah sekadar utusan -- manakala mereka melihat hal ini, hati mereka terjamah. Rasa bersyukur pun tumbuh. Iman dikobarkan. Mereka menyadari bahwa Allah memelihara mereka, dan mereka siap mendengar sementara firman-Nya yang dibukakan.

Baik dalam misi mancanegara maupun di ladang dalam negeri, semua misionaris pria atau wanita, akan jauh lebih berhasil mendekati orang banyak, dan akan mendapati bahwa manfaat mereka lebih bertambah jika mereka sanggup melayani orang sakit. Dengan demikian para wanita yang pergi sebagai misionaris ke negeri-negeri kafir akan mendapat kesempatan mengabar injil kepada kaum wanita di negeri-negeri itu, bilamana semua pintu yang lain sudah tertutup. Semua pekerja injil harus mengetahui bagaimana melakukan perawatan sederhana yang besar manfaatnya untuk menghilangkan rasa sakit dan mengobati penyakit.


Mengajarkan Prinsip-prinsip Kesehatan

Pekerja injil juga harus sanggup memberi petunjuk tentang prinsip hidup sehat. Di mana-mana ada penyakit, dan kebanyakan penyakit itu dapat dicegah dengan memperhatikan hukum-hukum kesehatan. Masyarakat perlu menyadari hubungan prinsip-prinsip kesehatan itu dengan kesejahteraan mereka, baik untuk kehidupan sekarang ini maupun yang akan datang. Mereka perlu disadarkan akan tanggungjawab terhadap lingkungan hidup manusia yang disiapkan oleh Khalik mereka sebagai tempat tinggal-Nya, terhadap mana Ia menghendaki agar mereka menjadi penatalayan-penatalayan-Nya yang setia. Mereka perlu diyakinkan dengan kebenaran yang disampaikan dalam perkataan Kitab Suci:

"Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."8

Ribuan orang memerlukan dan dengan senang hati akan menerima petunjuk tentang cara-cara sederhana merawat orang sakit -- metode-metode yang akan menggantikan penggunaan obat-obat yang beracun. Ada kebutuhan yang besar akan petunjuk tentang reformasi menu makanan. Kebiasaan makan yang salah dan penggunaan makanan yang tidak menyehatkan tidaklah kecil tanggungjawabnya terhadap ketidakbertarakan, kejahatan dan kesengsaraan yang menjadi kutuk bagi dunia ini.

Dalam mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan, tetaplah diingat tujuan utama dari reformasi ini -- bahwa maksudnya adalah untuk menghasilkan perkembangan tubuh, pikiran dan jiwa yang paling tinggi. Tunjukkanlah bahwa hukum alam yang juga menjadi hukum Allah dimaksudkan demi kebaikan kita; agar penurutan terhadap hukum-hukum itu meningkatkan kebahagiaan hidup saat ini, dan menolong dalam menyiapkan diri untuk kehidupan yang akan datang.

Tuntunlah orang banyak itu untuk mempelajari pengejawantahan kasih dan hikmat Allah di dalam pekerjaan alam. Bimbinglah mereka untuk mempelajari bahwa organisme yang ajaib, susunan tubuh manusia, dan hukum-hukum yang mengatur kehidupan. Mereka yang merasakan bukti-bukti kasih Allah, yang memahami suatu kebijakan dan faedah dari hukum-hukum-Nya, dan upah penurutannya, akhirnya akan menghormati tugas dan kewajiban mereka dengan pandangan yang sama sekali berbeda. Gantinya menganggap pemeliharaan hukum kesehatan itu sebagai suatu pengorbanan atau penyangkalan diri, mereka akan menghormatinya sebagai satu berkat yang tak terkirakan, yang sesungguhnya memang demikian.

Setiap pekerja injil harus merasa bahwa pemberian petunjuk dalam prinsip-prinsip hidup sehat adalah bagian dari tugasnya yang sudah ditentukan. Pekerjaan ini sangat dibutuhkan, dan dunia terbuka untuk itu.

Di mana-mana terdapat satu kecenderungan untuk menggantikan pekerjaan organisasi dengan usaha perorangan. Kebijakan manusia cenderung kepada penggabungan, pemusatan, pembangunan gereja-gereja dan lembaga yang besar. Banyak orang menyerahkan kepada lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi melakukan pekerjaan kebajikan; mereka memaafkan diri untuk tidak berhubungan dengan dunia, lalu hati mereka semakin dingin. Mereka menjadi egoistis dan tidak berperasaan. Kasih terhadap Allah dan terhadap manusia pudar dari dalam jiwa.

Kristus mempercayakan tugas perorangan kepada para pengikut-Nya, satu tugas yang pelaksanaannya tak dapat diwakilkan. Melayani orang sakit dan orang miskin, menyampaikan injil kepada yang sesat, tidak dapat diserahkan kepada komite atau organisasi sosial. Tanggungjawab perorangan, usaha perorangan, pengorbanan pribadi, merupakan tuntutan penginjilan.

"Pergilah ke semua jalan dan lintasan, dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk" adalah perintah Kristus. "Karena rumah-Ku harus penuh." Dia membawa orang-orang supaya berhubungan dengan mereka yang mau memberi keuntungan. "Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah" kata-Nya, "dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian." " Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."9 Melalui kontak langsung, melalui pelayanan perorangan, berkat-berkat injil itu harus disalurkan.

Dalam memberikan terang kepada umat-Nya zaman dulu, Allah bekerja tidak semata-mata melalui suatu golongan. Daniel adalah raja Yehuda. Yesaya juga keturunan ningrat. Daud seorang gembala,  Amos seorang peternak, Zakharia adalah tawanan dari Babel, Elisa seorang petani. Tuhan mengangkat sebagai wakil-wakil-Nya para nabi dan para raja, kaum ningrat serta rakyat jelata, dan mengajarkan kepada mereka kebenaran-kebenaran yang harus disampaikan kepada dunia.

Kepada setiap orang yang mengambil bagian dalam anugerah-Nya, Tuhan menentukan satu pekerjaan untuk melayani orang lain. Secara pribadi kita harus berdiri di tempat kita sambil berkata, "Ini aku, utuslah aku."10 Kepada pelayan injil, perawat misionaris, dokter Kristen, orang-orang Kristen, apakah dia pedagang atau petani, tenaga ahli atau montir -- tanggungjawab itu dibebankan kepada semua. Adalah tugas kita untuk menyatakan kepada manusia injil keselamatan mereka. Setiap usaha di mana kita terlibat harus menjadi sarana untuk tujuan ini.

Mereka yang melaksanakan tugas mereka yang sudah ditentukan itu bukan saja menjadi berkat kepada orang lain, tetapi mereka sendiri akan diberkati. Kesadaran akan pelaksanaan tugas dengan baik akan menimbulkan pengaruh langsung pada jiwa mereka sendiri. Orang yang murung akan melupakan kesedihannya, yang lemah akan menjadi kuat, yang bodoh menjadi pintar, dan semua orang akan mendapatkan penolong yang tidak akan gagal di dalam Dia yang telah memanggil mereka.

Gereja Kristus dibentuk untuk pelayanan. Semboyannya ialah pelayanan. Anggota-anggotanya adalah prajurit-prajurit yang akan dilatih menghadapi peperangan di bawah Panglima keselamatan mereka. Para pendeta Kristen, dokter-dokter Kristen, guru-guru Kristen, mempunyai pekerjaan yang lebih luas daripada yang sudah banyak dikenal. Mereka bukan hanya melayani orang, tetapi mengajar mereka untuk melayani. Mereka tidak saja harus memberi petunjuk dalam prinsip yang benar, tetapi mendidik para pendengar untuk membagikan prinsip-prinsip ini. Kebenaran yang tidak dihidupkan, tidak disalurkan, akan kehilangan kuasanya yang memberi hidup dan sifat penyembuhannya. Berkatnya hanya dapat dipertahankan kalau itu dibagikan.

Pelayanan kita bagi Allah yang monoton harus ditata kembali. Setiap anggota gereja harus terlibat dalam suatu bidang pelayanan bagi Tuhan. Sebagian orang tidak dapat melakukan sebanyak yang dilakukan orang lain, tetapi setiap orang harus berusaha sebaik mungkin untuk membendung arus penyakit dan kesusahan yang melanda dunia kita ini. Banyak orang akan bersedia bekerja kalau mereka diajar bagaimana cara memulainya. Mereka perlu diajar dan didorong.

Setiap gereja seharusnya menjadi satu sekolah pelatihan bagi para pekerja Kristen. Anggota-anggotanya itu harus diajar bagaimana caranya memberikan pelajaran Alkitab, bagaimana memimpin dan mengajar di kelas-kelas Sekolah Sabat, bagaimana cara terbaik untuk menolong orang miskin dan merawat yang sakit, serta bagaimana melayani yang belum bertobat. Seharusnya diadakan kelas-kelas kesehatan, kelas masak-memasak dan kelas-kelas lain dari pekerjaan bantuan Kristen. Bukan hanya mengajar, tetapi benar-benar bekerja di bawah instruktur-instruktur yang berpengalaman. Biarlah guru-guru memelopori bekerja di antara orang banyak, maka orang-orang lain yang bergabung dengan mereka akan belajar dari keteladanan mereka. Satu contoh lebih berharga dari banyak pelajaran.

Biarlah semua orang memupuk kemampuan jasmani dan pikirani mereka sampai batas kesanggupannya, agar mereka bisa bekerja bagi Allah di mana pemeliharaan-Nya memanggil mereka. Anugerah yang sama yang berasal dari Kristus kepada Paulus dan Apolos, yang membedakan keunggulan rohani mereka, dewasa ini akan dibagikan kepada para misionaris Kristen yang tekun. Allah menginginkan agar anak-anak-Nya memperoleh kecerdasan dan pengetahuan, agar kemuliaan-Nya bisa dinyatakan dalam dunia kita ini dengan kejernihan dan kuasa yang tidak dapat diragukan.

Para pekerja yang terdidik dan mengabdi kepada Allah dapat melayani dalam berbagai cara yang lebih luas, dan dapat melakukan pekerjaan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak terdidik. Kesanggupan pikiran mereka menempatkannya pada posisi yang menguntungkan. Tetapi mereka yang tidak mempunyai bakat-bakat yang besar maupun pendidikan tinggi dapat juga melayani orang lain dengan baik. Allah akan memakai orang-orang yang bersedia digunakan. Bukanlah orang-orang yang paling cakap atau paling berbakat yang membuahkan hasil-hasil paling banyak dan paling mantap. Pria dan wanita yang dibutuhkan adalah orang yang telah mendengar pekabaran dari surga. Pekerja-pekerja yang paling efektif adalah mereka yang menyambut undangan ini, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari pada-Ku."11

Misionaris-misionaris yang bekerja dengan segenap hati itulah yang dibutuhkan. Dia yang hatinya dijamah Allah dipenuhi dengan kerinduan yang besar terhadap orang-orang yang belum pernah mengenal kasih-Nya. Keadaan mereka itu mengesankan baginya dengan rasa kesengsaraannya sendiri. Dengan nyawa di tangan, dia maju selaku seorang utusan yang dikirim dan diilhami surga, untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mana para malaikat dapat bekerjasama.

Kalau mereka yang Allah telah percayakan dengan kesanggupan otak yang besar menggunakan karunia-karunia ini untuk kepentingan diri sendiri, maka setelah suatu masa percobaan, mereka akan dibiarkan mengikuti jalannya sendiri. Allah akan mengambil orang-orang yang nampaknya tidak mendapat banyak karunia, yang tidak memiliki rasa percaya diri yang besar, dan Ia akan menguatkan yang lemah, karena mereka berharap kepada-Nya untuk melakukan bagi mereka apa yang mereka tidak dapat lakukan sendiri. Allah akan menerima pelayanan yang sepenuh hati, dan Ia sendiri akan melengkapi kekurangan-kekurangannya.

Tuhan sudah sering memilih sebagai mitra kerja-Nya orang-orang yang hanya mempunyai kesempatan untuk meraih tingkat pendidikan yang terbatas. Orang-orang seperti ini telah menggunakan kemampuannya dengan sangat tekun, dan Tuhan telah memberi pahala atas kesetiaan mereka kepada pekerjaan-Nya, kerajinan mereka, dan kehausan mereka akan pengetahuan. Ia telah menyaksikan air mata mereka dan mendengar doa mereka. Sebagaimana berkat-Nya dicurahkan kepada para tawanan di istana Babel itu, demikianlah Ia memberikan hikmat dan pengetahuan kepada para pekerja-Nya pada zaman ini.


Orang-orang yang kurang berpendidikan, yang rendah status sosialnya, tetapi melalui anugerah Kristus kadang-kadang mereka meraih sukses yang luar biasa dalam penarikan jiwa bagi Dia. Rahasia kesuksesan mereka ialah kepercayaan di dalam Allah. Tiap hari mereka belajar tentang Dia yang luar biasa dalam nasihat dan perkasa dalam kuasa.

Pekerja-pekerja demikian haruslah didorong. Tuhan menghubungkan mereka dengan orang-orang yang kesanggupannya lebih menonjol untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan orang lain. Kecekatan mereka memperhatikan apa yang harus dilakukan, kesiapan mereka untuk menolong yang membutuhkan pertolongan, perbuatan dan kata-kata mereka yang baik, membuka pintu-pintu pemanfaatan yang kalau tidak demikian akan tetap tertutup. Mereka mendekati yang susah, pengaruh kata-kata mereka berkuasa menarik banyak jiwa yang gemetar kepada Allah. Pekerjaan mereka menunjukkan apa yang akan dilakukan oleh ribuan orang lain, kalau saja mereka mau.


Kehidupan Yang Lebih Luas

Tidak ada yang begitu membangkitkan semangat pengorbanan diri dan memperluas serta menguatkan tabiat selain melibatkan diri dalam melayani orang lain. Banyak orang yang mengaku Kristen hanya memikirkan diri sendiri dalam mencari hubungan dengan gereja. Mereka ingin menikmati persekutuan gereja dan pemeliharaan penggembalaan. Mereka menjadi anggota jemaat yang besar dan makmur, dan merasa puas dengan hanya berbuat sedikit bagi orang lain. Dengan cara ini mereka merampok berkat yang paling indah dari diri mereka. Banyak orang akan memperoleh keuntungan besar dengan mengorbankan pergaulan bebas dan menyenangkan. Mereka perlu untuk pergi ke tempat di mana tenaga mereka dibutuhkan di dalam pekerjaan Kristen sehingga mereka dapat belajar memikul tanggungjawab.

=================================================================
"Bertolong-tolonglah memikul bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."12
=================================================================

Pepohonan yang terlalu berdesak-desakan tidak bertumbuh dengan sehat dan kokoh. Tukang kebun memindahkan sebagian pepohonan itu agar mendapat ruangan untuk bertumbuh. Pekerjaan yang sama akan menguntungkan banyak anggota dari jemaat-jemaat yang besar. Mereka perlu ditempatkan di mana tenaga mereka dibutuhkan dalam usaha Kristen yang aktif. Mereka sedang kehilangan hidup kerohaniannya, menjadi kerdil dan tidak efisien, karena kekurangan usaha yang pengorbanan diri bagi orang lain. Kalau dipindahkan ke ladang misi yang lain, mereka akan tumbuh menjadi kuat dan perkasa.

Tetapi seseorang tidak perlu menunggu sampai dipanggil ke ladang yang jauh baru mulai menolong orang lain. Pintu pelayanan terbuka di mana-mana. Di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita. Janda, anak yatim piatu, orang sakit dan yang sekarat, orang yang sakit hati, yang kecewa, yang bodoh dan orang yang tersingkir ada di kiri kanan.

Kita harus menganggapnya sebagai tugas yang istimewa untuk melayani orang tinggal di sekitar kita. Pelajarilah bagaimana cara yang terbaik untuk menolong mereka yang tidak menaruh minat pada hal-hal rohani. Sementara engkau melawat para sahabat dan tetangga, tunjukkanlah perhatianmu pada kerohanian merek seperti juga kesejahteraan fisik mereka. Bicarakanlah Kristus kepada mereka sebagai Juruselamat yang mengampuni dosa. Undanglah tetanggamu ke rumahmu, dan bacakanlah kepada mereka dari Alkitab yang indah itu dan dari buku-buku yang menjelaskan kebenarannya. Ajaklah mereka bergabung dengan anda dalam bernyanyi dan berdoa. Dalam perhimpunan kecil ini, Kristus sendiri akan hadir sebagaimana yang Ia telah janjikan, dan hati akan terjamah oleh rahmat-Nya.

=================================================================
"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."13
=================================================================

Para anggota jemaat harus mendidik diri sendiri untuk melakukan pekerjaan ini. Hal ini sama pentingnya dengan menyelamatkan jiwa-jiwa dalam kegelapan di negeri asing. Sementara sebagian orang merasakan beban penyelamatan jiwa-jiwa di tempat jauh, biarlah jumlah yang banyak  yang berada di tempat merasakan beban jiwa-jiwa yang berharga di sekitar mereka, dan bekerja dengan tekun demi keselamatan mereka.

Banyak orang menyesali diri karena kehidupan mereka yang sempit. Mereka sendiri dapat membuat hidup dan pengaruh mereka lebih luas kalau mereka mau. Mereka yang mengasihi Yesus dengan segenap hati, pikiran dan jiwa, dan mengasihi orang lain seperti diri sendiri, mempunyai satu ladang yang luas untuk di mana mereka dapat menggunakan kesanggupan dan pengaruh mereka.


Peluang-peluang Kecil

Janganlah seorang melewatkan peluang-peluang yang kecil untuk mencari pekerjaan yang lebih besar. Engkau mungkin berhasil dalam melakukan pekerjaan kecil, tetapi gagal melakukan pekerjaan yang besar, dan akhirnya kecewa. Engkau akan mengembangkan bakat untuk pekerjaan yang lebih besar dengan melakukan pekerjaan yang engkau hadapi dengan sekuat tenaga. Dengan menganggap sepele kesempatan-kesempatan sehari-hari, dengan mengabaikan hal-hal sepele yang ada di tangan, sehingga banyak orang menjadi tak berbuah dan layu.

Janganlah bergantung pada pertolongan manusia. Pandanglah di balik manusia itu Seorang yang ditunjuk Allah untuk menanggung kesusahan kita, memikul beban penderitaan kita, dan memenuhi segala keperluan kita. Dengan mempercayai perkataan Allah, mulailah dengan pekerjaan yang engkau hadapi, dan majulah dengan iman yang tidak goyah. Iman dalam kehadiran Kristuslah yang memberi kekuatan dan ketabahan. Bekerjalah dengan tidak mementingkan diri, dengan usaha yang sungguh-sungguh, dan dengan segenap tenaga.

=================================================================
"Katamu: Jika engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya."14
=================================================================

Di ladang-ladang yang kondisinya tidak menyenangkan dan mengecewakan sehingga banyak orang tidak mau pergi melayaninya, perubahan-perubahan besar telah terjadi atas usaha para pekerja yang mau berkorban. Mereka bekerja dengan sabar dan tabah, tidak bergantung pada kuasa manusia melainkan pada kuasa Allah, dan rahmat-Nya memelihara mereka. Banyaknya kebaikan yang sudah dicapai tidak pernah diketahui di dunia ini, tetapi hasil yang gemilang akan dilihat pada peristiwa besar nanti.


Misionaris Swadaya

Di banyak tempat misionaris-misionaris swadaya dapat bekerja dengan sukses. Sebagai seorang misionaris swadaya rasul Paulus bekerja membagikan pengetahuan akan Kristus di seluruh dunia. Sambil mengajar injil setiap hari di kota-kota besar di Asia dan Eropa, dia bekerja selaku pedagang barang-barang kerajinan tangan untuk menghidupi dirinya dan kawan-kawannya. Kata-kata perpisahannya kepada tua-tua jemaat di Efesus, yang menunjukkan jenis pekerjaannya, mengandung pelajaran berharga bagi setiap pekerja injil:

"Kamu tahu," katanya, "bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini . . . Sungguhpun demikian, aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu. . . . Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian, kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."15

Sekarang ini banyak orang dapat melakukan satu pekerjaan yang baik dengan cara demikian, asalkan dia dipenuhi dengan roh pengorbanan diri. Biarlah dua orang atau lebih memulai bersama-sama dalam pekerjaan evangelisasi. Hendaklah mereka melawat para anggota, berdoa, menyanyi, mengajar, menerangkan Kitab Suci, dan melayani orang sakit. Sebagian dapat hidup dengan menjual buku; yang lain, seperti rasul itu, dapat mengerjakan suatu keterampilan atau bidang pekerjaan lain. Sementara mereka bergerak maju dalam pekerjaannya, sambil menyadari ketidakberdayaannya, tetapi dengan rendah hati bergantung pada Allah, mereka akan memperoleh pengalaman yang istimewa. Tuhan Yesus berjalan mendahului mereka, dan di antara orang kaya dan miskin mereka akan mendapatkan kebaikan dan pertolongan.

Mereka yang sudah terlatih untuk pekerjaan misionaris kesehatan di luar negeri haruslah didorong untuk pergi tanpa bertangguh ke tempat di mana mereka harapkan bisa bekerja, dan mulailah bekerja di antara masyarakat itu dan sambil bekerja mempelajari bahasa mereka. Tidak lama kemudian mereka akan sanggup mengajarkan kebenaran apa adanya dari firman Allah.

Para utusan kemurahan diperlukan di seluruh dunia. Ada panggilan bagi keluarga-keluarga Kristen untuk pergi kepada masyarakat-masyarakat yang berada dalam kegelapan dan kesalahan, pergi ke ladang-ladang di luar negeri, mengenal akan kebutuhan sesamanya manusia dan untuk bekerja bagi pekerjaan Tuhan. Sekiranya keluarga-keluarga demikian mau bermukim di bagian-bagian
dunia ini yang masih gelap, tempat-tempat yang rakyatnya diselimuti dengan kegelapan rohani, dan membiarkan cahaya kehidupan Kristus bersinar melalui mereka, betapa suatu pekerjaan yang mulia dapat dilaksanakan.

Pekerjaan ini menuntut pengorbanan diri. Sementara banyak orang menunggu sampai setiap rintangan diangkat, pekerjaan yang bisa mereka lakukan sekarang dibiarkan terbengkalai, dan banyak orang sedang sekarat tanpa pengharapan dan tanpa Allah. Demi keuntungan komersial, atau untuk memperoleh pengetahuan ilmiah, sebagian orang akan mencoba masuk ke wilayah-wilayah baru dan dengan gembira berkorban dan menahan kesukaran; tetapi betapa sedikit orang mau memboyong keluarga mereka masuk ke wilayah-wilayah yang membutuhkan injil itu demi kepentingan sesama manusia.

Menjangkau manusia di manapun mereka berada, apapun kedudukan atau keadaan mereka, dan menolong mereka dengan segala cara yang memungkinkan -- inilah pelayanan yang sejati. Dengan usaha  demikian engkau akan memenangkan hati mereka dan membukakan  jalan menuju jiwa-jiwa yang sedang binasa itu.

Dalam segala pekerjaanmu, ingatlah bahwa engkau terikat dengan Kristus, sebagai bagian dari rencana penebusan yang besar itu. Kasih Kristus melalui arus yang menyembuhkan dan menghidupkan itu harus mengalir melalui kehidupanmu. Sementara engkau berusaha menarik orang-orang lain ke dalam lingkaran kasih-Nya, biarlah kemurnian bahasamu, ketulusan pelayananmu, kegembiraan sikapmu, itu semua menyaksikan kuasa anugerah-Nya. Perkenalkanlah Dia kepada dunia dengan cara yang murni dan benar, agar manusia dapat memandang keelokan wajah-Nya.

Sedikit gunanya mencoba mengubah orang lain dengan menyerang apa yang kita anggap salah. Usaha seperti itu lebih banyak menghasilkan kerugian daripada kebaikan. Dalam percakapan-Nya dengan wanita Samaria, gantinya meremehkan sumur Yakub itu, Kristus mengemukakan sesuatu yang lebih baik. "Jawab Yesus kepadanya: Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata padamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Yoh 4:10. Ia mengalihkan pembicaraan kepada harta yang akan Ia karuniakan, menawarkan kepada wanita itu sesuatu yang lebih baik daripada yang dia miliki, yaitu air hidup, kebahagiaan dan pengharapan injil itu.

Inilah gambaran tentang cara bagaimana kita bekerja. Kita harus menawarkan kepada orang-orang sesuatu yang lebih baik dari apa yang mereka miliki, termasuk damai Kristus yang melampaui segala marifat. Kita harus menceritakan hukum Allah yang kudus kepada mereka, hukum yang melukiskan tabiat-Nya, dan satu ekspresi dari apa yang Ia inginkan bagi mereka. Tunjukkan kepada mereka betapa jauh lebih besar kemuliaan surga yang tak dapat binasa itu dibandingkan dengan kesenangan dan kepelesiran dunia yang akan berlalu itu. Ceritakanlah kepada mereka tentang kemerdekaan dan perhentian yang terdapat dalam Juruselamat. "Tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya,"16 Ia menyatakan.

Angkatlah Yesus sambil berseru: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."17 Ia saja yang dapat memuaskan keinginan hati dan memberi kedamaian kepada jiwa.

Dari semua manusia di dunia ini, seharusnyalah para pembaru menjadi yang paling tidak mementingkan diri, paling baik dan paling sopan. Dalam hidup mereka harus tampak kebaikan sejati dari perbuatan yang tidak mementingkan diri. Pekerja yang menunjukkan kurangnya keramahan, kekurangsabaran terhadap kebodohan dan ketidakpatuhan orang lain, yang bicaranya gegabah dan bertindak sembrono, dapat menutup pintu terhadap hati orang-orang sehingga dia tidak akan pernah bisa menjangkau mereka.

Sebagaimana embun dan titik hujan menyirami tanaman yang layu, hendaknya begitulah perkataanmu keluar dengan lemah lembut untuk menyelamatkan orang dari kesalahan. Rencana Allah pertama-tama adalah untuk menjangkau hati. Kita harus membicarakan kebenaran itu dalam kasih, berharap kepada-Nya untuk memberikan kuasa untuk mengubah hidup manusia. Roh Kudus akan memasukkan ke dalam jiwa kata-kata yang diucapkan dalam kasih.

Secara alamiah kita bersifat egosentris dan berpendirian keras. Tetapi bilamana kita mempelajari pelajaran yang Kristus kehendaki kita ajarkan, maka kita mengambil bagian dalam sifat-Nya; dengan demikian kita mengamalkan kehidupan-Nya. Keteladanan Kristus yang luar biasa, kelemahlembutan yang tiada taranya dengan apa yang Ia menyelami perasaan orang lain, menangis dengan mereka yang menangis, bergembira dengan orang yang bergembira, hal ini tentu sangat mempengaruhi tabiat semua orang yang mau mengikut Dia dengan tulus. Dengan kata-kata dan tindakan yang lemah lembut mereka akan berusaha menjadikan jalan itu mudah bagi kaki yang letih.

"Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengarkan seperti seorang murid."18

Di sekitar kita terdapat jiwa-jiwa yang menderita. Di sana-sini dan di mana-mana kita bisa menemukan mereka. Marilah kita mencari orang-orang yang menderita ini dan mengucapkan sepatah kata yang sesuai untuk menghibur hati mereka. Biarlah kita senantiasa menjadi saluran melalui mana mengalir air belas kasihan yang menyegarkan.

Dalam segala pergaulan kita haruslah diingat bahwa di dalam pengalaman orang lain ada babak-babak yang tersembunyi dari penglihatan yang fana. Pada lembaran-lembaran ingatan tercatat sejarah menyedihkan yang dijaga dari pandangan ingin tahu. Di sana tercatat pergumulan-pergumulan seru yang panjang dengan keadaan-keadaan yang genting, mungkin itu kesulitan dalam kehidupan rumahtangga, yang hari demi hari melemahkan semangat, keyakinan dan iman. Mereka yang bergumul dalam kehidupan melalui rintangan besar akan diteguhkan dan dikuatkan oleh perhatian-perhatian kecil yang hanya memerlukan usaha pengasihan. Bagi mereka, jabatan tangan yang kuat oleh seorang sahabat sejati lebih tinggi nilainya daripada emas atau perak. Kata-kata yang lemah lembut disambut sebagai senyuman malaikat.

Banyak orang bergumul dengan kemiskinan, terpaksa bekerja keras demi upah rendah, yang hanya sanggup memenuhi kebutuhan hidup yang paling mendasar. Kerja keras dan kemiskinan, tanpa pengharapan akan hal yang lebih baik, membuat beban mereka sangat berat. Apabila ditambah lagi dengan kesedihan dan penyakit maka beban itu hampir tak tertahankan lagi. Dalam keadaan lesu dan tertekan, mereka tidak tahu lagi ke mana mencari keringanan. Curahkanlah rasa simpati kepada mereka yang mengalami cobaan, dalam keadaan patah hati dan dalam kekecewaan. Ini akan membuka jalan bagimu untuk menolong mereka. Ceritakanlah kepada mereka tentang janji-janji Allah, berdoalah bersama dan bagi mereka, ilhami pengharapan kepada mereka.

Kata-kata penghiburan dan dorongan yang diucapkan pada waktu orang itu sakit dan semangatnya memudar -- inilah yang dianggap oleh Juruselamat sebagai kata-kata yang diucapkan kepada Ia sendiri. Sementara orang itu dihibur, malaikat-malaikat surga memandang ke bawah dengan penghargaan disertai rasa puas.

Dari zaman ke zaman Tuhan telah berusaha membangkitkan dalam jiwa manusia satu rasa persaudaraan ilahi. Jadilah kamu mitra kerja-Nya. Sementara kecurigaan dan perebutan melanda dunia ini, murid-murid Kristus harus menyatakan roh yang bertahta di surga.

Berbicara seperti Ia suka bicara, bertindak sebagaimana Ia mau bertindak. Nyatakanlah senantiasa keelokan perangainya. Nyatakanlah kekayaan kasih yang mendasari semua pengajaran-Nya dan semua perbuatan-Nya kepada manusia. Pekerja-pekerja yang paling rendah, asalkan bekerjasama dengan Kristus dapat memetik tali kasih yang getarannya akan bergema ke ujung bumi dan menciptakan melodi sepanjang zaman.

Kecerdasan surga sedang menanti untuk bekerjasama dengan manusia sebagai alat, agar mereka dapat menyatakan kepada dunia makhluk manusia itu bisa menjadi apa, dan apa yang dapat dicapai melalui perpaduan dengan Ilahi demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang sedang binasa. Tidak ada batas untuk pemanfaatan seseorang yang menyangkal dirinya dan memberi tempat bagi pekerjaan Roh Kudus di hatinya dan menghidupkan satu kehidupan yang berserah sepenuhnya kepada Allah. Semua orang yang memasrahkan tubuh, jiwa dan rohnya ke dalam pekerjaan-Nya akan senantiasa menerima karunia baru secara jasmani, pikirani dan rohani. Persediaan surga yang tidak pernah habis itu tersedia akan keinginan mereka. Kristus memberikan napas Roh-Nya sendiri kepada mereka dan hidup dari kehidupan-Nya sendiri. Roh Kudus mengerahkan tenaga-Nya yang paling besar untuk bekerja di dalam pikiran dan hati. Melalui rahmat yang dianugerahkan kepada kita maka kita bisa meraih kemenangan-kemenangan yang nampaknya tidak mungkin kita peroleh karena pendapat-pendapat kita sendiri yang salah dan teledor, tabiat kita yang bercela, dan kekerdilan iman kita.

Kepada setiap orang yang menyerahkan dirinya bagi pekerjaan Tuhan, tanpa menahan apa-apa, diberikan kuasa untuk memperoleh hasil yang tak ternilai. Allah akan melakukan perkara-perkara besar bagi mereka. Ia akan bekerja melalui pikiran manusia agar di dunia ini pun akan terlihat dalam kehidupan mereka kegenapan janji dari keadaan yang akan datang.


"Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak dan bersorak-sorai.

Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; Mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.

"Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkan lutut yang goyah. Katakan kepada orang-orang yang tawar hati; Kuatkanlah hati jangan takut! Lihatlah Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu.

"Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di pada gurun, dan sungai di padang belantara;

"Tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.


"Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke sion dengan bersorak sorai, sedangkan sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh."19

No comments:

Post a Comment

Mohon Tinggalkan komentar saran, kritik, tambahan dan tanggapan anda, sebelum anda keluar dari blog ini dan terima kasih anda telah berkunjung.

Klik disini

Pages

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *